Karna, seorang pria dewasa yang terlahir kembali di dunia yang berbeda setelah berhasil membalaskan dendamnya.
Ia terlahir kembali di Benua Santaria yang dimana eksistensi mana dan sihir adalah hal yang biasa.
Setiap orang juga memiliki warna mereka masing-masing, dimana warna itu sendiri adalah simbol dari kekuatan mereka. Namun Disisi lain, Karna terlahir dengan warna yang di anggap kutukan bagi kebanyakan orang.
Dengan mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya di masalalu, dia akan tumbuh menjadi yang terkuat dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik dari pada sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Virtual reality
Saat ini, tubuhku telah berada didalam kapsul. harus ku akui, berbaring didalam perangkat ini sangatlah nyaman. Beberapa saat kemudian, Sinar cahaya kemerahan mulai men-scaning tubuhku dari atas hingga kebawah. Setelah itu, notifikasi pesan muncul tepat didepan wajah ku.
[ANDA TIDAK MEMILIKI KEYSTONE. TETAP MELANJUTKAN?]
[YA/TIDAK]
Aku sudah menduganya karena aku pernah mengalami hal yang serupa ketika mencoba Kapsul milik Camelia. Itu kali pertama aku berada di Alam Virtual.
Apa yang di maksud dengan Keystone yakni sebuah perangkat kecil dengan bentuk menyerupai kelereng, perangkat kecil itu merupakan sebuah kunci untuk mengakses Dunia virtual yang dinamakan LokaPhala, atau juga bisa di sebut dengan Dunia Pahlawan. Karena bentuknya yang mungil, Keystone terkadang dimodifikasi menjadi aksesoris sesuai dengan keinginan pemiliknya.
Tapi tenang saja, meski tanpa KEYSTONE, aku masih dapat memasuki alam virtual. Hanya saja, aku cuma bisa mengakses mode latihannya saja.
"Ya" ucapku.
Ziinn
Setelah memberikan Jawaban, aku dapat mendengar suara samar-samar disertai sedikit getaran dari mesin perangkat virtual ini. Dan sesaat kemudian, kesadaranku tiba-tiba telah berpindah tempat kedalam alam virtual.
Aku tidak tahu bagaimana caraku untuk menjelaskannya, namun perasaan seperti itu terasa sangat aneh bagiku.
Aku memandang ke sekeliling area dan tidak dapat menemukan objek apapun, seluruhnya hanya berwarna putih. Entah kenapa aku jadi teringat Squidward yang terjebak di dimensi kosong. Dan yang dapat kulihat hanyalah layar hologram yang mengambang tepat di hadapanku.
Di layar hologram itu, aku dapat melihat tampilan Avatarku. Terlihat berbeda karena AI Secara otomatis merubah tubuhku menjadi tampilan Remaja. Dan fitur ini hanya berlaku bagi anak-anak di bawah umur 15 tahun.
Tampilan remajaku tidaklah buruk, cukup untuk menggaet para gadis-gadis kesisiku. Pakaian yang kukenakan sekarang hanyalah setelan polos berwarna putih seluruhnya, tapi aku bisa menggantinya sebentar lagi.
Layar hologram juga menampilkan beberapa fitur-fitur yang bisa di akses. Di sebelah kanan layar, terdapat [MODE LATIHAN], opsi itu merupakan fitur utama yang di tanamkan di perangkat virtual ini. Disana, Terdapat berbagai macam opsi latihan yang bisa di gunakan untuk memahami atau meningkatkan kecakapan seseorang dalam bertarung.
Dibawahnya ada [SETELAN], opsi yang dimana seseorang dapat memilih setelannya dengan bebas, namun setelan yang di sediakan juga terbatas. Tidak Perlu pusing-pusing untuk memilih outfit yang paling layak digunakan, karena semuanya tidak memiliki karakteristik khusus seperti menambahkan kekuatan atau semacamnya.
