Yang baca Author do'akan semoga kalian lancar rezekinya😍😍
Dari Selir yang Diabaikan menjadi Permaisuri
👑 Kaisar Tang Xuanze (唐玄泽)
👸 Permaisuri Mu Qingran (慕清然)
🌸 Gelar: Permaisuri Xianhe (贤和皇后)
🏯 Istana: Istana Ziyun
📜 Era Pemerintahan: Zhengzhou (正州)
Mu Qingran hanyalah seorang selir yang hidup dalam bayang-bayang istana. Diabaikan Kaisar Tang Xuanze, dihina para selir, dan dijadikan pion dalam perebutan kekuasaan, ia memilih bertahan dengan kecerdasan dan kesabarannya. Saat berbagai intrik mengancam takhta, Qingran membuktikan kesetiaan serta keberaniannya hingga perlahan merebut kepercayaan sang kaisar. Namun, jalan menuju singgasana permaisuri dipenuhi pengkhianatan, fitnah, dan pengorbanan. Mampukah seorang wanita yang pernah dianggap tak berharga mengubah nasibnya menjadi Permaisuri Xianhe yang dihormati seluruh negeri? Ataukah ambisi istana akan menghancurkan cinta dan harapan yang akhirnya ia temukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai di Paviliun Bunga Plum
Gema suara rantai besi yang diseret di atas lantai marmer hitam Aula Audiensi Utama masih menyisakan getaran yang mencekam di dada setiap pejabat yang hadir. Perdana Menteri Gao berdiri kaku, seakan seluruh tulangnya mendadak kehilangan kekuatan untuk menopang tubuh senjanya. Bukti-bukti yang dibeberkan oleh Mu Qingran bukan lagi sekadar tuduhan politik kosong, melainkan hantaman telak yang langsung mencabut akar kekuasaan faksi konservatif yang telah lama mencengkeram birokrasi istana.
"Berdasarkan bukti otentik, catatan aliran dana rahasia, serta pengakuan langsung dari para pelaku," suara Tang Xuanze menggelegar dingin, memecah kesunyian yang terasa begitu menyesakkan, "Menteri Muda Mei Lin dinyatakan bersalah atas percobaan makar dan persekongkolan jahat terhadap keluarga kekaisaran. Jabatan dan seluruh atribut kebangsawanannya dicabut hari ini juga. Ia beserta seluruh keterlibatannya akan dijebloskan ke penjara bawah tanah untuk menunggu eksekusi mati."
Kaisar mengalihkan pandangannya yang tajam kepada Perdana Menteri Gao, yang kini menunduk dalam-dalam dengan tangan gemetar. "Adapun Perdana Menteri Gao, karena kelalaian dalam mengawasi bawahannya serta terbukti melindungi jaringan korupsi birokrasi, kau dibebastugaskan dari seluruh jabatan kenegaraan. Kembalilah ke kediamanmu, dan jangan pernah menginjakkan kaki di lingkungan istana pusat tanpa titah langsung dariku."
Hukuman itu dijatuhkan tanpa celah tawar. Para menteri di barisan belakang tidak ada yang berani mengangkat kepala, apalagi melontarkan bantahan. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa melawan Kaisar Tang Xuanze dan Permaisuri Mu Qingran sama artinya dengan menjemput ajal di ujung pedang pengawal istana.
Sidang bubar dalam keheningan yang kaku. Para pejabat tinggi meninggalkan aula dengan langkah tergesa-gesa, ketakutan terseret dalam gelombang pembersihan besar-besaran yang sedang digalakkan oleh sang permaisuri.
Sementara itu, di ujung barat kompleks istana, suasana di Paviliun Bunga Plum jauh lebih mengerikan daripada ruang interogasi manapun. Selir Mei terduduk lemas di atas lantai kayu ruang utamanya. Kertas-kertas dokumen rahasia, gulungan surat dari keluarganya, dan barang-barang berharga berserakan di sekelilingnya bagaikan reruntuhan kapal yang diterjang badai dahsyat. Berita tentang penangkapan sang kakak, jatuhnya sang ayah, serta kejatuhan total faksi klan mereka telah sampai di telinganya dalam hitungan menit setelah sidang selesai.
"Tidak... ini tidak mungkin..." gumam Selir Mei berulang-ulang, wajahnya yang biasanya dipoles indah kini tampak hancur, air mata mengalir deras membasahi pipinya tanpa peduli lagi pada riasan wajahnya. "Wanita sial itu... perempuan jalang itu benar-benar menghancurkan segalanya dalam waktu semalam!"
Pintu gerbang paviliun tiba-tiba terbuka dengan kasar. Suara derap langkah kaki berat puluhan pengawal istana bersenjata lengkap menggema di halaman luar, menghentikan kepanikan para pelayan yang berlarian ke sana kemari. Chunhua melangkah masuk terlebih dahulu dengan kepala tegak, memegang titah resmi berstempel giok merah langsung dari tangan permaisuri.
"Selir Mei," panggil Chunhua dengan suara dingin tanpa ampun, berdiri di ambang pintu utama Paviliun Bunga Plum.
