Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 3

DI KEDIAMAN ORANG TUA LUDWIGHE.

" apa kk ludwig sudah bisa melupakan rubah betina itu ya" ucap Aldo

saat ini kedua putra mommy Maria itu sedang duduk di sofa ruang keluarga staindfol .

" hmm,itu terserah padanya" ucap Justin.

" iya ,kau benar KK ,tapi kalau misalnya si rubah itu kembali lagi bagaimana ini.

kasihan kakak ipar Bella" ucap Aldo.

Justin menatap Aldo beberapa detik.namun, ia tak bereaksi dan hanya menatap adiknya itu.

" sudah lah itu bukan lagi urusan kita ,lagi pun ludwighe sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah " ucap Justin.yang kemudian berlalu meninggalkan Aldo seorang diri.

" hey... KK Justin tunggu aku ,kenapa semua orang suka sekali meninggalkan ku " ucap Aldo sambil menggerutu, Aldo yang di tinggal sendirian pun memutuskan untuk ke kamarnya dan beristirahat.

Ceklek...

" mas Aldo ,dari mana " ucap Sintia istrinya Aldo

" dari bawa ,ngobrol sma kk Justin "ucap Aldo . kemudian ia berlalu ke kamar mandi ,tak lama kemudian Aldo keluar dari kamar mandi lalu ia berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang ,di sebelahnya ada Sintia istrinya yang sudah tertidur.

Sementara itu Justin sendiri belum beristirahat,ia hanya diam menatap gelapnya kota di malam hari ,entah apa yang sedang di pikirkan nya .

" CK , entah sampai kapan masalah pernikahan ini akan selesai dari hidupku ,setiap hari semua orang selalu menanyakan kapan aku akan menikah, sungguh merepotkan " ucap Justin .

_________________________________

di lain tempat ,tepatnya di apartemen ludwighe,saat ini Bella tengah membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas makan suaminya.setelah selesai Bella pun beranjak menaiki anak tangga untuk ke kamar nya.

Ceklek ...

Bella masuk ke dalam kamar dengan hati-hati,bahkan ia membuka pintu kamar dengar sangat pelan dan perlahan begitupun menutup pintu kembali.saa ini ludwighe telah terbaring di ranjang dengan posisi yang kurang nyaman menurut Bella ,sebab suaminya itu berbaring dengan kaki yang menjuntai ke lantai dan sebelah tangannya yang menutup kedua matanya

" mas " panggil Bella mencoba membangunkan sang suami.namun ludwighe yang tertidur tidak mendengar panggilan Bella ,

" mas ,ayo benarkan posisi tidurnya dulu " ucap Bella ,ia berjalan mendekati ludwighe dan menyentuh tangan sang suami berniat untuk membangunkannya ,namun berapa terkejutnya Bella saat merasakan hawa panas pada tubuh suaminya.

" ya tuhan mas ludwig,kamu demam." ucap Bella panik ,ia buru-buru membenarkan posisi tidur ludwighe Dengan susah payah.

" mas kamu demam,badan kamu panas banget ini .tunggu di sini biar Bella ambilkan kompres dulu " ucap Bella ,ia kemudian beranjak ke dapur untuk mengambil kompres.

Sepeninggalan Bella ludwighe berusaha membuka matanya walaupun rasanya sangat susah , kepalanya pusing seolah ada batu besar yang menimpa kepalanya.tububnya rasanya tak enak dan berat .

Tak lama kemudian Bella datang dengan membawa baskom dan kain ,ia letakkan baskom air tersebut ke atas meja nakas dan mencelupkan kain kecil di tangganya ke dalam air lalu memerasnya .Bella meletakkan kain tadi di kening ludwighe dengan lembut.

" ssshhh.." ludwighe mendesis sebab ia merasa kepalanya sangat sakit .

