Indonesia
NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:579.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Libra

Berdasarkan kisah nyata. Bijaklah dalam membaca. 😊

Iva Syarifa (Iva) adalah seorang wanita cantik yang ramah dan suka mengalah. Sayang kepada suaminya dan seorang istri penurut. Hidupnya awalnya penuh kebahagian hingga akhirnya mertuanya ikut campur akan rumah tangganya. Disitulah dimulai terus penderitaannya.


Hadinata Kesuma Wijaya (Hadi) adalah seorang pria tampan yang mempunyai kepribadian playboy. Tapi sesungguhnya ia mencintai istrinya yaitu Iva. Awal pernikahan mereka baik-baik saja hingga setahun dan dua tahun berlalu, Mama Hadi selalu ikut campur urusan rumah tangga Hadi dan Iva. Bahkan Mama Hadi selalu menyiksa dan memperlakukan Iva layaknya seorang pembantu. Sungguh mertua yang kejam. Mamanya Hadi lah yang selalu berusaha untuk mempengaruhi Hadi untuk memoroti harta dari keluarga Iva. Dan Mamanya Hadi pula lah yang selalu berusaha memisahkan serta merusak rumah tangga anak dan menantunya tersebut.


Verlita Maheswari Gupta (Lita) adalah seorang wanita cantik yang berpendidikan dan dari keluarga kaya. Suatu kejadian yang membuatnya bertemu dan berkenalan dengan Hadi sehingga menjadikan dirinya sebagai orang yang menyela di antara Iva dan Hadi.


Cinta segitiga pun terjadi di antara Iva, Hadi dan Lita. Bagaimanakah Kelanjutannya kisahnya??? Yuk saksikan saja 😀😀😀


Ini cerita nyata yang diceritakan dan dikembangkan oleh Author. Mohon maaf untuk kesamaan nama, tempat dan cerita yang semuanya telah Author blurkan. Tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni cerita yang dikembangkan saja. Bijaklah dalam membaca. Selamat menikmati dalam membacanya. Semoga suka 😊😊😊


Klik like, vote dan kasi komentar ya. Sertakan juga bintang dan rate 5 nya ya 😊😊 Jangan lupa hadiah dan dukungannya. Makasih 😘😍🥰😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Libra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.

Arman sudah menelepon Lita dan Lita menyebutkan alamat rumahnya. Sehingga esok paginya Devita dan Arman bersiap pergi ke rumah Lita. Kebetulan hari minggu, Devita libur sekolah jadi mereka pergi dari pagi.

Arman menaiki sepeda motor supranya. Arman berboncengan dengan Devita ke kota. Sampailah Arman di sebuah rumah yang alamatnya sesuai dengan yang diberikan oleh Lita. Arman masuk ke dalam dan memarkirkan sepeda motornya. Devita turun dan Arman membawanya serta masuk ke rumah tersebut.

Arman memencet bel rumah. Tak lama kemudian seorang pembantu muda membuka pintu rumah. Pembantu tersebut mempersilahkan Arman dan Devita masuk. Devita dan Arman masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi sofanya.

Tak lama kemudian Lita keluar dan menyambut Arman dan Devita. Lita mencium tangan Arman dan Devita mencium tangan Lita. Pembantu keluar membawa minuman untuk Devita dan Arman serta beberapa biskuit teman minumnya.

“Terima kasih Pak Arman dan Dedek mau datang ke rumah Lita ini. Silahkan di minum dan cicipi biskuitnya.” Lita dengan sopan menyambut tamunya.

“Iya nak Lita. Makasih.” Arman pun minum dan mencicipi biskuitnya. Devita hanya diam tak banyak bicara. Devita hanya mengikuti apa yang dilakukan kakeknya juga.

Devita melihat rumah Lita yang sangat bagus dan besar juga mewah. Rumah besar gini hanya sedikit orang yang menempati. Sungguh sunyi sekali.

Lita memperhatikan Devita yang hanya diam.

“Dek, boleh kan tante panggilnya Dedek aja.” Lita bertanya ke Devita.

“Iya Tan, boleh aja.”

“Kalau gitu panggil Mama Lita ya, Dek. Jangan Tante lagi. Anggap saja aku Mama Dedek juga.” Lita berharap Devita mau menerimanya.

