Nasya Adelia,seorang gadis remaja dari keluarga tak mampu.Kehidupan yang serba pas pasan membuatnya bertekad untuk mengubah nasib keluarganya.Sekolah sambil bekerja pun ia lakukan agar ia bisa menggapai impiannya itu.Kerja keras dan jatuh bangun ia lewati.Pertemuan dan kisah cintanya dengan sang kakak kelas menambah warna dalam hidupnya dan menjadi pelengkap mimpinya.
Lalu bisakah seorang Nasya mencapai mimpinya?.Atau semua hanya perjuangan yang berakhir sia sia?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukaromah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut Ada Yang Naksir
Senin pun tiba.
Hari ini adalah hari keberangkatan siswa kelas sebelas untuk magang.Usai melaksanakan upacara,para siswa diarahkan untuk menemui guru pendamping masing masing kelompok.
Hal itu pula yang menjadikan Nasya berpisah dari para sahabatnya dan bergabung dengan Rere.Mereka memang hanya berdua.
"Kita berangkat sendiri apa diantar Pak Budi Re?"tanya Nasya.
"Gue juga ga tau Sya,tapi tadi Pak Budi bilang kita disuruh nunggu dulu"jawab Rere.
"Ya udah,kita nunggu disana aja yuk"kata Nasya seraya menunjuk bangku kosong di depan kelas.
"Loe kenapa ga jadi satu sama sahabat lo magangnya"tanya Rere.
"Aku emang nyari yang deket deket aja Re,lagian aku juga ga bisa kalo ga pulang,jualan aku ga ada yang gantiin kan"tutur Nasya.
"Wah calon juragan nih"
"Aamiin,doakan saja ya"
"Pasti lah,ntar gue ikutin jejak lo,tapi gue pengennya buka restaurant jepang"
"Ya semoga tercapai juga apa yang kamu citakan"
Keduanya asyik bercengkerama selama menunggu Pak budi hingga sebuah suara mengusiknya.
"Sya"
Merasa dipanggil Nasya menoleh.Terlihat Regan berdiri menunggunya.
"Pacar lo tuh,samperin"kata Rere.
"Bentar ya"pamit Nasya.
"Udah mau berangkat?"tanya Regan.
"Ga tau,ini masih nunggu Pak Budi"jawab Nasya.
"Ikut aku sebentar"
Tanpa menunggu jawaban Nasya Regan menarik tangannya menuju taman perpustakaan.Tempat yang terbilang sepi dan aman untuk berduaan.
"Ada apa?"tanya Nasya begitu mereka sampai.
Regan menghela nafas.
"Jadi magang di toko kue?"
"Engga,aku milih di cafe"
Mata Regan memicing mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Pulang tiap hari apa tinggal?"
"Pulang lah,kalo tinggal ga ada yang ngurus pesanan kue"jawab Nasya.
"Alhamdulillah"
Kini Nasya yang heran."Maksudnya gimana?"
"Ya bagus kalo tiap hari pulang,kan masih bisa ketemu tiap hari"
"Ya ga bisa ketemu lah,kan kamunya disekolah"
"Ntar pulangnya aku jemput aja"kata Regan.
"Ga usah,kamu fokus dulu sama ujian nasional"tolak Nasya.
Sontak wajah Regan terlihat mengeras,membuat Nasya mendengus.
"Mau tidak mau pulangnya aku jemput"titah Regan.
Regan mendorong Nasya hingga membentur tiang lampu taman.
"Apa aku harus berbuat nekat biar kamu nurut?"bisik Regan tepat di telinga Nasya.Hidungnya bahkan sudah menyentuh daun telinga Nasya hingga tubuh Nasya terasa meremang.
"I-iya"
Dengan terbata Nasya memilih menurut membuat Regan menarik kepalanya.
"Good girl,aku sayang kamu Sya,aku ga mau terjadi apa apa sama kamu"kata Regan seraya mengusap kepala Nasya.Bahkan ia mencuri sebuah kecupan di bibir kekasihnya itu.
"Kebiasaan"sungut Nasya.
Regan terkekeh.
"Gapapa,sama calon istri sendiri"
Nasya mendelik,tangannya dengan cepat mencubit lengan Regan.
"Arrghh,sakit yank"keluh Regan seraya mengusap lengannya.
"Rasain"ketus Nasya.
"Maaf tapi beneran.Aku udah milih kamu buat jadi calon istri aku.Setelah lulus kita nikah ya"kata Regan.
Nasya hanya menggeleng mendengar ucapan Regan.
"Sekolah aja belum lulus.Kerja dulu,mau dikasih makan apa ntar anak istrinya kalo kerja aja belum"balas Nasya.
"Ya kan sambil nunggu kamu lulus aku kerja dulu.Lagian aku juga udah bilang emak kok"
"What!!"pekik Nasya.
Kaget tentu saja.
"Kapan kamu bilang ke Emak?"tanya Nasya.
"Kemaren pas di rumah kamu"jawab Regan.
