Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin

Begitu tetesan darah Riu Han terserap sempurna ke dalam cincin hitam itu, ikatan antara pemilik dan benda pusaka pun terbentuk. Tidak ada rasa sakit atau kejutan yang berlebihan, hanya sebuah getaran halus yang menjalar dari ujung jarinya menuju seluruh tubuhnya. Namun, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar melampaui dugaan akal sehatnya.

Tiba-tiba, cahaya hitam keemasan yang semula hanya memancar samar, meluas dengan cepat menyelimuti seluruh tubuh Riu Han. Rasanya seperti terseret ke dalam pusaran angin yang sangat lembut namun tak tertahankan. Sekejap saja, kesadarannya terasa melayang, tetapi yang membuatnya terkejut bukan hanya pikirannya—ia masih bisa merasakan berat tubuhnya, napasnya, dan detak jantungnya yang berdegup normal.

Ketika cahaya itu perlahan memudar, Riu Han membuka matanya perlahan. Napasnya tertahan, dan matanya terbelalak lebar tak percaya. Ia baru menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada di ruangan batu di dalam pohon Kayu Keabadian tadi. Ia telah berpindah tempat sepenuhnya, membawa seluruh raganya masuk ke dalam cincin itu sendiri.

Selama ini, dalam semua cerita dan pengetahuan yang ia dengar di klan, sebuah cincin ruangan atau benda penyimpan ruang hanya bisa dimasuki oleh kesadaran pemiliknya saja. Tubuh jasmani tidak mungkin dapat masuk ke dalam ruang yang ukurannya terbatas. Namun kenyataan di hadapannya membuktikan sebaliknya—cincin ini berbeda dari apa pun yang pernah dikenal orang. Ia bukan sekadar wadah untuk menyimpan barang, melainkan sebuah ruang independen yang berdiri sendiri, memiliki hukum alamnya sendiri, dan bahkan membentang seluas sebuah dunia kecil yang tak terlihat batasnya.

Di hadapan matanya terbentang pemandangan yang sangat memukau. Langit di atas berwarna biru jernih yang diselimuti kabut tipis berwarna keemasan, udaranya terasa jauh lebih kental dan segar dibandingkan tempat mana pun di dunia luar. Di kejauhan terlihat perbukitan hijau yang subur, aliran sungai yang airnya berkilauan bagaikan cairan kristal, serta padang rumput yang membentang luas tanpa ujung. Energi alam di tempat ini terasa begitu padat hingga terlihat seperti butiran-butiran cahaya yang melayang-layang di udara.

Saat Riu Han masih tertegun dan tak mampu mengucapkan sepatah kata pun, sebuah suara yang sudah dikenalnya terdengar tepat di samping telinganya.

“Eh, bocah… kamu adalah anak paling beruntung yang pernah ada di ribuan tahun terakhir. Bisa menemukan dan mengikat warisan ini, sungguh tak disangka-sangka.”

Riu Han terkejut, lalu menoleh dengan cepat. Berdiri tepat di sampingnya adalah sosok seorang pemuda tampan berusia sekitar dua puluh tahun, berpakaian jubah panjang berwarna hitam dengan hiasan pola awan kuno. Wajahnya terlihat tenang namun memancarkan wibawa yang mendalam, seolah telah hidup selama ribuan tahun. Ini pasti Long Siu, jiwa yang bersemayam di dalam cincin itu.

Melihat sosok nyata di hadapannya, Riu Han baru benar-benar sadar bahwa apa yang ia alami bukanlah mimpi atau khayalan belaka. Ia menelan ludah, lalu membungkukkan badan sedikit sebagai tanda hormat, meski rasa bingung dan takjub masih tergambar jelas di wajahnya.

“Jadi… ini benar-benar dunia di dalam cincin itu?” tanyanya dengan suara sedikit bergetar karena takjub. “Selama ini aku tahu cincin ruangan hanya untuk menyimpan barang, dan tidak bisa dimasuki dengan tubuh. Tapi mengapa aku bisa masuk ke sini secara utuh?”

Long Siu tersenyum tipis, lalu melangkah maju memandangi sekelilingnya seolah mengenang masa lalu. “Itulah bedanya benda biasa dengan pusaka tingkat tertinggi. Cincin ini bernama Cincin Ruang Abadi. Ia diciptakan oleh ahli yang menguasai puncak hukum ruang dan waktu ribuan tahun silam. Tempat ini bukan sekadar ruang tambahan, melainkan dimensi kecil yang telah distabilkan secara sempurna. Ia memiliki matahari, tanah, air, dan aliran energi yang terus berputar layaknya dunia asli. Karena itulah tubuhmu bisa masuk dan tinggal di sini tanpa terganggu.”

