"Terimakasih karena telah memberiku banyak cinta.
Terimakasih juga karena telah membuka mataku tentang sebuah arti dari pengorbanan yang sesungguhnya, semoga kamu selalu bahagia."
~YUMINZO NISIYAKI
"Tetaplah jadi gadis yang ceria,jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang menimpa orang lain jadikanlah masa lalu sebagai bekal di masa depan."
"TETAP SELALU BAHAGIA LITTLE STAR KU♡"
~ LANGIT ALASKA PUTRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leaaa_lvnisy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMBUJUK RATU MOOD SWING
"Udah, Nis. Ga usah marah-marah lagi, gue gapapa kok." Alsa mencoba menenangkan Nisya yang diselimuti oleh amarah. Setelah kepergian Bianca dan juga Nero tadi, Nisya tak henti-hentinya mengumpat mereka berdua.
Mereka berpikir Nisya mungkin marah karena Alsa yang dihina oleh Yuna, padahal selain itu ada lagi kejadian yang membuat Nisya merasa panas dingin dan ingin sekali meninju mereka satu persatu.
Tatapan Nisya jatuh pada Langit yang juga sedang menatap nya. Langit yang peka akan tatapan Nisya langsung menarik tangan Nisya dan membawanya ke taman sekolah.
Semua orang yang ada disana tentunya sangat terkejut karena tindakan Langit yang tiba-tiba. "Eh mau dibawa kemana itu sepupu gue, woi!" teriak Geovan saat Langit sudah mulai menjauh.
"Aneh ya, mereka sebenarnya pacaran apa engga sih?" tanya Alsa penasaran.
"Ga tau, hubungan mereka ga jelas" sahut Kairen.
"Ngapain sibuk-sibuk kepoin hubungan orang lain kalo hubungan sendiri terancam dengan kehadiran hama" sindir Vegar lalu beranjak pergi dari sana tanpa menghiraukan mereka semua.
Mario dan Alsa tentu saja merasa tersindir dengan kata-kata pedas Vegar mereka saling melirik dan lalu dengan langkah seribu Mario mengejar Vegar karena sudah berani menyindirnya.
"Tapi fakta sih" ujar Kairen membenarkan perkataan Vegar.
"Kak Vegar mukanya keliatan kalem ya, tapi kalo udah buka mulut, kata-katanya ga bisa dikontrol" komentar Ayleen terkekeh kecil.
"Ya gitu deh" sahut Kairen sekena nya.
Beralih pada Nisya dan juga Langit, mereka berdua kini sedang berjalan menuju taman sekolah. Nisya tak henti-hentinya menggerutu karena Langit yang tiba-tiba menariknya dan membawanya kesini, padahal ia jelas-jelas tadi menunjukkan tatapan permusuhan tapi seolah Langit tak peduli dengan semua itu.
"Kak Aska bisa ga jalannya pelan-pelan!" seru Nisya cemberut
"Ini udah pelan"
"Pelan apanya, langkah Kak Aska itu besar. Mana bisa Nisya ngimbangi langkah Kak Aska"
Langit berhenti dan berbalik kearah Nisya, Langit sedikit membungkukkan badannya agar bisa sejajar dengan tinggi Nisya. "Makanya jadi orang itu ga boleh pendek" ejek Langit tersenyum miring.
"What!, pendek?, Kak Aska bilang aku pendek!" pekik Nisya geram
Tak memperdulikan kekesalan Nisya, Langit terus melanjutkan langkahnya menuju taman. Sesampainya mereka ditaman, Nisya bisa melihat disana tidak terlalu ramai hanya ada beberapa siswa yang berlalu lalang dan siswi-siswi teladan yang sedang membaca buku di bawah pohon yang rindang.
"Ayo, duduk." ajak Langit membawa Nisya pada sebuah kursi yang berada dibawah pohon.
Tak banyak membantah Nisya langsung duduk dengan wajah cemberutnya yang membuat Langit sangat gemas.
"Jadi kamu marah?" tanya Langit mendekat dan mengamati wajah cantik Nisya. Meski dia tahu bahwa Nisya saat ini sedang marah, namun ia tetap memilih bertanya.
"Engga, siapa juga yang marah" sangkal Nisya melihat kearah berlawanan.
"Kamu jealous lihat Bianca ngajak aku ngobrol" tebak Langit
Tak ada jawaban dari Nisya yang membuat Langit semakin yakin bahwa bukan hanya kejadian penghinaan Alsa tapi amarah Nisya menyangkut dengan Bianca yang sudah mengajaknya ngobrol.
"Kamu ga jawab, berarti tandanya iya."
"Enak ya, diajak bicara sama cewek cantik tapi sayang kalah saing sama yang..."
"Ga ada yang cantik disini kecuali little star" potong Langit cepat.
"A-apa?"