"Tapi kan kamu ga ketemu Emak"
"Ketemu kok pas di luar itu"
"Trus Emak bilang apa"
"Ya suruh kerja dulu buat nyenengin orang tua"
"Ya iyalah,bener kata Emak"
"Jadi kamu ga mau gitu?"
"Ya ga gitu juga.Tapi orang tua kamu pastinya pengen lihat kamu itu sukses dulu.Seenggaknya ada cita cita kamu yang kesampaian biar orang tua kamu juga bangga sama kamu"
"Aku bakal bikin orang tua aku seneng dan bangga sama aku.Tapi dalam semua prosesnya itu aku ingin ada kamu disamping aku Sya"
"Semoga saja.Tapi jangan terlalu memaksa.Ikuti saja bagaimana alur yang Tuhan berikan.Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi pada kita esok.Semoga saja apa yang kita inginkan bisa tercapai"
Regan mengangguk mendengarnya.
"Tunggu aku ya,aku akan berusaha untuk bisa menjadi layak membawamu hidup bersamaku"kata Regan yang diangguki oleh Nasya.
"Aku kesana dulu ya,Rere udah nunggu"kata Nasya seraya menunjukkan ponselnya dimana Rere menghubunginya.
"Iya,ntar sore aku jemput.Jangan nakal disana"peaan Regan.
"Apaan,emang aku anak kecil apa"balas Nasya.
"Bukan anak kecil,tapi kamu itu cantik.Aku takut ada yang naksir kamu disana"ucap Regan yang membuat Nasya mencibir karenanya.
Regan tersenyum.Ia mendekat dan kembali mencuri sebuah kecupan lagi di bibir kekasihnya.Membuat Nasya reflek memukul lengannya.
"Buat obat kangen sampe ntar sore"
Nasya tak menggubrisnya.Ia berlalu meninggalkan Regan menuju Rere.
Tepat pukul sepuluh Nasya dan Rere sampai di tempat magang dengan diantar Pak Budi.Mereka bertemu dengan pemilik cafe terlebih dahulu.Setelah beramah tamah sejenak Pak Budi pun pamit.
"Jaga diri dan sikap kalian selama magang disini.Pergunakan waktu dan kesempatan selama disini untuk belajar dengan baik.Jika ada apa apa segera hubungi bapak"pesan Pak Budi.
"Iya pak"jawab Nasya dan Rere.
Sepulangnya Pak Budi,Rere dan Nasya dibawa ke bagian belakang cafe.Mereka diperkenalkan pada para pegawai cafe.Lalu Nasya ditempatkan di bagian makanan sementara Rere di bagian minuman.Namun mereka masih dibawah pembimbing yang sama yaitu Kak Iwan.
Kak Iwan adalah manajer sekaligus pemilik cafe.Ia pria berusia 28 tahun namun masih jomblo sampai saat ini.Itu yang mereka dengar dari pegawai cafe.Padahal dari segi fisik pria itu cukup tampan dengan hidung mancungnya.Ditambah ia adalah seorang pemilik cafe yang cukup sukses,materi pun pastinya tak kekurangan.Tapi entah apa yang membuat pria itu betah menjomblo.
Pukul empat sore Rere dan Nasya dipanggil Kak Iwan untuk ke ruangannya.
"Ada apa ya kak?"tanya Rere begitu mereka sampai di ruangan Kak Iwan.
"Untuk hari ini kalian sampai jam empat dulu.Setelah ini silahkan kalian pulang.Untuk besok tolong masuk seperti jam kerja karyawan lain yaitu jam 11 siang.Dan untuk jam pulang kalian yaitu jam 8 malam.Untuk hari hari tertentu mungkin bisa lebih malam lagi.Apa kalian siap?"tanya Kak Iwan.
"Siap Kak"jawab Nasya dan Rere bersamaan.
"Oke bagus.Dan untuk libur nanti bisa atur jadwal untuk gantian sama karyawan lain.Apa ada yang ingin kalian tanyakan?"
"Tidak ada kak"
"Oke,kalian boleh pulang".
Nasya dan Rere pun berlalu.Mereka mengambil tas lalu pamit pada karyawan lainnya.
"Gimana menurut lo Sya?"tanya Rere setelah mereka keluar dari cafe.
"Cukup bagus sih.Kak Iwan kayanya juga bukan orang yang galak"jawab Nasya.
"Iya.Lo gimana pulangnya?"tanya Rere.
Mata Nasya mengedar ke arah sekitar.
"Tuh"tunjuk Nasya pada Regan yang sudah duduk menunggunya di atas motor.
"Salut gue sama lo,bisa bikin Kak Regan sebucin itu sama lo"kata Rere.
"Perasaan aku juga ga ngapa ngapain.Dia aja yang ngotot mau jemput"
"Takut ceweknya ada yang naksir,cantik gini sih"kata Rere.
...****************...
Haaaiiii semuanyaaaa
Balik lagi nih,kira kira ada yang naksir Nasya ga ya..Atau mau punya Regan aja..
Koment dong biar makin seru
bagi saran dong para readers,,