Indonesia
NovelToon NovelToon
Hujan Sementara

Hujan Sementara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Chicklit
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Febi Ayeni

Zahra Amira Kalandra atau yang akrab dipanggil Zahra ini adalah seorang wanita tomboy yang tidak banyak memiliki teman. Zidan Adhitama atau Zidan adalah teman satu-satunya sejak kecil. Zahra dan Zidan adalah sahabat dari kecil yang tak mampu dipisahkan.

Zidan yang menderita penyakit PJB atau yang sering disebut kelainan pada jantung sejak dari dalam kandungan sang ibu, membuat Zidan sangat rentan dan lemah. Zahra yang ahli karate dari kecil pun menjadi pelindung bagi Zidan. Zidan yang merupakan sahabat satu-satunya yang Zahra miliki, membuat Zahra benar-benar takut kehilangan Zidan. Dan ternyata apa yang Zahra takutkan selama ini terjadi, sehingga membuat Zahra frustasi.

Akankah Zahra mampu menjalani harinya tanpa Zidan?
Yuk ikuti terus perjalanan Zahra dan Zidan ya, 🤗

Ig: @febiayeni
Fb: Febi Ayeni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian lucu

Kini Zahra tidak dapat mengelak lagi, Iya bahkan kehabisan ide karena Amira yang terus memantaunya.

"Ma, kita mau ke mana sih?" tanya Zahra yang masih malas-malasan sambil mengambil handuknya.

"Ya liburan dong, Zahra. Bukannya ini yang kamu tunggu-tunggu ya? liburan bareng papa?"

Sebenarnya Zahra merasa sangat badmood untuk beraktivitas hari ini. Namun, liburan bersama sang ayah seketika mengembalikan mood-nya yang sempat memburuk.

Jujur saja, waktu-waktu seperti ini adalah hal yang sangat langka terjadi. Lahir dari keluarga yang kaya raya sama sekali tidak menjamin kebahagian. Akan tetapi, Zahra masih cukup beruntung karena hanya papanya saja yang bekerja sampai tidak tahu waktu.

Tiga puluh menit berlalu, Zahra dan Amira akhirnya datang menghampiri Kalan dan Zidan.

Amira memandang kiri dan kanan setiap sisi ruang tamunya, akan tetapi sosok yang ia cari tidak terlihat. Zidan yang sangat paham dengan gelagat Amira langsung menjelaskan rasa penasaran Amira.

"Maaf ya tante, bunda nggak bisa ikut. Kata bunda kerjaannya belum selesai," ucap Zidan menjelaskan.

"Oalah Mir, Mir. Liburan gini masih juga kerja," ujar Amira seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Iya tan, mau gimana lagi. Tadi Zidan juga nggak mau ikut sebenarnya, tapi bunda maksa Zidan agar tetap ikut."

"Yaudah nggak apa-apa, nanti kita bawain oleh-oleh aja buat bunda Zidan ya!" usul Amira.

"Yaudah yok berangkat!" perintah Kalan yang tak ingin waktunya semakin banyak terbuang sia-sia.

Ya begitulah Kalan, harus pandai-pandai memanfaatkan waktu agar dirinya juga memiliki waktu untuk istirahat.

Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan setelah kurang lebih empat puluh menit perjalanan dari kota Jakarta Pusat menuju Tangerang Selatan atau lebih tepatnya Trans snow world Bintaro. Tempat bermain salju dengan berbagai macam wahana ini yang menjadi pilihan Kalan untuk membawa keluarga kecilnya liburan. Tempat yang juga menjadi impian Zahra sejak kecil, ya meskipun tidak di negara aslinya.

Saat sampai di tempat bermain salju ini, Zahra sungguh sangat terharu. Mengingat Kalan atau papanya yang terkesan tidak memperdulikannya selama ini, ternyata ia mengingat tempat yang menjadi impian Zahra.

Tanpa Zahra sadari seketika air matanya menetes membasahi pipinya. Ia benar-benar masih tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya saat ini. Liburan dengan orang tua lengkapnya di tempat impiannya. Sungguh ini adalah moment yang benar-benar langka dan sangat patut untuk di abadikan.

"Zahra!" panggil Kalan yang baru menyadari bahwa putrinya sedang menangis. "Kok nangis?" tanya Kalan.

Mendengarnya Zahra segera menghapus air matanya, " Zahra cuma nggak percaya aja Pa bisa ada di sini."

Kalan tersenyum dan kemudian memeluk anaknya yang keras kepala ini, "maafin Papa ya sayang cuma bisa ngajak kamu dan mama liburan main salju lokal." Ucap Kalan sambil mengelus lembut pucuk kepala Zahra.

"Zahra dan mama udah sangat bahagia kok pa bisa ngumpul gini," jawab Zahra yang juga memeluk erat tubuh sang ayah.

Air mata Amira seketika ikut menetes melihat dua orang yang sangat ia cintai sedang merajut kasih.

Zahra yang mengetahui itu seketika mengisyaratkan kepada Amira agar juga ikut memeluknya dan Kalan. Amira yang sangat paham tanpa basa basi langsung memeluk anak dan suaminya, sedangkan Zidan yang asyik melihat orang-orang bermain ski tidak menyadari bahwa sejak awal sampai di sini ada drama yang membuat haru. Apa lagi kalau bukan drama dari keluarga Zahra.

"Ra, yuk lomba!" ajak Zidan tanpa melihat keadaan Zahra dan keluarganya yang sedang peluk-pelukan.

