Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.
Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu
Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jealous
Wah... abang Chandrama udah makin gede aja ya dri... ucap cynthia, Adrika tersenyum setuju. Lalu Cynthia menghampiri Chandrama, Chandrika dan jagadta
Ribet ga dri jagain chandrama setiap hari tanpa baby siter?? tanya Atarav.
Enggak kok... chandrama anaknya nurut banget kok..diajak ngomong dikit udah langsung nurut...padahal masih setahun usianya...ucap Adrika yang pandangan matanya tak sekali pun lepas dari chandrama.
Kamu sayang banget ya sama chandrama... ucap atarav
Emang ada ya orang tua gak sayang sama anaknya mas...ucap Adrika santai.
Ya banyaklah, diluar sana... ujar Jordan yang baru kembali dari toilet
lagi korslet kali mereka otaknya...sahut adrika cuek, membuat atarav dan jordan tertawa.
Adrika diam memperhatikan Jagadta yang bermain dengan Chandrama di temani Cynthia dan Chandrika. Tidak ada sedikit pun sorot mata marah, kecewa atau pun kesal di mata Adrika.
Atarav melirik Adrika, Atarav sejak dulu tak bisa mengerti mengapa adrika tak pernah menunjukkan rasa marah, cemburu dan posesifnya pada Jagadta, walaupun Atarav tahu Adrika menikahi Jagadta demi Gayatri dan nama baik almarhum kakek dan neneknya, walau pun begitu dimana-mana pasti yang namanya istri akan marah dan cemburu saat melihat suaminya masih tampak dekat dengan mantan kekasihnya walau hanya sekedar teman baik.
Kamu gak cemburu dri... tanya Atarav pada adrika. Adrika terdiam, kemudian ia tersenyum tanpa mengalihkan matanya dari Chandrama.
Aku udah pensiun dari perasaan itu mas... ucap Adrika santai.
Wah... Pensiun?? lalu kenapa dulu aku tak pernah melihatnya...tanya Atarav.
Haruskah aku mengumbar luka-ku...ucap Adrika menatap atarav sambil tersenyum begitu tenang.
mm..harus, kamu harus menunjukkannya agar si bodoh itu bisa lebih peka, dan lebih memperhatikan perasaanmu... ucap Atarav. Jordan hanya diam ia tak mau ikut campur pembicaraan yang hanya akan membuatnya naik pitam.
hhhmmm...tapi untuk apa?! toh fans setia istrimu itu takkan pernah membalas rasa ku...ucap adrika mengalihkan pandangannya pada Chandrama putranya yang kini sudah merangkak kearahnya dengan semangat.
hhh... apa dia selalu menahannya begitu... gumam atarav.
hm... gak jauh beda sama yang lo lakuin dulu. Bedanya, Nona-ku itu gak suka mengumbar perasaanya... sahut Jordan kesal seraya menegak minumannya dengan kesal.
Lagi pula aku gak sudi kalau nona-ku itu sudah menunjukkan perasaannya, tapi malah tidak diperlakukan baik oleh si bodoh itu...memang menyakitkan tapi lebih baik nona-ku tak pernah mengungkapnya, karna mungkin aku gak akan tinggal diam kalau aku melihat harga diri nona-ku itu diinjak-injak...Ucap Jordan jujur.
Dasar posesif...ejek atarav pada jordan
11/12 kan sama lo...balas jordan cuek.
Lah terus lo kapan...tanya atarav.
Kapan apanya??? tanya jordan
Ga mungkinkan lo terus terusan jadi bayangan nona tersayang lo itu kan?!...ucap atarav.
Gue blom mikir ke sana... lagian emang ada, cewe yang rela jadi nomor kesekian??? lo tahukan buat gue nona adrika akan selalu jadi prioritas gue sampai kapan pun.... ucap jordan jujur.
hhhhh.... klo gitu kenapa dulu lo ga nikah sama nona lo aja sih...ucap atarav kesal.
Lo pikir gue sepantas itu buat bersanding dengan nona adrika?!...Nona adrika haruslah bersanding dengan orang yang lebih dan lebi baik lagi dari Tuan Besar Djatmoko....ujarnya
Dan Jagadta orang yang lebih dan lebih dari Kakek Djatmoko???ejek atarav. Jordan menatap tajam atarav.
Atarav tertawa terbahak-bahak ia begitu senang mengganggu jordan