Indonesia
NovelToon NovelToon
Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Setyarini

Shanika tidak pernah menyangka, jika kehidupannya yang terang dan penuh harapan akan segera menjadi kehidupan yang gelap dan mengerikan karena kecelakaan tragis yang merenggut pengelihatannya.

Hari demi hari ia lalui dengan perasaan frustasi, hingga suatu keajaiban terjadi pada dirinya dan ia dapat kembali melihat. Tapi, tidak semua keajaiban membawa keberuntungan, karena semenjak dapat kembali melihat Shanika sadar bahwa ia tidak akan bisa hidup dengan normal lagi.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada hidupku? Mata baruku ini pasti penyebabnya!” Ucap Shanika dengan perasaan takutnya yang sangat besar saat ia melihat ribuan penampakan, sekaligus juga pertemuan dengan pria penuh misteri yang penuh debaran untuk pertama kalinya “Dia membuatku jatuh cinta?” pikir Shanika dengan perasaan ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Setyarini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma Buruknya!

Sekitar satu jam kemudian, setelah meminum obat pereda nyeri Shanika segera bergegas keluar dari gedung Apartementnya dan berangkat pergi ke Kampusnya dengan memesan mobil taksi “Hah… aku harap, aku tidak bertemu dengan Kak Elvan!” ucap Shanika sambil menyenderkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya dengan perasaan cemas, saat ia sudah duduk dibangku penumpang.

“Nona? Apa anda baik-baik saja? anda terlihat tidak sehat,” tanya supir taksi sambil terus mengemudikan mobil taksinya dan sesekali melirikkan matanya kepada Shanika dengan tatapan khawatirnya.

“Ya? ah, saya baik-baik saja pak. Tidak perlu khawatir,” jawab Shanika dengan senyuman ramahnya, setelah itu dengan sekuat tenaganya Shanika berusaha untuk menenangkan dirinya yang semakin cemas dan juga ketakutan.

Tidak lama kemudian, Shanika pun sampai di Kampusnya dan dengan penuh kewaspadaan Shanika keluar dari dalam mobil taksi setelah melakukan pembayaran “Ternyata benar… manusia jauh lebih menyeramkan daripada hantu!” gerutu Shanika sambil terus menolehkan kepalanya ke berbagai arah, karena ia takut jika tiba-tiba harus

berpapasan dengan Elvan.

Tapi, semua perasaan cemas dan takut Shanika dirasa sangatlah percuma, karena ia sama sekali tidak merasakan kehadiran Elvan ataupun teman-teman Elvan yang sempat menculiknya disekitar area Kampus “Sepertinya aku tidak perlu khawatir,” gumam Shanika dengan perasaan leganya, saat ia sedang melangkahkan kakinya menuju

salah satu pintu kelas.

Saat Shanika akan menggapai gagang pintu kelas dihadapannya, saat itu juga tiba-tiba ada Nadiine yang berjalan mendekatinya dan langsung menarik pundaknya dengan sangat kasar “Akh,” keluh Shanika yang dengan reflek langsung membalik tubuhnya ke belakang.

“Ada apa denganmu? Kenapa kemarin kamu terus ikut campur dengan urusanku?” tanya Nadine dengan ekspresi marahnya dan tatapan tajamnya yang terlihat sangat menakutkan.

“Maksudmu… saat aku membantumu untuk pulang dengan taksi, itu adalah ikut campur? Kamu tidak sadar ya, kalau kamu itu sudah mabuk berat? Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku atau tidak kamu akan,” belum selesai Shanika bicara dengan cepat Nadine tertawa sinis dihadapannya, yang seketika itu juga membuat Shanika langsung terdiam dan memasang ekspresi bingungnya.

“Sejak kapan kamu begitu perhatian kepadaku?” balas Nadine dengan nada bicaranya yang ketus, sambil memasang senyuman menyeringainya dihadapan Shanika yang masih terdiam.

“Apa kemarin aku meminta bantuanmu? Tidak, kan? menyebalkan sekali,” sambung Nadine dengan tatapan sinisnya.

