Bianca Zea Gavaputri. Caca merupakan anak remaja yang masih berusia 18 tahun. Dan siapa sangka ternyata diusianya yang terbilang muda itu caca sudah menyandang status sebagai istri. Pernikahan yang tidak diketahui sama sekali oleh caca sampai pernikahan itu berumur 3 tahun.
🍓🍓🍓🍓
Evano Daniel Kalanda. Vano merupakan CEO perusahaan besar di kota, selain itu vano juga merupakan seorang suami dari seorang gadis yang terpaksa dia nikahi karena sebuah perjanjian.
Cover by : Pinterest
Status novel : Hiatus:"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saladebook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
“Apakah semua setuju dengan apa yang saya sampaikan?" Tanya vano di akhir meeting dengan
karyawannya
“Bila ada yang tidak setuju bisa berbicara sekarang dan kita akan berdiskusi bersama bagaimana baiknya
untuk kemajuan perusahaan kita” Vano menatap datar satu satu karyawan yang ikut
meeting dengannya
“Saya rasa semua setuju dengan point point yang bapak sampaikan tadi” Ucap nio setelah
beberapa saat tak ada yang angkat bicara
“Iya pak bener, saya dan teman teman setuju dengan rencana bapak kedepannya untuk
perusahaan ini” Ucap salah satu karyawan yang diangguki oleh semuanya
“Baik, untuk kedepannya kita harus lebih solid lagi dalam bekerja dan saya harap tidak ada
yang melakukan kecurangan”
“Kalian bisa memesan makanan terlebih dahulu sebelum kita kembali ke kantor” Vano memanggil
weiters untuk memesan makanan baik untuk dirinya dan karyawannya
“Kalian bisa memesan apapun yang kalian mau jangan sungkan sungkan”
Semua yang ada disana tentu senang karena mereka di traktir oleh bosnya,
walau kadang bosnya ini galak namun tak dapat dipungkiri kalau bosnya ini juga
manusia yang baik dan dermawan.
Tepat jam 11.00 mereka keluar dari café dan embali ke kantor, mereka menuju mobil
masing masing. Vano dengan nio dan keempat karyawannya menggunakan mobil lain
yang disediakan oleh kantor.
Saat di perjalanan menuju kantor tiba tiba ponsel vano bergetar tanda ada telfon masuk.
Vano mengambil handphonenya untuk melihat siapa yang menelfon dirinya.
Namun vano dibuat bingung karena nomor tersebut tidak memiliki nama alias vano tidak
memiliki nomor yang menelponnya ini.
‘Siapa ya?’gumam vano dalam hati karena tak mungkin orang lain menelpon dengan nomor
pribadinya ini, yang memiliki nomor pribadi vano hanya orang orang terdekat saja.
Vano mengabaikan panggilan itu, hingga tak berselang lama handphone vano Kembali
bergetar dan nomor yang sama menelpon vano Kembali
Akhirnya,karena penasaran vano mengangkat telfon dari nomor tak dikenal tersebut
“Halo” Ucap vano memulai
“Halo mas" suara itu membuat vano terkejut, karena dia begitu mengenal suara yang
menelfonnya ini yang tak lain adalah caca-istrinya
Betapa bersalahnya vano karena dia tidak menyimpan nomor sang istri
“Halo” Ucap caca lagi di sebrang sana
“Eh, i-iya ca ada pa?” tanya vano gugup
“Mas vano nanti mau di bawakan makan siang apa”
“gausah ca mas tadi sudah makan di café dengan karyawan mas”
“Jadi caca gakperlu mengantarkan makan siang ke mas vano?”
“Iya ca, tapi tolong dong kamu kesini buat temani mas kerja” Suara vano berubah menjadi suara
memohon
“emm gamau ah mas, caca takut di sinisin sama karyawan perempuan mas”
“kan karyawan perempuan mas banyak yang tergila gila ke mas nanti aku diapa apain lagi
sama mereka”
“Gak bakalan mas akan menyuruh security untuk mengantarkan kamu sampai ke depan ruangan mas”
Caca tampak berfikir di sebrang sana, hingga akhirnya caca menyetujui untuk pergi ke kantor
vano dengan catatan dirinya diantar oleh security sampai ke depan ruangan vano
“Oke, caca mau ke kantor mas, tapi mas janji ya untuk menyuruh security mengantarkan caca
sampai ke ruangan mas”
“Iya ca mas janji, yaudah gih kamu siap siap mas tunggu dikantor, jangan lama lama ya ca”
“Iya mas”
Sambungan telepon pun terputus, dengan cepat caca bersiap-siap untuk menuju ke kantor
sang suami walau di hati kecilnya dia ragu karena banyak tatapan tak senang
yang mengarah ke dirinya saaat vano mempublishkan pernikahan mereka.
Namun caca tak ingin mengambil pusing masalah itu karena ini adalah resiko mempunyai suami
ganteng dan mapan.