Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.

Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?

Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 TESTPACK DAN PELURU

"Kabar ini adalah jawaban doa yang tak terhitung jumlahnya. Terima kasih Tuhan, Engkau titipkan amanah terindah"

\_ Galen Teriaz \_

Pagi itu Rumah Singgah dengan suasana aneh, bukan karena sirine, bukan karena surat tapi karena Nabila muntah 3 kali bulak-balik ke kamar mandi. Karena merasa khawatir Galen mengetuk pintu, karena pintu kamar mandi di kunci dari dalam oleh Nabila.

TOK… TOK… TOK…

"Sayang, kamu gak apa-apa?" Tanya Galen khawatir

Nabila suara dari dengan lemah

"Gak apa-apa mas, mungkin aku masuk angin kali" Jawab Nabila

Galen masih nunggu di luar

"Jangan bohong" Jawab Galen

Begitu Nabila keluar, wajahnya pucat, bibirnya juga pucat. Galen langsung gendong ala bridal style dengan hati-hati ke bahunya.

"Kita ke klinik aja yah, sekarang" Ucap Galen sangat khawatir, apalagi saat melihat wajah pucat sang istri

Nabila nolak pelan …

"Sayang, aku gak mau ningalin mereka dan nanti jam 10 ada rapat sama bu Dewi” Jawab Nabila

Galen tatap tajam

"Kamu lebih penting dari semuanya, titik" Ujar Galen tanpa mau di bantah

*****

Setelah berdebat dan Nabila merasa capek berdebat, akhirnya dia menyetujui untuk pergi ke klinik untuk di periksa.

Di klinik Cisarua, dokter sedang memeeriksa Nabila.

"Ibu udah telat berapa lama?" Tanya Dokter

"2 minggu, dok" Jawab Nabila

Dokter ngulur testpack

"Coba dulu ya, biar pasti"

10 menit Nabila di toilet itu rasanya 10 tahun, sedangkan Galen duduk di luar tapi lututnya gemetar. Dia berdoa.

`Tuhan Yesus... apapun hasilnya... kuatin kami...` Batin Galen

Pintu kebuka, Nabila keluar dan di tangannya 2 garis merah begitu jelas. Air matanya jatuh karena merasa bahagia

"Sayang..." Panggil Nabila sambil mneyerahkan testpack

Galen langsung berdiri dan memeluk kenceng banget

"Puji Tuhan... Puji Tuhan..." Ucap Galen

"Kita... kita mau punya anak, Nab" Tambah Galen yang sudah meneteskan air mata

Di perjalanan pulang Galen diam, tapi tangannya genggam tangan Nabila terus. Sampai rumah dia kumpulin semua, Bu Dewi, Anggita, Dito, Bu Marta, 40 anak.

"Temen-temen... kita punya kabar baik" Ucap Galen dengan senyumannya yang tidak luntur

Galen mengelus perut Nabila

"Tuhan titipkan ke kami, adik buat kalian semua" Lanjut Galen

Aula hening 2 detik, tak lama Riko dan Dito teriak

"YEAYY AKU PUNYA KEPONAKAN!" Teriak Riko

Yang lain langsung tepuk tangan dan peluk Nabila.

"Selamat kak!" Ucap Mereka

Bu Marta nangis

"Tuhan maha baik, di tengah kondisi seperti ini Tuhan kasih berkat" Ujar Bu Marta

“Iya bu, mungkin Tuhan ingin kita lebih semangat dalam menghadapi semua ini” Jawab Galen

“Nabila, mulai sekarang jangan membawa beban yang berat-berat dan jangan terlalu capek karena trimester awal itu sangat rawan” Ujar Bu Marta dengan semangat

“Iya bu, terima kasih perhatiannya” Jawab Nabila tersneyum sambil mengelus perutnya dengan penu kasih sayang

Tapi malamnya sukacita itu ketimpa batu, tepat pukul 23 malam terdengar suara tembakan.

DOR ! DOR ! DOR !

Dua suara tembakan dari arah bukit, pelurunya nancep di tembok depan gerbang dan membuat Semua kebangun merasa panik. Galen langsung lindungin Nabila pake badannya.

"MASUK! SEMUA MASUK KE AULA! MATIIN LAMPU!" Titah Galen berteriak

Satpam teriak lewat HT

"Ada orang di bukit! Lari ke hutan!" Lapor Satpam

Anak-anak nangis dan Riko peluk Nabila

"Kakak jangan takut..." Ucap Riko

"Tuhan jaga kita... Tuhan jaga kita..." Ucap Nabila

Galen di pojokan pegang HT dan napasnya berat

"Ini peringatan, mereka mau bilang: kami bisa nyentuh kapan aja" Kata Galen

Polisi datang 20 menit kemudian untuk olah TKP.

