Indonesia
NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 ~ Istri Evan?

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, membuat dadanya terasa sesak lagi. Ia berjalan pelan menuju jendela besar di ruang tengah, menatap ke luar ke kegelapan malam. Hatinya berteriak ingin tahu.. tapi di saat yang sama, ia takut. Takut melihatnya lagi, takut perasaannya kembali tak terkendali, takut rahasia yang ia jaga sedalam ini akhirnya terbongkar.

"Damian..." bisiknya lirih pada kegelapan. "Semoga saja kamu sudah melupakan semuanya..."

Evelyn berdiri di sana sejenak, membiarkan pandangannya melayang ke jalanan yang mulai sepi di luar. Lalu perlahan, ia melangkah maju, mendekat ke jendela, dan mengangkat tangannya untuk menutup gorden rumah itu satu per satu. Tangan itu bergerak pelan, menarik kain tebal itu hingga cahaya luar perlahan hilang, seakan ia juga sedang menutup semua kemungkinan yang tersisa di antara mereka.

Namun tepat saat itu, di dalam mobil hitam yang terparkir diam di tempat yang cukup aman dan tak terlihat dari rumah itu — Haris duduk tenang di kursi pengemudi. Matanya tak pernah lepas dari jendela itu. Melihat sosok yang berdiri di sana, jelas dan terang benderang dari cahaya lampu dalam rumah, ia segera mengangkat ponselnya dan mengarahkan lensa ke arah jendela itu.

Klik.

Satu foto yang sempurna. Sosok wanita berambut panjang terlihat begitu jelas, berdiri tepat di balik kaca jendela itu. Tangan kanannya masih memegang gorden yang baru saja ditutup rapat. Cahaya dari dalam rumah menyinari wajahnya lembut, nyata, dan begitu jelas.

Haris menatap foto itu sekilas, memastikan tak ada yang kabur, tak ada yang terlewat. Lalu tanpa menunda sedetik pun, ia langsung mengirimkannya. Begitu pesan terkirim, ia segera menyalakan mesin mobil dan melaju pergi dari sana, meninggalkan tempat itu.

Sementara itu, di dalam apartemen yang sunyi itu, Damian duduk di kursi kerjanya, menyandarkan tubuhnya sejenak. Napasnya berat, matanya menatap kosong ke depan.

Sejak Evan kembali... entah bagaimana caranya, perasaan yang selama tiga tahun ia coba kubur sedalam-dalamnya, kini kembali muncul. Bahkan lebih kuat, lebih menyiksa dari sebelumnya. Kini ia tak lagi sekadar ingin tahu.. ia ingin segalanya. Ia ingin tahu setiap hal yang disembunyikan pria itu. Dan yang paling menyakitkan... ia merasa tidak rela. Tidak rela jika Evan ternyata sudah memiliki kehidupan lain, sudah memiliki seseorang lain di sisinya.

"Apa aku sudah gila?!" gumamnya pelan, matanya memejam menahan sakit. "Dia itu seorang laki-laki, Damian! Sadarlah!"

BRAK!

Tangan mengepalnya menghantam meja kerja dengan keras. Bunyi itu bergema di ruangan yang sepi, namun tak cukup menggetarkan apa yang sedang ia rasakan di dalam dada.

Namun di balik kemarahan itu, satu hal tetap tak bisa ia hilangkan. Ada sesuatu yang berbeda. Panggilan itu... 'Mommy?'

Akankah seorang pria dipanggil 'Mommy' oleh anak kecil??

Tidak. Ia tidak boleh berpikir terlalu jauh. Tidak sebelum melihat buktinya sendiri.

TING!

Tepat saat itu, ponsel di atas meja bergetar pelan, menampilkan pesan masuk dari Haris.

Damian langsung meraihnya. Jantungnya berdegup kencang, tak tahu apa yang akan ia temukan. Ia membuka pesan itu dan di sana, sebuah foto terlampir.

Matanya menatap gambar itu lekat-lekat. Sosok yang berdiri di balik kaca jendela, tangan kanannya masih memegang gorden yang baru saja ditutup. Wajahnya terlihat begitu jelas, begitu lembut... dan rambutnya terjatuh panjang di bahu.

Damian menatapnya lama. Sangat lama.

Bukan karena ia langsung menyimpulkan sesuatu, tapi karena semakin lama ia menatap, semakin banyak hal yang tak cocok dengan apa yang selama ini ia yakini. Garis wajahnya yang terlalu halus, tatapannya yang terlalu lembut, rambut itu...

"Apa ini..." gumamnya pelan, suaranya bergetar pelan. "Istri Evan..."

Ia tidak langsung menyimpulkan. Tapi di dadanya, keraguan itu kini tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ada sesuatu yang disembunyikan. Sesuatu yang besar. Dan foto ini... baru permulaan.

Tanpa menunda sedetik pun, Damian langsung menekan nama Haris di kontaknya. Telepon itu tersambung dalam sekejap.

"Haris." Suaranya rendah, berat, dan penuh pertanyaan yang tertahan. "Wanita di foto ini. Siapa dia?"

["Saya belum bisa memastikannya, Tuan,"] jawab Haris di seberang sana, suaranya tetap tenang namun sigap. ["Tapi posisinya... dia berada di dalam rumah yang sama dengan Evan."]

