Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon

Semakin sering Riu Han datang ke tempat itu, semakin ia sadar bahwa ruangan di dalam pohon Kayu Keabadian ini bukanlah ruang kosong biasa. Awalnya ia mengira hanya ada dinding batu dan alas duduk sederhana, namun saat ia mulai menjelajahi setiap sudutnya dengan lebih teliti, ia terkejut bukan main.

Ruangan itu ternyata tersusun sangat rapi dan terasa hidup. Di satu sisi, terdapat sebuah alas tidur yang dibentuk dari batu halus, namun dilapisi dengan serat tumbuhan yang lembut dan harum, terasa selembut kain sutra saat disentuh. Di sisi lain, ada semacam meja kecil dan bangku yang juga terukir dengan sangat halus, seolah dibuat oleh tangan ahli yang sangat terampil. Bahkan udara di dalamnya selalu terasa sejuk, tidak lembap sama sekali meski berada di dalam batang pohon raksasa selama ratusan tahun.

“Tempat ini benar-benar indah… seperti rumah kecil yang tersembunyi dari dunia luar,” gumam Riu Han sambil duduk bersandar di tepi alas tidur itu.

Hatinya terasa sangat senang. Selama ini, ia selalu merasa terasing di klannya sendiri—di mana-mana ia hanya mendengar bisikan, tatapan kasihan, atau kata-kata yang meremehkan usahanya. Namun di sini, semuanya terasa berbeda. Tidak ada yang tahu ia memiliki saluran energi tersumbat, tidak ada yang akan mengejeknya meski ia berlatih berjam-jam tanpa hasil. Ruangan ini menjadi pelarian sempurna, tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut atau malu.

Setiap hari, setelah menghabiskan waktu berlatih di luar hutan hingga tubuhnya terasa lemas dan keringat membasahi seluruh pakaiannya, Riu Han akan segera menuju tempat rahasia itu. Di sana ia bisa beristirahat dengan tenang, memulihkan tenaga, dan melupakan sejenak segala kekecewaan yang menimpanya.

Pada suatu sore yang cerah, setelah seharian mengulangi gerakan dasar kultivasi yang sama tanpa perubahan sedikit pun, Riu Han kembali masuk ke dalam ruangan itu. Ia merasa sangat lelah hingga tulang-tulang kecilnya terasa ngilu. Tanpa berpikir panjang, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas alas tidur yang empuk itu, berniat beristirahat sejenak sebelum pulang ke kediamannya.

Saat ia menggeser posisi tubuhnya agar lebih nyaman, matanya secara tidak sengaja melirik ke celah sempit di bawah alas tidur tersebut. Di antara bayangan remang cahaya dinding batu, terlihat sesuatu yang menonjol sedikit dan berwarna sangat gelap, kontras dengan nuansa keperakan di seluruh ruangan itu.

Riu Han mengerutkan kening, rasa penasarannya langsung muncul. Ia menggeser tubuhnya ke sisi tempat tidur, lalu menjulurkan kepala dan matanya untuk melihat lebih jelas. Di sana, tersembunyi rapat di bagian paling bawah, teronggok sebuah benda berbentuk persegi panjang yang tampak seperti peti atau kotak. Warnanya hitam pekat, seolah menyerap semua cahaya yang menyentuhnya, sehingga sulit melihat detail ukuran atau bentuknya secara pasti dari kejauhan.

Dengan hati-hati, Riu Han turun dari tempat tidur dan mendekat perlahan. Ia berjongkok di depan benda itu, lalu mengusap debu halus yang menempel sedikit di bagian atasnya. Benar saja, itu adalah sebuah kotak besar yang terbuat dari bahan yang tidak dikenalnya—permukaannya terasa dingin, halus, dan sangat kokoh, tidak ada satu pun goresan atau tanda kerusakan meski sudah tergeletak di sana entah sejak kapan.

Ia menatap kotak hitam itu dengan pandangan penuh tanya. Dari mana asalnya? Mengapa bisa tersembunyi di tempat ini? Siapa yang meletakkannya di sana?

Namun, meski rasa ingin tahunya meluap-luap, Riu Han mengurungkan niatnya untuk membukanya saat itu juga. Ia merasa ada sesuatu yang membuatnya enggan terburu-buru, seolah kotak itu memiliki kesakralan tersendiri yang perlu dihormati. Ia hanya duduk diam di depannya, menatap permukaan hitam yang tenang itu, tanpa berani menyentuhnya lebih jauh atau mencoba membuka tutupnya.

