Indonesia
NovelToon NovelToon
Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Komedi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaicha

Target gue cuma satu,Lulus Skripsi. Tapi, gara-gara Abang kurir salah kirim paket barang ilegal, gue malah berurusan sama Arka, bos mafia paling ditakuti.
Bukannya dihabisin, gue malah disandera dan dipaksa jadi asisten pribadinya dengan ancaman gila, "selesaikan skripsimu, atau hidupmu tamat detik ini juga!"
Asli, kepala gue rasanya mau pecah, udah pusing mikirin revisian dosen killer, ditambah harus ngadepin bestie halu, Bara si bodyguard sedingin kanebo kering, dan Dino yang otaknya suka buffering pas lagi genting.
"Mas, tolong dong, mas.."Suara gue bergetar nahan nangis."Gue cuma mau revisi, bukan mau cari mati."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaicha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duri dalam Daging

"Pintu isolasi utama udah dikunci rapat. Tapi dokter baru bisa tiba dua jam lagi, Bos. Polisi masih nyisir jalur darat besar-besaran," lapor Bara memecah keheningan bunker.

Arka hanya merespons dengan anggukan pelan. Matanya terpejam. Jasnya entah ke mana, menyisakan kemeja putih yang kini bernoda merah pekat.

"Dua jam?!" jerit Rara panik, menoleh ke arah Bara. "Bisa mati kehabisan darah beneran dia, Bara!"

"Tenang, Ra. Udah gue semprot cairan pembeku medis tadi pas di mobil. Darahnya udah berhenti sementara," sahut Dino santai dari balik meja monitor. "Sekarang tinggal nunggu dijahit aja."

"Tenang gimana?! Lo nggak lihat muka bos lo udah kayak mayat hidup begini?" sungut Rara.

Tanpa membuang waktu, Rara mengambil kotak P3K, air hangat, dan handuk dari pantry. Cewek itu duduk bersila di samping sofa, lalu mulai mengelap sisa darah dan keringat dingin di wajah Arka dengan telaten.

Arka membuka matanya perlahan. "Saya tidak butuh perawat dadakan, Rara."

"Bawel banget sih. Lo pikir gue mau? Muka lo berantakan banget, bikin Beby makin jantungan tuh di pojokan!" balas Rara judes, tapi tangannya tetap lembut mengusap dahi pria itu.

Arka tidak menepisnya. "Kau selalu menjawab setiap kali dibilangi."

"Ya karena lo emang pantes dibantah! Lagian, bisa-bisanya lo sok jagoan jadi tameng gue di lobi tadi. Lo pikir nyawa lo ada sembilan kayak kucing?!" omel Rara, matanya mulai kembali berkaca-kaca.

"Kalau saya tidak melompat, peluru itu sudah menembus kepalamu."

"Ya seenggaknya lo mikir dikit kek! Bos mafia apaan yang ceroboh banget numbalin badan sendiri?!"

"Saya sedang tidak ingin berdebat denganmu, Rara."

"Siapa yang ngajak debat?! Udah, lo merem aja sekarang. Simpan tenaga lo yang sisa dikit itu!" putus Rara tegas.

Anehnya, bos mafia itu menurut. Arka tidak membalas lagi dan membiarkan Rara mengurusnya.

Di sudut ruangan yang lain, Beby melongo menatap sekeliling.

"Sumpah ya, No. Gue kira yang namanya bunker mafia tuh bau apek, gelap, banyak sarang laba-laba. Lah ini? TV segede gaban, pantry lengkap, kulkas dua pintu... Ini mah apartemen mewah berkedok ruang bawah tanah!" celoteh Beby heboh.

Dino ngakak mendengarnya. "Mbak Beby yang cantik, ini baru Bunker 04. Bos Arka punya belasan safe house kayak gini di Jakarta. Ada yang di lereng gunung, ada yang nyambung langsung ke pelabuhan pribadi."

"Serius lo?!"

"Dua rius. Kalau kita kejebak di sini sebulan pun, lo tetep bisa ngemil es krim premium dari kulkas itu. Oksigen aman, listrik aman pakai generator sendiri."

Beby menggelengkan kepalanya tak percaya. "Gila, hidup lo pada beneran di luar nurul! Terus nasib skincare gue gimana dong? Muka gue udah minyakan banget ini habis lari-larian dari lobi!"

"Astaga, Mbak! Nyawa kita masih diintai maut, lo masih kepikiran skincare? Pakai sabun cuci piring aja tuh di pantry kalau mau cuci muka!" ledek Dino.

"Sembarangan lo ya! Muka gue ini aset berharga!"