Jantung Damian berdegup semakin kencang mendengar jawaban itu. Ia kembali menatap wajah wanita itu di layar, semakin lama, semakin terasa asing namun juga semakin terasa dekat.

"Cari tahu segalanya," ucapnya tegas, tanpa keraguan sedikit pun. "Siapa dia. Hubungannya dengan Evan. Dan apa benar mereka sudah menikah? Jangan ada satu hal pun yang terlewat, Haris. Aku ingin tahu semuanya."

["Baik, Tuan. Segera saya lakukan."]

Panggilan terputus. Damian meletakkan ponselnya perlahan, namun matanya tak pernah beranjak dari foto itu. Ia belum tahu. Ia belum berani menyimpulkan. Tapi satu hal yang ia yakini, ia tak akan berhenti sampai ia mengetahui kebenaran utuhnya.

Keesokan paginya, udara masih terasa dingin. Damian kini telah berada diruangannya. Setelah menandatangani beberapa laporan, ia kembali menatap layar ponselnya.

Tepat saat itu pintu ruangannya diketuk dari luar.

Tok!

Tok!

Tok!

"Masuk."

Pintu terbuka.

Haris masuk dengan berkas ditangannya. Langkah tenang, sebuah berkas rapi di tangannya. Wajahnya serius, matanya menyiratkan bahwa apa yang ia temukan tak sederhana.

"Tuan," ucapnya sopan namun tegas, meletakkan berkas itu di atas meja kerja Damian. "Saya membawa laporan yang anda minta."

"Hasilnya?" tanya Damian tanpa basa-basi, suaranya berat dan tegang.

"Saya sudah periksa ke seluruh catatan sipil dan data resmi di setiap negara yang kemungkinan pernah ia datangi, Tuan," jawab Haris tegas. "Dan hasilnya tidak ada. Baik atas nama Evan maupun nama lain, tidak ada satu pun catatan pernikahan yang terdaftar di negara mana pun. Secara resmi, dia masih lajang. Belum pernah menikah."

Damian terdiam. Kata-kata itu menghantamnya lebih keras dari apa pun.

Belum pernah menikah?

Lalu siapa wanita di foto itu? Siapa yang dipanggil 'Mommy' anak kecil itu? Dan kenapa... kenapa sosok wanita itu terasa begitu akrab, begitu dekat.. seakan ia pernah kehilangan orang itu sendiri?

"Yakin tidak ada yang terlewat?" tanyanya pelan, matanya masih terpaku pada layar ponsel.

"Semua jalur sudah saya cek. Tidak ada yang disembunyikan dalam data resmi. Dia belum pernah menikah."

Damian menutup matanya sejenak, napasnya terasa berat. Semakin ia tahu, semakin banyak teka-teki yang muncul.

"Baiklah. Jika tidak ada yang penting lagi, kau boleh keluar."

"Baik, Tuan."

Haris berbalik dan keluar dari ruangan tersebut.

Tak lama berselang, ponsel di atas meja berdering pelan. Damian membuka matanya, menatap nama yang muncul di layar — Eliza. Ia mengangkatnya tanpa semangat.

"Halo..."

"Halo, Damian..." Suara wanita itu terdengar ceria di seberang sana, penuh antusias. "Aku dengar malam ini akan ada acara lelang besar. Bagaimana jika kita pergi bersama?"

"Terserah."

Jawabannya keluar begitu saja.. datar, dingin, tanpa nada sedikit pun tertarik. Matanya kembali jatuh pada foto wanita itu di layar samping. Pergi bersama Eliza? Bagi pria itu, kehadiran wanita itu tak lebih dari sekadar formalitas.

"Bagus kalau begitu! Aku jemput jam tujuh ya?" Eliza terdengar senang, tak menyadari ketidakpedulian di nada bicaranya.

"Ya."

Damian memutuskan panggilan lebih dulu. Ia meletakkan ponsel itu kembali ke meja, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap langit-langit ruangan yang tinggi.

❤️

1
Ellya Sari
lanjut thor💪
Ellya Sari
bagus
Murnia Nia
lanjut lagi thor aku kirim vote nih
Murnia Nia
lanjut thor lagi seru nih
Ellya Sari
jangan lama2 up-nya ya thor🙏.seru ceritanya
lexxa
aww,,, sukaaaa bngtttttttttt
Rahmatillah
up nya jangan lama lama dong thor 😐😐😐
Ellya Sari
up thor
Zhao_Xena: mungkin yang ini akan libur agak lama kak..😁😁. tapi sambil menunggu, bisa banget untuk mengikuti karya baru author lohh... judulnya
"Desah Cinta Berbalut Dendam." terimakasih /Pray/
total 1 replies
Raraa
AYO THOR, CERITA NYA DI LANJUTIN LAGI...SEMANGAT YAA AUTHORR💪💪💪😍😍😍
Raraa
SERU BANGET. DARI BANYAK NYA NOVEL YG AKU BACA, INI SIH NOVEL YG PALING THE BEST 😘😘😘🙌🙌
AYO DI BACA, INI NOV YG PALING SERU DI NOVELTOON😀😀😀😀😀
Raraa
lanjut thor
Annida Annida
lanjut tor
Zhao_Xena: langsung klik saja ke karyanya kak...🤗🤗
total 1 replies
ina
nasib evan perempuan, kalau benar² pria .. hahahhaa🤣
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!