Indonesia
NovelToon NovelToon
Naga Tersembunyi Di Kota Metropolitan

Naga Tersembunyi Di Kota Metropolitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Raka Wijaya, mantan komandan unit rahasia Garuda Hitam, dinyatakan tewas dalam misi yang sebenarnya adalah pengkhianatan dari dalam. Untuk melindungi orang-orang yang ia cintai, ia memilih hidup dalam bayang-bayang: menyamar sebagai sopir pribadi yang lemah dan tak berdaya di keluarga mertuanya sendiri — keluarga konglomerat Wijayakusuma yang meremehkannya habis-habisan. Tapi kota metropolitan penuh intrik, dan masa lalunya tidak akan tinggal diam selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Wajah dari Masa Lalu

"Raka, kau masih di sana?" suara Bara terdengar cemas lewat earpiece ketika hening di ujung sana berlangsung terlalu lama.

"Aku di sini," jawab Raka akhirnya, memaksa suaranya tetap datar meski dadanya masih terasa dingin. "Wulan, tarik data resminya. Aku perlu tahu siapa dia, dan apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu."

"Sudah kucari sejak tadi," jawab Wulan cepat, suaranya bercampur ketikan cepat di keyboard. "Namanya Jenderal Purnawirawan Wirawan Kusnandar. Mantan perwira tinggi bidang keamanan strategis nasional. Meninggal lima tahun lalu, resminya karena serangan jantung saat inspeksi ke luar negeri. Pemakaman kenegaraan, peti tertutup — 'demi menjaga kondisi jenazah', begitu alasan resminya waktu itu."

"Peti tertutup," gumam Bara, "selalu jadi cara termudah untuk mengubur seseorang yang sebenarnya tidak pernah mati."

"Ada lagi," Wulan melanjutkan, nadanya makin tegang. "Setahun sebelum kematiannya, namanya sempat disebut dalam audit internal soal dana operasional khusus yang hilang dalam jumlah besar — kasus yang ditutup cepat 'demi alasan keamanan negara' sebelum sempat naik ke publik. Kalau aku susun garis waktunya... jenderal ini 'meninggal' tepat dua tahun sebelum unit kalian dikhianati Setiawan."

Raka menghubungkan kepingan itu sendiri, dingin dan pasti. "Dia yang merancang semuanya dari balik layar. Kematiannya sendiri cuma langkah pertama untuk menghilang dari pengawasan, sebelum membangun jaringannya kembali dari bayangan — lewat orang-orang seperti Setiawan."

"Dan sekarang dia berdiri di ruang eksekutif hotel ini," tambah Bara, "menyaksikan langsung merger yang akan memberinya akses ke pusat data keamanan negara lewat Cendana."

Raka menatap ke arah pintu ruang eksekutif dari posisinya, terlalu jauh untuk melihat jelas, terlalu berisiko untuk mendekat tanpa alasan yang masuk akal. "Aku perlu melihat wajahnya sendiri. Foto lama bisa dimanipulasi, tapi mata tidak bisa dibohongi semudah itu."

"Itu berisiko," Wulan memperingatkan. "Kalau dia benar-benar dalang di balik semuanya, dia pasti punya pengamanan pribadi yang jauh lebih ketat dari Setiawan."

"Aku tidak berencana masuk," jawab Raka. "Hanya perlu alasan sah untuk berdiri cukup dekat dengan pintu itu."

Kesempatan datang beberapa menit kemudian, ketika salah satu staf hotel meminta bantuan petugas keamanan untuk mengawal troli makanan VIP menuju ruang eksekutif — tugas rutin yang biasa dilakukan petugas mana pun tanpa menimbulkan kecurigaan.

Raka mengambil alih tugas itu dari rekan seragamnya dengan alasan sederhana, mendorong troli perlahan menuju pintu ruang eksekutif yang dijaga dua pengawal bertubuh besar berjas hitam.

"Pesanan makanan untuk ruang VIP," katanya datar, menunjukkan lencana kerja sementaranya.

Salah satu pengawal memeriksa troli sekilas, lalu membuka pintu, membiarkan Raka mendorongnya masuk sejauh ambang pintu — cukup untuk melihat interior ruangan tanpa benar-benar memasukinya.

Di dalam, Setiawan berdiri membungkuk hormat di hadapan seorang pria tua berjas gelap yang duduk tenang di kursi kulit, punggungnya tegap meski usianya sudah lebih dari enam puluh tahun, rambutnya putih rapi, dan di sudut matanya terdapat bekas luka tipis yang tak pernah bisa dihapus operasi plastik sekalipun — luka yang sama persis dengan yang Raka ingat dari foto lama seorang komandan tertinggi yang pernah memberi penghargaan langsung kepadanya, bertahun-tahun sebelum semuanya hancur.

Untuk sepersekian detik, mata tua itu terangkat, menatap lurus ke arah pintu — ke arah petugas keamanan yang mendorong troli makanan.

Raka menundukkan kepala secara alami, seperti petugas rendahan yang tak berani menatap tamu penting terlalu lama, tapi dalam hati, ia tahu pasti sekarang: wajah itu bukan tiruan, bukan kesalahan identifikasi.

Jenderal Wirawan Kusnandar masih hidup, dan berdiri hanya beberapa meter darinya.

"Cukup di sini," kata salah satu pengawal, mengambil alih troli sebelum Raka sempat melangkah lebih jauh. "Kami yang urus dari sini."

Raka mundur, membungkuk sopan, berbalik keluar ruangan dengan langkah tenang seorang petugas yang baru saja menyelesaikan tugas sederhana — meski setiap sel dalam tubuhnya berteriak untuk berlari sejauh mungkin dari ruangan itu.

Begitu pintu tertutup di belakangnya, ia menekan earpiece-nya pelan. "Konfirmasi. Dia benar-benar hidup. Dan dia baru saja melihat wajahku."

Hening sejenak di earpiece sebelum suara Wulan menjawab, lebih pelan dari biasanya, penuh kekhawatiran yang jarang ia tunjukkan. "Raka... kalau dia sadar kau melihatnya balik, kalau dia menghubungkan wajahmu dengan siapa dirimu sebenarnya—"

"Maka kita baru saja mengubah dari sekadar pengintaian, menjadi ancaman langsung bagi rencana mereka," selesai Raka sendiri, langkahnya makin cepat menjauh dari ruang eksekutif tanpa terlihat panik. "Kita perlu keluar dari gedung ini secepat mungkin, dengan cara yang tidak mencurigakan."

Di earpiece, suara Bara masuk mendadak, tegang, terpotong-potong oleh kebisingan latar. "Raka— ada masalah di zona tamu umum. Seseorang baru saja pingsan dekat meja Cinta, dan aku rasa itu bukan kebetulan.

1
Eka P
c
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!