Hingga matahari mulai condong ke ufuk barat dan cahaya di dalam ruangan itu perlahan meredup, Riu Han masih memandangi kotak misterius itu. Ia tahu, keberadaan benda ini pasti bukan kebetulan. Namun untuk saat ini, ia memutuskan untuk menyimpan penemuan baru ini bersama rahasia ruangan itu sendiri, tanpa memberitahu siapa pun, dan tanpa tergesa-gesa mencari tahu apa yang tersimpan di dalamnya.

Terpopuler

Comments

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

lanjut Thor tetap semangat berkarya

2026-07-29

0

Nanik S

Nanik S

Kotak Kuno siapa tahu berisi Kitab

2026-07-19

0

Ilham Yono

Ilham Yono

good job

2026-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Riu Han
2 Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3 Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4 Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5 Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6 Bab 6: Asal Usul Long Siu
7 Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8 Bab 8: Berlatih
9 Bab 9: Kota Jiang
10 Bab 10: Ling Cun
11 Bab 11: Kembali Berkultivasi
12 Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13 Bab 13: Berburu
14 Bab 14: Pertempuran Sengit
15 Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16 Bab 16: Sekte Pedang
17 Bab 17: Jing Hu
18 Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19 Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20 Bab 20: Gunung Pedang
21 Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22 Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23 Bab 23: Menjalankan Misi
24 Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25 Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26 Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27 Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28 Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29 Bab 29: Alam Mistis
30 Bab 30: Jing Hao
31 Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32 Bab 32: Alam Mistis Kuno
33 Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34 Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35 Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36 Bab 36: Pohon Sumber
37 Bab 37: Naik Tingkat
38 Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39 Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40 Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41 Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42 Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43 Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44 Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45 Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46 Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47 Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48 Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49 Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50 Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51 Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52 Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53 Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54 Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55 Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56 Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57 Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58 Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59 Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60 Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61 Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62 Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63 Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64 Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65 Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66 Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67 Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68 Bab 68: sampai di kota qin
69 Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70 Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71 Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72 Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73 Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74 Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75 Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76 Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77 Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78 Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79 Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80 Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81 Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82 Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83 Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84 Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85 Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86 Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87 Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88 Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89 Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90 Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91 Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92 Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93 Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94 Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95 Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96 Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97 Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98 Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99 Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100 Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101 Bab 101: Tamu yang Dicari
102 Bab 102: binatang roh level 9
103 Bab: 103: cairan inti bumi
104 Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105 Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106 Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107 Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108 Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109 Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110 Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111 Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112 Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113 Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114 Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115 Bab115:Pil Embun
116 Bab116:kabar yang mengejutkan
117 Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118 Bab118: hadiah untuk sang raja
119 Bab119: perang saudara demi tahta
120 Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121 Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122 Bab122: kembali ke sekte pedang
123 Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124 Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125 Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126 Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127 Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128 Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129 Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130 Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Riu Han
2
Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3
Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4
Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5
Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6
Bab 6: Asal Usul Long Siu
7
Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8
Bab 8: Berlatih
9
Bab 9: Kota Jiang
10
Bab 10: Ling Cun
11
Bab 11: Kembali Berkultivasi
12
Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13
Bab 13: Berburu
14
Bab 14: Pertempuran Sengit
15
Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16
Bab 16: Sekte Pedang
17
Bab 17: Jing Hu
18
Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19
Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20
Bab 20: Gunung Pedang
21
Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22
Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23
Bab 23: Menjalankan Misi
24
Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25
Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26
Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27
Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28
Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29
Bab 29: Alam Mistis
30
Bab 30: Jing Hao
31
Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32
Bab 32: Alam Mistis Kuno
33
Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34
Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35
Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36
Bab 36: Pohon Sumber
37
Bab 37: Naik Tingkat
38
Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39
Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40
Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41
Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42
Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43
Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44
Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45
Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46
Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47
Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48
Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49
Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50
Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51
Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52
Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53
Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54
Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55
Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56
Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57
Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58
Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59
Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60
Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61
Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62
Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63
Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64
Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65
Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66
Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67
Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68
Bab 68: sampai di kota qin
69
Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70
Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71
Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72
Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73
Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74
Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75
Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76
Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77
Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78
Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79
Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80
Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81
Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82
Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83
Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84
Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85
Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86
Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87
Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88
Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89
Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90
Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91
Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92
Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93
Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94
Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95
Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96
Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97
Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98
Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99
Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100
Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101
Bab 101: Tamu yang Dicari
102
Bab 102: binatang roh level 9
103
Bab: 103: cairan inti bumi
104
Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105
Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106
Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107
Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108
Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109
Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110
Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111
Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112
Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113
Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114
Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115
Bab115:Pil Embun
116
Bab116:kabar yang mengejutkan
117
Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118
Bab118: hadiah untuk sang raja
119
Bab119: perang saudara demi tahta
120
Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121
Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122
Bab122: kembali ke sekte pedang
123
Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124
Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125
Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126
Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127
Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128
Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129
Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130
Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!