" mas , aku panggil dokter ya " ucap Bella ,matanya berkaca-kaca menatap ke arah sang suami.ludwighe berusaha untuk membuka matanya kembali dan merespon perkataan Bella dengan susah payah bahkan nafasnya terdengar tersengal-sengal.

" g- gak u- sah " ucapnya dengan susah payah .

" tapi kamu sakit mas ,badanmu panas banget gini " ucap Bella ,ia kembali memeriksa suhu tubuh suaminya.

Ludwighe hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah, tapi Bella tak menyerah ia akan terus membujuk suaminya itu

" kalau kamu gak mau ke dokter gmn kamu bisa sembuh " ucap Bella .

" minu- m oba- t bi- asa aja " jawab ludwighe.bella pun setuju ia mulai memeriksa laci nakas dan mencari obat yang biasanya di simpan di situ .tak lama kemudian Bella pun menemukan obat penurun demam.

" ayo minum dulu mas obatnya " ucap Bella sembari membantu ludwighe untuk meminum obatnya.

ludwighe menurut ia meminum obatnya dengan dibantu oleh istrinya,setelah meminum obat dan di kompres rasa pusing di kepala Ludwighe mulai berkurang walaupun sedikit.

"mas maafin Bella ya mas ,ini semua salah Bella .gak seharusnya Bella marah tadi sma mas , seharusnya Bella bisa lebih sadar kalau mas pasti capek pulang dari kantor dan mas pasti banyak masalah yang harus mas tanggung .tapi Bella malah bikin mas Tambah pusing ,sampai akhirnya mas harus sakit " ucap Bella .kedua matanya mengeluarkan air mata dengan deras ,tangannya menggenggam tangan ludwighe dengan erat ia cium tangan sang suami ,dan terus meminta maaf . ludwighe masih lemas ia tak sanggup hanya untuk membuka matanya lebar , ludwighe hanya mampu membalas sedikit genggaman tangan Bella .ia tau ini bukan salah Bella ,dan tak seharusnya gadis itu memohon maaf dan terisak padanya .namun, apalah daya tubuh ludwighe saat ini sangat lemah hingga ia belum bisa berbicara panjang lebar dan menjelaskan nya pada istrinya itu.

Sepanjang malam Bella selalu menjaga ludwighe tak sedetikpun ia beristirahat.bella terus mengganti kompres di kening suami nya ,ia memastikan bahwa suaminya nyaman dalam tidurnya .air mata itu masih mengalir dengan deras saat Bella menatap sang suami yang tengah tertidur.wanita itu menyalahkan dirinya sendiri yang tersulut emosi hingga membuat sang suami kepikiran dan sakit .

" mas maafin Bella ,Bella belum bisa jadi istri yang baik untuk mas ludwig.tapi Bella janji Bella pasti rawat mas dengan baik" ucap Bella di dalam hatinya .

_______________________

KEESOKAN HARINYA.

Seorang pria tampan tengah terbaring di atas ranjangnya dengan nyaman. Namun,cahaya matahari yang menyilaukan mengganggu tidur sang pria hingga dengan perlahan ia mulai membuka matanya .

" aakkhhh kepalaku " ucap ludwighe saat iya membuka matanya rasa pusing yang teramat langsung menyerangnya. Ludwig meraba keningnya dan iya menemukan sepotong kain yang menempel pada keningnya.

Ludwighe menatap kain itu lalu pandangannya terarah pada seorang gadis yang tertidur dia sampingnya dengan posisi duduk dan kepalanya ia baringkan di atas ranjang. Itu adalah Bella istrinya .

" kau yang merawat ku yaa " gumam ludwig.ia merapikan anak rambut Bella dengan lembut .ada rasa aneh di hatinya saat mengetahui bahwa ternyata Bella merawatnya bahkan gadis itu sampai tak tidur semalaman hanya untuk dirinya .

ludwighe ingat tadi malam pun Bella masih menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab sakitnya ludwighe.