Selir Mei mendongakkan kepalanya dengan mata memerah karena amarah dan ketakutan. Ia bangkit berdiri, mencoba menegakkan posturnya meski tubuhnya bergetar hebat. "Berani sekali kau mendatangi kediamanku tanpa izin! Aku masih seorang selir berkedudukan tinggi di istana ini! Di mana Kaisar? Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia!"
Chunhua tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh sinisme yang membuat darah Selir Mei mendidih. "Bertemu dengan Yang Mulia? Kau bahkan tidak memiliki hak untuk sekadar menghirup udara di istana ini lebih lama lagi, Selir Mei. Titah kekaisaran telah turun."
Chunhua membuka gulungan kain kuning di tangannya dan membacakannya dengan suara lantang yang didengar oleh seluruh penghuni paviliun:
“Atas persekongkolan jahat, percobaan pembunuhan terhadap Permaisuri, serta pengkhianatan terhadap stabilitas negara yang dilakukan oleh klan Mei, status kebangsawanan Selir Mei dicabut seketika. Seluruh atribut, hak istimewa, dan kedudukannya dilucuti. Mulai detik ini, ia diturunkan menjadi pelayan rendahan di bagian pencucian istana, diasingkan selamanya dari lingkungan dalam istana utama, dan diawasi ketat seumur hidupnya.”
Mendengar titah tersebut, dunia seakan runtuh di kepala Selir Mei. Kakinya melemas, membuatnya tersungkur jatuh ke lantai kayu yang dingin. "Tidak... tidak! Aku tidak mau! Panggil Kaisar! Aku minta bertemu dengan Yang Mulia!" teriaknya histeris, mencoba merangkak maju menghampiri Chunhua.
Namun, dua pengawal istana berbadan kekar langsung bergerak cepat, mencengkeram kedua lengan Selir Mei dengan kasar dan menyeretnya menjauh dari ruangan mewah yang selama ini menjadi tempatnya merajut ambisi. Tangisan dan teriakan histeris Selir Mei memecah kesunyian sore itu, bergema di antara dinding-dinding paviliun yang kini resmi kehilangan seluruh kekuatannya.
Malam kembali turun, namun kali ini Istana Zhengzhou bernapas dengan kelegaan yang jauh lebih bersih. Di Paviliun Phoenix, Mu Qingran berdiri di dekat jendela kaca besar, memandangi pantulan cahaya rembulan di permukaan kolam teratai. Hawa dingin musim semi terasa menyegarkan, membawa angin perubahan yang telah lama ia nantikan.
Tang Xuanze melangkah masuk tanpa suara dari balik pintu utama. Ia berjalan mendekati istrinya, lalu melingkarkan kedua lengannya yang hangat di pinggang Qingran, membenamkan wajahnya sejenak di ceruk leher wanita itu untuk menghirup aroma harum teh melati dan dupa gaharu yang selalu melekat pada diri sang permaisuri.
"Semua sudah selesai," bisik Tang Xuanze lembut. "Klan Mei telah dibersihkan sepenuhnya dari lingkaran dalam istana, dan para menteri di dewan luar tidak ada lagi yang berani mengangkat suara untuk mendikte kita."
Qingran menyandarkan punggungnya pada dada bidang sang kaisar, menaruh kedua tangannya di atas lengan suaminya dengan senyuman tenang menghiasi bibirnya. "Ini baru permulaan, Xuanze. Membersihkan istana dari duri-duri yang terlihat memang mudah... tantangan sesungguhnya adalah membangun kembali fondasi negeri ini agar kesejahteraan rakyat benar-benar pulih seperti yang kita janjikan."
Tang Xuanze mengeratkan pelukannya, mengecup puncak kepala Qingran dengan penuh cinta dan kekaguman yang mendalam. "Apapun yang ingin kau bangun di negeri ini, aku akan selalu berdiri di sampingmu—sebagai kaisar yang memegang pedang, dan sebagai suami yang menjagamu di atas singgasana abadi."
Di bawah naungan malam yang damai, lembaran sejarah baru Kekaisaran Zhengzhou resmi dimulai. Di tangan dua penguasa yang saling melengkapi ini, masa depan negeri bukan lagi bayang-bayang intrik dan pengkhianatan, melainkan sebuah era keemasan yang abadi.
Author mau kasih tahu nih. Author cuti dua minggu untuk gak nulis dulu karena kesibukan author yang berada diperantauan juga. Jadi, untuk pembaca baca dulu karya lain author ya. jika nanti author kembali pastinya author akan kasih kejutan yang menarik lagi untuk karya selanjutnya.
Siapa nih yang suka intrik istana? kalian bisa request sama author mau dibuatkan novel tema Intrik istana, kultivasi, atau poliandri yang lagi trend sekarang.
kebetulan author lagi nulis karya baru dikertas jadi rilisnya kemungkinan juga bulan September.
Semoga kalian suka karya lain author ya🥰🥰
Terimakasih dukungan kalian untuk author🥰 author akan menulis karya yang lebih menarik dan matang lagi alurnya.
byebye🥰