Ia berbalik menghadap Riu Han, sorot matanya menjadi lebih tajam namun tetap ramah. “Biasanya, hanya mereka yang memiliki dasar kultivasi yang kuat dan tubuh yang murni yang bisa menemukan tempat ini. Tapi takdir memilihmu—seorang anak yang saluran energinya tersumbat oleh racun. Mungkin justru karena kekuranganmu itulah, jalan yang selama ini tertutup di dunia luar justru terbuka lebar di dalam tempat ini.”

Mendengar penjelasan itu, hati Riu Han berdebar kencang. Ia menatap hamparan tanah subur dan energi yang melimpah di sekelilingnya, lalu kembali menatap Long Siu dengan penuh harapan yang mulai tumbuh.

“Jadi… apakah di sini ada cara untuk mengatasi kondisiku? Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan jalan kultivasi?” tanyanya dengan nada yang tidak bisa disembunyikan lagi rasa penasarannya.

Setelah berbicara panjang lebar dengan Long Siu dan mulai memahami sedikit demi sedikit keistimewaan tempat ini, tiba-tiba di tengah udara yang dipenuhi energi murni itu, muncul cahaya lembut yang perlahan membentuk sosok seorang lelaki tua. Ia mengenakan jubah panjang berwarna putih bersih yang terlihat tak pernah ternoda, dengan rambut dan janggut yang memutih seputih kapas, namun sorot matanya tetap jernih dan memancarkan kearifan yang mendalam.

Ya, sosok itu adalah Qin Rue, jiwa asli yang telah ditugaskan sebagai penjaga utama Cincin Ruang Abadi ini selama ribuan tahun lamanya.

Dengan gerakan yang anggun dan penuh rasa hormat, Qin Rue membungkukkan badannya sedikit, lalu menyapa dengan suara yang lembut namun terdengar jelas di seluruh penjuru ruangan:

“Selamat datang, Tuan. Hamba adalah jiwa tua yang bertugas menjaga tempat ini, Qin Rue.”

Mendengar panggilan itu, Riu Han tertegun sejenak. Wajahnya segera memerah karena merasa canggung, lalu dengan sikap yang sangat polos ia menunjuk dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepala berulang kali.

“Siapa? Aku? Tuan? Tidak… tidak, Paman! Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku sama sekali tidak pantas menyandang gelar semacam itu,” jawabnya tergesa-gesa, nada bicaranya terdengar jujur tanpa ada sedikit pun kepura-puraan.

Melihat sikap polos dan kerendahan hati bocah itu, Qin Rue tidak dapat menahan tawanya. Suara tawanya terdengar hangat dan menenangkan, seperti aliran air sungai yang mengalir perlahan.

“Ha ha ha… Anak muda, jangan merasa ragu. Sejak tetesan darahmu menyatu dengan inti cincin ini dan membentuk ikatan sah, secara hukum warisan dan peraturan yang telah ditetapkan sejak dahulu, kaulah pemilik baru yang berhak sepenuhnya atas tempat ini. Dengan begitu, otomatis kaulah tuan bagi kami semua yang berdiam di sini.”

Namun Riu Han tetap tidak mau menerima sebutan itu. Ia melangkah maju sedikit, menatap wajah lelaki tua itu dengan pandangan tulus, lalu berkata dengan nada yang sangat rendah hati:

“Tapi aku merasa canggung dan tidak nyaman jika dipanggil demikian. Bagaimana kalau kita mengubahnya saja? Izinkan aku memanggilmu Kake Qin, dan anggaplah aku ini cucumu sendiri. Dengan begitu, hubungan kita lebih terasa seperti keluarga, bukan lagi hubungan antara tuan dan bawahan. Bagaimana menurutmu? Apakah Kake Qin bersedia menyetujuinya?”

Mendengar usulan itu, senyum di wajah Qin Rue semakin melebar dan terasa lebih tulus. Matanya sedikit berkaca-kaca, merasa sangat terkesan dan kagum dengan sikap anak yang baru berusia enam tahun ini. Di dunia luar, mereka yang mendapatkan benda pusaka biasanya akan langsung menjadi sombong dan angkuh, namun Riu Han justru menunjukkan kerendahan hati yang jarang ditemukan.

