Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Kau ke mana, Keyna?" tanya Keira dengan napas memburu, lelah mencari ke mana-mana namun tak menemukan jejak kembarannya. Sudah dua hari ia tak pernah beristirahat, terus berjalan dari satu tempat ke tempat lain tanpa henti.

Kantung matanya tampak menghitam, wajahnya pucat dan lesu. Setiap kali teringat ucapan teman-teman dan keluarganya, hatinya terasa semakin teriris. Jika saja ia egois, mungkin ia tak akan merasa begitu bersalah karena memilih hidup.

"Seandainya aku yang berada di posisimu, pasti mereka tak akan semarah ini," gumamnya pelan, menatap nanar rumah sakit yang kini tampak begitu kacau. Kepanikan keluarga itu menular ke siapa saja yang terlibat, membuat suasana semakin mencekam.

"Pa, sudah ada perkembangan?" tanya Gina tak sabar, matanya bengkak karena menangis terus-menerus.

Bara menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan. "Belum ada kabar apa pun."

"Terus bagaimana? Keyna sedang koma, Pa... dan sekarang dia hilang. Aku takut sesuatu yang buruk menimpanya," isak Gina kembali menangis.

"Tenanglah. Aku akan mencari ke mana-mana. Sekarang kau istirahatlah dulu, lihat matamu sudah bengkak begitu."

"Bagaimana aku bisa tidur kalau anakku belum ditemukan?" Gina bangkit berdiri, suaranya meninggi.

"Arya, Segar, bawa Ibu kalian ke kamar. Biar Papa yang mengurus semuanya di sini," perintah Bara.

Mereka membantu membawa Gina pergi, meski wanita itu terus meronta tak mau berpisah dari tempat itu.

"Aku tak akan memaafkanmu kalau Keyna tak segera ditemukan!" teriaknya sebelum menghilang di balik pintu.

"Pa..." Keira memanggil pelan, berharap ayahnya akan menoleh padanya.

Namun Bara hanya menatapnya dingin. "Kau tak berguna. Seharusnya sejak tadi kau langsung mendonorkan jantung itu saja, seperti kata Segar."

Keira menunduk dalam, hatinya perih bukan kepalang. "Aku bukan pengawal Keyna, Pa. Kenapa seolah-olah aku yang harus bertanggung jawab atas segalanya?"

"Cukup. Tak ada gunanya bicara denganmu. Aku berharap tak melihatmu lagi," ucap Bara dingin, lalu berbalik pergi.

Keira kembali ke kamar, dadanya sesak oleh rasa sakit yang tak kunjung usai. Ia membuka kotak kecil di bawah kasur, tempat ia menyimpan sesuatu yang berharga.

Di dalamnya terdapat kalung berbentuk hati dengan foto kecil di dalamnya. Hadiah ulang tahun pertama yang pernah ia terima dari Keyna.

"Berharga sekali..." bisiknya sambil menyentuh kalung itu. "Untung tak hilang." Ia memakainya di leher, merasakan sedikit kehangatan yang tersisa.

"Keyna, tunggu sebentar... aku pasti menemukanmu," ucapnya pelan, lalu berniat kembali keluar mencari kembarannya. Namun saat tangan menyentuh gagang pintu, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

"Jika ingin kembaranmu selamat, datanglah ke alamat ini sendirian."

Jantungnya berdegup kencang. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berangkat ke lokasi itu. Meski tak tahu siapa pengirimnya, keselamatan Keyna adalah hal yang paling utama. Ia juga merasa tenang karena pernah belajar bela diri, setidaknya ia bisa sedikit melawan jika terjadi sesuatu.

***

Keira tiba di lokasi yang ditentukan, sebuah hutan yang sepi dan agak sulit dijangkau. Tak ada siapa pun di sana. Hening. Hanya suara angin yang berdesir di antara pepohonan.

"Keluarlah! Jangan bersembunyi!" serunya tegas, matanya mengawasi setiap sudut sekeliling.

Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Keira refleks menghindar, peluru itu melesat tak jauh dari tubuhnya.

"Refleks yang lumayan," suara seseorang terdengar, diikuti tawa sinis. Sosok bertopeng muncul dari balik pohon.

"Di mana kembaranku?" tanya Keira tanpa basa-basi.

"Kau ingin tahu? Tukarkan nyawamu dengannya," jawab orang itu sambil mengarahkan pistol ke arah Keira. "Aku benci ayahmu. Jadi kau harus menggantinya."

Orang itu menembak lagi, namun Keira bergerak cepat dan berhasil menghindar. Ia berlari ke arah pria itu, lalu memukul rahangnya hingga pria itu jatuh terjerembab.

"Anak sialan!" pria itu marah, lalu memukul baliknya dengan keras. Keira meringis menahan sakit, namun ia tak menyerah. Saat mereka sedang bertarung, seseorang dari belakang tiba-tiba mengarahkan pistol ke arah Keira dan menembak.

"Argh!" Keira jatuh ke tanah, peluru itu menembus bahunya.

"Tahan dia," perintah salah satu pria itu. "Bos bilang bawa dia hidup-hidup."

Mereka menyeret tubuh Keira yang lemah tak berdaya.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!