Devita diam, karena akan sangat sulit rasanya memanggil Lita sebagai Mamanya. Bagi Devita ibu kandungnya hanya satu yaitu almarhum Iva.

“Kalau susah, pelan-pelan saja ya Dek.” Lita tersenyum tapi Devita hanya diam.

“Nak Lita, dimana Hadi?” kali ini Arman yang berucap menanyakan keberadaan Hadi.

“Ada di kamar, mari kita masuk saja melihat Hadi.”

Lita pun mengajak Arman dan Devita masuk ke kamarnya. Di dalam kamar terlihatlah Hadi yang keadaannya memprihatinkan. Ia diam dan susah bergerak. Mulutnya rancu ngomong gak jelas. Hanya terucap kata : “Iva ... anak kita. Iva ....” Hanya itu terus yang terucap. Selebihnya ia tak berucap apa pun. Bahkan bergerak saja tak bisa. Hanya berbaring di tempat tidur saja.

Devita melihat ke arah ayah kandungnya. Arman dan Lita membawa masuk Devita ke dalam. Lita mendekati suaminya. Ia duduk di dekat ranjang Hadi.

“Mas ... mas ... ini Lita, mas.” Lita memanggil Hadi tapi tak ada respon apa pun. Seakan Hadi tak mendengar Lita berbicara.

Lita melihat ke arah Arman dan Devita.

“Seperti ini lah keadaan Hadi beberapa tahun ini. Sakit apa aku juga gak tahu. Dia hanya terbaring di ranjang. Gak bisa menyebutkan hal lainnya selain nama Iva dan anaknya. Gak bisa bergerak juga. tolonglah Hadi, ku mohon.” Lita kembali menangis.

Arman kemudian meminta Lita mengambilkan air putih yang bersih. Dia bilang kalau harus air minum yang baik. Arman hendak membuat air tawar. Lita pun segera membawa sebotol air yang ukuran sedang dan satu gelas besar air minum kemudian di berikan ke Arman. Arman duduk di lantai, kakinya disilangkan seperti duduk bersila. Mulai membaca doa dan beberapa surat pendek sambil menyebutkan nama Hadi untuk kesembuhannya. Arman begitu khusuk dan Lita tak mau menggangu.

Lita melihat ke arah Devita.

“Dek, mari mendekat ke Papa.” Ajak Lita dan Devita pun mendekat.

“Mas, ini Devita biasa di panggil Dedek. Dia ini anaknya Iva. Anaknya Mas sama Iva.” Lita mengatakannya. Dan sebuah keajaiban terjadi, Hadi menatap ke arah Devita. Hadi mulai menangis. Hadi melihat Devita yang mirip Iva. Hadi bisa melihat Iva pada diri Devita. Hadi mulai bergerak.

Hadi berusaha bergerak walau susah sekali. Lita membantu mendudukkan Hadi. Mulutnya Hadi susah untuk berucap tapi ia dengan susah payah hendak berkata.

“Ma-maafkan Pa-papa.” ucap Hadi susah payah disertai tangisannya. Devita hanya diam tak ada reaksi.

Hadi mulai meraih tangannya Devita. Tapi Devita merasa takut jadi menghindar dua langkah mundur ke belakang.

“Gak apa sayang. Papa cuma mau memegang Dedek aja.” Lita berkata dengan lembut. Dia malah sudah meneteskan air mata melihat Hadi kesusahan berbicara dan bergerak. Tapi di saat ada Devita, Hadi mulai merespon sekitarnya.

Arman telah selesai, Arman mendekati Devita.

“Gak apa Dek, ayo kita mendekat ke Papanya Dedek.” Arman mengajak cucunya mendekati Hadi.

Devita pun menuruti Arman. Mereka mulai mendekati Hadi kembali.

“Nak Lita, coba diminumkan ini ke Hadi, jangan lupa baca doa dan niatkan sembuh. Mudah-mudahan segera membaik Hadi. Berikan setiap hari ya.” Arman memberikan air putih yang dijadikan sebagai air penawar untuk kesembuhan Hadi.

Lita menerima air dalam kemasan botol dan air di dalam gelas besar tadi. Lita simpan yang botolan dan yang di gelas diminumkan ke Hadi dengan sebelumnya di bacakan doa dan niat untuk kesembuhan Hadi. Hadi pun meminumnya.

