Indonesia
NovelToon NovelToon
Diantara Dua Bayangan

Diantara Dua Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fazry Fazriyah

Nara menatap Zaid dengan perasaan campur aduk. Pria berhati dingin ini baru saja melemparkan skenario paling menakutkan dalam hidupnya, memaksa Nara untuk memilih. "terus bersembunyi dalam ketakutan, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta yang selama ini ia sembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazry Fazriyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Hati Yang Terguncang

Kecupan lembut di kening Nara dan hangatnya suasana rooftop malam itu mendadak menguap, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk saat mereka melangkah menuju area parkir.

Gemerlap lampu kota kini hanya menjadi latar belakang yang samar ketika tawa kecil Nara terhenti seketika.

Zaid yang sedang merangkul pinggang istrinya dengan protektif tidak menyadari keberadaan seorang pria yang berjalan tergesa-gesa sambil menunduk menatap layar ponselnya.

Brak!

Bahu Zaid tak sengaja berbenturan cukup keras dengan bahu pria tersebut. Langkah Zaid terhenti, ia refleks memegang lengan Nara agar istrinya tidak ikut terseret.

"Maaf, Pak. Saya tidak sengaja," ujar Zaid tenang dan sopan, memperbaiki posisi kemejanya.

Pria itu mendongak dengan raut wajah gusar. Namun, begitu pandangannya bergeser dari Zaid ke wanita di sampingnya, matanya membelalak. Pria itu adalah Devino.

"Nara...?" gumam Devino, suaranya dipenuhi ketidakpercayaan yang membakar. Matanya beralih menatap tangan Zaid yang masih berada di pinggang Nara, lalu menatap Zaid dari atas ke bawah dengan tatapan sengit.

"Jadi... ini suami yang bikin kamu mendadak lupa sama aku?"

"Devino?" Nara bernapas tercekat. Tangannya meremas kemeja Zaid. "Mau apa kamu di sini?"

"Harusnya aku yang tanya, sama kamu, Ra! Tiga tahun, Ra! Tiga tahun kita saling cinta dan sayang, nungguin kamu, tapi kamu malah nikah sama laki-laki ini yang bahkan nggak punya rasa humor ini!" seru Devino, emosinya membuncah.

Zaid memajukan langkahnya, menggeser tubuhnya sedikit untuk menutupi Nara dari pandangan Devino.

Tatapan mata Zaid tetap datar, namun memancarkan kewibawaan yang dingin.

"Tolong jaga bicara Anda. Nara adalah istri saya, dan Anda tidak berhak membentaknya di tempat umum."

"Istri?" Devino tersenyum sinis, menyunggingkan senyum mengejek. "Lo cuma menang status, Bro! Dia nikah sama lo bukan karena cinta! Lo pikir dia bisa langsung lupa sama perjuangan gue selama tiga tahun cuma dalam dua bulan?"

Dua teman Devino yang baru keluar dari mobil mewah di dekat mereka mendengar keributan itu dan langsung mendekat. Melihat Devino yang tersulut emosi, tanpa basa-basi dan tanpa peringatan, salah satu teman Devino melayangkan pukulan mentah ke arah Zaid.

Bugh!

Pukulan itu mendarat telak di rahang Zaid. Zaid tersungkur ke samping, sudut bibirnya langsung pecah dan mengeluarkan darah segar.

"Mas Zaid!" jerit Nara histeris.

Zaid berusaha bangkit, namun kedua teman Devino yang terpancing provokasi bertindak membabi buta. Mereka menendang dan memukul lengan serta perut Zaid.

Zaid, yang dasarnya bukan seorang petarung dan tidak bersiap menghadapi serangan mendadak, hanya bisa menahan gempuran itu sembari berusaha melindungi kepalanya.

Suasana parkiran yang agak sepi di sudut tertentu membuat tidak ada satupun petugas keamanan yang menyadari keributan singkat namun brutal tersebut.

"Cukup! Stop!" Nara melepas rasa takutnya dan memburu ke depan. Ia melempar tubuhnya di atas Zaid, menjadikan punggungnya sebagai perisai untuk melindungi suaminya dari pukulan selanjutnya.

Gerakan refleks Nara membuat kedua teman Devino terhenti sejenak. Devino terpaku melihat Nara yang mendekap erat tubuh Zaid yang tersengal-sengal di atas aspal dingin.

Nara menengadah. Matanya sembap oleh air mata, menatap Devino dengan penuh amarah sekaligus ketakutan yang luar biasa.

"Devino, aku mohon! Suruh teman kamu berhenti!" teriak Nara dengan suara serak, bergetar hebat. "Cukup, Vin! Tolong stop!"

Devino menatap sinis ke arah Nara. Ada retakan besar di dalam dadanya saat melihat bagaimana jari-jemari Nara meremas erat kemeja Zaid yang bernoda darah dan debu, betapa matanya menyiratkan kecemasan yang teramat sangat.

Sebuah tatapan yang tak pernah Nara berikan padanya selama tiga tahun ia mengejar wanita itu.

