Indonesia
NovelToon NovelToon
Skenario Cinta Sang CEO

Skenario Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Traay

​"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."

​Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.

​Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.

​Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lamaran prat 2

Brummm......

Suara deru mesin mobil yang halus dan berat terdengar melambat di depan rumah. Pintu pagar dibuka oleh Ayah Keenan yang turun lebih dulu, Keenan memasukkan mobil hitam miliknya di depan bagasi yang tertutup.

Jantung Nayshi yang duduk bersama orang tuanya di lantai bawah langsung berdebar kencang, rasa gugup bercampur bahagia membuncah seketika. Papah dan Mamah langsung berdiri, berjalan menuju pintu untuk menyambut calon besan dan Nayshi berjalan di belakang kedua orang tuanya.

"Assalamualaikum, Calon besan!" sapa Ayah pada kedua orang tua Nayshi.

"Waalaikumsalam, Calon besan," sahut Papah langsung menghampiri Ayah Keenan dengan bersalaman.

Setelah mobil dipastikan berhenti, Bunda turun menyapa Mama yang sedang bersalaman dengan suaminya."Ibu, apa kabar?"

"Baik, Ibu. Ibu bagaimana sehat?" tanya balik Mamah sambil keduanya cipika-cipiki.

"Alhamdulillah, sehat wal afiat," sahut Bunda dengan senyum ceria.

"Mantu Bunda! Kamu gimana Sayang? perasaan Kamu sekarang gimana?" tanya Bunda sambil Nayshi mencium tangannya setelah Nayshi mencium tangan Ayah.

"Alhamdulillah, Bunda. Sekarang Aku udah baik-baik aja, " sahut Nayshi dengan senyum manis yang terukir.

Tak lama Bunda turun, anak semata wayang atau bintang utamanya Nayshi baru turun dengan stelan kemeja putih yang digulung hingga siku.

Keenan langsung melihat masa depannya dengan memberikan senyum yang mempesona sampai Nayshi merah padam.

Keenan berjalan menghampiri calon mertuanya, membungkukkan badan dengan sangat sopan Ia mencium tangan satu per satu. "Selamat malam Om, Tante. Apa kabar? semoga sehat selalu,"

"Alhamdulillah sehat, Nak Keenan," sahut Papah dengan mengusap bahunya.

"Ayuk, masuk." ajak Mamah mempersilahkan mereka masuk.

Kedua orang tua mereka berjalan lebih dulu, dan di belakang ialah Keenan dan Nayshi berjalan bersama. "Nona Daisy. Kamu gimana kondisinya? Udah lebih baik sekarang?" bisik Keenan lembut.

Nayshi menunduk sedikit menahan rasa salah tingkah. "Alhamdulillah udah seger kok sekarang, Prince Daisy."

Setelah para tamu duduk di sofa ruang tamu, Mamah dan Nayshi menyajikan cangkir-cangkir teh hangat yang masih berasap tipis.

Obrolan dibuka dengan sangat mengalir, seakan ini bukan pertemuan kedua kalinya melainkan sudah lama mereka dekat.

Ayah Keenan yang memang humoris dan energinya sama seperti Papah Nayshi sehingga canda tawa langsung pecah diruang tamu. "Pak Heru, kemarin kok bisa keren gitu ngasih komando?"

"Iya dong, Saya kan Papahnya Nayshi ya pasti keren. hahaha!" jawab Papah percaya diri.

"Tapi bener Loh, Om yang dibilang Ayah. Om bisa ngarahin cepet gitu," ucap Keenan ikut menyambung pembicaraan.

"Waktu Saya muda Saya pernah gabung komcad (komponen cadangan). Jadi hal kemarin bukan hal baru untuk Saya," sahut Papah.

"Oh pantes. Setahu Saya komcad itu komando sipil sukarela yang dilatih seperti militer ga sih?" tanya Ayah Keenan.

"Iya bener Pak Malik. Komcad itu membantu angkatan TNI dalam keadaan darurat saat negara lagi dalam ancaman."

Di sisi ciwi-ciwi ga kalah seru pembahasannya. Bunda menyampaikan kejadian tadi pagi saat Ia dan suaminya menggoda Nadia. "Nay. Nadia cerita ga, kalo tadi pagi Dia dikerjain sama si Arvin?" tanya Bunda dengan menahan tawa.

"Hahaha! Iya Bun. Dia panik banget kalo Bunda sama Ayah sampai kasih tahu ke Arvin," sahut Nayshi Ia tak bisa menahan tawanya.

"Jadi Nadia dikerjainnya berlanjut? kok bisa sampai besan tahu si Nadia suka Kevin?" tanya Mamah yang ketinggalan berita.

"Jadi gini, Jeng. Suami Saya telpon Arvin buat ngasih tahu perkembangan kasus Irsyad dan Keysa, eh si Arvin sengaja bocorin kalo Nadia suka Kevin. hahaha!" jawab Bunda dengan terkekeh geli mengingat bagaimana suara panik Nadia.

