Indonesia
NovelToon NovelToon
Memeluk Kekasih Dalam Doa

Memeluk Kekasih Dalam Doa

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

JANGAN BOOMLIKE/SPAM 🙏

Sequel Novel"Senja di pelupuk mata"

Syailendra: Karena memeluk dalam doa adalah cara mencintai yang paling rahasia.

Salwa: Berikan aku cintamu, maka kan kuberikan seluruh cintaku.

Arjuna: Aku tak bisa menyeka air mata kesedihanmu. Aku hanya bisa memelukmu dalam doaku.

Yasmine: Ketika bunga cinta yang menghuni dua tubuh bertemu, akankah dapat bersama meski hanya memandang dalam diam?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan

Usai melaksanakan kewajiban empat rakaat, Yasmine kembali ke kamar kecil. Jantung Yasmine mendadak berdetak cepat, saat merasakan benda merayap di lehernya.

Lekas gadis itu membuka kerudung, ada anak laba-laba merayap di tubuh Yasmine!!.

"Kyaaa!!!!" gadis ini sangat anti dengan binatang sejenis laba-laba. Syailendra yang berada di luar kamar mandi lekas menghampiri.

"Ada apa???!."

"Laba-laba!!!" teriak Yasmine. Wajahnya terlihat panik dengan kedua mata memerah.

Mendengar suara gaduh itu beberapa warga yang berada di Masjid pun hadir juga.

Niat hati untuk membantu, namun di lihat dari sudut pandang para warga, Enda dan Yasmine sedang berbuat yang nggak senonoh. Dengan kerudung yang telah lepas dari kepala, dan pundak yang sedikit terbuka karena gaduh menepis sang anak laba-laba. Sungguh pemandangan yang membuat sakit mata.

"Ini di Masjid, apa yang kalian lakukan!!" seru seorang Ibu-ibu.

Hah??. Syailendra mengalihkan pandangan kepada Ibu itu. Sementara Yasmine mulai lega karena sang anak laba-laba telah terlepas dari tubuhnya. Bukan hanya Ibu-ibu itu, ada juga lelaki selain Enda di sana. Secepatnya Yasmine memakai kembali kerudungnya.

"Kamu wanita bercadar!! tapi kelakuanmu sangat menjijikan!!." Cecar Ibu-ibu itu.

"Ma----maksud Ibu apa?."

"Kalian berbuat mesum kan di tempat ini?." Seringan bulu Ibu-ibu itu menuduh dua anak manusia ini.

"Astaghfirullah, enggak Bu. Dia berteriak karena ada laba-laba di tubuhnya." Enda coba menjelaskan.

"Laba-laba??. Mana ada laba-laba, atau jangan-jangan kamu laba-laba nya" seorang pria tua menimpali.

Suara Yasmine dan Enda yang ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tenggelam di balik kicauan para warga sekitar yang berasumsi nggak baik.

"Nikahkan saja!! mereka membuat sial tempat beribadah ini kalau nggak segera di nikahkan!!" seru seorang dari mereka.

"Iya!! kalian sudah tertangkap basah berbuat mesum, kalian harus di nikahkan!."

"Enggak!! kami nggak berbuat hal serendah itu!!" sanggah Enda.

"Alasan!!. Dasar anak muda maunya enak saja. Giliran harus bertanggung jawab malah berkilah!!."

"Nikahkan!!!."

"Nikahkan!!."

Tubuh Yasmine bergetar hebat, dirinya semakin merasa malu berada di dunia ini. Apa salahnya?? hingga di mana pun dia berada selalu menjadi bulan-bulanan warga.

"Yasmine, bersabarlah. Aku akan berusaha membersihkan nama baik kita." Tutur Enda seraya membantu Yasmine untuk bangun. Gadis itu merunduk karena teriakan para warga yang hendak menghakimi mereka.

"Wallahi, kami nggak berbuat mesum!!" seru Enda.

"Kamu berani membawa nama Allah!!" hardik seorang bapak tua.

Sepasang manik bapak tua itu menatap Enda lekat"Sepertinya kamu nggak asing di sini."

"Saya kerap ke daerah sini. Apa bapak mengenal saya?. Kalau bapak mengenal saya bapak pasti nggak akan percaya dengan tuduhan mereka. Saya dari keluarga baik-baik" Enda sangat berharap ada kebaikan yang mampu melepaskan mereka dari situasi saat ini.