“Baiklah, baiklah… Aku menyetujuinya sepenuhnya. Mulai hari ini, aku adalah Kake Qin, dan kaulah cucu kesayanganku. Tidak ada lagi sebutan tuan atau hamba di antara kita,” jawab Qin Rue dengan suara yang penuh kehangatan.

Sementara itu, Long Siu yang menyaksikan seluruh percakapan itu hanya bisa berdiri mematung dengan mulut sedikit ternganga. Ia tidak menyangka seorang bocah yang dianggapnya lemah dan tidak memiliki bakat itu justru memiliki akhlak dan pemikiran sedemikian rupa. Setelah tersadar dari keterkejutannya, ia pun tertawa lepas sambil menepuk-nepuk bahu Riu Han dengan ramah.

“Kamu ini benar-benar bocah yang aneh, sungguh di luar dugaan! Tapi percayalah, aku sangat menyukai sikapmu ini. Tidak sombong, tidak angkuh, dan tetap rendah hati meski baru saja mendapatkan harta pusaka yang bisa membuat siapa saja gila. Bagus sekali, sangat bagus!”

Tawa dan kehangatan terasa menyelimuti seluruh ruang di dalam dimensi itu. Riu Han yang semula merasa asing dan canggung kini mulai merasa betah, seolah ia telah pulang ke tempat yang seharusnya menjadi rumahnya. Ia menatap Kake Qin dan Long Siu dengan senyum yang lebar, untuk pertama kalinya merasakan kehadiran sosok yang bisa ia anggap sebagai keluarga tambahan di samping ayahnya.

Setelah suasana menjadi lebih tenang, Kake Qin melangkah mendekat dan menatap Riu Han dengan pandangan yang penuh perhatian.

“Nah, cucuku. Sekarang sudah waktunya aku menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhmu, dan bagaimana tempat ini bisa menjadi jalan keluar yang mungkin tidak pernah kau bayangkan sebelumnya.”

Long Siu terkekeh pelan, lalu mengangguk mantap. “Tunggu saja, bocah. Perjalananmu baru saja dimulai. Tempat ini menyimpan lebih dari sekadar tanah dan air—ia menyimpan ilmu, sumber daya, dan rahasia yang bisa mengubah nasib siapa pun. Tapi semuanya tergantung pada seberapa gigih dan sabarnya dirimu.”

Di tengah hamparan dunia kecil yang luas itu, Riu Han merasa untuk pertama kalinya sejak ia lahir, ada secercah cahaya yang menembus kegelapan nasibnya.