Bu Dewi dengan wajah tegang …

"Ini bukan pencuri, ini sebuah teror" Ucap Bu Dewi

Malam itu gak ada yang tidur, Galen duduk di lantai aula dan Nabila di pangkuannya.

"Maafin aku, Nab. Karena aku... karena aku bawa bahaya ini ke kamu dan ke anak kita" Bisik Galen

Nabila usap pipi Galen

"Bukan, ini bukan salah kamu. Ini peperangan dan kita akan menang bareng, buat dia” Jawab Nabila sambil nunjuk perutnya

*****

Ke esokkan paginya tepat hari senin, sidang online kasus Bram. Layar gede di ruang tamu, Bram terlihat dengan rambutnya gondrong, janggutnya lebat dan matanya kosong.

"Terdakwa Bram, ada yang mau disampaikan?" Tanya Hakim

Bram senyum liat langsung ke kamera, seolah melihat Galen

"Ada, Yang Mulia" Jawab Bram

Bram tepuk tangan pelan

"Selamat ya, Galen mau jadi ayah" Ucap Bram

Galen mengepal saat mendengar ucapan dari Bram …

Bram: "Sayang ya, anaknya gak akan kenal bapaknya. Karena bapaknya akan mati duluan" Ucap Bram sambil tersenyum smirk.

Ruangan itu menjadi riuh

"Terdakwa! Jaga ucapan!" Ucap Hakim

Bram ketawa

"Aku cuma ngasih selamat, 5 bulan 21 hari lagi dan aku tunggu di luar" Jawab Bram tanpa rasa bersalah

Dan sidang pun di mulai dengan sangat tertib.

*****

Galen memukul meja

"BAJINGAN!" Umpat Galen

"Sayang, tahan diri kamu. dia hanya menggertak kamu saja” Ucap Nabila sambil memeluk Galen

Galen nangis dipelukkan istrinya

"Aku takut, Nab. Aku takut gak bisa jagain kalian" Jawab Galen

Nabila cium punggung tangan Galen

"Kita punya Tuhan, yang akan selalu membersamai kita” Ucap Nabila

*****

Malamnya Galen gak bisa tidur, dia diam di atap lagi dan Nabila nyusul bawa Alkitab. Mereka buka Mazmur 27:1. "Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?"

Galen baca pelan

"Tuhan adalah benteng hidupku..."

Nabila sandarin kepala

"Kita bukan lawan sendirian."

*****

3 hari kemudian

"Kita dapat surat dari Polda, kita dikasih 2 anggota Brimob untuk menjaga 24 jam dan kita pasang kawat listrik di pagar" Ucap Bu Dewi

"Aku lacak nomor yang nelpon, ada transfer ke rekening atas nama `S` dan dugaan kuat itu kaki tangannya Bram di luar" Timpal Anggita

"Kita harus grebek sebelum dia grebek kita" Ucap Dito

Galen berdiri

"Berarti kita serang balik, bukan pake kekerasan tapi pakai hukum dan pakai bukti kebenaran. Kita umbar semua ke media, biar semua tau ada sindikat yang mau hancurin panti" Ujar Galen

Nabila genggam tangan Galen

"Aku ikut" Kata Nabila

*****

Di lapas …

"Galen... kamu punya sesuatu buat dilindungi sekarang dan itu akan jadi kelemahanmu" Ucap Bram

1
Rima Rismawati
Ternyata kakeknya sendiri, yang ada di balik semua ini 😡. Lanjut Thor makin seruuu ceritanya 🥰
indah Mayaddah f: Di tunggu yah kak 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Gedek banget sama si bram, semoga cepat dapat azab 😡
Rima Rismawati
Akhirnya galen dan nabila menikah juga 🤗
Rima Rismawati
Wah... ternyata hakimnya teman arisan ibunya nabila 😂
Rima Rismawati
ada-ada aja kelakuan ibunya Nabila 🤣, novel serame ini kok sepi pembaca sih thor
Ilfa Yarni
itu orang ga ada kapok2nya ya lagian polisi knp diam aja klo tau orang yg didalam sel merencakan kejahatan yg barublg
Ilfa Yarni
aduh Galen jgn lengah Bram duluan beraksi tuh
Rima Rismawati
Lanjut thor makin seru ceritanya 🙏🏻😊
indah Mayaddah f: Di tunggu ya kak 🙏😊
total 1 replies
Rima Rismawati
Ternyata bu RT dan kedua orang tua Nabila kocak juga 🤣
Rima Rismawati
Ada ya keluarga seperti itu, kepada saudara kandungnya sendiri 😡
Ilfa Yarni
seru jg ceritanya sebuah kluarga yg memperebutkan harta warisan
indah Mayaddah f: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Novel baru thor
indah Mayaddah f: Iya kak, semoga suka ya 🙏
total 1 replies
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!