Obrolan absurd itu mengudara di dalam ruangan, tapi Arka sama sekali tak terganggu. Usapan air hangat dari tangan Rara membuat pria itu perlahan rileks. Matanya kembali terpejam pulas dan napasnya mulai teratur.

Rara mendesah lega. Ia menarik selimut tebal dan menutupi tubuh Arka sebatas dada.

"Tidur yang bener, si Kepala Batu," bisik Rara pelan.

Cewek itu lalu berdiri. Otot kakinya terasa pegal luar biasa. Rara berjalan ke pantry untuk mengambil air minum. Namun, saat sedang menuang air ke gelas, sayup-sayup ia mendengar obrolan Bara dan Dino dari ruang monitor. Nada mereka kini berubah drastis, sangat serius dan tegang.

"Bar, lo beneran yakin sama data enkripsi ini?" tanya Dino.

"Sangat yakin. Gue baru aja melacak log sistem di satelit utama kita," jawab Bara dingin.

Rara menahan napas, otomatis merapat ke balik tembok pemisah untuk menguping.

"Tapi kan mobil Victor emang dipasangi pelacak mandiri?" sanggah Dino.

"Pelacak Victor cuma bisa kasih tahu lokasi secara acak. Tapi titik koordinat pasti Bos Arka di lobi kampus tadi... itu dikirim manual secara real-time ke ponsel Victor."

"Maksud lo... ada yang sengaja ngasih tau Victor posisi presisi kita pas turun dari mobil di kampus?!"

"Benar," desis Bara. "Sistem keamanan siber kita berlapis tujuh, Dino. Kecoak macam Victor tidak punya otak atau akses satelit untuk menembus jadwal harian Bos sendirian. Ada seseorang yang membukakan pintunya dari dalam."

"Bangsat..." umpat Dino pelan, suaranya bergetar menahan marah. "Siapa?"

"Hanya ada enam orang yang memegang jadwal pasti dan rute harian Bos hari ini. Gue, lo, dan empat Kepala Divisi yang sekarang ada di markas pusat."

"Jadi lo bilang... salah satu Kepala Divisi kita udah dibeli sama Dewan Tertinggi untuk berkhianat?!"

"Ya. Ada tikus di lingkaran dalam kita sendiri. Dan selama tikus itu belum ketemu, Bos Arka tidak akan pernah aman di mana pun ia sembunyi."

Gelas kaca di tangan Rara bergetar hebat. Cewek itu membekap mulutnya sendiri menahan kaget. Udara di bunker yang tadinya tenang, mendadak terasa mencekam. Ancaman mematikan itu ternyata bukan berasal dari luar, melainkan dari orang kepercayaan Arka sendiri.

1
Yoes Lisbud
lanjut
beybi T.Halim
ya Allah gak ada tenang nya 1 hr pun ,neng rara apa gak tauma berat itu waduh..,mana mau sidang lagi kudu konsentrasi🙈laa ini malah tembak2an ,kejar2an haih saket dadaku
nischa: Hahaha maafkan Rara ya kak, Ujian hidupnya emang paket komplit, urusan skripsi bonus kejar-kejaran mafia 😭 Makasih banyak ya udah ikutan gregetan sama ceritanya
total 1 replies
beybi T.Halim
🤣🤣🤣🤣kocak ini
beybi T.Halim
kita mampir.,suka karakter ceweknya di awal sedikit penakut tapii bar bar👍kita lanjutkan
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
lanjut Thor pengen baca bab selanjutnya
Yuyum Yunengsih
mulai seru nih, interaksi antar tokohnya dapet banget
Yuyum Yunengsih
wah, awal cerita yang langsung bikin penasaran sama karakternya😍
Yuyum Yunengsih
keren banget ceritanya, nggak nyesel ikutan baca dari awal. pertahankan terus kualitas tulisannya author
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
semangat💪cerita nya seru😍
Winna Yun
wah wahh seru ni ka, lanjut ka
nischa: siap,ka😍
total 1 replies
Erni Saputri
lama kali upnya Thor🥺
Erni Saputri: ok semangat💪💪💪
total 2 replies
Suzie
💪 mangatt
nischa: siap,makasih🤩
total 1 replies
Cilia
Ceritanya enteng banget! Enak buat dibaca pas lagi ngisi waktu kosong. Vibesnya berasa lagi baca AU yang target audience nya emang nyari bacaan pas lagi penat😆
nischa: Makasih banyak ya! Senang banget kalau ceritanya bisa jadi teman pas lagi santai atau penat. Enjoy terus ya bacanya! ✨
total 1 replies
partini
lucu banget ini mahasiswi
nischa: terimakasih kak sudah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!