Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Pengepungan Kota Langit Utara

Udara dingin di Wilayah Badai Petir perlahan berganti menjadi embusan angin yang menusuk tulang.

Reno melangkah keluar dari sisa-sisa kabut petir, menatap hamparan dataran salju abadi yang membentang luas di hadapannya.

Di kejauhan, Kota Langit Utara berdiri angkuh di atas puncak gunung es tertinggi.

Tembok kota itu terbuat dari balok-balok es kristal yang memancarkan cahaya biru kehijauan, tampak indah namun mematikan.

Ini adalah benteng pertahanan terakhir sebelum mencapai wilayah inti Istana Dewa Abadi.

"Kota es... semoga nggak bikin jas gue kaku," pukas Reno santai sambil merapikan jas jas hitamnya yang kini sedikit basah terkena embun salju.

'Duh, habis badai petir, sekarang masuk kulkas raksasa. Niatnya liburan kultivasi malah jadi tur alam ekstrim,' batin Reno sambil menggelengkan kepala pelan.

Reno mempercepat langkahnya, melesat bagaikan bayangan emas di atas permukaan salju yang tebal.

Semakin dekat dia dengan Kota Langit Utara, atmosfer di sekitarnya perlahan berubah menjadi semakin berat dan mengintimidasi.

Aura pembunuh yang sangat pekat dan beraroma baja dingin merayap cepat dari arah tembok kota.

'Kepadatan energi pertahanan di sini gila banget. Pantesan Ki Sanjaya bilang kota ini susah ditembus,' batin Reno merasakan tekanan energi yang luar biasa.

Reno berhenti tepat seratus meter di depan gerbang utama Kota Langit Utara.

Dia menatap ribuan Pasukan Langit Utara yang berbaris rapi di atas tembok es dengan senjata terhunus.

Suasana mendadak hening seketika, hanya suara desiran angin salju yang terdengar di antara kesunyian yang mencekam.

"Hadeuhhh... sambutannya ramai banget, berasa kayak artis lagi tur," pukas Reno menyunggingkan senyum tipis mengejek.

'Waduh... kalau naga-naga es ini nggak bisa diajak ngomong baik-baik, terpaksa gue sapu lagi,' batin Reno menghela napas panjang.

Tiba-tiba, dari atas tembok gerbang utama, muncul empat sosok pria dengan zirah perang lengkap yang memancarkan aura Kaisar Spiritual Tingkat Puncak.

Mereka adalah Empat Jenderal Langit Utara yang memimpin pasukan pertahanan kota.

Jenderal Pertama, Huo De dengan zirah merah membara, menatap Reno dengan tatapan penuh dendam dan amarah.

"Reno Wijaya! Lu benar-benar berani menginjakkan kaki di Wilayah Langit Utara!" bentak Huo De murka dengan suara menggema keras.

"Lu sudah menghancurkan Serigala Petir Ungu dan membantai Suku Tembaga... Lu pikir bisa selamat di sini?!" tambah Huo De penuh nada intimidasi.

Reno bersedekap dada, menatap Huo De dari atas sampai bawah dengan pandangan remeh.

"Gue cuma numpang lewat buat nyari seseorang bernama Mo Tian," sahut Reno santai.

"Pengkhianat itu ada di dalam Istana Dewa Abadi kan?" tanya Reno datar tanpa dosa.

Deggg...!

Empat Jenderal Langit Utara terbelalak kaget mendengar Reno menyebut nama Mo Tian dengan begitu santai.

"Berani-beraninya sampah dunia bawah menyebut nama Penguasa Mo Tian dengan tidak hormat!" teriak Jenderal Kedua, Shui Wu dengan wajah dingin murka.

"Serahkan Kunci Segel Alam Dewa di lengan lu sekarang, atau Kota Langit Utara bakal jadi kuburan lu!" ancam Lei Zhen, Jenderal Raib raksasa.

Reno menyunggingkan senyum tipis, tato naga emas di lengan kanannya mendadak bergetar hebat.

'Waduh... naga emas di lengan gue udah nggak sabar buat keluar, baunya darah Sutra Naga Kuno beneran bikin gerah,' batin Reno mengepalkan tangannya rapat-rapat.

"Kunci Segel? Hadeuhhh... ternyata kalian semua cuma budak pesuruh yang haus harta pusaka," pukas Reno tertawa mengejek keras.

"Mati lu, Pemuda Sombong!" jerit Huo De murka luar biasa.

Brakkkk!

Huo De melompat turun dari tembok kota, mengayunkan pedang api raksasanya dengan mengerahkan seluruh kekuatan Ranah Kaisar Spiritual Puncak.

Tebasan pedang api itu membelah udara, menciptakan gelombang kejut api membara yang mampu melelehkan dataran salju dalam sekejap.

*Wusss! Wusss! Wusss!*

Ratusan Pasukan Langit Utara di atas tembok bersorai riuh, meyakini Reno akan hangus berkeping-keping dihantam jurus tersebut.

Namun, di mata Reno, tebasan pedang api itu tidak ada bedanya dengan mainan kembang api anak kecil.

Reno tidak bergeser satu senti pun dari posisi berdirinya.

Ketika mata pedang api tajam itu berada hanya berjarak beberapa milimeter dari dada Reno...