Setelah dua sampai tiga tegukan, gelasnya pun di letakkan Lita di dekat nakas yang tak jauh dari tempat tidur.

Tak lama kemudian, Hadi sudah mulai bisa bergerak dengan lebih baik dan lidah dan mulutnya bisa mengucapkan hal lain.

Hadi berjalan dan berlutut di depan Arman dan putrinya.

“Maafkan aku Yah, maafkan Hadi.” Hadi menangis dan mencium tangannya Arman. Kemudian Hadi menatap Devita.

“Maafkan Papa, nak.” Hadi memeluk Devita. Kedua insan tersebut kini saling menangis. Bahkan Lita dan Arman pun menangis.

Kini semuanya sedang duduk.

“Hadi, ini Devita Syahputri anaknya Iva dan juga anakmu. Devita biasa di panggil dengan nama Dedek.” Arman menjelaskan.

“Iya Ayah. Devita sangat mirip Iva. Maafkan semua kesalahanku dan keluargaku Ayah.” Kembali Hadi mencium tangan Arman dan meminta maaf, dia benar-benar menyesal.

“Aku maafkan. Karena hanya sang penciptalah yang berhak menghukum hambanya. Lagian sekarang Iva pasti sudah tenang di alamnya sana.” Arman berusaha berlapang dada. Siapa yang tak marah jika anak sendiri di perlakukan begitu menderita, tapi tak mungkin marah bisa menyelesaikan semuanya. Dan yang sudah pergi dan meninggal akan lebih baik di ikhlaskan agar bisa damai di alamnya sana.

“Terima kasih Ayah.” Hadi masih terisak. Arman hanya menepuk pelan pundak Hadi.

“Jadikan ini pelajaran agar membuatmu bertobat dan menjadi lebih baik lagi. Keluarga yang ada sekarang jagalah dengan baik. Jangan di hancurkan lagi.” Arman menasehati.

“Iya Ayah.” Hadi kemudian melihat ke arah Devita.

“Dek, Maafkan Papamu ini ya. Papa banyak salah sama Iva dan Dedek. Maafkan Papa ya, nak.” Hadi memandang ke arah Devita. Tapi Devita masih diam. Dia tak tahu hendak mengatakan apa.

“Dek, di jawab loh. Ingat memaafkan lebih baik dan mulia dari pada mendendam ya cucuku.”

“Baik Kek.” Devita pun menurut.

“Papa ....” Devita memandang ke arah Papanya. Hadi mulai terisak. Devita mendekati Hadi, Devita cium tangannya Hadi dan memeluknya.

“Maafkan Papa ya nak. Maafkan Papa.” Kembali Hadi menangis dan memeluk Devita dengan erat. Devita hanya mengangguk saja. Hadi semakin menangis deras. Ia sangat menyesal dengan semua yang terjadi di masa lalu.

“Maafkan aku juga Pak Arman. Lita juga punya andil. Jika bukan karena Hadi harus tanggung jawab ke Lita pasti semuanya gak akan berakhir sedih. Sekali lagi maaf Pak.” Lita mencium tangan Arman kembali sambil menangis. Arman hanya mengangguk dan menerima Lita yang mencium tangannya.

“Maafkan aku ya Dek ....” Lita kemudian memeluk Dedek gantian dengan Hadi. Semuanya menangis haru.

Saat jam makan siang, Lita sudah menyiapkan banyak makanan. Lita mengajak Arman dan Devita makan bersama. Arga pun muncul.

“Wah ... Papa udah sehat ya. Kirain cuma bisa tidur aja kerjanya. Mama capek kerja cari duit dan Papa enak-enak di rumah tidur aja.” Ucap si Arga yang kecil dan polos.

“Arga ... gak boleh gitu. Sini, ikut makan sama-sama.”Lita mengajak Arga makan bersama.

Hadi sudah mandi dan kelihatan lebih baik sekarang. Mereka makan siang bersama. Lita, Hadi, Arga, Arman dan Devita makan siang bersama dengan tenang. Sesekali bincang sambil makan. Usai makan siang bersama, semuanya duduk di ruangan keluarga.

“Oh iya, bagaimana keadaan Papa dan Mamamu Hadi?” Arman sudah lama tak tahu kabar mantan besannya itu.

“Hadi sudah lama tak bertemu Papa dan Mamaku, Ayah. Apalagi semenjak sakit, Hadi sama sekali tak tahu apa pun.” Hadi menjelaskan.