" maaf .... " ucap ludwighe dengan lirih .ada rasa bersalah di hatinya karna menyalahkan gadis itu akan hidupnya , padahal ia sendiri pun tau kalau Bella tak pernah ingin menikah dengan nya .tapi lihatlah gadis itu malah merawat nya saat ia sakit .

" kau terlalu baik untuk ku Bella , seharusnya kau menolak menikah denganku agar hidupmu tak seburuk ini .maaf karna kau harus terjebak dengan pria seperti ku ini. Dan terimakasih sudah merawat ku Dengan baik" ucap ludwighe lirih ,ia hanya mampu mengatakan semua itu saat Bella tidur ,setidaknya beban di hatinya bisa berkurang walaupun sedikit.

Tak lama kemudian Bella membuka matanya ,ia merasa ada sebuah pergerakan di kepalanya. Dan benar saja saat Bella bangun iya sudah mendapati sang suami yang tengah

menatapnya.

" mas,mas sudah bangun.apa ada yang sakit" ucap Bella khawatir akan kondisi sang suami.

" hmm ,tidak " jawab ludwighe dengan suara yang lirih. sebab tubuhnya belum pulih .

" mas istirahat lah dulu sebentar ,biar Bella buatkan bubur dan teh hangat untuk mas,biar mas bisa minum obat dan cepat pulih kembali " ucap Bella,ia membetulkan letak selimut sang suami sebelum kemudian beranjak meninggalkan ludwighe seorang diri.

Tak lama kemudian Bella masuk ke kamar kembali ,di tangan nya ia membawa nampan yang berisi bubur ayam hangat dan secangkir teh Hangat lengkap dengan obat ludwighe.

" mas ayo sarapan dulu ,biar bisa minum obat" ucap Bella ,ia melihat ludwighe sedang bersandar di kepala ranjang dengan penampilan yang nampak segar walaupun tak bisa menutupi wajah pucatnya ,Bella menduga sepertinya suaminya dari kamar mandi .

Ludwighe mengangguk ,ia membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman , kemudian Bella duduk di samping nya dan mulai meniup bubur tersebut.

" mas biar Bella suapi ya ,soalnya kn mas masih lemas " ucap Bella ,ia mulai menyuapi ludwighe dan memastikan buburnya tidak panas saat masuk kemulut suaminya.

Ludwighe menurut ia menjadi sangat patuh pada sang istri , hampir separuh bubur ludwighe habiskan dan Bella juga menyuapinya dengan sabar .

" sudah cukup ,aku sudah kenyang " ucap ludwighe ia menggeser pelan sendok yang di pegang Bella agar menjauh dari mulutnya.

" yaudah sekarang minum obat ya ,biar mas ludwig cepat sembuh" ucap Bella ,ia tersenyum lembut menatap sang suami

lagi - lagi Ludwighe menurut ia meminum obatnya dengan di bantu Bella.

" nah sekarang mas ludwig istirahat lagi ya " ucap Bella ia membantu menyamankan posisi tidur sang suami .dan beranjak ingin pergi namun ludwighe menahan pergelangan tangan sang istri.

" Bella " ucap ludwighe lirih.

Bella menatap ludwighe dengan bingung,lalu ia mendekat dan menggenggam tangan ludwighe.

" kenapa mas ,mas butuh sesuatu " tanya Bella.

ludwighe terdiam sejenak,ia menatap Bella dengan tatapan matanya yang tak sedingin biasanya.

"makasih " ucap ludwighe dengan lirih namun jelas .Bella sempat terkejut namun kemudian Bella tersenyum ,ia berjalan dan duduk di samping ludwighe masih dengan menggenggam tangan ludwighe.

" kenapa harus berterimakasih mas ,ini kan emng tugas Bella sebagai istri mas ludwig" ucap Bella sembari tersenyum ia tatap wajah tampan suaminya .

" jangan terlalu baik padaku ,aku takut akan semakin menyakitimu " ucap ludwighe setelah beberapa detik terdiam. Ia balas genggaman tangan Bella di tangannya dengan lemah .

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!