Aku menekan opsi tersebut dan layar tambahan muncul disebelah layar utama. Aku tanpa berpikir lama lagi langsung menekan salah satu setelan yang berada di urutan pertama. Lalu dengan ajaibnya, pakaian yang kukenakan sebelumnya telah digantikan dengan setelan yang baru saja ku pilih. Ini adalah pakaian terusan dengan atasan berlengan pendek serta bawahannya yang tidak mencapai lutut. warnanya putih dengan sedikit garis-garis hitam di setiap sisinya. Sedikit ketat, namun terasa nyaman saat digunakan. Aku juga mengenakan sarung tangan dan sepatu dengan warna yang serupa. (referensi - outfit season 2 pokemon unite)
Setelah itu, aku beralih ke opsi [SENJATA]. seperti namanya, fitur ini menyuguhkan berbagai macam senjata yang dapat digunakan sesuai keinginan penggunanya. disini, para Satria sering mengganti senjatanya untuk menemukan kecocokan dengan gaya bertarungnya. Terkadang, meski sudah memiliki senjata yang cocok dengan kemampuannya, tidak sedikit Satria yang akan mencoba senjata lainnya guna meningkatkan keterampilan mereka dalam bertahan hidup di Medan perang. Dan para Satria dapat mempersenjatai dirinya dengan maksimal tiga senjata.
Sama seperti sebelumnya, setelah aku menekan opsi tersebut, layar tambahan muncul lagi. Tanpa berbasa-basi aku segera memilih Busur panah sebagai senjataku. Dan setelah menimbang-nimbang sebentar, aku juga membawa pedang pendek untuk berjaga-jaga. Jangan salah, meski aku jarang menggunakan senjata ini, namun aku cukup mahir dalam menggunakannya. Terlebih lagi saat aku membutuhkannya untuk membunuh target secara diam-diam dari dekat.
Aku suka bertarung dengan tangan kosong. tapi untuk saat ini, aku lebih memilih untuk tidak mengungkapkannya terlebih dulu.
Kembali ke layar utama, di sebelah kiri terdapat daftar no kapsul yang kini sedang online. Dengan fitur ini, seorang Satria dapat mengundang Satria lainnya untuk berduel ataupun berlatih bersama. Namun, fitur ini hanya bisa menampilkan daftar pengguna kapsul di lokasi yang sama saja.
Semua nomor daftar Kapsul yang sedang online juga tertera nicknamenya masing-masing, cuma aku saja yang memiliki nama bertuliskan unknown, mungkin karena aku belum mendaftarkan diriku ke LokaPhala.
PING!
[NO. 001 - ꧁༺ⓅⓇⒾⓃⒸⒺⓈⓈ𖤓ⒶⒼⓃⒾⓎ༻꧂ - MENGUNDANGMU MASUK KEDALAM LOBBY]
[TERIMA - YA/TIDAK]
Nickname yang cukup menarik, dan aku tahu siapa pemiliknya. Karena aku sudah mendapatkan notifikasi undangan, aku segera menekan YA.
Setelah itu, Layar hologram tambahan muncul lagi. Dan kali ini berada disebelah kiri layar utama. Disana, menampilkan keempat Avatar yang sudah terlebih dulu masuk kedalam lobby. Penampilan Avatar mereka berempat sangat menarik perhatianku, terutama kedua gadis yang berada di sebelah kanan dan kiri Avatarku. Pasalnya, wujud remaja mereka sangatlah Amazing. Aku tak habis pikir teknologi AI mampu melakukan hal semacam ini. Atau mungkin saja di dunia LokaPhala ada fitur untuk mengedit wujud seseorang, mungkin aku harus mencari tahu sendiri nanti.
Orang yang mengundang diriku ialah Yulan, Avatarnya kini mengenakan setelan dress biru tua. Suasana yang Yulan bawakan sangat mencerminkan dirinya sebagai putri kerajaan.
Dan senjata yang ia bawa berupa sabit kematian.
Lalu, di sebelah kiri Avatarku ialah Aryuna dengan nickname Yun-yun. Setelan yang ia gunakan terlihat seperti seragam prajurit wanita. Memang tidak semencolok Yulan, namun Setelannya sangat cocok untuk Aryuna.
Senjata yang ia bawa berupa pedang panjang yang menempel di pinggang kirinya.
Lalu ada Bima dengan nickname Bhemm, ia berada di sebelah kiri Aryuna. Avatarnya lebih tinggi dibandingkan yang lain, mungkin berkisar 175 hingga 180 cm. Dan Setelan yang ia gunakan tampak lebih sederhana dari yang lain. Ia mengenakan kaus hitam polos tanpa lengan beserta celana panjang dengan warna yang serupa. Ia juga mengenakan band Hitam di kepala dan di kedua pergelangan tangannya. Senjata yang ia bawa berupa gada besar yang ia panggul di bahu kanannya. Setahuku, jarang sekali ada Satria yang memilih senjata tersebut, itu karena senjata gada memiliki bobot yang sangat berat sehingga sangat sulit untuk menguasainya. Namun senjata itu memiliki daya hancur yang lebih kuat dibanding senjata sejenisnya.
