Ig : @dora_eyha
Pengkhianatan sang ayah telah mengantarkannya menjadi seorang pelayan di istana tuan muda yang tak menginginkan "mahkotanya"...
Deta tak pernah menyangka jika ayahnya akan menjadi penyebab kehancuran hidupnya.
Dimulai dari datangnya anak tidak sah sang ayah dan lenyapnya seluruh harta hingga tak bersisa.
Namun "anak haram" ayahnya itu justru membawa Deta mendekat pada jodohnya.
Mampukah Deta menghadapinya kenyataan pahit hidupnya?
Akankah ia menjadi cinderella modern?
Yuk simak kisah manis Deta yang penuh warna namun selalu di bayangi gelapnya masa lalu sang ayah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMBISI ANGGA
Langkah kaki panjang Ricky membawanya dengan cepat menuju parkiran cafe, tempatnya bertemu dengan Gibran.
Ricky mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan tanpa memikirkan keselamatannya lagi.
Pikirannya sudah kalut, ia hanya berpikir bagaimana agar secepatnya menemui Deta.
"Dimana kamu, Ky? Wanitamu di bawa kabur oleh seorang pria!!!"
Pesan yang dikirimkan oleh Jerry membuatnya sangat marah sekaligus khawatir.
Ricky meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Jerry untuk mencari tahu yang sebenarnya terjadi.
"Ayolah, Jer!" gumam Ricky, ketika Jerry tak juga menjawab panggilannya.
"Hallo?" Suara Jerry di seberang panggilan.
"Dimana Detaku sekarang?" tanya Ricky panik.
"Mungkin masih di tempat belajar. Syafitri bilang bahwa seorang pria telah -"
"Sial!!!"
Ricky memutuskan panggilannya, dan melajukan mobilnya secepat mungkin. Untung saja, jarak cafe dengan tempat belajar Deta tak begitu jauh.
Begitu memasuki area parkir, Ricky melihat mobil Angga terparkir disana, tapi ia tak melihat keberadaan Deta dan Angga.
Ia segera memarkirkan mobilnya dan mendekati mobil Angga. Namun, apa yang Ricky lihat, dia sungguh berharap tak pernah melihatnya.
Angga berdiri begitu dekat dengan Deta dan akan menciumnya. Karena tak bisa lagi menahan amarahnya, Ricky langsung melayangkan pukulannya di wajah Angga.
Ricky menatap Deta dengan perasaan campur aduk , tapi lebih di dominasi oleh kemarahan.
Terlihat Angga mencoba berdiri dan sangat terkejut begitu melihat, ternyata Ricky yang sudah memukulnya.
***
Deta merasa berada di tempat dan situasi yang salah, ia bergantian memandangi Ricky dan Angga yang hanya terdiam.
Namun, yang lebih menakutkan bagi Deta adalah kedua pria itu sama-sama terlihat emosi dan mengepalkan tangan mereka.
"Apakah ini Angga yang kamu maksud?" Deta terkejut saat Ricky bertanya padanya, di tatapnya mata Ricky sekilas dan mengangguk.
"Apakah sudah kamu katakan padanya?" Ricky bertanya pada Deta, tapi pandangannya tak lepas dari Angga.
Deta tidak menjawab, ia terlalu takut. Seketika Ricky menoleh dan melihat Deta sedang memijat tangannya.
'Sepertinya aku sudah membuatnya ketakutan.' pikir Ricky, merasa bersalah.
"Baiklah. Bicaralah dengannya dan katakan semuanya jangan sampai ada yang terlewat!"
Setelah mengatakan hal itu, Ricky langsung pergi meningalkan Deta bersama Angga.
***
"Kamu berbohong padaku!!! Kamu bilang bahwa kamu bekerja di rumah Ricky, tapi ternyata kamu adalah kekasihnya." teriak Angga, ia meninju dinding yang berada di belakang Deta.
"Astagaaa!!! Tangan anda terluka." lontar Deta.
Tetesan darah segar mengalir dari tangan Angga. Deta lantas meraih tangan Angga dan mencoba membersihkan tangan Angga yang terluka.
"Lepaskan!!!" Angga menarik tangannya dan memperlihatkan bekas luka karena pecahan gelas sebelumnya.
"Kamu lihat! Luka ini juga karena pengkhianatan seorang wanita. Aku pikir dirimu berbeda, tapi ternyata aku salah. Kamu sama saja dengan dirinya!!!" lirih Angga.
Deta semakin merasa bersalah. Inilah sebabnya ia selalu menjaga jarak dari Angga, karena ia menyadari bahwa Angga mengharapkan balasan darinya.
"Saya tidak pernah berbohong. Saat anda mengantar saya, memang saya hanya seorang pelayan, tapi saat ini saya dan pak Ricky berencana untuk menikah."
Tiba-tiba saja Angga mencengkram bahu Deta dengan kuat. "Batalkan pernikahan itu!!!Aku tidak akan merestui kalian." ancam Angga.
Deta menatap bola mata Angga. Tidak ada cinta, yang ada hanya ambisi.
Harga diri Angga terluka karena Deta selalu menolaknya, dan itulah masalah yang sebenarnya.
Senyuman licik terlukis di wajah Deta.
"Kami tidak membutuhkan restu anda, Pak!"
Hallo semuanya🤗
Mohon maaf cuma bisa up sedikit🙏
Semoga kalian suka ceritanya🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 kalian disini berupa like👍, comment, rate and vote 🤭
Aku tunggu lhhoooo Kesayangan-kesayanganku😘
om nino bukan pria tua tapiiii,,,terlalu dewasa untuk dania,hahaha