"Ternyata kamu lebih peduli sama dia, Ra... ketimbang aku yang udah berjuang tiga tahun buat kamu," desis Devino penuh kepahitan dan rasa kecewa yang mendalam.

Devino mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan amarah yang membakar. Ia memalingkan wajah, lalu mengibaskan tangannya kasar pada kedua temannya.

"Cabut," kata Devino dingin, tanpa menoleh lagi. Ia melangkah pergi meninggalkan area parkir dengan langkah seribu bahasa, membawa kekalahan dan rasa sakit hati yang teramat sangat.

Atmosfer di dalam mobil Zaid terasa amat pekat dan sunyi. Hanya terdengar helaan napas Zaid yang tertahan dan suara gesekan kapas dengan botol antiseptik.

Lampu kabin mobil yang redup menerangi wajah Zaid. Nara duduk agak miring di kursi penumpang, jemarinya yang gemetar perlahan mengusap sudut bibir Zaid yang robek dengan kapas beralkohol.

"Aww..." Zaid meringis pelan, refleks menjauhkan wajahnya sedikit.

"Maaf, Mas... sakit ya? Tahan sebentar, ya," bisik Nara lembut. Air matanya menetes lagi, jatuh tepat di atas punggung tangan Zaid.

Zaid tertegun. Ia mengangkat tangan kanannya yang memar, membelai pipi Nara yang basah dengan ibu jarinya. "Jangan menangis, Nara. Saya tidak apa-apa."

"Gimana aku nggak nangis, Mas? Mas terluka gara-gara aku... gara-gara Devino," tutur Nara penuh penyesalan sembari menempelkan plester kecil di sudut bibir Zaid, lalu beralih membersihkan goresan di lengan suaminya.

Zaid menatap Nara lekat-lekat. Di balik rasa sakit fisik pada tubuhnya, ada sebuah perasaan asing yang merayap perlahan dan mengusik kedalaman dadanya.

Kata-kata Devino di parkiran tadi terus bergema di kepalanya bagai dentang lonceng yang membingungkan.

"Tiga tahun aku ngejar-ngejar kamu..." "Dia nikah sama lo bukan karena cinta!"

Zaid adalah pria yang selalu mengandalkan logika. Selama dua bulan ini, ia menganggap pernikahan mereka adalah sebuah komitmen jujur yang dibangun bertahap tanpa perlu memikirkan masa lalu.

Namun, mendengar nama laki-laki lain yang pernah mengisi atau setidaknya berjuang lama di kehidupan Nara, ada desakan aneh yang membuat dadanya terasa sesak, sebuah rasa tidak nyaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Apakah ini rasa cemburu? Atau rasa tidak percaya diri dari seorang pria kaku yang takut tidak bisa memberikan apa yang pernah ditawarkan pria lain?

"Nara..." panggil Zaid dengan suara serak.

"Ya, Mas? Ada yang sakit lagi?" tanya Nara cemas, menghentikan gerakan tangannya di lengan Zaid.

Zaid menatap manik mata Nara yang jernih. Ada keraguan di matanya, namun ia memberanikan diri untuk bertanya, menuntaskan kebisingan di dalam kepalanya.

"Devino... siapa dia sebenarnya untuk kamu, saat ini?"

Nara tertegun. Ia melihat kedalaman mata Zaid yang tidak lagi hanya memancarkan ketenangan logis, melainkan ada sedikit kerentanan dan kegelisahan di sana. Nara sadar, di balik luka fisik suaminya malam ini, ada hati yang juga baru saja terguncang.

"Mas ... Kok kamu nanya gitu?... Kan kamu tahu, mas. Dia hanya masalalu." Ujar Nara sambil memijat dalam-dalam ke dua manik mata Zaid.

"Tapi,..." Zaid mengantungkan ucpaannnya.

"Tapi kenapa, mas... Mas... Aku aja ya yang bawa mobilnya! Tangan kamu pasti sakit!_"

"Aku masih kuat, Nara." Potong Zaid yang tak ingin menunjukan sisi lemahnya di hadapan Nara. Wanita yang kini mulai ia pedulikan kehadiran dihatinya.

1
Apriyanti
Alhamdulillah sdh bersama
lanjut thor 🙏
Apriyanti
semoga Nara jg jatuh cinta pd zaid
Apriyanti
wah so sweet bgt si🤭
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
lanjut thor
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
Alhamdulillah semoga mereka cepat jatuh cinta🙏
Apriyanti
wah sampe ikutan nahan nafas aku thor 🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
lanjut thor
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
lanjut thor
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
knp kamu gak jujur SM Zaid nar
Apriyanti
semoga butir² cinta muncul di hati mereka berdua
Apriyanti: siaap thor🥰🙏
total 2 replies
Apriyanti
thor jgn lama² ya bikin mereka bersatu nya,, lanjut thor 🙏
Apriyanti
semoga lama² mereka bisa bersatu🙏💪🥰
Apriyanti
udalah Zaid buang ego mu Ayuk dekat kan dirimu ke nara🤣
Apriyanti
semoga kalian berdua secepat nya timbul perasaan cinta
Apriyanti
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!