Reno membuka mulutnya, membalas raungan pedang api tersebut dengan satu kali dehaman halus yang berisi aura Sutra Naga Kuno.

"Ehem!"

Brakkkk!

Gelombang kejut keemasan meledak hebat dari tubuh Reno!

*Pranggg!*

Pedang api raksasa milik Huo De hancur berkeping-keping menjadi abu besi di udara!

Huo De terbelalak lebar, memuntahkan darah segar saat gelombang suara dehaman Reno menghantam dadanya secara langsung.

"Guaaarkkk!"

Tubuh Huo De yang kekar melesat mundur bagaikan peluru, menabrak tembok gerbang es Kota Langit Utara hingga hancur berhamburan.

Brakkk!

Huo De tersungkur di atas salju dengan tulang-tulang rusuk yang retak parah, dadanya terengah-engah penuh ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.

"J-Jenderal Huo De!" jerit puluhan Pasukan Langit Utara histeris.

Semua prajurit langsung membeku di tempat, senjata di tangan mereka gemetaran hebat.

Hanya dengan satu dehaman halus tanpa menggerakkan tangan, seorang Jenderal Ranah Kaisar Spiritual puncak lumpuh seketika!

"L-Lu... Lu ini monster jenis apa?!" jerit Shui Wu gemetaran setengah mati.

Tiga Jenderal Langit Utara tersisa yang menyaksikan adegan itu langsung membeku di tempat, aura angkuh di wajah mereka sirna berganti ketakutan yang luar biasa mendalam.

'Gila... ini orang bukan manusia... dia naga emas sejati!' batin Shui Wu meringis pelan.

"Jenderal Huo De... tamat dalam satu dehaman," gumam Lei Zhen dengan mata melotot tak percaya.

"S-Sinting! Kita harus melaporkan ini ke Mo Tian sekarang!" seru Feng Xing hendak berbalik meloncat kembali ke dalam gerbang.

"Nggak ada yang boleh lari setelah bikin semak-semak salju di sini kotor," pukas Reno dengan suara berat yang mengintimidasi.

Reno mengepalkan tangan kanannya, memiculedakan energi emas murni Sutra Naga Kuno tingkat puncak yang jauh lebih dahsyat.

Aura naga emas raksasa sepanjang seribu meter kembali menampakkan wujudnya di atas langit dataran salju, mengaum keras membelah langit hitam!

*Roarrrr!*

"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemecah Bintang!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke udara.

Brakkkk!

Prospek kepalan tangan naga emas melesat cepat, menghantam tepat di tengah gerbang utama Kota Langit Utara.

*Boommm!*

Gelombang kejut raksasa tercipta, meratakan ribuan Pasukan Langit Utara dan menghancurkan tembok gerbang es Kota Langit Utara hingga rata sama tanah.

"Arghhhhh!"

Ribuan prajurit dan tiga jenderal tersisa menjerit melengking, tubuh mereka hancur seketika menjadi percikan-percikan energi spiritual yang tersapu angin malam.

Kota Langit Utara... benteng pertahanan terakhir sebelum mencapai wilayah inti Istana Dewa Abadi... hancur total cuma dalam satu serangan!

Reno menarik kembali kepalan tangannya, memadamkan aura keemasan Sutra Naga Kuno di tubuhnya.

Dia menatap reruntuhan kota es dengan pandangan datar tanpa emosi sedikit pun.

"Lemah. Ternyata benteng terakhir cuma isinya kulkas kosong," pukas Reno menggerutu pelan.

'Alya... semoga kamu nggak mimpi buruk di bumi,' batin Reno tersenyum hangat mengingat istrinya.

Tiba-tiba, dari sisa-sisa kehancuran gerbang kota, muncul sebuah mutiara kecil berwarna biru kehijauan yang memancarkan energi es sangat murni.

Mutiara itu adalah Inti Es Langit, harta karun langka yang sangat dicari oleh para praktisi kultivasi energi es.

"Waduh... ternyata kulkas es ini bawa barang bagus," pukas Reno sambil menyunggingkan senyum tipis.

Reno mengambil Inti Es Langit tersebut dan langsung menelannya sekaligus.

Brakkkk!

Energi es biru murni meledak dahsyat di dalam tubuh Reno saat inti tersebut bereaksi.

Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, menyerap seluruh energi es dalam hitungan detik.

'Energi batin gue... kembali ke kondisi puncak! Bahkan Sutra Naga Kuno gue sedikit meningkat!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.

Reno menatap ke arah utara di mana Istana Dewa Abadi berada di balik awan misterius.

Perjalanannya ke Istana Dewa Abadi masih sangat jauh, dan dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menavigasi alam ini.

"Mo Tian... Aliansi Iblis Agung... bersiaplah," gumam Reno dingin.

"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."

Di saat yang sama, di Istana Dewa Abadi yang tersegel.

Di dalam aula utama yang gelap gulita, Mo Tian mendadak membuka matanya.

Pancaran aura Kaisar Spiritual Tingkat Puncak milik Mo Tian meledak, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.

"Aura Jenderal Langit Utara... sudah padam..." bentak Mo Tian murka.

"Kota Langit Utara... sudah runtuh..." racau Mo Tian gila.

"Reno Wijaya! Lu benar-bener cari mati!" teriak Mo Tian histeris.

"Aliansi Iblis Agung... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Mo Tian gila penuh amarah yang membara.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!