Indonesia
NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:338
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DISTORSI RUANG DAN NEGOSIASI DINGIN

WHIRRRRRRRR...

Suara dengungan dari sisa-sisa kipas filter udara di dalam gudang lapuk Sektor Tiga berputar berat, menyemburkan sisa uap belerang pekat yang kian mendingin ditiup angin malam. Suasana di dalam bilik pengap yang telah hancur sebagian atapnya akibat hantaman artileri udara Faksi Barat itu terasa luar biasa kaku, sunyi, dan dipenuhi oleh ketegangan baru yang menyesakkan dada. Tidak ada air mata haru, tidak ada pelukan hangat, dan tidak ada setitik pun romansa cengeng yang tercipta di ruangan kotor ini. Yang ada hanyalah sepasang remaja yang baru diikat pernikahan politik, saling menjaga jarak di dua sudut ruangan yang berseberangan dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.

Zephyr duduk bersila di atas lantai pelat besi yang kotor berselimutkan abu pembakaran hitam. Tangan kanannya yang kasar penuh kapalan bekas kerja paksa bergerak dengan sangat lambat, halus, dan teratur, membersihkan sisa jelaga logam yang menempel di sepanjang kulit lengan tubuhnya menggunakan selembar kain karung goni kumal. Pecahan lempengan besi tua berkarat sepanjang satu meter miliknya diletakkan melintang di atas kedua pahanya. Bilah besi tua tanpa hiasan itu tampak bisu, namun sisa-sisa riak energi tak terlihat yang tertinggal di permukaannya memancarkan hawa ancaman mutlak yang sanggup mengunci mati nalar sehat siapa saja yang memandangnya. Meskipun tubuhnya dipenuhi belasan bekas luka bakar melepuh akibat sisa pertempuran menahan reruntuhan tadi, sepasang mata perak miliknya tetap setenang kematian, menatap lurus ke depan tanpa memancarkan setitik pun kelemahan fisik.

Di sudut ruangan yang lain, Elena berdiri tegap bersandar pada tiang baja penahan yang sudah retak. Tangan kanannya menggenggam erat belati perak kecil upacara tradisionalnya dalam posisi defensif yang sangat kaku, menolak untuk menurunkan kewaspadaannya satu milimeter pun. Gaun sutra emas mewahnya yang bersulamkan benang perak matahari kini tampak kusam, robek di bagian lengan, dan dipenuhi oleh noda bercak hitam akibat runtuhan puing langit-langit gudang. Namun, sepasang mata biru jernih milik sang putri pengawas tambang itu tidak memancarkan pandangan haru, rasa terima kasih, atau kelemahan seorang wanita menara atas yang manja. Sebaliknya, tatapan Elena berkilat tajam, dipenuhi oleh kombinasi rasa ngeri, curiga, dan kalkulasi politik yang sangat dingin.

Pikiran Elena masih bergejolak hebat, meremukkan seluruh logika kasta bangsawan yang ia agungkan sejak kecil. Kejadian gila dari langit beberapa menit yang lalu terus berputar berulang-ulang di dalam kepalanya bagai mimpi buruk yang nyata. Pada detik-detik menegangkan sebelum dua kapal jet siluman Faksi Barat dilumat habis, Elena sempat mengira bahwa dunia di sekelilingnya mendadak membeku kaku dalam dimensi hitam dan putih yang aneh. Ia sempat berpikir bahwa budak di hadapannya memiliki kemampuan sihir terlarang untuk menghentikan jalannya waktu semesta. Namun, setelah kabut asap mulai menipis dan akal sehatnya kembali pulih, Elena menyadari sebuah kebenaran yang jauh lebih mengerikan dari sekadar sihir pelambat waktu.

Dunia hitam-putih yang ia lihat tadi bukanlah pembekuan waktu, melainkan sebuah Distorsi Ruang (Spatial Distortion) berskala masif yang tercipta akibat tekanan hidrolik murni dari atas atmosfer. Sesaat sebelum manifestasi Pedang Raksasa dari Langit milik Zephyr turun membelah awan kosmik Titan Prime, beratnya massa energi ruang yang terlipat gila-gilaan di sekitar Sektor Tiga telah menekan partikel cahaya dan gravitasi lokal hingga ke titik nol. Tekanan kolosal itulah yang memanipulasi penglihatan indra manusia Elena, menciptakan ilusi optik seolah-olah seluruh dunia sedang dipaksa melambat di bawah perintah Zephyr. Kenyataannya, pedang kolosal dari langit itu bergerak dengan kecepatan yang teramat gila, memotong ruang dimensi secepat kilat hingga meremukkan baja pelindung musuh menjadi seonggok abu mati dalam sekali ketukan takdir yang sunyi.

Elena menarik napas pendek yang terasa berat, mencoba menstabilkan debaran jantungnya yang masih berdegup kencang di luar batas normal. Setiap jengkal akal sehatnya berteriak untuk menjauh dari pemuda di hadapannya, namun insting politik yang mengalir di sepanjang nadinya memaksa tubuhnya untuk bertahan tegap. Di atas pelataran stasiun penambangan yang dipenuhi oleh pengkhianat ini, ketebalan zirah emas miliknya tidak akan sanggup melindunginya sendirian dari amukan mesin tempur Komandan Vane yang kian beringas. Jika ia ingin memulihkan martabat keluarganya dan membalas dendam atas kehancuran yang dirancang faksi barat, ia harus membuang jauh-jauh ego kastanya dan memanfaatkan keberadaan monster pemanggil pedang langit ini sebagai senjata rahasianya.

