Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Esok harinya di kantin HSI, kedua sahabat Velo dan juga Rania kaget, saat Velo menceritakan alasan Hana tidak masuk hari ini.

''Hel, tapi kamu ga papa kan?'' tanya Rania khawatir.

Helen menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.

''Gue gak papa kok'' ucapnya.

''Syukurlah kalau gitu'' Rania menghela nafas lega.

''Hana bener bener keterlaluan'' gumam Exel.

Sedangkan Maxim dia hanya terdiam, lebih tepatnya dia terlalu syok, karna wanita yang ia cintai bukan hanya tak berperasaan saja, tapi juga sangat keji.

Dua hari telah berlalu, hari ini Hana sudah di izinkan pulang oleh dokter, dan selama Hana di rawat di rumah sakit tidak ada satupun orang yang menjenguk Hana, hanya Mira saja yang selalu menemaninya.

''Bu, bagaimana?, kapan Hana bisa operasi palstik'' tanya Hana menatap Ibunya yang sedang memasukkan baju bajunya ke dalam tas.

Hana memutuskan untuk melakukan operasi plastik, sekalian Hana ingin merubah wajahnya agar terlihat semakin cantik, agar Velo tertarik padanya.

''Hana, Ibu tiga hari di rumah sakit terus nemenin kamu, Ibu mau dapat uang dari mana untuk biaya operasi plastik'' sahut Mira tanpa menatap putrinya.

Mendengar itu Hana yang sedang duduk di sofa langsung menghampiri Ibunya.

''Ibu gimana sih, kan Ibu bisa minta gaji Ibu yang untuk bulan ini sama Nyonya Diana'' tukas Hana kesal.

''Hana, Ibu masih satu bulan lagi gajian'' sahut Mira.

''Ya Ibu hutang dulu lah sama Nyonya Diana, Hana gak mau tahu, pokoknya Hana ingin operasi plastik secepatnya'' ucap Hana dengan bibir mengerucut kesal.

''Kalau begitu pakai uang yang selama ini Ibu berikan padamu, bukannya sebagiannya kamu tabung kan'' tukas Mira.

''Tabungan apa?, Hana udah gak punya tabungan, uang tabungan Hana sudah habis buat beli gaun pas ulang tahun Nonya waktu itu'' timpal Hana.

''Apa!!'' Mira seketika memekik kaget.

''Terus, uang tujuh puluh juta yang Ibu berikan sama kamu setiap bulan, apa kamu habiskan semua?'' tanya Mira.

''Ya iya lah bu, memangnya Ibu tidak lihat kalau barang barang di lemari Hana itu semua barang branded'' jawab Hana santai.

Mira yang mendengarnya hampir pingsan.

''Astaga Hana, seharusnya kamu sisihkan sebagiannya, jangan di habiskan semua, liat kalau lagi butuh begini, bingungkan'' omel Mira.

''Kan Ibu sendiri yang bilang, biar Hana gak insecure sama teman teman elite Hana'' tukas Hana.

''Ya, tapi bukan berarti kamu habiskan semuanya, tujuh puluh juta itu banyak loh Han, gak sedikit'' Mira hampir menangis, karna semua gaji yang ia berikan pada Hana, ternyata di habiskan semua tanpa ada sisa sedikitpun.

''Ibu jangan salahin Hana dong, lagian itu sudah tanggung jawab Ibu sama Hana'' ketus Hana, dia sama sekali tidak perduli dengan Ibunya yang hampir di buatnya menangis.

Mira langsung terdiam menatap Hana dengan mata memerah, lalu dia mengangkat tas yang berisikan baju bajunya, lalu melangkah pergi keluar begitu saja tanpa bicara sepatah katapun, membuat Hana menggerutu.

''Ih, Ibu tunggu!''

Hana bergegas menyusul Ibunya, tapi sebelum itu Hana menutup wajahnya dengan syal, karna dia malu jika orang orang melihat wajahnya yang merah, bahkan ada beberapa bagian yang masih melepuh dan berair, karna masih baru beberapa hari, butuh waktu satu minggu lebih untuk luka bakarnya benar benar kering.

Setiba di kediaman Aditama, saat Mira dan Hana baru turun dari takis, mereka kaget melihat koper koper yang mereka kenali berada di teras kediaman Aditama.

''Bu, bukannya itu koper milik kita, kok ada di sana?, siapa yang udah berani naruh di sana'' tukas Hana suaranya agak meninggi karna marah.

''Saya''

Sontak Hana dan Mira terkejut melihat Diana muncul dari dalam rumah, bersama asisten papanya Velo dan juga kepala pelayan pria.

Mira bergegas menghampiri Diana.

''Nonya, ini kenapa koper koper kami berdua ada di luar?'' tanya Mira dengan panik.

''Apa kamu masih belum mengerti, dengan maksud saya'' sahut Diana.

''Maksud Nyonya, Nyonya mengusir kami?'' tanya Hana.

''Tentu, apa lagi memangnya'' jawan Diana.

Tubuh Hana limbung dan hampir saja jatuh, kalau saja dia tidak berpegangan pada tiang besar di sampingnya.