Dan yang terakhir ada Rayhan dengan nickname God-Speed. Setelan yang ia gunakan adalah double jaket dengan kerah dalam yang berdiri tegak, dan bagian luarnya memiliki tudung. Warna dasarnya adalah hitam dengan garis-garis berwarna kuning. Ia juga mengenakan maks hitam yang menutupi hidung dan mulutnya. Harus ku akui tampilan Avatarnya sangat keren abis. Senjata yang ia bawa berupa belati kembar yang menempel di pinggang kanan kirinya.
"Halo Karna, kau bisa mendengarku?"
Aku mendengar suara Yulan memanggil namaku, jadi aku segera menjawabnya. "Yaa, aku mendengarnya"
"Humhum♪♪~, Aku tidak menyangka kau bisa setampan ini Karna. Yunda semakin jatuh cinta denganmu"
"Ayolah~, jangan menggodaku seperti itu, kau bahkan lebih mengagumkan dibandingkan aku, Yulan" balasku.
"Hihi, benarkah"
"Ya, kau sangat cantik. Aku jadi tak sabar melihat wujudmu dimasa depan nanti"
"Hihihi♪♪"
"CK"
Aku dapat mendengar decakan lidah disela-sela cekikikan manis Yulan. Suara itu sudah tidak asing lagi ditelingaku tapi aku membiarkannya seperti angin yang berlalu.
"Bisakah kita segera memulainya" ucap Aryuna. Nadanya sedingin biasanya.
"Hmm?, Mode apa yang kita masuki nanti" tanyaku
"Barong Defense. Kau sudah tahu kan" Jawab Aryuna.
"Ohh itu.."
Barong Defense adalah mode dimana para Satria harus bertahan dari serbuan binatang buas maupun makhluk asing. Di dalam mode ini nantinya terdapat 2 makhluk legendaris yang saling berlawanan. Yang pertama adalah Barong yang berwujud menyerupai Singa perkasa. Dan yang kedua adalah Randa yang juga dijuluki Ratu iblis, wujudnya digambarkan sebagai wanita dewasa yang sangat cantik, tapi tidak ada yang tahu persis wujud sebenarnya dari sang ratu iblis.
Permainannya cukup simpel, Randa akan memanggil gerombolan binatang buas dan makhluk asing. Lalu kita para Satria diharuskan menahan gerombolan Monster-monster itu dan menjaga bar HP Barong agar tidak mencapai 0.
"..ya. aku sudah tahu" jawabku.
"Lalu, bagaimana dengan strateginya?" Tanyaku lagi.
Kali ini, bima lah yang menjawab pertanyaanku. "Itu gampang, kau hanya perlu menghancurkan mereka saja" ucapnya dengan enteng.
Tidak ada yang salah sih, cuma rasanya akan aneh jika bertarung secara tim namun tidak ada strategi yang mendasarinya. Aku bisa membayangkan bagaimana kacaunya nanti.
"Kak Bimaa" Aryuna menegurnya.
"Apa?, Aku cuma menjawab pertanyaannya saja"
"Tidak usah khawatir Karna, princess agniy yang menawan ini akan menghanguskan musuh-musuh yang datang nanti. Jadi kau cukup membantuku dari belakang saja OK" Yulan kembali bersuara dengan percaya dirinya.
"Sebaiknya kau tidak lagi sembrono seperti sebelum-sebelumnya Yulan" ucap Aryuna memperingatkan.
"Humph!, Urus saja dirimu sendiri Yuna"
Mendengar kedua gadis itu berselisih kembali, membuatku jadi berpikir kalau apa yang telah aku bayangkan tadi bisa menjadi kenyataan.
"Heh, tidak perlu repot-repot menembakkan panahmu, karena dengan kecepatanku, aku sudah lebih dulu menghabisi musuh yang datang. Jadi kau cukup bersembunyi di belakang gadis saja sobat"
Seperti biasa, aku tidak menggubris sama sekali ucapan sarkastik dari Rayhan.
semangat terus💪💪💪💪💪