Cinta antara Seorang gadis polos dengan Vampir dingin yang hebat dan kaya.
Ceritanya
Shenhe adalah seorang gadis sma yang duduk di bangku kelas 2 . Ia adalah siswi yang sangat cantik, polos, dan manis, semua orang menyukainya, dia juga mempunyai keluarga yang bahagia tapi dibalik itu semua ternyata keluarga nya menyimpan rahasia yang besar yang belum diketahui oleh nya. Ia juga mencintai seorang laki laki yang populer di sekolah nya, dan begitu pula laki laki itu juga mencintai nya. Namun suatu hari ia mengetahui bahwa kekasih nya itu adalah seorang vampir. " aku tidak ingin meninggalkan mu "....
Nah itu singkat nya mohon dukungannya ya, jangan lupa dikritik dan diberi saran dan di vote ya . Terimakasih yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 千葉, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Terlalu sibuk
" Hahahaha sabar kali ini mungkin gue gagal tapi rencana besok kita harus berhasil "ucap kiara dengan semangat.
Wiliam mengendarai motor nya pulang ke rumah nya. Di sepanjang jalan ia memikirkan shenhe yang tidak ada membalas pesan nya. * Ngapain gue pikirin tu cewek *batin wiliam. Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan di rumah nya.
Karena shenhe yang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah ia sama sekali tidak ingat kalau ia ada janji untuk latihan drama. Dan juga ia tidak sempat buat memegang hp. " Ahhh aku sudah kenyang "Ujar aditya. " Iya aku juga, ayok kita main bola di lapangan dit " Ajak fadhel. Adit menggangukan kepalanya.
Mereka berdua berlari ke luar rumah menuju lapangan yang tidak jauh dari rumahnya. " Hei hati hati jangan lari lari nanti jatuh, ingat pulangnya jangan terlalu lama , kalian ada pr " Teriak Shenhe. " Iya kak "Jawab kedua nya.
" Okee sekarang kita bereskan makanan ini, dan cuci piring " ujar shenhe. Ia membereskan makanan setelah mereka makan tadi dan mencuci piring. " Wahh selesai " Lirih shenhe.
Setelah itu ia melihat ke kamar mandi kalau pakaian banyak yang belum dicuci " wahh banyak banget bajunya padahal aku baru nyuci kemarin ya kenapa sekarang udah banyak lagi " ucap shenhe dengan sedikit kebingungan.
" Sudahlah aku cuci saja " Ujar shenhe. Ia kemudian mencuci semua baju kotor itu. 2 jam waktu sudah berlalu. " Wahh akhirnya selesai juga, kalau pakai mesin cuci pasti gak bakal lama kayak gini. " lirih shenhe.
Ia melihat ke arah jam, Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. " Ya ampun sekarang sudah jam 7 malam, apa fadhel dan Adit udah pulang ya " ujar shenhe sambil melihat ke ruang depan.
" Ya ampun Kenapa mereka tidak ada ya " Ujar shenhe dengan sedikit panik. Ia mencari ke seisi rumah tapi tidak menemukan adek adeknya, ia akhirnya memutuskan untuk mencari adeknya di luar *hmm.mungkin mereka masih bermain * batin Shenhe dengan panik . Ia berlari keluar dengan tegesa gesa menuju ke lapangan.
" Fadhel aditya " Teriak shenhe. Mereka berdua menoleh ke arah datang nya suara itu. Shenhe berlari kearah mereka dan memeluk mereka berdua dengan erat. " Syukurlah kakak menemukan kalian "Ucap shenhe.
" Tapi.. kalian tidak bisa apa membuat kakak khawatir ngapain kalian main sampai selama ini? " Ucap shenhe dengan nada tinggi. Mereka berdua hanya menunduk tidak tau harus berkata apa dan menyesal karena membuat kakaknya khawatir.
Shenhe melihat sikap adek nya itu ia merasa jadi tega ia tidak bisa marah jadinya. " Owh sudahlah yang terpenting kalian tidak apa apa ayok kita pulang " ucap shenhe dengan senyuman. Mereka senang mereka tau kakaknya itu tidak akan pernah bisa marah kepada orang lain.
Mereka berdua pulang ke rumah nya. Saat sampai dirumah shenhe kembali menyiapkan makan malam. " Kak, kakak terlihat sangat lelah " ucap Aditya. "Hahaha kakak tidak lelah kok, kalian mandi sana habis tu kalian makan dan kerjakan PR kalian " Ucap shenhe dengan senyuman.
Setelah mendengar ucapan kakaknya itu mereka berdua berlari ke kamar mandi. Sedangkan shenhe kembali menyiapkan makan malam untuk mereka.
Masakan nya pun selesai . begitu juga dengan adek adeknya sudah mandi. " Wahh kalian sudah harum ya, ayok kita makan " ajak shenhe. Mereka menggangukan kepala dan segera duduk di kursi di ruang makan.
Mereka berdua makan dengan lahap sedangkan shenhe ia merasa tidak enak badan . Ia hanya makan sedikit tidak seperti biasanya. "Kakak sudah selesai makan " tanya fadhel. " Iya kakak sudah kenyang "jawab shenhe dengan senyuman.
Mukanya sudah terlihat sedikit pucat. " Wajah kakak agak pucat apa kakak sakit ya " ucap fadhel dengan berbisik ke aditya. Aditya pura pura tidak mendengarnya dan melanjutkan menghabiskan makanannya.
" Fadhel Adit kalau kalian sudah selesai makannya habis itu kerjakan PR kalian ya, kakak akan temani "ujar Shenhe.
" baik kak " jawab keduanya.