Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti (Seharusnya Ipar)

Pengantin Pengganti (Seharusnya Ipar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen membahagiakan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Aura.
Tepat di hari pernikahan, Keisya, sang kakak, menghilang dan meninggalkan sepucuk alasan kuat yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pernikahan tersebut.
Demi menyelamatkan nama baik keluarga dan mencegah kehancuran di depan ratusan undangan, Aura terpaksa mengambil keputusan terberat dalam hidupnya: melangkah ke pelaminan sebagai Pengantin Pengganti bagi pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.
Hatinya hancur dan dilanda dilema hebat. Di satu sisi, Aura tidak tega untuk membiarkan nama baik Keisya dan keluarganya hancur berantakan.
Namun di sisi lain, pengorbanan ini menuntut harga yang sangat mahal. Aura harus merelakan cintanya pada Farhan, kekasih hatinya yang sejatinya sudah merencanakan pernikahan di tahun yang sama.
Bagaimanakah kehidupan Aura selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Amunisi pagi

Fadil duduk di tempat tidur dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. Hawa dingin udara subuh yang menyusup ke dalam kamar kerja sama sekali tak dihiraukannya.

Pria itu menyibakkan selimut tebal untuk mencari celana dan pakaiannya yang tercecer di lantai, hingga pandangannya terhenti pada selembar kain renda halus berwarna lembut milik Aura.

Fadil memungut pakaian dalam tersebut, dan menggenggamnya seraya mengulas senyum lebar yang menawan. Kenangan panas dan manis dari malam pertama mereka kembali berputar di benaknya, hingga membuat dada Fadil berdesir hangat oleh rasa kepemilikannnya.

Dengan kekehan pelan, ia meletakkannya di atas kasur, merapikan pakaiannya yang tercecer, lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan ibadah salat Subuh.

Usai memanjatkan doa dan merapikan baju santainya, Fadil meraih pakaian dalam Aura yang tertinggal di kasur.

Ia melipatnya rapi dan menyembunyikannya di balik punggung, lalu melangkah mantap menaiki anak tangga menuju lantai dua, tepat ke depan kamar pribadi Aura.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan di pintu kayu itu membuat Aura yang sedang berdiri gelisah di balik pintu seraya merapikan gaun tidurnya, tersentak kaget.

Dengan degup jantung yang berpacu liar dan wajah yang masih merona merah, Aura memutar kunci. Ia lalu membuka sedikit pintunya seraya sedikit mengintip dari celah yang sempit.

"Apa boleh masuk?" tanya Fadil santai, sambil menatap wajah polos istrinya yang tampak menggemaskan.

Pertanyaan sederhana itu membuat Aura membelalak dan gelagapan.

"Masuk...?" ulang Aura dengan ragu.

Ia kemudian menyapu pandangannya ke dalam kamar pribadinya yang rapi namun masih menyimpan privasinya sebagai seorang wanita.

Ia lalu menatap Fadil kembali yang berdiri tegap menunggu izin.

"Mas ada perlu apa? Aku akan ambilkan, atau buatkan...?" tawar Aura terburu-buru, yang berusaha mencari alasan agar pria itu tidak perlu menyeberangi ambang pintunya.

Fadil sedikit melirik ke arah tangan yang disembunyikan di belakang tubuhnya. "Hanya mau mengembalikan sesuatu. Boleh masuk atau tidak?"

Meski merasa ragu, namun akhirnya Aura mengizinkan. "I-iya Mas, silakan..."

Aura pun membuka pintu dengan lebih lebar, hingga Fadil melangkah masuk dengan santai, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Aura yang harum wangi melati, kemudian langsung duduk di tepi kasur empuk milik Aura.

Setelah itu, pandangannya tertuju pada Aura yang mematung.

"Kenapa Mas Fadil malah duduk di kasur...?" batin Aura. Ia berdiri beberapa langkah dari area tempat tidur, tampak sangat waspada, canggung, dan salah tingkah.

Fadil yang memperhatikan jarak lebar di antara mereka pun hanya mengulas senyum tipis. "Kemarilah," ajak Fadil seraya mengibaskan tangannya pelan-pelan.

Aura langsung mendongak, matanya pun membulat sempurna. "Mas... aku harus bantu Mbok Nah buat sarapan di dapur."

"Nanti saja, kemarilah sebentar," potong Fadil, yang seolah tak memberi ruang untuk penolakan.

Aura mengeratkan genggaman jemarinya pada kain bajunya. Lalu dengan perasaan yang membuncah dan napas tertahan, ia melangkah satu langkah dengan ragu... dan berhenti kembali di tempat.

