Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai kehilangan harapan

Terlintas di benak ku untuk meminta tolong kepada ibu mertuaku. Aku berharap beliau masih mempunyai belas kasih sedikit untuk ku. Meskipun beliau selalu saja menyalahkanku, tapi aku ingin tetap mencoba. Aku menari napas panjang.

"Bu,...Jasmine minta tolong sama Ibu. Bantu Jasmine supaya Mas Rama tidak menceraikan saya. Jasmine masih mencintai Mas Rama, Bu. Jasmine ingin mendapatkan ridho Mas Rama. Kali ini Jasmine minta maaf sama Ibu karena Jasmine sudah bersikap kurang ajar dan membuat Ibu sakit hati. Jasmine janji akan berubah dan berusaha menjadi istri serta menantu yang jauh lebih baik. Saya mohon bantu Jasmine ,Bu." Ucap ku sambil berusaha menahan tangis.

Kali ini aku benar-benar memohon. Aku tidak lagi mempedulikan harga diriku. Yang ada di kepalaku saat ini hanya keutuhan rumah tanggaku dan juga ke dua anak ku. Aku berharap beliau mau membantuku.

"Sekarang kamu baru menyesal, Jasmine? Percuma saja, penyesalanmu sudah tidak berguna sekarang. Ibu menyarankan lebih baik kamu mengalah saja. Kamu pulang kerumah orangtua mu. Dan percuma saja kamu mohon-mohon sama Ibu, karena Ibu tidak sudi membantumu." Ucap Bu Lastri dengan nada mencibir.

Setelah berkata seperti itu, beliau langsung melenggang pergi meninggalkanku. Untuk beberapa saat aku hanya diam terpaku. Tangisku kembali pecah. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Isak ku semakin keras. Aku hanya ingin mempertahankan rumah tanggaku, keluarga kecilku, tapi kenapa rasanya begitu sulit.

Saat aku sedang menangis, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki kecil mendekatiku ,lalu memanggil ku.

"Mama." Seru nya.

Ternyata suara Aldi yang setengah berlari sambil menggandeng adiknya menuju ke arahku. Aku buru-buru menghapus air mataku. Aku tidak mau mereka melihat ku menangis.

"Iya,sayang. Ada apa. Kenapa kok lari-lari gitu." Tanyaku.

"Mama kenapa?" Tanya Aldi yang pasti tau kalau mamanya terlihat habis menangis.

"Mama nggak kenapa-kenapa, sayang. Mama cuma sedikit lelah. Terus Abang gimana badan nya, sudah enakan belum?" Tanya ku mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Badan Abang sudah enakan,Ma. Sudah tidak muntah lagi. Mama kenapa? Mama seperti habis menangis. Nenek marahin Mama lagi, Ya?" Tanya Aldi dengan sorot mata terlihar khawatir.

"Tidak, Abang. Mama baik-baik saja. Terus ini Adik kenapa? Kok matanya sembab, Adik habis nangis, Ya?" Tanyaku ,mencoba mengalihkan perhatian Aldi.

"Tadi waktu Adik bangun langsung nyariin Mama. Tapi Mama tidak ada. Akhirnya Adik nangis." Jawab Aldi.

"Oh, sayang. Anak Mama..sini, Nak Mama peluk. Mama tidak akan pernah kemana-mana. Mama akan selalu buat Adik dan juga Abang." Ucapku sambil memeluk tubuh mungil Aira.

Air mataku kembali menetes. Aku tidak mau kedua anak ku tau kalau Mamanya sedng bersedih. Aku ingin mereka berdua selalu merasakan kebahagiaan.

pikiranku kembali berkelana. Memikirkan bagaimana nasib kedua anakku, nasib masa depan mereka. Bagaiman jika Mas Rama benar-benar pergi meninggalkanku dan anak-anak. Apakah aku bisa hidup tanpa Mas Rama?

Aku masih mencintainya. Meskipun dia sudah menyakiti hatiku, namun perasaanku belum bisa berubah.

Namun di lain sisi aku menyadari sesuatu bahwa ternyata cinta saja tidak cukup untuk kelangsungan sebuah rumah tangga. Rumah tangga membutuhkan penghargaan, membutuhkan komunikasi yang baik, membutuhkan pengertian satu sama lain dan membutuhkan dua orang yang sama-sama mau berusaha untuk keharmonisan rumah tangga.

