Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Bab 1: Riu Han

Riu Han seorang bocah laki-laki yang baru berusia enam tahun dari keturunan Klan Riu, salah satu klan yang cukup dihormati di wilayah Pegunungan Awan Putih. Sejak lahir, ia diharapkan bisa melanjutkan nama baik keluarganya dengan menguasai ilmu kultivasi yang menjadi dasar kehidupan setiap orang di dunia ini.

Namun, takdir berkata lain. Saat usianya menginjak empat tahun, saat anak-anak lain seusianya sudah mulai merasakan dan menarik energi alam ke dalam tubuhnya, Riu Han justru tidak merasakan apa-apa. Setelah diperiksa oleh tetua klan, diketahui bahwa ia memiliki saluran energi yang tersumbat. Kondisi ini membuatnya tidak dapat menyalurkan energi alam sedikit pun—hal yang sama artinya dengan tertutupnya jalan untuk berkultivasi selamanya.

Di lingkungan yang mengagungkan kekuatan, menjadi orang yang tidak bisa berkultivasi sama saja dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Banyak orang mulai memandangnya dengan pandangan iba, bahkan ada yang mencemooh dan menganggapnya sebagai aib bagi Klan Riu.

Meskipun hatinya sering terasa perih mendengar kata-kata sinis orang lain, Riu Han tidak pernah menyerah. Setiap hari, tanpa lelah ia mengulangi gerakan dasar yang diajarkan kepada semua pemuda klan: menarik napas dalam-dalam, membayangkan energi alam masuk lewat pori-pori kulit, lalu menyalurkannya ke seluruh bagian tubuh. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, namun tidak ada satu pun tetes energi yang berhasil ia kumpulkan. Tubuhnya tetap terasa kosong, sama seperti saat ia baru mulai berlatih.

“Tak apa, setidaknya aku sudah berusaha,” gumamnya pelan pada diri sendiri setiap kali merasa lelah dan putus asa.

Suatu sore, saat matahari mulai condong ke barat memancarkan cahaya keemasan, Riu Han kembali pergi ke hutan kecil yang terletak di belakang perumahan klan. Tempat ini sepi, jarang dikunjungi orang lain, sehingga ia bisa berlatih tanpa mendengar cemoohan atau tatapan kasihan siapa pun.

Ia berdiri di bawah naungan pohon raksasa yang batangnya begitu lebar sehingga butuh lima orang dewasa bergandengan tangan untuk melingkarinya. Pohon itu bernama pohon Kayu Keabadian, konon sudah tumbuh sejak ribuan tahun silam. Riu Han mulai melatih gerakan pernapasannya seperti biasa, matanya terpejam rapat, berusaha sekuat tenaga merasakan hembusan energi di sekitarnya. Namun lagi-lagi, usahanya sia-sia.

Karena merasa kecewa, ia duduk bersandar pada batang pohon itu sambil menghela napas panjang. Tiba-tiba, telapak tangannya yang menempel pada kulit pohon merasakan sesuatu yang aneh. Ada lekukan samar yang membentuk pola lingkaran, persis seukuran telapak tangan anak-anak seusianya. Riu Han menggosok-gosokkan tangannya di sana, rasa penasaran mengalahkan rasa lelahnya.

Saat ia menekan bagian tengah lekukan itu dengan sedikit tenaga, terdengar suara gemeretak pelan namun jelas. Tanah di bawah kakinya sedikit bergetar, dan perlahan-lahan dinding batang pohon yang terlihat kokoh itu terbuka ke samping, membuka sebuah celah gelap yang cukup besar untuk dimasuki satu orang anak.

Riu Han tertegun, matanya terbelalak tak percaya. Jantungnya berdegup kencang karena campuran rasa takut dan penasaran. Ia melirik ke sekeliling hutan yang mulai gelap, memastikan tidak ada orang lain yang melihat kejadian ini. Setelah merasa aman, ia memberanikan diri melangkah masuk ke dalam celah itu.

Begitu kakinya melangkah melewati pintu rahasia itu, celah di belakangnya tertutup kembali secara otomatis tanpa menimbulkan suara keras. Di dalamnya, semula terasa gelap gulita dan lembap. Namun, seiring berjalannya waktu, matanya mulai terbiasa dengan kegelapan itu. Ia melihat bahwa ruangan ini tidaklah sempit. Langit-langitnya cukup tinggi, dan dinding-dindingnya terbuat dari batu halus yang mengeluarkan cahaya keperakan samar, cukup untuk menerangi seluruh isi ruangan.

Udara di dalam ruangan ini terasa sangat sejuk dan segar, bahkan terasa lebih pekat dibandingkan udara di luar hutan. Riu Han melangkah perlahan mengamati sekeliling. Tidak ada benda berbahaya yang terlihat, hanya ada sebuah alas duduk dari batu yang halus berada tepat di tengah ruangan, serta beberapa ukiran simbol yang tidak dikenalnya terpahat rapi di dinding.

“Tempat apa ini?” bisiknya lirih.

