Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kukuruyuk.

Suara ayam jantan berkokok memecah keheningan pagi di desa kecil itu.

Sinar matahari perlahan menyusup masuk melalui celah dinding bambu gubuk Arga.

Natasya sudah bangun lebih dulu dari biasanya.

Gadis kecil itu berjalan mengendap-endap menuju dapur dengan langkah tanpa suara.

Matanya terus mengawasi pintu depan untuk memastikan kedua orang tuanya masih sibuk di halaman depan.

Klotak.

Natasya membuka tutup panci tanah liat di atas tungku dengan sangat hati-hati.

Di dalamnya masih ada sisa tiga potong singkong rebus dan sedikit ikan asin dari makan malam semalam.

"Maafkan aku ya, Ibu."

Natasya bergumam pelan sambil mengambil dua potong singkong dan sepotong ikan asin.

Ia segera membungkus makanan sisa itu dengan selembar daun pisang yang sudah mulai layu.

"Gaga pasti sangat kelaparan karena kakinya masih belum sembuh total."

Natasya menyembunyikan bungkusan daun pisang itu di balik baju usangnya yang agak kebesaran.

Gadis itu segera berlari ke halaman belakang lalu menyelinap keluar lewat celah pagar bambu.

Tap.

Tap.

Langkah kaki kecilnya berlari lincah membelah embun pagi menuju batas Hutan Larangan.

Pohon mangga besar tempatnya biasa bermain sudah terlihat jelas di depan mata.

"Gaga, kamu di mana?"

Natasya berbisik pelan saat sudah sampai di dekat semak belukar tempat mereka berpisah kemarin.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sosok serigala besar itu.

Srasak.

Semak belukar berdaun lebar di depannya bergerak pelan memecah keheningan.

Sosok serigala berbulu abu-abu gelap muncul dari balik bayangan pohon dengan langkah yang masih agak pincang.

"Kamu benar-benar datang lagi, anak manusia."

Gaga duduk di atas rumput basah sambil menatap gadis kecil di depannya dengan tatapan lembut.

"Aku pikir kamu sudah melupakan janjimu kemarin sore."

"Tentu saja aku tidak lupa."

Natasya mengeluarkan bungkusan daun pisang dari balik bajunya dengan senyum yang sangat lebar.

"Namaku Natasya, bukan anak manusia."

"Baiklah, Natasya."

Gaga mendengus pelan namun ekor lebatnya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan senang.

"Apa yang kamu bawa di balik daun layu yang bau itu?"

"Ini sarapan pagi untukmu."

Natasya membuka daun pisang itu dan menyodorkannya tepat ke depan moncong Gaga.

"Hanya ada singkong rebus dan ikan asin, tidak ada daging mentah hari ini."

Gaga mengendus makanan itu sejenak dengan hidung hitamnya.

Sebagai serigala buas dari hutan dalam, makanan matang olahan manusia bukanlah kesukaannya.

Namun saat melihat wajah penuh harap dari Natasya, Gaga tidak tega untuk menolaknya.

Nyam.

Gaga melahap singkong rebus dan ikan asin itu dalam satu kali gigitan besar.

"Rasanya sangat aneh di lidahku."

"Tapi kamu menghabiskannya dengan cepat sekali."

Natasya tertawa kecil melihat tingkah serigala raksasa yang lucu itu.

"Berarti masakan ibuku enak, kan?"

"Aku hanya tidak ingin membuang-buang makanan."

Gaga memalingkan wajahnya ke arah pepohonan untuk menyembunyikan rasa gengsinya.

"Terima kasih atas makanannya, Natasya."

"Sama-sama, Gaga."

Natasya berjongkok dan mengelus perban daun lebar yang membalut kaki serigala itu.

"Apa lukamu masih terasa sangat sakit saat dipakai berjalan?"

"Luka kecil seperti ini akan sembuh dalam beberapa hari saja."

Gaga menatap tangan kecil Natasya yang sedang mengelus kakinya dengan nyaman.

"Air liur bangsa serigala bisa menyembuhkan luka luar dengan sangat cepat."

"Syukurlah kalau begitu."

Natasya duduk bersila di atas rumput dan menatap sahabat barunya itu lekat-lekat.

"Nanti kalau lukamu sudah sembuh, kamu jangan ceroboh lagi ya."

"Aku ini serigala buas yang sangat kuat."

Gaga menjawab peringatan itu dengan nada suara yang sedikit sombong.

"Hanya jebakan berkarat yang disembunyikan di tanah itu saja yang kebetulan berhasil menipuku."

"Tetap saja kamu harus lebih berhati-hati."

Natasya menggembungkan kedua pipinya karena kesal melihat kesombongan Gaga.

"Di dalam hutan sana pasti masih banyak jebakan jahat milik pemburu manusia lainnya."

"Kamu tidak perlu repot-repot mengkhawatirkanku."

Gaga menyandarkan tubuh besarnya di dekat Natasya seolah ingin memberikan kehangatan.

"Lebih baik kamu segera pulang sebelum orang tuamu menyadari anak perempuannya hilang."

"Iya, aku akan segera pulang sekarang."

Natasya berdiri dan menepuk-nepuk roknya untuk membersihkan sisa embun dan tanah.

"Besok aku akan usahakan bawakan makanan yang lebih enak untukmu."

"Jangan mencuri makanan terlalu banyak dari dapur rumahmu."

Gaga memperingatkan Natasya dengan nada suara yang kembali menjadi sangat serius.

"Manusia dewasa itu sangat peka kalau urusan persediaan makanan di masa paceklik."

"Aku mengerti, Gaga."

Natasya melambaikan tangan kecilnya dan langsung berlari berbalik menuju rumahnya.

Gaga menatap kepergian teman kecilnya itu dalam diam hingga sosoknya benar-benar menghilang di balik batas pepohonan.

Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa.

Sudah hampir tiga minggu semenjak Natasya pertama kali menolong Gaga di batas Hutan Larangan.

Setiap pagi hari, gadis kecil itu selalu menyempatkan diri untuk menemui sahabat serigalanya secara diam-diam.

Kaki Gaga kini sudah sembuh total dan serigala itu bisa berlari kencang seperti sedia kala.

Namun Gaga tetap setia menunggu kedatangan Natasya setiap pagi di batas hutan tanpa pernah absen.

Hubungan keduanya menjadi sangat dekat dan hangat layaknya dua saudara yang berbeda spesies.

Namun di sisi lain, kondisi di desa justru semakin hari semakin memburuk.

Musim kemarau sepertinya datang jauh lebih awal dari perkiraan semua petani.

Tanah di ladang mulai retak-retak kering dan daun tanaman berubah menjadi kuning layu kekurangan air.

Pagi itu awan mendung berwarna kelabu gelap menggantung sangat rendah di atas langit desa.

Meskipun mendung tebal, udara anehnya terasa sangat panas, pengap, dan menyesakkan dada.

Keluarga kecil Arga sedang sibuk bekerja di ladang milik mereka yang kering dan tandus.

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!