Terpopuler

Comments

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️

Thor kakek bukan kake😀🤣👍tolong kesalahan penulisan di perbaiki thor👍👍

2026-07-29

1

Nanik S

Nanik S

Rui Han sekarang punya Dunianya sendiri

2026-07-19

0

Ilham Yono

Ilham Yono

/Determined//Determined//Determined//Determined/

2026-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Riu Han
2 Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3 Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4 Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5 Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6 Bab 6: Asal Usul Long Siu
7 Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8 Bab 8: Berlatih
9 Bab 9: Kota Jiang
10 Bab 10: Ling Cun
11 Bab 11: Kembali Berkultivasi
12 Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13 Bab 13: Berburu
14 Bab 14: Pertempuran Sengit
15 Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16 Bab 16: Sekte Pedang
17 Bab 17: Jing Hu
18 Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19 Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20 Bab 20: Gunung Pedang
21 Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22 Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23 Bab 23: Menjalankan Misi
24 Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25 Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26 Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27 Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28 Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29 Bab 29: Alam Mistis
30 Bab 30: Jing Hao
31 Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32 Bab 32: Alam Mistis Kuno
33 Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34 Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35 Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36 Bab 36: Pohon Sumber
37 Bab 37: Naik Tingkat
38 Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39 Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40 Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41 Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42 Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43 Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44 Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45 Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46 Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47 Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48 Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49 Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50 Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51 Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52 Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53 Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54 Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55 Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56 Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57 Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58 Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59 Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60 Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61 Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62 Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63 Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64 Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65 Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66 Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67 Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68 Bab 68: sampai di kota qin
69 Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70 Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71 Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72 Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73 Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74 Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75 Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76 Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77 Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78 Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79 Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80 Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81 Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82 Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83 Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84 Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85 Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86 Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87 Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88 Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89 Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90 Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91 Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92 Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93 Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94 Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95 Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96 Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97 Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98 Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99 Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100 Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101 Bab 101: Tamu yang Dicari
102 Bab 102: binatang roh level 9
103 Bab: 103: cairan inti bumi
104 Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105 Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106 Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107 Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108 Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109 Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110 Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111 Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112 Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113 Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114 Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115 Bab115:Pil Embun