"Pak RT mengenal pemuda ini?."

"Demi sang maha kuasa, kami nggak berbuat dosa!" lirih Enda menatap lelaki yang di panggil Pak RT itu.

Seraya mengangguk menanggapi pertanyaan warganya"Ya sudah, kita selesaikan masalah ini di kediaman saya. Saya akan menghubungi keluarga kamu. Kamu kerabat pemilik cafe di area pesisir kan?."

"Iya Pak" sahut Enda.

Para warga nggak mau melepaskan Enda dan Yasmine begitu saja. Mereka turut serta ke kediaman Pak RT yang berada di muara gerbang memasuki area pantai.

"Biar saya saja yang menelpon keluarga saya" ujar Enda.

Betapa terkejutnya Abi Khair, saat menerima kabar bahwa Enda di tuduh melakukan perbuatan mesum bersama seorang wanita, di kamar kecil Masjid pula. Dia yakin putranya nggak akan melakukan hal serendah itu.

Begitu pula dengan Agam dan Jena. Setelah mendengar kabar itu mereka bertiga bergegas menuju rumah Pak RT.

Yasmine menutup wajahnya rapat-rapat. Rasa malu sangat erat memeluk tubuh gadis ini.

"Hilih, percuma di tutup lagi. Kami semua sudah melihat wajah mesum mu!" sindir Ibu-ibu tadi.

"Astaghfirullah. Ya Allah, bantu hamba" lirih hati Yasmine. Kedua tangannya bergetar, sangat nggak di sangka dirinya akan terjebak dalam masalah memalukan.

Kedatangan Jena dan Agam, juga Khair membuat para warga berdesas-desus. Hampir semua ocehan mereka menghina prilaku Enda dan Yasmine, yang pada kenyataannya nggak seperti apa yang mereka katakan.

"Kita tempuh jalur hukum saja!" kesabaran Enda telah mencapai batasnya. Mendengar Yasmine terus di caci dan di hina, membuat hatinya bergemuruh.

"Ayo, kalian terbukti hendak berbuat mesum!. Cih!! cucu kiyai tapi kelakuan seperti setan!."

Jena meremat jemari, dengan napas tersengal-sengal"Ibu!!. Apa dengan mata kepala sendiri melihat putra saya berbuat mesum??."

"Semua orang juga sudah melihatnya" sahut Ibu itu tanpa rasa takut.

"Kalau nggak terbukti, Ibu akan mendekam di dalam penjara, dengan kasus pencemaran nama baik" Agam menimpali.

Si Ibu diam, nyalinya menciut saat Agam yang bersuara. Sejujurnya ada rasa iri yang telah lama merambat di dalam dada, atas kesuksesan bisnis keluarga Agam dan Jena. Dari awal dia sudah mengenali Enda, karena pemuda ini kerap berada di kediaman pantai sama seperti Arjuna. Membuat mereka malu atas tuduhan berbuat mesum, sepertinya menyenangkan bagi Ibu-ibu itu. Namun, kalau harus berakhir di penjara, nggak lucu rasanya!.

Jena menarik tubuh Yasmine untuk berdiri"Kalau memang mereka berbuat mesum, pasti ada jejak di tubuh nya. Mari kita buktikan Bu."

"Maaf Ibu RT, boleh pinjam kamarnya sebentar." Jena meminta Izin untuk memeriksa bagian inti tubuh Yasmine.

"Iya silahkan" tutur Bu RT.

Gadis ini semakin ketakutan, dia mulai limbung. Jena mengeratkan pegangan pada tubuh Yasmine dan berbisik"Jangan takut Nak, Ibu yakin kalian nggak akan berbuat hal memalukan seperti itu."

"Demi Allah Ibu, tuduhan itu nggak benar" lirih Yasmine pelan.

"Iya, Ibu tau" balas Jenaira.

Melihat keyakinan pada diri Enda, juga Jena yang berniat mengajak Ibu penyebar tuduhan itu memeriksa kebenarannya, kicauan para warga mulai mereda. Asumsi jelek itu mulai berganti dengan rasa nggak percaya, sebab Enda benar-benar terlihat meyakinkan.

Khair angkat bicara"Menurut kisahnya, sangat jauh dari tindakan mesum. Orang mereka nggak melakukan apa-apa kok. Bapak ini juga bilang memang melihat Enda bergegas masuk karena teriakan gadis ini."