Yang saat itu juga berhasil membuat Shanika merasa sangat terpukul, padahal karena sudah membantu Nadine ia harus mengalami hal yang buruk “Jika Xyan tidak membantuku… mungkin aku sudah bukan diriku yang sekarang,” pikir Shanika dengan perasaan sedihnya.

Beberapa detik kemudian, tepat sebelum Nadine melangkah pergi dari hadapannya. Shanika pun kembali berkata “Apa sebelumnya kamu pernah menganggapku sebagai teman?” yang seketika itu juga membuat Nadine tersentak dan mengerutkan dahinya.

“Sepertinya tidak pernah ya?” sambung Shanika dengan raut wajahnya yang terlihat seperti sedang menahan tangis.

“Sejak awal, kita memang tidak pernah menjadi teman. Jadi, jangan munafik Shanika!” jawab Nadine dengan tatapan tajamnya dan nada bicaranya yang penuh dengan penekanan disetiap kata-katanya, yang lagi-lagi berhasil membuat Shanika terdiam dan semakin merasa sedih.

Tapi, semua rasa sedih dan obrolan diantara mereka berdua tiba-tiba buyar, saat tiba-tiba mereka berdua mendengar perkataan seorang senior wanita di tengah lorong kelas yang cukup bergema “Kalian sudah tahu belum? Katanya kemarin malam… ada dua anggota basket yang mengalami tabrak lari! Ugh, dan mereka langsung meninggal di tempat dalam keadaan mengenaskan!” ucapnya panjang lebar dengan penuh dramatis.

Yang saat itu juga membuat senior-senior yang lain heboh “Jangan bilang kejadiannya setelah pesta kemenangan kemarin?” tanya salah satu senior wanita juga dengan ekspresi takutnya.

Sedangkan Shanika yang mendengar perkataan para senior itu, entah kenapa langsung merasa kalau dua pria yang mengalami tabrak lari itu adalah dua pria yang sempat menculiknya tadi malam “Ah, kenapa perasaanku jadi buruk begini?” batin Shanika sambil mengusap leher bagian belakangnya.

“Oya! Barusan… aku melihat orang tuanya Elvan yang sedang mengajukan formulir cuti di Fakultas!” ucap salah satu senior pria, yang seketika itu juga membuat Nadine segera bergerak mendekati para senior dan bertanya “Kak Elvan akan cuti?!” dengan ekspresi kagetnya.

“Orang tuanya bilang, kalau saat ini Elvan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit XX!” jawab senior pria itu dengan nada bicaranya yang terdengar penuh keraguan.

“Apa sakitnya parah?” tanya Nadine lagi dengan tatapan lekatnya.

“Tenanglah Nadine, kalau Elvan mah sudah biasa mengajukan cuti atau dirawat di rumah sakit! palingan ia hanya ingin bersantai-santai dulu,” balas salah satu senior wanita sambil tertawa pelan yang diikuti juga oleh senior yang lain, seakan menganggap kalau apa yang terjadi pada Elvan hanyalah hal sepele.

“Be-begitu ya? syukurlah kalau begitu,” balas Nadine dengan perasaan leganya.

Tapi, tidak seperti Nadine yang langsung percaya begitu saja dengan perkataan para senior. Detik itu juga Shanika segera berlari di tengah-tengah lorong kelas yang cukup ramai untuk pergi ke rumah sakit XX, tempat Elvan dirawat saat ini dengan perasaannya yang entah kenapa terasa semakin buruk.

Selama diperjalanan menuju rumah sakit menggunakan mobil taksi lagi, Shanika terus merasa khawatir bahkan sampai kedua tangannya bergetar hebat sambil berpikir “Jangan bilang… semua ini ada hubungannya denganku, atau… karena hantu bermata merah itu?” dengan perasaannya yang sangat campur aduk.

Shanika benar-benar sangat paham, seharusnya ia tidak merasa khawatir kepada Elvan yang sudah jahat kepadanya kemarin malam. Tapi, entah kenapa ia terus merasa bertanggung jawab jika apa yang terjadi pada Elvan saat ini disebabkan oleh hantu wanita bermata merah itu.

