Indonesia
NovelToon NovelToon
JERRY LE CHASSEUR(SANG PEMBURU)

JERRY LE CHASSEUR(SANG PEMBURU)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fredo

SEORANG PEMUDA YATIM PIATU YANG DISELAMATKAN OLEH PAMANNYA KETIKA KEDUA ORANG TUANYA DIBUNUH, DAN DIDIDIK MENJADI SEORANG PEMBUNUH PROFESSIONAL UNTUK MEMBALASKAN DENDAM ATAS KEMATIAN ORANG TUANYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Hahhahahha! Biarkan Jerry sementara sibuk membereskan masalah-masalahnya dengan DEA dan kroninya! Kita bereskan juga masalah-masalah yang selanjutnya akan kita timpakan ke Jerry! Hahahhahahaha!" Ujar Simon sambil tertawa tergelak dan menenggak minuman beralkohol di depannya.

"Simon, bagaimana jika Jerry sampai tahu klo penangkapan dia itu karena laporan dari kita?" Tanya Yosef dengan mimik wajah datar sambil menatap Simon yang sudah mulai mabuk.

"Jerry tak akan menyangka itu perbuatan kita, Yosef! Dia akan mencurigai itu semua adalah perbuatan Esteban dan Hocolo. Apalagi mereka memang sejak lama sudah menjadi buronan DEA. Dan kejadian Anne kemarin akan semakin membuat Jerry akan menyingkirkan mereka berdua secepatnya. Dan langkah kita untuk menguasai Kartel warisan Hector semakin mudah! Hahahhahhaa!" Lanjut Simon lagi.

"Yang aku tanyakan, APABILA JERRY TAHU INI SEMUA PERBUATAN KAMU, SIMON! WHAT WOULD YOU DO, SIMON?! JERRY ITU TAK SEBODOH YANG KITA SANGKA!"

"KITA BUNUH JERRY! THE END! KARTEL CHASSEUR JADI MILIK KITA!" Jawab Simon dengan mata berkilat-kilat dengan aura tatapan yang kejam pada Yosef.

"Ternyata semua kekacauan kemarin adalah ulahmu, Simon! Kamulah yang merencanakan ini semua Simon! Sudah kuduga jika Pato terlalu bodoh untuk mendesain sesuatu seperti ini, baru malam ini aku mendengarnya dari mulutmu sendiri, Simon! Demi menguasai Kartel! Kamu tega membunuh Paul yang telah mengangkatmu dari kemiskinan! Dan sekarang kamu hendak membunuh Jerry! Tidak! Tidak akan kubiarkan itu terjadi, Simon! TIDAK AKAN! SELAMA AKU MASIH HIDUP!" Batin Yosef sambil memandangi Simon yang terus minum.

"Oke, berhati-hatilah Simon! Aku sudah mengantuk sekali, aku tidur duluan! Good Night!" ujar Yosef berjalan meninggalkan Simon yang sedang minum dengan kedua anak buahnya yang juga sedang mabuk.

Yosef begitu masuk kamar, segera menghidupkan ponselnya yang sudah 4 hari ini ia matikan. Terlihat banyak panggilan telpon yang masuk termasuk dari Vanessa! 4x telpon dari Vanessa 2 hari yang lalu. Yosef lalu kembali mematikan ponselnya. Ia takut ponselnya akan ditemukan oleh Simon. Sebab Yosef mengatakan ponselnya hilang terjatuh di Bandara ketika ia akan berangkat. Saat itu Yosef gelisah, ia yakin Jerry yang sudah bebas tidak akan diam dan mungkin saat ini Jerry sedang menyusun strategi untuk mencari siapa yang menjebaknya. Mungkinkah juga Jerry sudah tahu jika Simon yang mengkhianatinya? Itulah yang membuat Yosef gelisah memikirkannya. Ia khawatir Jerry sudah tahu, dan sedang mencari Simon dan dirinya. Yosef betul-betul pusing saat itu, ia merasa kecolongan atas kejadian yang menimpa Jerry. Disatu sisi Simon adalah teman seperjuangannya ketika membesarkan Kartel hingga besar seperti sekarang, tapi di satu sisi Jerry adalah keponakan sahabat baiknya! Dan Jerry telah dititipkan oleh Hector kepada Yosef Cs ketika akan meninggal.

"CLAAAPPPPP!!!!"

Yosef terkejut ketika lampu dikamarnya padam. Terdengar ribut-ribut dilantai bawah, tepat dibawah kamarnya. Yosef segera keluar kamar sambil mengendap-endap dan menggenggam pistol Beretta miliknya.

"CLAPPPP!!!"

Tiba-tiba lampu dirumah Simon kembali menyala. Yosef terpaku melihat 2 anak buah Simon yang tadi mabuk, sekarang sudah tak bernyawa dengan luka sayatan di leher mereka yang membuat leher mereka nyaris putus! Dan seseorang berpakaian hitam-hitam sudah berdiri dibelakang Simon sambil menempelkan Carambit dileher Simon. Orang itu memakai helm full face yang menutupi wajahnya. Tapi Yosef tahu orang di balik helm itu siapa. Ia sangat mengenali helm unik itu!

"JJJ...JERRRRY??!" Ujar Yosef dengan nada berbisik tapi jelas kearah orang yang sedang menodongkan Carambitnya di leher Simon.

"BUANG SENJATAMU, PAMAN!!! LEMPAR SENJATAMU KEARAHKU, PERLAHAN!" Ujar Jerry pada Yosef yang sudah melemparkan pistol Berettanya.

"Dengar dulu penjelasanku, Jerry! Ini semua kehendak Simon, dan aku baru tahu malam ini, Jerry!" Kata Yosef sambil berlutut didepan Simon dan Jerry.