Ia merasa sangat tenang di sini. Semua beban pikiran, rasa malu, dan lelah yang selama ini membebani dadanya seolah terangkat begitu saja. Di tempat ini, tidak ada yang tahu ia cacat dalam berkultivasi; tidak ada yang akan mengejeknya karena usahanya yang tidak membuahkan hasil.

Sejak hari itu, Riu Han menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Setiap hari sepulang berlatih atau saat ia ingin menyendiri, ia akan datang ke tempat tersembunyi di dalam pohon raksasa itu. Ruangan itu menjadi tempat perlindungan sekaligus satu-satunya tempat di mana ia merasa benar-benar damai. Ia belum tahu bahwa ruangan yang ia temukan secara tidak sengaja itu bukanlah tempat biasa—melainkan pintu gerbang menuju sebuah warisan kuno yang telah ditunggu selama ribuan tahun, dan mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mengubah nasibnya yang dianggap sudah tertutup jalan itu.

Terpopuler

Comments

Supendi Supendi

Supendi Supendi

lanjut Thor semoga tidak mengecewakan

2026-08-26

0

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

alur cerita diawal bagus Thor semangat 👍👍

2026-07-29

0

Andira

Andira

👍

2026-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Riu Han
2 Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3 Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4 Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5 Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6 Bab 6: Asal Usul Long Siu
7 Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8 Bab 8: Berlatih
9 Bab 9: Kota Jiang
10 Bab 10: Ling Cun
11 Bab 11: Kembali Berkultivasi
12 Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13 Bab 13: Berburu
14 Bab 14: Pertempuran Sengit
15 Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16 Bab 16: Sekte Pedang
17 Bab 17: Jing Hu
18 Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19 Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20 Bab 20: Gunung Pedang
21 Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22 Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23 Bab 23: Menjalankan Misi
24 Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25 Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26 Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27 Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28 Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29 Bab 29: Alam Mistis
30 Bab 30: Jing Hao
31 Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32 Bab 32: Alam Mistis Kuno
33 Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34 Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35 Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36 Bab 36: Pohon Sumber
37 Bab 37: Naik Tingkat
38 Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39 Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40 Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41 Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42 Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43 Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44 Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45 Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46 Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47 Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48 Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49 Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50 Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51 Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52 Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53 Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54 Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55 Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56 Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57 Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58 Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59 Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60 Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61 Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62 Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63 Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64 Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65 Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66 Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67 Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68 Bab 68: sampai di kota qin
69 Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70 Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71 Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72 Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73 Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74 Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75 Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76 Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77 Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78 Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79 Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80 Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81 Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82 Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83 Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84 Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85 Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86 Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87 Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88 Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89 Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90 Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91 Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92 Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93 Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94 Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95 Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96 Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97 Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98 Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99 Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100 Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101 Bab 101: Tamu yang Dicari
102 Bab 102: binatang roh level 9
103 Bab: 103: cairan inti bumi
104 Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105 Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106 Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107 Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108 Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109 Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110 Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111 Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112 Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113 Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114 Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115 Bab115:Pil Embun
116 Bab116:kabar yang mengejutkan
117 Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118 Bab118: hadiah untuk sang raja
119 Bab119: perang saudara demi tahta
120 Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121 Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122 Bab122: kembali ke sekte pedang
123 Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124 Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125 Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126 Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127 Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128 Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129 Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130 Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Riu Han
2
Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3
Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4
Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5
Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6
Bab 6: Asal Usul Long Siu
7
Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8
Bab 8: Berlatih
9
Bab 9: Kota Jiang
10
Bab 10: Ling Cun
11
Bab 11: Kembali Berkultivasi
12
Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13
Bab 13: Berburu
14
Bab 14: Pertempuran Sengit
15
Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16
Bab 16: Sekte Pedang
17
Bab 17: Jing Hu
18
Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19
Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20
Bab 20: Gunung Pedang
21
Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22
Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23
Bab 23: Menjalankan Misi
24
Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25
Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26
Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27
Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28
Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29
Bab 29: Alam Mistis
30
Bab 30: Jing Hao
31
Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32
Bab 32: Alam Mistis Kuno
33
Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34
Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35
Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36
Bab 36: Pohon Sumber
37
Bab 37: Naik Tingkat
38
Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39
Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40
Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41
Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42
Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43
Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44
Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45
Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46
Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47
Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48
Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49
Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50
Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51
Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52
Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53
Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54
Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55
Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56
Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57
Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58
Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59
Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60
Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61
Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62
Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63
Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64
Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65
Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66
Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67
Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68
Bab 68: sampai di kota qin
69
Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70
Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71
Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72
Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73
Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74
Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75
Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76
Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77
Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78
Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79
Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80
Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81
Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82
Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83
Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84
Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85
Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86
Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87
Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88
Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89
Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90
Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91
Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92
Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93
Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94
Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95
Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96
Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97
Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98
Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99
Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100
Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101
Bab 101: Tamu yang Dicari
102
Bab 102: binatang roh level 9
103
Bab: 103: cairan inti bumi
104
Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105
Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106
Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107
Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108
Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109
Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110
Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111
Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112
Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113
Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114
Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115
Bab115:Pil Embun
116
Bab116:kabar yang mengejutkan
117
Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118
Bab118: hadiah untuk sang raja
119
Bab119: perang saudara demi tahta
120
Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121
Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122
Bab122: kembali ke sekte pedang
123
Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124
Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125
Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126
Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127
Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128
Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129
Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130
Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!