"Ya allah kasian anak itu, pasti panik banget. hahaha!"

"Banget, Mah. Dia takut kalo sampai bener disampaikan nanti Kevin ilfeel," ucap Nayshi sambil terkekeh.

"Ternyata Dia beneran panik, Nay? Padahal Ayah cuman bercanda," tanya Ayah ikut nimbrung.

"Hehehe! Iya, Yah. Dia panik, tapi kalo beneran disampaikan pasti seneng banget Dia," sahut Nayshi.

"Iya lah pasti seneng Dia. Orang tadi aja digodain Dia udah salting, hahaha!" Papah pun ikut nyambung obrolan ini.

"Kalo sampai mereka berjodoh, pasti perpaduan yang seru. Nadia yang energinya besar ketemu Kevin yang energinya irit. hahaha!" ucap Keenan menambah tawa dalam rumah ini.

"Ngomong-ngomong tentang jodoh, Saya mau menyampaikan sesuatu yang serius," Ucap Ayah merapihkan duduknya, dan suasana mulai hening.

Keenan yang tahu pembahasan apa yang akan dilontarkan Ayahnya, langsung mencuri pandang ke arah Nayshi dengan senyum bahagia yang terukir. Nayshi yang menyadari hal itu langsung tersenyum malu. 'Aduh! manis banget kayak gula!'

"Kemarin Keenan sudah mencuri start lebih dulu dengan waktu yang sebenarnya kurang pas, walaupun memang kemarin sudah Ia rencanakan." ucap Ayah dengan terkekeh pelan mengingat bagaimana putranya tetap menjalankan niatnya tanpa melihat kondisi.

Keenan bilang, Dia benar-benar mau serius dengan Nayshi. Jadi kedatangan Kami tidak hanya menjenguk Nayshi, tapi ingin menyampaikan niat baik itu secara resmi. Sekalian Kita mendiskusikan hari dan tanggal yang baik untuk menggelar acara lamaran resmi untuk Keenan dan Nayshi."

Deg!

Meski Ia sudah menduganya, mendengar kata-kata itu langsung dari Ayah Keenan membuat dada Nayshi bergemuruh hebat hingga pipinya merah padam.

Keenan memajukan tubuhnya sedikit, menatap penuh hormat kepada Papah Nayshi. "Om, Tante. Maaf sebelumnya, kemarin Saya menyampaikan di waktu yang kurang tepat. Secara khusus Saya mau minta restu langsung untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius bersama Nayshi."

Papah menghela napas panjang, napas lega seorang Ayah yang melihat putri tercintanya akan diabadikan oleh pria yang tepat. Wajah papah memancarkan rasa haru yang mendalam.

"Jujur, Nak Keenan, Pak Malik, dan Ibu Soraya," ucap Papah dengan suara sedikit bergetar bahagia. "Melihat bagaimana Keenan berjuang dan mempertaruhkan keselamatannya demi Nayshi kemarin, tidak ada alasan sedikitpun bagi Saya dan Istri untuk meragukan ketulusan Kamu. Sebagai orang tua Kami mendukung keputusan Nayshi, jadi gimana putriku?"

Nayshi menundukkan kepalanya sejenak untuk mengontrol rasa senang yang buat pipinya merah merona. "Bismillah, Nayshi terima. Seperti Papah dan Mamah yang tidak ada alasan untuk tidak memberi restu, maka Nayshi juga tidak ada alasan untuk menolak."

"Alhamdulillah..." Ucap mereka semua dengan bahagia dan sangat senang mendengar jawaban Nayshi, termasuk Keenan yang tersenyum bahagia.

"Kalo dari hitungan keluarga Kami, Kira-kira minggu pertama bulan depan gimana, Pak Heru?" tanya Ayah menawarkan tanggal hasil diskusi Ia dan Istrinya beserta Keenan.

Papah langsung menatap ke arah Istri dan anaknya, lalu mengangguk setuju. "Kami ikut saja, lagian itu waktunya ga terlalu lama dan ga terlalu mepet untuk persiapan,"

"Oke, berarti Kita ketuk palu ya!" sahut Ayah sambil pura-pura mengetuk menggunakan handphonenya sehingga mengundang tawa.

1
Rahman Hayati
baru juga di kenalin ke ortu udh ada aja bibit bibit pelakor
Traay: biar ga flat ceritanya hehehehe
total 1 replies
Rahman Hayati
aduh makin suka deh sama cerita nya kasih 🌹 ya
Rahman Hayati
baru mampir di awal yg menarik moga kelanjutan nya makin menarik lagi
Traay: terimakasih kakak sudah mampir🙏 dan semoga semakin suka yaa
total 1 replies
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Traay: Terimakasih 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!