Jerry dengan sigap memasang cable ties dipergelangan kaki dan tangan Simon. Setelah selesai dia melempar beberapa cable ties kearah Yosef.

"Pasang yang erat di pergelangan kakimu dan tanganmu sekarang, paman!" Ujar Jerry lagi.

Yosef memasang cable ties itu di kakinya, lalu kemudian ia memasangnya di pergelangan tangannya dengan bantuan mulutnya. Setelah terpasang, Jerry memeriksa ikatan cable ties di kaki dan tangan Yosef. Kedua ikatan itu sudah terpasang sempurna. Jerry menyeret tubuh Simon kesebelah dimana Yosef duduk di lantai.

Jerry mengambil sesuatu dari kantong lengannya. Jerry menuangkan serbuk putih di telapak tangannya. Dan kemudian telapak tangannya itu membekap hidung Simon. Simon yang mabuk berat pun tiba-tiba tersedak! Kemudian Simon tersadar dan Jerry sudah duduk tepat di depannya sambil tersenyum dan mengepulkan asap cerutu ke wajahnya.

"SURPRIIIISE UNCLE SIMON!!! I'M HERE!!!" Ujar Jerry sambil tersenyum bengis menatap Simon.

"Simon, kamu ingin menguasai Kartel ini untukmu sendiri rupanya! Setelah menyingkirkan aku! Apa Paman Yosef yang akan kamu bunuh selanjutnya, huh?!" bentakku pada Simon yang baru setengah sadar.

Kusuntikkan cairan adrenalin ke lengan Simon. Kutunggu hingga cairan itu bereaksi. Pupil mata Simon tiba-tiba membesar dan sekarang ia sudah sepenuhnya sadar dari mabuknya.

Simon tercekat ketika memandangi wajah Jerry yang ada didepannya. Simon mencoba untuk tetap tenang, keringat dingin mengucur deras dari keningnya.

"Papa Bram telah memberitahuku salah satu dari kalian telah bersekongkol dengan Alm. Pato untuk membunuhku beberapa waktu lalu. Tapi hari ini aku yakin 100%! SIMON! KAMULAH YANG BERSEKONGKOL DENGAN PATO UNTUK MEMBUNUHKU! JAWABBB!!!" Bentakku sambil menjambak rambut Simon dengan keras.

"Hehehehehe...Akhirnya kamu tahu juga, Jerry! Memang aku yang berniat membunuhmu di Surabaya. LAKUKAN APA YANG MAU KAMU LAKUKAN, JERRY! LAKUKAN CEPAT!" Teriak Simon sambil membentakku.

"Hahahahaha. Sabar Simon! Kamu akan mati perlahan! KAMU AKAN MEMOHON KEMATIANMU KUPERCEPAT! I PROMISE THAT!"

Aku mengeluarkan Jarum suntik dan sebuah ampul berisi cairan warna hijau. Kusuntikan di punggung tangan dan betis Simon. Perlahan kulit tempat dimana cairan itu kusuntikkan melepuh lalu kemudian kulitnya mengelupas dan selanjutnya hanya tersisa dagingnya.

Simon berteriak kesakitan! Kusumpal mulut Simon dengan kain. Tubuh Simon menggelepar-menggelepar di lantai. Bagian tangan dan kaki Simon sekarang hanya tinggal tulang! Daging dan kulitnya hilang raib entah kemana. Yang tersisa hanya onggokan tulang kaki dan tangan saja. Kulepas kain dimulut Simon.

"JERRY!!! ENTAH OBAT APA YANG KAU GUNAKAN! PLEASE! TEMBAK SAJA KEPALAKU! TEMBAK SAJA KEPALAKU, JERRY! AMPUNI AKU, JERRY! SAKIT DI KAKI DAN TANGANKU 1000X LIPAT RASANYA! BUNUH AKU JERRY! PLEASEE BUNUH AKU!!!" Mohon Simon begitu sumbat mulutnya kulepaskan.

"Paman Yosef, akhiri hidupnya!" lanjutku sambil menaruh pistol Beretta setelah membuka ikatan di kedua tangannya.

Yosef meneteskan airmata melihat penderitaan Simon yang menggelepar merasakan sakit di depan matanya. Dengan perasaan sedih ia ingin secepatnya mengakhiri penderitaaan Simon. Yosef lalu menembak dahi Simon.

"DOOORRRRRRR!!! DOOORRRRRR!!!"

2 peluru melubangi kepala Simon. Tangan Yosef terkulai lemas setelahnya. Pistol yang tadi digenggamnya tergeletak disamping tubuhnya.

Aku menghampiri dan menepuk pundak paman Yosef.

"Selamat tinggal, paman!" ujarku lalu segera meninggalkan rumah itu.

1
Jasmin Melor
Luar biasa
Izhar Assakar
sdah kgk minat lgi bc novel yg dialognya pake "aku,ku",,,seolah oleh itu kau thor yg bermain,,,kau pemula ya thooorr,,klo pemula tolong banyakin baca novel orang lain biar bisa mnjadi reperensi buat novel m,bagai mna membuat dialog tanpa harus memakai sudut pandang pertama(author),,,
Izhar Assakar
menghampiri jerry,,bukan menghamliriku,,,emangnya kau thooor yg mnjadi mc di cerita ini,,,,???
Aisyah Suyuti
seru
Dinda Lestari
rrr
Nurharis Malawi20
kkl
Santo: kkl? apa artinya mas bro?
total 1 replies
Nurharis Malawi20
seru ni jalan cerita nya thor
jangan sampai macet🍻👍
Nurharis Malawi20
lanjut thor
jangan sampai macet🍻👍
Nurharis Malawi20
semngat thor🍻
Santo
Happy Reading
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!