116 Bab116:kabar yang mengejutkan
117 Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118 Bab118: hadiah untuk sang raja
119 Bab119: perang saudara demi tahta
120 Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121 Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122 Bab122: kembali ke sekte pedang
123 Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124 Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125 Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126 Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127 Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128 Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129 Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130 Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Riu Han
2
Bab 2: Ruangan di Dalam Pohon
3
Bab 3: Cerita dari Sang Ayah
4
Bab 4: Cincin Ruangan yang Misterius
5
Bab 5: Ruangan di Dalam Cincin
6
Bab 6: Asal Usul Long Siu
7
Bab 7: Tenggelam dalam Kultivasi
8
Bab 8: Berlatih
9
Bab 9: Kota Jiang
10
Bab 10: Ling Cun
11
Bab 11: Kembali Berkultivasi
12
Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)
13
Bab 13: Berburu
14
Bab 14: Pertempuran Sengit
15
Bab 15: Ulang Tahun Rui Han
16
Bab 16: Sekte Pedang
17
Bab 17: Jing Hu
18
Bab 18: Pergi ke Sekte Pedang
19
Bab 19: Kekaguman Jing Hu
20
Bab 20: Gunung Pedang
21
Bab 21: Langsung Menjadi Murid Dalam
22
Bab 22: Ikatan Persaudaraan
23
Bab 23: Menjalankan Misi
24
Bab 24: Melawan Binatang Roh Level 4
25
Bab 25: Kembali ke Gunung Hu
26
Bab 26: Kembali Berkultivasi di Pagoda
27
Bab 27: Kembali Mengambil Misi Berburu
28
Bab 28: Sepuluh Tahun Berlalu
29
Bab 29: Alam Mistis
30
Bab 30: Jing Hao
31
Bab 31: Sekte Pisau Darah dan Sekte Iblis
32
Bab 32: Alam Mistis Kuno
33
Bab 33: Energi Kuno yang Terasa
34
Bab 34: Dikepung Gerombolan Binatang Roh
35
Bab 35: Akar Pohon yang Hidup dan Menyerang
36
Bab 36: Pohon Sumber
37
Bab 37: Naik Tingkat
38
Bab 38: Hadapi Enam Musuh Sekaligus
39
Bab 39: Persahabatan di Tengah Bahaya
40
Bab 40: Kekuatan yang Tak Disangka
41
Bab 41: Pagoda Tersembunyi di Balik Kabut
42
Bab 42:pagoda ujian Ruang Uji Coba Tingkat Satu
43
Bab 43: Kebenaran di Balik Lantai Pagoda
44
Bab 44: Ujian Terakhir dan Kekuatan Sejati
45
Bab 45: Pemberian Terakhir Sang Penjaga
46
Bab 46: Malam Tenang di Kaki Bukit
47
Bab 47: Kabar Harta Karun Melampaui Tingkat Langit
48
Bab 48: Pintu Terbuka Menuju Lembah Terlarang
49
Bab 49: Dunia Kecil di Dalam Cincin
50
Bab 50: Kura-kura Perisai dan Jala Surgawi
51
Bab 51: Makam Leluhur Sekte Kuno
52
Bab 52: Warisan Leluhur yang Terlupakan
53
Bab 53: Ikatan Jiwa dengan Genbu
54
Bab 54: Legenda Binatang Pelindung
55
Bab 55: Pertemuan di Sisa Peradaban Kuno
56
Bab 56: Kesepakatan di Depan Pintu Reruntuhan
57
Bab 57: Pulang dan Pengorbanan Sejati
58
Bab 58: Pulang dengan Kemuliaan
59
Bab 59: Perjalanan Pulang Menuju Kota Lin
60
Bab 60: Kehebatan yang Tak Terduga
61
Bab 61: Kehebatan yang Melampaui Tingkat
62
Bab 62: Rumah yang Selalu Menanti
63
Bab 63: Kembali ke Tanah yang Pernah Menolak
64
Bab 64: Kasih Sayang yang Melampaui Kekuasaan
65
Bab 65: Kemuliaan yang Tak Bisa Dihina
66
Bab 66: Fondasi Keluarga Baru
67
Bab 67: kenaikan tingkat semua orang
68
Bab 68: sampai di kota qin
69
Bab 69:Jejak Pertama di Kota Qin
70
Bab 70: Kota Qin dan Darah Naga Sejati
71
Bab 71: Pesta Ulang Tahun di Kota Qin
72
Bab 72: Perjamuan dan Pertemuan Tak Terduga
73
Bab 73: Ibu Kota dan Pertandingan Lintas Kerajaan
74
Bab 74: Para Jenius Kerajaan Jiang
75
Bab 75: Perjalanan Menuju Gunung Mistis
76
Bab 76: Aturan di Gunung Mistis
77
Bab 77: Gulungan Kuno dan Kepercayaan
78
Bab 78: Kawah Api dan Kerja Sama Pertama
79
Bab 79: Harimau Putih Bersayap dan Ikatan Persaudaraan
80
Bab 80: Tiga Pertarungan Penentu Kemenangan
81
Bab 81: Jenius Sejati di Balik Penampilan Sederhana
82
Bab 82: Pulang Membawa Kemenangan dan Peta Harta Karun
83
Bab 83: Kembali dengan Kemenangan dan Janji Emas
84
Bab 84: Pulang ke Rumah dan Persiapan Besar
85
Bab 85: Pulang ke Rumah yang Telah Berubah Wujud
86
Bab 86: Tiga Master Agung dan Lima Tunas Harapan
87
Bab 87: Kepulangan Tuan Muda yang Penuh Misteri
88
Bab 88: Wajah Asli Tuan Muda yang Tak Pernah Terlihat
89
Bab 89: Telaga Tak Bertepi
90
Bab 90: Telaga Tak Bertepi dan Pertemuan Para Master
91
Bab 91: Pintu Masuk Melalui Formasi
92
Bab 92: Istana Penguasa Empat Wilayah
93
Bab 93: Warisan Penguasa Empat Wilayah
94
Bab 94: Roh Harta Karun Abadi
95
Bab 95: Pulang Membawa Warisan
96
Bab 96: Perubahan yang Tak Terduga
97
Bab 97: Rahasia di Balik Gerombolan Serigala
98
Bab 98: Batu Roh tingkat atas
99
Bab 99: Cahaya di Balik Kegelapan Malam
100
Bab 100: Penghukuman Tetua yang Lalai
101
Bab 101: Tamu yang Dicari
102
Bab 102: binatang roh level 9
103
Bab: 103: cairan inti bumi
104
Bab 104: Firasat dan Perjalanan Menuju Kerajaan Lin
105
Bab 105:Niat Buruk Sang Pangeran
106
Bab 106:Penawaran yang Berubah Menjadi Paksaan
107
Bab 107:Penasihat Bijak dan Kebebasan yang Dikembalikan
108
Bab 108:Jejak yang Ditemukan dan Pengawasan dari Atap
109
Bab 109:Kisah Leluhur dan Ikatan Persaudaraan
110
Bab 110:Langkah Menuju Takhta Kerajaan Lin
111
Bab 111:Warisan Tahta dan Kekuatan yang Tak Terduga
112
Bab 112:Rahasia di Dalam Cincin Ruang
113
Bab113:Transformasi di Tepi Lautan Tak Berujung
114
Bab114:Dua Jenius dan Penyamaran di Balik Pasir
115
Bab115:Pil Embun
116
Bab116:kabar yang mengejutkan
117
Bab117:Panggung Persaingan yang panas
118
Bab118: hadiah untuk sang raja
119
Bab119: perang saudara demi tahta
120
Bab120: mendalami tiga ke ahlian
121
Bab121: setengah langkah penyatuan jiwa
122
Bab122: kembali ke sekte pedang
123
Bab123:Rahasia di Balik Lautan Petir dan Klan Hao
124
Bab124: Naik Tingkat dan Rahasia Ruang-Waktu
125
Bab125:Rencana Mencari Ginseng Es
126
Bab126:Pegunungan Salju dan Harapan Long Siu
127
Bab 127: Xiao Bai, Ginseng Es Tingkat Akhir
128
Bab128: Mutiara Inti Es dan Pulang dari Pegunungan Salju
129
Bab129: Pil Ulat Dingin tingkat 7 kelas atas
130
Bab130: Kekuatan Baru dan Harapan bagi Daratan Bawah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!