Arman memandang ke Lita. Lita yang awalnya hanya melihat Devita dan Arga bermain bersama, nampaknya Devita dan Arga mulai akrab. Bagaimanapun Arga dan Devita memiliki darah yang sama yaitu sama-sama anaknya Hadi walaupun beda ibu, tapi satu ayah karena ayah kandung Devita dan Arga adalah Hadi.

Lita melihat ke arah Arman setelah sadar kalau dia yang di pandangi.

“Oh ... Mama Jihan dan Papa Andika ya. Lita dengar Papa Andika jatuh bangkrut dan Mama Jihan sakit keras.” Lita pun menceritakan yang dia ketahui. Lita jarang main kesana, hanya sesekali main ke rumah mertuanya.

“Hah? Bangkrut dan jatuh sakit?” Hadi dan Arman mengucapkannya bersamaan.

Bersambung....

Wow keluarga Hadi telah bangkrut dan Jihan telah jatuh sakit rupanya.

Kita lihat saja bab selanjutnya nanti ya.

Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.

Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.

Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D

Kasi komen yang positif ya kak :D

Like sebanyaknya ya kak dan Vote juga sebanyaknya. Mari dukung karya ini kak. Makasih kakak :D 🤗🤗

1
Amilawati
ndk ad simpati untuk karakter utamanya soalnya dia di sakitin Krn diaya bodoh tolol dn muarahn,cobah pas dia TDK di hargai maka langsung ambil langkah tegas berpisah ini masalah lebay banget,jijik SM karakter perempuan lebay so tersakiti
Kasmawati S. Smaroni
kalo aku sih setuju iva meninggal krn ini kisah nyata,dari oada lama mnederita,mental terganggu jalan yg paling baik tuhan selamatkan iva dari luka bathin.itulah perbedaan cerita nyata dan fiksi.cerita fiksi hanya hayalan yg msemaunya mau di bikin seperti apa
Libra: benar sekali kakak. kisah nyata gak ada yang bener bahagia. seribu banding satu palingan. aslinya mah ngenes.

kalo fiksi iya sih, bahagia mulu dibuat 👍

makasih kakak sudah mampir 🙏🤗
total 1 replies
Ratna Ningsih
Thor jangan hadi ajah yg kena karma harus yah mertua iva jga kasih karma kn penyebab mati ivah mertua yah
Ratna Ningsih
bagus klu c vita mati oon yah ke kebangetan Thor klu bikin cerita jgn peran utama yah oon banget ath 🙏
Ratna Ningsih
Thor kenapa ivah ga gugat cerai dn kenapa ninggalin rumah. kn itu rmh ayah ivah. yg bli kn
Rayta Nya Firman
sebelum baca liat komentar nya dulu.... ga jadi baca dah akhirnya
Lisa aulia
wow...😱😱😱..kejam sekali anda ibu mertua...
Lisa aulia
dah mulai bikin darting..dasar mertua durhakim...
Lisa aulia
masih nyimak ..
Lisa aulia
baru nyimak..
Surabaya Honda
nextt Thor 👍😊
Anonim
kok malah iva yg meninggal…gmn cerita’a org baik yg dikalagian
Nichi Abie
Semangat thor...Semoga jadi juara
Libra: udah berakhir kak lombanya tahun lalu 😅
total 1 replies
Nichi Abie
Pingin baca lanjutannya. 👍
amalia gati subagio
la cerita poligami hidupnya lbh parah dr mantan mantu kan? he he
amalia gati subagio
Innalillahi, lahir utk di bully, di zalimi, moga dosanya memberikan kesempatan org lain berbuat kejam pdnya, diberikan ampunan Allah 🙏 Amin
amalia gati subagio
sedapnya dianiaya, krenyes2, slamat atas capaiannya sok iyes enak di bully 🙏
amalia gati subagio
cerdas, profesi mentereng, ketemu pembual pejinah ongoing jalang gratisan 🤓sayang x
amalia gati subagio
polis opo dongok ganjen? gpp jd jongos cita2 terkabulkan, dicangkul dur jana pemetik bunga 😁
amalia gati subagio
copas mak nyak, pasrah, bertahan demi status istri? budak bullyan, kerenyes2 menzalimi manusua ini, mentok ngacir, lah enak toh gak ngurusin 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!