"Maaf, saya terbawa suasana jadi ikut menuduh mereka berbuat dosa." Si bapak saksi baru berbicara setelah lama hanya diam.

"Makanya Pak, jangan latah. Lihat orang kena musibah bukannya nolongin, malah ikut menggiring putra kami ke rumah RT!!" Jena merasa kesal, karena tuduhan palsu itu.

"Tetap aja mereka berduaan di dalam kamar mandi!!. Itu karena ada kami yang langsung datang. Coba kalau kami nggak ada, entah apa yang terjadi" nggak mau mengalah, Ibu-ibu itu terus mengoceh.

"Anda masih ingin berdebat?. Kita ambil jalur hukum saja!!" Agam hendak berdiri.

"Ck!! sudahlah. Buang-buang waktu saja mengurusi kalian. Aku harus segera pulang, anak dan suami ku belum makan siang" melarikan diri, Ibu-ibu itu pergi di iringin sorakan para warga.

Permintaan maaf secara berjamaah, hal itulah yang sedang terjadi saat ini. Akhirnya Yasmine dapat bernapas lega, terbukti hanya ocehan Ibu itu saja yang sempat meracuni pikiran warga. Lagi pula, nggak masuk akal sekali hanya karena berteriak di kamar mandi sudah di tuduh berbuat mesum. Para warga baru menyadari hal itu dan sungguh merasa malu.

To be continued...

Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya.

Salam anak Borneo.

1
Navi Zein
Luar biasa
Be___Mei: Terima kasih kak Navi zein 🙏☺️
total 1 replies
mama Al
aku selesaikan di sini dulu
Be___Mei: terimakasih banyak mam selalu mampir 🥰🥰
total 1 replies
mama Al
Oma langsung promosi
dee zahira
super
mama Al
ciyee yang duduk berdua di depan
mama Al
maju terus pantang mundur
dee zahira
karya luar biasa ringan tap enak dibaca
Be___Mei: masya Allah, terimakasih dukungannya kak zhaira 🥰. semoga keberkahan selalu menyertai kita ♥️
total 1 replies
dee zahira
baguslah biar hyianat juga memdahkan buat pisah
mama Al
tuh kan, Bu
jangan silau dengan harta
Be___Mei: sampai nggak tau anaknya menderita ya mam, Terimakasih sudah mampir 🙏 semoga keberkahan selalu menyertai kita ♥️
total 1 replies
mama Al
hmmm jadi ingat si jen
mama Al
jadi ikut nyanyi juga
mama Al
siapa ya jodohnya Yasmine nanti
Be___Mei: hayuk ikutin terus kisahnya mam, biar nggak penasaran. Terimakasih atas dukungannya ya 🙏🥰
total 1 replies
mama Al
tapi kamu Juga yang bakal tertekan Salwa
ZasNov
Tamat... 😭
Tapi endingnya begitu membahagiakan 🥰
Arjuna dan Enda sudah menemukan belahan hati yang selalu mereka gombali setiap harinya..
Arjuna bisa bersama Salwa setelah berjuang dan menunggu begitu lama.
Begitupun Enda yang bisa meyakinkan Fateena dengan keteguhan hatinya..
Terima kasih Kakak Author untuk kisah yang begitu bagus & manis ini.. 🤗🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹
ZasNov: Novel Nari masih aku tunggu kelanjutannya Kakak.. 🤗
Sama2.. alapyu segarden.. 😆🤗🥰
total 2 replies
ZasNov
Enda benar2 imam yang baik.. Menjaga, melindungi, dan mencintai istrinya setulus hati.. 🤗🥰
Be___Mei: imam impian nih 😍
total 1 replies
ZasNov
Ternyata Fateena juga udah jago ngegombalnya 😆🥰
Be___Mei: kwkwkwk ketularan paksu tuh
total 1 replies
ZasNov
Aduh Enda, ucapanmu bikin meleleh hati Fateena tuh.. Jadi berbunga2 pastinya 🥰
ZasNov
Sungguh bahagia Salwa dan Fateena, menemukan cinta sejati setelah begitu banyak penderitaan yang mereka terima..
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
mama Al
ya Allah ibu macam apa ini!
Be___Mei: 😔 iya tuh mam, mungkin karena beliau belum tau kelakuan menantunya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!