Indonesia
NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:174k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis

“Heeeeeaa…! Bom!”

Guncangan hebat menyebar ke segala arah, debu dan kerikil melayang tinggi tertiup angin kencang dari benturan dua energi dahsyat. Tanah di bawah kaki mereka retak memanjang, dan pepohonan rindang di pinggir lapangan terbuka itu miring hingga patah batangnya.

Sosok berjubah hitam melangkah mundur dua langkah, lalu tertawa sinis sambil menunjuk lawannya dengan jari telunjuk. “Huh, Su Jiu… Pisau dapurmu itu benar-benar payah. Sudah ribuan tahun berlalu, tetap saja tumpul dan tak berubah sama sekali!”

Pria yang dipanggil Su Jiu—tetua agung dari Sekte Pisau Darah—mengibaskan debu di lengan jubah merah gelapnya, lalu menyeringai lebar menampakkan deretan gigi yang sedikit tajam. “Hahahaha… Li Jian, kau hanyalah iblis tua yang tak tahu malu! Biarpun tumpul, pisau ini tetap tak pernah gagal menahanmu, dan kau pun dari dulu sampai sekarang tak pernah sekalipun mampu mengalahkanku!”

Pertarungan singkat itu baru saja berakhir, namun ejekan dan cemoohan terus berlanjut seolah menjadi bagian dari persaingan abadi mereka. Dua sosok tua ini adalah perwakilan tertinggi dari dua kekuatan yang paling ditakuti sekaligus dihindari di wilayah selatan Kerajaan Jiang: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis.

Di sekeliling mereka, barisan murid kedua sekte berdiri berhadapan. Mata mereka melotot tajam penuh amarah, tangan mencengkeram gagang senjata erat-erat, dan napas mereka memburu seolah siap meledak kapan saja. Jika saja bukan karena perintah tegas dari para tetua agung yang melarang pertumpahan darah sebelum masuk ke Alam Mistis, pasti saat ini mereka sudah saling menerjang, menebas, dan membunuh tanpa ampun.

Perselisihan antara kedua sekte ini sudah berakar sejak berabad-abad lalu. Bagi mereka, bertarung dan menumpahkan darah adalah kewajiban sekaligus cara hidup. Aturan yang melindungi nyawa sesama di sini tak berlaku bagi mereka—bahkan sesama murid satu sekte pun bisa saling berhadapan hingga mati jika terlibat persaingan kekuasaan atau sumber daya. Namun di balik permusuhan yang tampak tak berujung itu, ada satu hal yang aneh: jika menghadapi musuh dari luar atau ancaman yang mengancam keberadaan mereka berdua, mereka akan segera meletakkan perselisihan dan bertarung bahu-membahu dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan.

Su Jiu melangkah maju selangkah, sorot matanya menyapu murid-muridnya yang masih menahan amarah. “Tenanglah! Menebas leher teman sekampung sendiri tidak akan membuatmu menjadi kuat. Kekuatan sejati baru terasa saat kau merobek musuh yang berani menantang hakmu!”

Li Jian pun menyambung sambil tersenyum miring yang menakutkan. “Benar kata kawan tua ini. Di luar sana, di dalam Alam Mistis, ada banyak sekte yang berlagak suci dan beradab. Mereka menganggap kita sampah dan pembawa kerusakan. Tunjukkan pada mereka siapa yang berhak mengambil apa yang ada di sana! Tunjukkan pada mereka bahwa darah dan ketakutan adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami!”

Di kedua sekte ini, aturannya sangat sederhana namun kejam: kekuatan adalah raja mutlak. Tidak peduli latar belakang apa, tidak peduli dari mana asalnya—siapa yang paling kuat, dialah yang paling dihormati, dialah yang berhak memimpin. Di tempat lain, orang menghormati kekuatan dengan rasa segan dan kagum; namun di sini, rasa hormat itu bercampur dengan ketakutan yang meresap hingga ke tulang sumsum. Itulah perbedaan besar antara sekte yang berjalan di jalan terang dan mereka yang melangkah di tepi jurang.

Mereka tidak datang ke sini untuk bersahabat, tidak pula untuk berbagi pengetahuan. Mereka datang untuk mengambil apa yang dianggap milik mereka, dan siap menumpahkan siapa saja yang menghalangi jalan—baik itu perwakilan sekte kelas dua, tiga, bahkan sekte besar seperti Sekte Pedang sekalipun.

Sementara itu, di kejauhan di balik bukit, rombongan kapal udara Sekte Pedang baru saja mendarat dengan tenang. Riu Han dan rekan-rekannya berdiri di sisi lain hutan, diam-diam menyaksikan pemandangan itu. Pah Long melambai pelan memberi isyarat agar mereka tidak bersuara.

1
Supendi Supendi
iya tidak seperti dewa kematian dan hantu pedang
Supendi Supendi
iya benar kalau di cerita yg lain udah jadi kultivator tanpa tanding thor
Adek Darmansyah
ngk Update kah Thorrr
Dika Arungan
bagus
Aman Wijaya
njeduk pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gandos jooooz jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Supendi Supendi
lanjut Thor semoga tidak mengecewakan
Sandi Paelani
skip dong ga jelas mana MC mana pelakunutama mana peran tambahan semua di ceritain tapi kemampuan si MC cuman sampahhh🤭🤭🤭🤭
Sandi Paelani
ceritanya melebar ke mana mana MC nya cuman sepotong sepotong tanpa iimbuhan jagoan tetep aja murid begoo😄😄😄😄
Adek Darmansyah
Grazy up la skali2 thorrr
Nanik S
Cerita ini bagus... tapi banyak kata yang kurang pas ... misalnya kata kakak ....
Nanik S
Makin menarik👍👍👍
🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Riu Han belum mencoba membuat Pil Tingkat Delapan Kelas Atas.
🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥🔥
Nanik S
Shiiiip💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!