"Jangan pernah berpikir satu detik pun aku akan tunduk, berlutut, atau mengemis ucapan terima kasih kepadamu murni karena aksi tameng pedang langitmu tadi, Zephyr!" desis Elena, nada suaranya terdengar sangat ketus, kaku, dan tajam, memutus sepihak seluruh gema keheningan yang melanda bilik besi. Ia mencengkeram erat hulu belati peraknya hingga ujung jarinya memutih pasi karena menahan gejolak rasa gelisah yang luar biasa menyiksa batin. "Kau sengaja menyembunyikan otoritas spasial gilamu ini selama belasan tahun di dalam lubang tungku peleburan murni agar ayahku menjatuhkan dekret perjodohan paksa sore kemarin, bukan?! Kau memanfaatkan status hukum adat klan Solari milikku agar kau bisa melepaskan diri dari kasta budak dan menggunakan namaku sebagai perisai politikmu dari kejaran Dewan Tetua!"

Zephyr tidak menggeser posisi duduk silanya atau mengangkat pecahan besi tuanya untuk menanggapi tuduhan beracun dari wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya tersebut. Ia tetap diam membeku dalam posisinya di bawah jepitan gaya gravitasi stasiun yang bekerja ekstrem, membiarkan aliran udara pengap membawa sisa aroma darah lukanya yang mengering seadanya. Dengan gerakan kepala yang sangat halus, ia menyibak untaian rambut hitam panjangnya yang berantakan, membiarkan sepasang mata peraknya menatap lurus ke dalam manik mata biru Elena dengan ketenangan murni yang sedingin es abadi.

"Dunia menara atasmu terlalu sering melihat segala sesuatu dari sudut pandang transaksi keuntungan kepingan emas, Elena," sahut Zephyr dengan nada suara yang pelan, datar, namun terdengar sangat berat bergaung memotong seluruh sisa keangkuhan Elena seutuhnya. "Aku tidak pernah meminta atau membutuhkan nama besar keluargamu untuk memanggil pedangku dari batas luar atmosfer. Ayahmu yang menyeret tubuh kurusku ke atas Altar Emas sore kemarin murni karena ketakutan zirah mesinnya tidak mampu menahan keserakahan Faksi Radikal Barat. Jika kau berpikir ikatan darah tradisional ini adalah sebuah berkat yang menguntungkan hidupku, kau salah besar. Di mataku, keangkuhan kasta bangsawamu yang manja hanyalah sebilah beban tambahan yang memperlambat gerak langkah kakiku menembus batas alam semesta."

Elena tersentak kaku di posisinya, wajah cantiknya langsung mengencang menahan amarah dan harga diri yang luar biasa terluka akibat jawaban dingin yang keluar dari mulut Zephyr. Sepanjang hidupnya, tidak ada satu pun makhluk kasta bawah yang berani berbicara dengan wibawa mutlak yang meremehkan status sosialnya seperti itu. Namun, di tengah gejolak emosinya yang mendidih gila, Elena memaksa otaknya untuk tetap berpikir secara logis dan taktis. Di planet pemurnian emas yang kejam ini, di tengah bayang-bayang sabotase dan konspirasi militer Komandan Vane yang kian merayap dekat, ia menyadari sepenuhnya bahwa zirah emas mewahnya tidak akan pernah cukup untuk menjaganya tetap bernapas sendirian tanpa adanya tameng pelindung yang kuat. Bekerja sama dengan "monster pedang langit" di hadapannya adalah satu-satunya jalan keluar yang paling realistis.

Elena menurunkan posisi belati perak kecilnya secara perlahan, namun tetap mempertahankan tatapan matanya yang sedingin es abadi melintasi jarak kabin besi. "Kalau begitu, mari kita luruskan tatanan aturan di bawah jeruji pernikahan paksa ini, Zephyr," ucap Elena dengan nada suara yang tegas, membuang jauh-jauh sisa tangisan cengengnya. "Hubungan darah kita sore kemarin bukanlah sebuah ikatan asmara yang suci, melainkan sebuah Aliansi Bisnis Hitam Putih untuk bertahan hidup. Kau akan bertindak sebagai senjata rahasia dan perisai tunggal yang menjamin nyawaku tidak padam dari serangan pembunuh bayaran Sektor Barat. Sebagai gantinya, aku akan menggunakan otoritas sihir Solari milikku untuk meretas jaringan komputer logistik pelabuhan atas dan memberikanmu akses rahasia ke pasokan kristal suci terdalam yang kau butuhkan untuk memadatkan kekuatan pedang langitmu seumur hidup. Jangan pernah berani menyentuh selembar kain pakaianku, dan jangan pernah mencampuri urusan pribadiku seutuhnya."

Zephyr menatap telapak tangan kanan Elena yang seputih salju teracung di hadapannya melintasi keremangan lampu indikator merah gudang yang bocor. Sudut bibirnya yang pucat bergerak sedikit, membentuk segaris senyuman tipis yang setenang batu karang di tengah amukan badai kosmik. Sifat keteguhan mutlak terpancar kuat dari dalam batinnya, menyetujui tatanan hubungan baru yang jauh lebih jujur, disiplin, dan mematikan daripada sekadar sandiwara politik dewan tetua.

"Sepakat. Mulai malam ini, jalan pengembaraan kita adalah aliansi berdarah murni untuk menghancurkan seluruh keangkuhan Faksi Radikal Barat hingga mereka runtuh tak bersisa," bisik Zephyr dengan getaran suara berat yang mengunci mati seluruh sisa keraguan di dalam ruangan seutuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!