Bismillah..
Iffah gadis kecil yang percaya dengan janji seorang laki-laki yang akan menikahinya jika dewasa nanti dan selalu percaya dengan perkataan laki-laki tersebut sampai Iffah dewasa ..
Iffah banyak sekali cobaan untuk bertahan dan terus memegang janji laki-laki itu.
Apakah Iffah akan bertemu dengan laki-laki yang berjumpa sewaktu kecil atau kah Iffah akan bertemu dengan pujaan hati yang baru..
yuk simak selanjutkan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dedeifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
..
Hari sudah sore. Sahabatku sudah pulang tapi Naya belum pulang. Aku kepikiran terus Naya kemana? sambil membereskan ruang tamu yang sangat berantakan. Aku mendengar ketawa-ketawa di luar seperti suara Naya. Aku melihat ke arah jendela dan betul itu Naya.
"Assalamualaikum" Naya masuk rumah dengan sangat gembira.
"Wa'alaikumsalam, kenapa pulangnya sore sekali Nay?" tanyaku yang penasaran kemana Naya pergi sama Boy dan pulangnya Naya sangat senang.
"Iya kak, maaf yaa kak aku baru pulang hehe. Tadi aku sama Boy hanya main ke kafe depan kok tidak jauh dan kakak tau aku di kasih hadiah sama Boy (mengeluarkan dari dalam tas sebuah bingkisan yang tidak terlalu besar dan masih rapih di bungkus)." kata Naya yang sangat senang dapat hadiah.
"Coba buka, penasaran isinya apa?" kataku sambil merapihkan ruang tamu.
"Aku buka nih" Naya yang fokus membuka hadiah dari Boy.
Aku masih membersihkan ruang tamu sambil sesekali melirik ke arah Naya dan ingin tahu apa sih isinya hehe.
"Kak Iffah lihat (menunjukkan isi hadiahnya) lucu banget Kak aku suka dan kata Boy tadi bilang Dia buat sendiri kak semalam" kata Naya merasa senang isi hadiahnya ada gambar Naya sedang duduk manis bersama laki-laki.
"Laki-laki itu siapa Nay?" kataku yang tidak tahu.
"Kalau aku ingat-ingat sepertinya ini saat aku dan Boy duduk di taman minggu lalu" kata Naya sambil mengingat-ingat kejadian minggu lalu pulang sekolah ke taman.
"Sepertinya Boy suka sama kamu Nay. Cie cie Naya dan dapat kado pertama juga dari Boy" kataku yang meledek Naya.
"Hahaha, tidak mungkin Boy suka sama aku kak jangan bercanda dan walaupun sifatnya aneh ya kak. Boy akan mencari perempuan yang cantik lah ya masa aku yang mukanya biasa saja. Itu sangat tidak mungkin aku senang banget dapet hadiah pertama dari laki-laki yang dekat sama aku " kata Naya sambil tertawa karena Aku bilang Boy suka sama Naya.
"Iya sudah, sekarang kamu mandi dan setelah mandi kita makan ya, Kaka sudah buat nasi goreng hehe" kataku sambil meninggalkan Naya di ruang tamu karena masih senang melihat hadiah dari Boy.
Nay, kamu kenapa tidak sadar jika Boy suka sama kamu dan itu kelihatan banget Boy suka sama kamu dan tadi sudah menunjukkan ke kita semua kalau Boy cemburu saat Kak Leo menatap kamu seperti itu. Tapi ya sudahlah tidak papa supaya Naya sadar sendiri saja hehe.
"Anak Bunda yang paling ganteng pulang" kata Boy langsung masuk ke rumah dengan sangat bahagia dan tidak aneh buat penghuni keluarga Sanjaya jika anaknya yang bernama Boy Kusuma Sanjaya merasa paling ganteng di rumah dan kalau di luar rumah Boy tidak terlalu suka di bilang ganteng.
"Ciee yang baru pulang abis jalan sama Naya hehe" kata Adit yang sedang menonton di ruang tamu.
"Kak apa sih hehe" kata Boy langsung duduk di samping Adit.
"Emang kakak tidak tahu apa kalau kamu itu suka kan sama Naya?? Ayo ngaku hahaha" kata Adit melihat ke arah Boy sambil senyum-senyum.