Fadil terkekeh renyah melihat tingkah laku istrinya yang begitu polos dan ketakutan, sangat berbanding terbalik dengan kepasrahan manis yang ditunjukkannya tadi malam.

"Apa kamu kehilangan sesuatu?" tanya Fadil santai.

Perlahan, Fadil menarik tangannya dari balik punggung dan mengangkat pakaian dalam yang sejak tadi tersembunyi di genggamannya tepat di udara.

Spontan mata Aura membelalak lebar. Rasa malu yang luar biasa membakar seluruh permukaan wajah hingga telinganya.

Lalu tanpa pikir panjang dan didorong oleh rasa panik untuk merebut kembali barang pribadinya, Aura berjalan dengan setengah berlari menuju tepi kasur.

"Mas Fadil! Kembalikan!" seru Aura.

Aura menggapai ke depan untuk menyambar benda itu. Namun, ia tidak memperhitungkan langkah kakinya yang terburu-buru hingga ujung gaun bagian bawahnya tersangkut di kaki meja rias.

Aura kehilangan keseimbangan secara drastis. Tubuhnya terdorong maju dan terjerambab menabrak tubuh Fadil yang sedang duduk di tepi kasur.

BRUK!

Dampak benturan itu membuat Fadil terdorong ke belakang dan terlentang di atas kasur, sementara Aura mendarat sempurna di atas tubuh tegap suaminya.

Posisi mereka kini kembali terkunci rapat, dengan Aura yang berada tepat di atas dada bidang Fadil, sementara kedua tangan Fadil secara refleks melingkari pinggang mulus istrinya agar tidak terjatuh ke lantai.

Napas Aura memburu panas tepat di depan leher Fadil. Manik mata mereka beradu kembali dalam jarak beberapa sentimeter.

"Dapat," bisik Fadil.

Bersambung...

1
sunaryati jarum
Makin harmonis,semoga damai selalu kedepannya, Kesya juga dapat jodoh yang mau menerima keadaannya
sunaryati jarum
Semoga apa yang menjadi keyakinan Aura tentang Farhan,benar
sunaryati jarum
Alhamdulillah Farhan sudah move on dari Aura, semoga menjadi keluarga yang harmonis
sunaryati jarum
Ana- ana wae ngidamnya Aura
Aurora: xixixi... untung suaminya Siaga dan sayang benget 🤗😃
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣kelamaan pakai jubah, bisa² jadi Fadil panggang😅😅
Aurora: Wkwkkw... bisa jadi bisa jadi😅🤣🤣
total 3 replies
sunaryati jarum
🥰🥰🥰
sunaryati jarum
Selamat untuk kalian kabar ini yang emak tunggu, semoga sehat kamu Nak Aura dan janinmu
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya... buah cinta yang ditunggu telah hadir membawa kebahagiaan mereka berdua dan seluruh keluarga besar😊
𝐀⃝🥀Weny
selamat untuk kalian.. jaga kandunganmu ya Aura 😊
Aurora: ok sip, dengan setiap dukunganmu aku selalu bersemangat 😅😅😃🤗
total 7 replies
𝐀⃝🥀Weny
itulah buah dari kesabaran dan keikhlasan😊sekarang memetik kebahagiaan 😊
Aurora: yes ituuu.
total 3 replies
sunaryati jarum
Semoga bulan madunya menyenangkan ,dan request emak dikabulkan
sunaryati jarum
Semoga segera ada kabar baik untuk Aura,ada benih Nak Fadil yang sedang tumbuh di rahimnya
𝐀⃝🥀Weny
thor kenapa mengiris bombai di depanku sih🥹😭😭😭
sunaryati jarum: Bukan sedih tapi terhura
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
thor up lagi sangu turu😅😅😅
sunaryati jarum
Tindakan kamu sudah benar demi hati Aura,dan kesembuhan ingatan Kesys
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya... semoga Keisya menerima kenyataan bahwa Fadil memang bukan tunangannya lagi 😊
Aurora: bisa jadi bisa jadi 😃
total 7 replies
falea sezi
heleh prettt trauma🤣
falea sezi
bukan polos tp goblokkk si aura🤣🤣 g usa debat emank. goblok ngapain ngurusin anak kakk nya wong kakk mu aja bangke
sunaryati jarum
Waduh ,ingatan Kesya cuma Fadil dan mau menikah sebulan lagi.Padahal sudah hampir satu tahun.Untung Fadil sudah teguh dan membentengi diri tidak ada cinta lagi pada Kesya
𝐀⃝🥀Weny
wah waaaah... bahayaaaa, untung aja Fadil sudah punya prinsip🤭
Aurora: wkwkwk... boleh deh😅😅🤣
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!