''Nyo,, nyonya, kenapa anda mengusir kami?'' tanya Mira, tadi di rumah sakit Hana sudah membuatnya hampir menangis dengan sikapnya yang menyakiti hatinya, dan kini di tambah oleh Diana yang mengusirnya, akhirnya Mira tidak bisa lagi membendung tangisannya yang sudah ia tahan sejak di rumah sakit tadi.

''Bukankah waktu itu aku sudah bilang, kalau putrimu berani melakukan hal buruk lagi pada calon menantuku, aku akan mengusir kalian dari sini'' ucap Diana, sama sekali tidak perduli dengan tangisan Mira.

 Sebenarnya Diana tidak terlalu menyukai Hana, karna melihat gadis yang tumbuh besar bersama putranya itu, selalu berusaha menjadi penghalang hubungan antara Velo dan Helen, namun selama ini Diana masih berusaha menahan kekesalannya, karna mengingat jasa Mira pada keluarganya, tapi kali ini Diana sudah tidak perduli lagi, kesabarannya sudah habis, Mira dan Hana harus pergi dari kediaman Aditama ini.

''Hiks Nonya, tolong beri kesempatan lagi pada kami, saya pastikan Hana tidak akan berani berniat jahat lagi pada Nonan Helen'' Mira memohon dengan terisak.

Hana yang sejak tadi bersandar pada tiang, perlahan menegakkan badannya menatap Diana dengan berani.

''Nyonya, apa anda sudah melupakan jasa Ibu saya, selama lima belas tahun ini?'' tanya Hana.

''Bukankah selama ini aku sudah membayar jasa Ibumu, dengan memberinya gaji dua kali lipat dari pelayan lain, belum lagi barang barang mahal yang sering Velo belikan untukmu, apa itu masih kurang'' sahut Diana membuat Hana terdiam seketika.

Rata rata gaji para pelayan di kediaman Aditama itu dua puluh juta, dan tiga puluh juta untuk pekerja lama, sedangkan gaji Mira tujuh puluh juta dua kali lipat dari gaji pelayan lama.

''Sudahlah, sebaiknya kalian berdua sekarang cepat pergi, dan jangan pernah menginjakkan kaki kalian di sini lagi'' usir Diana lalu berbalik dan masuk ke dalam.

''Nyonya tunggu!!'' teriak Hana berlari menyusul Diana ke dalam, namun kepala pelayan pria langsun menghadangnya, lalu menyeretnya paksa ke arah gerbang.

''Lepas!!'' teriak Hana berontak, namun kepala pelayan itu tak bergeming, dia tetap menyeret Hana.

Sedangkan Mira dia langsung menarik kedua koper milik dirinya dan putrinya, serta tas besar yang sejak tadi dia bawa dari rumah sakit, lalu mengejar Hana.

Asisten Adrian dia hanya mengikuti Mira tanpa ada niatan membantu Mira, untuk membawakan kopernya.

Saat samapi di depan pintu gerbang, kepala pelayan itu langsung mendorong Hana ke aspal.

Brukkk

''Akhhh,,''

Hana memegang sikunya yang berdarah karna bergesekan dengan aspal.

''Hana, Hana, kamu tidak apa apa, Nak?'' tanya Mira membantu putrinya berdiri.

''Siku Hana sakit bu'' rengek Hana.

Asisten Adrian yang berdiri di depan pintu gerbang, perlahan mengeluarkan amplop yang sejak tadi dia simpan di balik jasnya, lalu melemparkannya pada Mira.

''Itu uang pesangon dari Nyonya Diana'' ucapnya, lalu berbalik dan masuk ke dalam.

''Sebaiknya kalian berdua cepat pergi dari sini'' usir kepala pelayan itu, lalu menutup pintu gerbangnya.

1
tinie
jiaaa🤣🤣 mimpi aja Lo
plinplan
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Tiara Bella
iuhhh si Hana naksir om Anton GK bakalan mw dia....apalg klu Anton tw klu itu Hana.....
tinie
semangaat
Hellen dan om Anton
pasti kuat menghadapi cobaan
ulet bulu
tinie
gilaa🤣🤣
stiap orang ganteng kamu suka
apalagi jika tau om Anton lebih tajir
punya dua perusahaan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kaylla salsabella
musuh nya keluarga velo
Sulati Cus
kyknya musuh nya keluarga beli atau hana pasti srh menghancurkan salah satu dr mereka emang dasar velo jodohnya si hana😅
tinie
apakah vello termasuk saingan orion🤔🤔
tinie
heey
kirain kamu sudah melahirkan
karna di p rks 🤔🤔
Tiara Bella
apa yg dilihat si Hana ya beruntung Bangt dia ada yg nolong.....
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
weleh si biang kerok datang
endang
double dong kk 🤭🤭💪💪👍
Tiara Bella
udh velo sm Hana aja....gk ush gangguin Helen lg
aristi
Hana muncul lgi
kaylla salsabella
si hana
kaylla salsabella
eh emang bang Antonio bujang tua🤭🤭🤭
tinie
horee selamat ya om
cintamu diterimah💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!