Zidan yang merasa tidak di pedulikan Zahra langsung menarik asal tangan yang ada di sampingnya. "Lama banget sih lo, Ra."

Zahra, Amira dan Kalan yang sudah tidak berpelukan pun sontak tertawa saat melihat Zidan yang salah menarik tangan Zahra.

"Ra, tangan lo kok kasar banget sih? jadi kuli panggul lo ya?" tanya Zidan yang masih belum menyadarinya. Sedangkan orang yang tangannya Zidan pegang hanya bisa memasang wajah kesalnya.

"Iya emang kenapa?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah seorang laki-laki berkulit sawo matang, dengan tubuh kekar dan memiliki tinggi kurang lebih seratus delapan puluh lima sentimeter yang merupakan pengunjung tempat ini juga.

Mendengar suara laki-laki tersebut membuat Zidan mulai gemetaran. Dengan rasa takut dicampur rasa penasarannya, Zidan perlahan-lahan memberanikan dirinya untuk melihat tangan orang yang ia kira tangan Zahra.

Zidan mulai cengengesan ketakutan, "hehe, ma-maaf ya om, tta-tadi sa-saya kira teman sa-saya om," ucap Zidan terbata-bata. Sedangkan Zahra, Amira dan Kalan berusaha menahan tawanya.

Laki-laki tersebut menatap tajam Zidan dengan sedikit menunduk, karena tinggi badan Zidan yang tidak seimbang dengannya. "LO MAU RASAIN TANGAN GUA YANG KAYAK KULI PANGGUL INI?" tanya laki-laki bertubuh kekar tersebut.

"Ee-enggak om, ss-saya minta maaf!" ucap Zidan memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.

Kalan yang mulai merasa kasihan terhadap Zidan langsung meminta maaf kepada laki-laki bertubuh kekar itu.

"Maafin teman anak saya ya mas, dia kira tadi mas itu anak saya!" sambil tersenyum Kalan memohon agar laki-laki bertubuh kekar itu tidak memperpanjang kesalahpahaman ini.

"Iya om, maaf ya om!" mohon Zidan untuk kesekian kalinya.

"Iya lain kali liat-liat dulu!" tegas laki-laki bertubuh kekar itu, "kalau begitu saya permisi dulu," lanjutnya yang kemudian pergi meninggalkan mereka berempat.

"Makasih ya om," ucap Zidan merasa lega.

Laki-laki bertubuh kekar itu hanya mengacungkan jempol tangan kanannya bertanda bahwa ia tidak mau memperpanjang masalahnya dengan Zidan.

Setelah laki-laki bertubuh kekar itu pergi cukup jauh, Zidan menghela napas leganya, "Huff hampir aja," ucap Zidan sambil mengelus dadanya.

Zahra, Amira dan Kalan akhirnya tertawa lepas melihat wajah Zidan ketakutan seperti ini. Sudah cukup lama mereka menahan tawa dan saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk menertawai Zidan sepuasnya.

"HAHAHA!" mereka tertawa geli mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

"Hahaha, lo sih Dan nggak liat-liat," ucap Zahra sambil memegangi perutnya yang sakit akibat menertawai sahabatnya itu.

"Iya, kamu nih ada-ada aja," sambung Amira yang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tau nih, seneng sih senang Zidan tapi tetap harus teliti dong," tambah Kalan.

"Gara-gara lo nih Ra, gue kan jadi malu," ucap Zidan tak terima dirinya di tertawakan oleh kedua orang tua Zahra.

"Hahaha, kapok lo," jawab Zahra mengejek.

"Udah udah, jangan pada bertengkar mendingan kita main ski!" perintah Kalan sambil merangkul pundak istrinya.

...Bersambung.......

SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Jangan lupa di follow ya teman,

IG : @febiayeni21

FB : Febi Ayeni

1
Ana Ana
💪💪👍
Febi: makasih kakak atas dukungannya😊
total 1 replies
Rindu Novita
hayuk thor up lagi, seru ceritanya
Febi: sudah up ya kakak🤗
total 1 replies
Rindu Novita
semangat nulis nya ya Cen🥰
Rindu Novita: sama² cen😊
total 2 replies
Fatimah
semangat Zidan, kmu pasti bisa😊
N. Yusta A
waduh, bisa2 putus beneran entar😅😅
Febi: bahaya dong😂
total 1 replies
Fatimah
Zidan isengnya mainstream😂😂
Febi: olahraga jantung ya😂
total 1 replies
Fatimah
Haaa, Zidan so sweet❤❤
Fatimah
Alhamdulillah, kirain tadi😏
Fatimah
Jangan jangan Zidan😦
Fatimah
Semangat Umma😍
Febi: Semangat juga 🤗
total 1 replies
N. Yusta A
Rekomendasi banget deh🤗
N. Yusta A
tiang benderanya udah berbuah kayaknya Ra😂
N. Yusta A
Udah jadi makanan favorite Zahra di hukum ya😂😂 Zahra, Zahra tobat nak nak😂😂
Fatimah: Hahaha😅😅
total 1 replies
N. Yusta A
Hati-hati di laporkan buk Yohana😂
nopheeta
semangat teruss thor...
ijin promo karya ya...hotel love story mampir dan like ya...terimakasih
Nurjana
lanjuttttt
iamrainyshah
Ah namanya keingat Laura.
Noe larassati
ceritanya seru😇. semangat up
mampir novelku juga ya
Dinda Syahira Febrianie
di tunggu lelanjutan nya ..
semangat 💪
Febi: Udah up ya kakak, selamat membaca😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!