"Aku engga suka sama Naya dan aku hanya ingin berteman saja sama Naya soalnya lucu orangnya walaupun kalau udah marah jutek banget kak" kata Boy berusaha menyembunyikan perasaannya kepada Adit.
Kak Adit tahu dari mana kalau aku suka sama Naya dan aku harus gimana sekarang. Aku tidak mau Naya tahu perasaan aku itu akan membuat aku canggung nanti sama Naya.
"Kamu hanya ingin berteman, okelah hehe kalau kata kakak sepertinya Leo suka sama Naya? kata kamu gimana Boy?" Adit yang mulai memancing Boy untuk jujur tapi di luar dugaan reaksi Boy.
"Kata aku sepertinya juga iya kak, aku ke kamar dulu ya kak mau mandi dadah kakak" kata Adit langsung pergi ke kamar tanpa melihat ke arah Adit.
Apa sih Kak Adit, aku tahu kenapa tanya itu supaya aku ke pancing kan haha. Maaf Kak Adit sekarang aku sudah besar tidak akan ke pancing sama kakak dan perasaan suka aku cukup aku dan Allah yang tahu. Semuanya mungkin hanya menebak saja haha.
"Sepertinya dugaan aku salah" Adit langsung menyerah dan melanjutkan menonton.
Di kediaman Keluarga Arya.
Di sore hari yang sangat enak untuk bersantai. Ada pasangan suami istri yang sedang bersantai di halaman taman belakang dengan menikmati teh dan cemilan kesukaan keduanya. Mereka bercanda dan tertawa membahas masa muda. Tapi tidak bertahan lama karena satu pembahasan yang membuat mereka bertengkar.
"Mami, tadi siang Wijaya telepon papi dan berkata "Bagaimana jika Putra dan Iffah di nikahkan setelah lulus sekolah SMA? Menurut Mami bagaimana?" kata Arya yang menanyakan hal ini dengan hati-hati karena istrinya sama seperti istri Wijaya yang kurang setuju dengan rencana aku dan Wijaya.
"APA? Kenapa jadi menikahkan abis lulus SMA dan Papi nanti bagaimana Putra akan memberi makan anak orang sedangkan Putra saja belum kerja? dan Mami tidak mau mendengar Papi bilang 'Putra bisa kerja di kantor Papi'. Ingat ya Papi, Mami untuk saat ini tidak bisa bilang setuju atau tidak karena semua keputusan ada di tangan Putra." kata Mami yang sudah mulai malas membicarakan ini terus dan di tambah minta di nikahkan setelah lulus SMA lagi.
"Nanti Papi bicarakan lagi sama Wijaya baiknya seperti apa untuk janji Papi dan Wijaya sudah di buat waktu dulu." kata Arya yang menenangkan Istri nya agar tidak semakin marah.
"Papi kan juga tahu, selama ini perjuangan Putra seperti apa mencari sosok gadis yang Dia temui waktu kecil dan jika kita tidak pindah rumah Putra pasti sudah dekat gadis itu." Lala yang merasa sedih karena anak laki-lakinya sangat mencintai gadis kecilnya itu.
"Iya, iya Papi tahu, nanti Papi bicarakan lagi dengan Wijaya." Arya langsung memeluk Lala dengan romantis.
"Papi harus janji jika nanti Putra menolak untuk di jodohkan Mami mohon jangan Putra ya untuk menerima perjodohan ini. Mami tidak mau Putra jadi tertekan huhu" Lala yang sudah mengeluarkan air matanya.
Arya yang tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat Istrinya menangis. Itulah yang membuat Arya tidak mau membahas anak-anak bersama Istrinya karena istrinya tidak suka jika anaknya di paksa untuk mengikuti kemauan orang tua dan di suruh memilih pilihannya sendiri.
Di dekat pintu masuk ada seorang anak kecil yang mendengarkan percakapan ke dua orang tuanya siapa lagi kalau bukan ICA. Gadis lucu yang niatnya ingin mengagetkan Papi, Mami nya tapi malah mendengar tentang perjodohan kakak laki-lakinya. Karena Ica masih kecil jadi tidak paham dan langsung berlari ke kamarnya.
Apa Ica bilang sama Kak Putra tapi pasti nanti aku di marahin lebih baik Ica pura-pura tidak tahu saja apa yang di bicarakan Mami dan Papi tadi.
Selamat Membaca.. ❤️
Knp lama up nya
SEMANGAT UP NYA!!!