Assalamualaikum ....
Kembali lagi dengan karya baruku di Noveltoon. Ini adalah spin off dari novel AKAD TAK TERELAK. Kisahnya Naima, adiknya Arsya. Semoga syuka, ya. ☺️
~~~~~~~~~~~~~~~~
Naima tak menyangka jika ia akan diabaikan oleh sang suami setelah malam pertama.
Kehidupan pernikahan yang ia jalani pun tak membuatnya bahagia. Ia seperti berjalan di atas duri tajam pernikahan. Tak tahu ke mana bahteranya berlayar, Naima hanya terus mencoba kuat. Tuduhan mandul sampai di duakan oleh sang suami, ia terima meski harus berlinang air mata setiap hari.
Akankah hidupnya bisa menemui kebahagiaan, ataukah Naima hanya akan terus berkubang dalam kesedihan biduk rumah tangga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31 Isyarat Takdir
Enam bulan kemudian
Enam bulan setelah Naima dan Faris resmi bercerai. Keduanya melanjutkan hidup masing-masing. Naima kembali mengajar di sebuah taman kanak-kanak di Jakarta.
Sementara Faris harus rela kerja di pabrik tapi hanya menjadi karyawan biasa demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan Diana. kelahiran anak pertama mereka ternyata memakan biaya yang cukup besar. Diana harus melahirkan secara Cesar karena saat itu ada masalah dengan bayi yang ada di kandungan. Posisi bayi Diana sungsang, dan dokter memutuskan untuk melakukan tindakan Cesar.
Masalah tak hanya sampai di situ, setelah berpisah dengan Naima banyak masalah yang menghampiri hidup Faris. Terlilit hutang dan tak mampu membayar angsuran. Sebenarnya dulu Faris mengambil pinjaman itu untuk membeli tanah dan bangunan yang rencananya akan ia pakai untuk membuka pabrik konveksi. Kekurangan dana saat itu ia pinjam dari kakak iparnya—Arsya. Namun setelah ia berpisah dari Naima, Arsya pun menagih uang yang ia pinjamkan pada Faris agar segera dikembalikan. Tentu ada ancaman juga dari Arsya jika Faris tak mau membayar hutangnya.
Belum lagi pihak kontraktor yang mengerjakan renovasi bangunan tersebut, terus meneror Faris agar melunasi biaya terakhir yang belum Faris bayarkan. Tuntutan nafkah untuk Ibu dan istrinya tak kalah membuat Faris semakin pusing.
Tidak ada cara lain selain menerima tawaran dari pengacara Arsya agar Faris menjual tanah dan bangunan yang sekiranya akan dijadikan pabrik konveksi kepada Arsya. Demi menghindari tuntutan hukum, Faris terima semua dengan berat hati.
Mungkin impian untuk membuka usaha sendiri belum menjadi takdirnya. Faris harus rela semua mimpinya beralih tangan. Menyesal. Tentu saja Faris menyesal. Sebab semua sudah Faris rencanakan dengan matang sebelumnya, tapi semua hanya tinggal impian saja.
Namun, Faris juga lega karena akhirnya ia bisa terbebas dari hutang meski harus menguras semua uang tabungannya. Faris bahkan memutuskan untuk Diana tinggal bersama ibunya. Sedangkan rumah yang dulu mereka tempati disewakan demi menambah penghasilan.
Ternyata meski sudah berganti menantu sikap Yuni tetap saja sama kasarnya. Dengan jelas Yuni mengatakan ketidaksukaannya pada Diana. Dan Diana tak mau kalah, ia tidak mau kalau harus ditindas oleh mertuanya. Hal itu sering membuat Diana dan Yuni bertengkar, dan Farislah yang selalu jadi sasaran kemarahan keduanya.
"Mas Faris tuh harusnya belain aku. Aku istri kamu, Mas, ibu dari anak kamu," omel Diana kalau sedang marah dengan ibu mertuanya.
Di sisi lain, Yuni juga suka mengadu akan kelakuan Diana yang tak menurut padanya. Seringkali Yuni menuntut Faris agar tegas pada Diana supaya menantunya itu patuh padanya. Namun, Faris tak pernah bisa melakukannya karena ia paham seperti apa sifat Diana.
Faris hanya bisa jadi pendengar yang patuh tanpa bisa jadi penengah antara istri dan ibunya.
****
Jakarta. Star Light School.
"Cheryl, Kamu kok belum dijemput? Mau Miss teleponkan orang tua kamu?" tanya Naima ketika melihat salah seorang muridnya masih menunggu di dalam kelas.
"Tidak usah, Miss. Mereka pasti sedang sibuk," jawab anak bernama Cheryl dengan raut lesu.
"Kalau begitu Miss temani di sini, ya?" Naima baru saja akan duduk saat ada seseorang yang memberi salam.
"Selamat sore ...."
Naima menoleh. Melihat ke arah pintu masuk.
"Mas Devon?" gumam Naima.
Tak hanya Naima yang terkejut, Devon pun sama. Mereka bertemu lagi setelah Devon memutuskan untuk tak lagi berharap untuk wanita dari masa lalunya itu.
Untuk beberapa saat keduanya saling terpaku. Mempertanyakan tentang isyarat takdir dari pertemuan mereka kembali kali ini.
Lanjut yuk kak ke karyaku yang lain. Yang terbaru ada MENDADAK JADI IBU SUSU.
haturnuhun Thor😇
jangan ucapkan kata candaan yg menjurus pd hal kurang baik!
krna terjadi pd pasangan muda.
suaminya punya ibu di kampung dan di bantu oleh seorang pemuda yg sudah di anggap sodara untuk mengurus hartanya.
si suami bilang kalau si pemuda suka sm istrinya ya ambil aja!
akhirnya terjadi si Istri jd korban!
untung si naima baik hati😍🥰🤭