Dan benar saja, pada saat Shanika bergegas memasuki gedung rumah sakit, saat itu juga ia melihat sosok hantu wanita bermata merah yang penuh dendam kepada Elvan sedang berdiri menatapnya di lantai atas, yang seketika itu juga membuat Shanika segera melanjutkan langkah kakinya untuk mengikuti hantu wanita itu.

Hingga beberapa menit kemudian, Shanika pun sampai di sebuah lorong kamar rumah sakit dan pada saat hantu wanita bermata merah dihadapannya menghilang, saat itu juga Shanika mendengar perkataan seorang wanita tua “Rumah sakit jiwa katamu?! Bagaimana bisa dalam satu malam anakku kehilangan akal sehatnya?!” jeritnya dengan penuh emosi kepada seorang dokter dan beberapa perawat wanita.

“Dari keseluruhan kondisi tubuh anak anda sangatlah normal. Tapi, entah kenapa ia terus merasa ketakutan bahkan terus berusaha menyakiti dirinya sendiri… Jadi, ada baiknya jika pasien dipindahkan ke rumah sakit yang lebih bisa menanganinya, karena obat penenang saja tidak akan cukup Nyonya,” balas Dokter dihadapan wanita tua itu dengan sangat profesional, yang seketika itu juga membuat wanita tua dihadapannya kembali menjerit dan menangis.

Shanika yang mendengar perkataan wanita tua dan Dokter itu pun kembali melanjutkan langkah kakinya hingga ia sampai di depan salah satu pintu kamar dan melihat Elvan yang saat ini sedang duduk melamun di atas tempat tidurnya “Kak Elvan? Apa yang terjadi kepadanya?” gumam Shanika dengan ekspresi bingungnya, karena saat ini Elvan benar-benar terlihat sudah kehilangan kewarasannya.

“Setelah apa yang ia lakukan kepadaku! Kenapa sekarang ia terlihat menyedihkan seperti ini?” pikir Shanika dengan perasaan mirisnya.

1
Nong Ara
baru kali ini baca novel sambil celingak celinguk 😆ded degan
Musliha yunos
best
cupa
kalo sensitif kenapa ngak pakein foam anti berisik di apartemennya? jd bisa kedap suara kan kaya raya alias tajir alias .... 😂😂
cupa
apartemen kelas 3 ya.. 😁😁 kedengeran keluar
💖 sweet love 🌺
syg gk ada adegan romantis nya..
kirain shanika nya nikah sama xyan dan jadi ratu di dunia nya xyan..
atau di menikah di dunia manusia..
💖 sweet love 🌺
mata pengantin iblis nya apa gunanya sebenarnya.. kekuatan nya cuma segitu doang..
dan shanika gk bisa nyelamatkan apapun..
kasian xyan nya.. hhhhh
Putudina Nurhayanti
mampir
Nining Ratnaningsih
keren saya suka cerita begini
Setyarini: terima kasih kak 😊
total 1 replies
pinkgirl
Ceritanya keren banget! alurnya juga susah ditebak 😍👍
Semoga kedepannya author bisa buat cerita" yang unik lagi, hehe 😁
Setyarini: Amiin kak, terima kasih atas dukungannya 😍
total 1 replies
pinkgirl
waduhh itu cewek kakak tirinya Xyan
pinkgirl
Lanjutttt Thorrr
$uRa
masih ngikutin .....tor...
$uRa: sampai tamat yaa
total 2 replies
pinkgirl
Ada-ada aja alesannya si Shanika ni wkwk
$uRa
karena itu sudah jodohmu ....
$uRa
lanjut...
Qaeiy Gemilang🌟
bgs bgtttt
Setyarini: Terima kasih banyak kak 😍👍
total 1 replies
$uRa
wahh apa yang akan terjadi
$uRa
mungkin dulu hantu itu pacarnya elpan....
Revy Afianti: kyaknya... dn mngkin jg gk sih klo elpan itu sbnrnya cowok playboy yg dgn modal tampang sama kepopuler annya sbgai pemain basket trbaik bisa cari mangsa sesuka hati dia
total 1 replies
$uRa
mau koment apa yaa....baca terus aja ahh....semangat tor
Setyarini: Terima kasih dukungannya kak hehe 😁👍
total 1 replies
$uRa
apa yang di maksud elpan....
Revy Afianti: bisa jadi sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!