Selama 10 tahun lebih pernikahanku aku selalu berusaha menjadi istri yang baik, istri yang patuh, istri yang taat, dan istri yang selalu siap melayani suami dengan sepenuh hati. Selama ini aku sudah berusaha melakukannya. Bahkan ketika tubuhku merasa lelah, aku tetap berusaha bangun. Ketika tubuhku sakit pun, aku tetap mengurus rumah. Ya, sudah bertahun-tahun aku menjalaninya.

Namun mungkin sudah saat nya aku benar-benar sadar. Aku tidak boleh kehilangan jati diriku sendiri demi mempertahankan pernikahan.

Aku menatap Aldi dan Aira. Mereka berdua adalah alasan terbesarku untuk terus bangkit. Kalau Mas Rama masih mau mempertahankan pernikahan kami, aku akan berusaha menata dan memperbaiki dirimu yang mungkin memang salah. Tapi jika Mas Rama benar-benar sudah tidak mau menginginkanku lagi untuk menjadi istrinya, aku harus siap. Aku tidak boleh hidup dengan rasa takut. Aku tidak boleh berhenti. Aku harus bisa memulai kehidupan yang baru. Memikirkan langkah kedepan.

..........................

Jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi ketika aku telah selesai menyiapkan sarapan di atas meja makan. Nasi, lauk pauk, dan juga ada beberapa makanan yang di sukai Mas Rama dan Ibu mertuaku. Dan tak lupa secangkir kopi panas yang juga sudah kusiapkan untuk Mas Rama.

Padahal aku sedang tidak baik-baik saja. Hatiku sedang hancur. Tapi aku masih tetap harus menjalankan tugas ku sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga yang baik. Mas Rama masih memberiku kesempatan, jadi aku harus memanfaatkan nya dengan sebaik mungkin.

Aku akan bersikap jauh lebih lembut dari biasanya, tidak akan banyak bicara. Dan harus siap siaga memenuhi segala kebutuhan yang di perlukan Mas rama. aku berharap keadaan bisa membaik.

Setelah semuanya siap, kemudian aku berjalan menuju kamar.

Sesampainya di depan pintu kamar, aku membukanya perlahan. Terlihat Mas Rama sudah rapi dengan pakaian kerjanya.

"Mas, sarapan dan kopi sudah aku siapkan di meja makan. Mas dan Ibu bisa segera sarapan." Ucap ku halus.

"Tidak perlu. Aku ingin sarapan diluar saja. Dan hari ini aku akan membawa Ibu untuk menginap di hotel saja dekat kantorku. Karena aku tidak mau terjadi apa-apa lagi dengan Ibu ku jika beliau masih tetap rumah ini." ucap suamiku dengan nada dingin.

"Mas...T-ta........". Mas Rama memotong ucapanku.

"O,ya ..dan mulai hari ini, urus dirimu sendiri dan kedua anakmu. Karena aku sudah tidak peduli lagi dengan kalian sebelum kamu benar-benar bisa berubah menjadi istri yang lebih baik." Tambahnya.

"Tidak bisakah kita bicarakan ini secara baik-baik setelah Mas Rama pulang kerja nanti." Tanyaku dengan suara sedikit bergetar menahan air mata.

"Cukup, Jasmine. Sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi. Keputusanku sudah final. Kamu jangan menambah beban pikiranku . Permasalahan dikantor sudah cukup membuatku setres. Yang jelas aku sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Jadi, mau tidak mau kamu harus bisa mengerti dan menerima semua keputusanku." Jawab Mas Rama.

"Aku mohon maafkan aku, Mas." Suara semakin lirih.

"Maaf katamu? Jasmine, aku mungkin bisa memaafkanmu jika masalah ini hanya menyangkut diriku sendiri. Tapi kalau sudah menyangkut Ibuku, aku tidak bisa mentolerirnya. Makannya berpikirlah sebelum bertindak." Ucap Mas Rama dengan tatapan yang begitu dingin ke arahku.

"Kasihan anak-anak, Mas. Aku mohon maafkan aku sekali ini saja. Aku juga sudah meminta maaf pada Ibu." Aku menatap Mas Rama dengan penuh harap.

"Lantas apa kata Ibu? Apa beliau memaafkanmu? Tentu tidak kan? Ibu itu sudah terlalu sakit dengan perbuatanmu, Jasmine. Sudahlah, semakin muak aku denganmu." Ucap Mas Rama yang langsung melangkah pergi begitu saja.

Aku mengelus dadaku yang terasa sangat sesak. Aku sudah sangat lelah lahir dan batin. Dan sekarang aku sudah berada di titik pasrah.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Jangan lupa like dan follow, yaa 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!