"Nanti malam aku jemput, kita bakal pergi ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Liat aja nanti"
"Udah yuk, aku antar kamu ke kelas." mereka kembali bergandengan tangan. Jika tadi saat datang Nisya terlihat marah-marah maka kini ia hanya diam dan terus berpikir akan dibawa kemana dia nanti malam.
Saking penasarannya Nisya jadi tak fokus hingga ia tidak sadar bahwa Langit mengantarnya bukan hanya sampai pintu kelas, tapi sampai ke meja tempat Nisya duduk.
"Udah, sana duduk" perintah Langit membuat Nisya kaget dan menyadari bahwa mereka telah sampai. Namun yang membuat Nisya lebih kaget adalah semua pasang mata tertuju kearah mereka berdua dan saling berbisik-bisik.
"E-eh iya. Kak Aska makasih ya." ujar Nisya tersenyum kikuk karena kehadiran Langit membuat mereka semua heboh namun tidak ada yang berani bersuara.
Langit hanya membalas dengan deheman lalu melangkah keluar tak memperdulikan berbagai macam tatapan menuju kearahnya.
"Hayo...lagi melamun apa coba, sampai-sampai udah nyampek dimeja kamu ga sadar" goda Alsa
"Ga, ga ada. Aku cuma lagi penasaran aja"
"Penasaran apa?" tanya Alsa mendekat karena ia juga kepo
"Kepo Lo" cibir Nisya memutar bola matanya
"Kali-kali"
Siang berganti malam, dan kini Nisya sedang memilah-milah pakaian yang akan digunakan untuk keluar bersama Langit. Ayleen yang melihat kesibukan Nisya tentu saja merasa penasaran kemana Langit akan membawa gadis satu ini.
"Masih belum nemu?" tanya Ayleen
"Belum nih" sahut Nisya lesu
"Serius Kak Langit ga ngasih tau kalian bakalan kemana?"
"Ga. Itulah, makanya gue bingung mau pakek baju apa"
Ayleen menghela nafas panjang, memang jika menyangkut soal Langit tidak ada yang bisa menebak isi kepalanya. Pria itu sedikit unik dan juga penuh kejutan.
"Ay, Lo gapapa kan sendiri dirumah?" tanya Nisya pelan, sebenarnya ia juga merasa tak enak meninggalkan Ayleen sendiri tapi ya mau bagaimana lagi.
"Engga kok, bentar lagi Geovan juga dateng kesini"
"Ngapain?"
"Kita ada tugas kelompok, dan kebetulan aku sama dia dan Kairen itu satu kelompok"
"Jadi Kairen bakalan datang juga"
"Engga, kita nanti ngerjainnya di basecamp."
Nisya hanya mengangguk, ia juga tak terlalu ambil pusing karena Ayleen akan keluar dengan sepupunya. Tapi yang membuat Nisya pusing adalah ia harus memakai baju apa.
"Ya tuhan...momen seperti inilah yang paling tidak hamba sukai" keluh Nisya memandang keatas.
Ayleen tak bisa untuk tidak tertawa. Ia tertawa terbahak-bahak karena melihat tingkah konyol Nisya yang tidak bisa memilih pakaian untuk dirinya sendiri.
"Jangan ketawa Lo, ntar nular" kesal Nisya karena ditertawakan.
"Abisnya kamu tuh lucu"
"Mana ada, Lo kira gue badut!"
"Bukan. Mau dibantu pilihin ga?" tawar Ayleen
"Boleh, gue mau make up dulu" Nisya beranjak dan berjalan kearah meja riasnya.
Ayleen menghela nafas berat saat melihat pakaian-pakaian yang sudah berceceran dimana-mana. Ayleen kemudian berinisiatif merapikan baju-baju tersebut sebelum memilih baju untuk dikenakan Nisya nanti saat keluar bersama Langit.
Setelah selesai membereskan semua pakaian Nisya yang berceceran di lantai, barulah kini Ayleen memilih outfit untuk Nisya. Karena Langit selalu bepergian menggunakan motor, jadi Ayleen memilih celana sebagai bawahan agar nantinya gampang menaiki motornya.
Ayleen memilih celana jeans dan crop top serta jaket kulit berwarna hitam agar nantinya outfit Nisya cocok dan tidak terlalu feminim mengingat Nisya yang tidak ada sikap girly-girly nya dalam segala hal.
"Nah, gimana?" tanya Ayleen
Nisya menoleh kebelakang dan melihat outfit yang pas sesuai dengan seleranya. "Bagus, Ay. Lo emang yang ter the best deh" puji Nisya tersenyum lebar.
"Oh ya, boleh nitip ga, Nis." tanya Ayleen tersenyum kaku
"Mau nitip apa?"
"Em...aku lagi pengen kue putu" cengir Ayleen
"Loh, bukannya nanti Lo keluar ya?"
"Aku ga berani kalo sama Geovan"
"Udah ah, apa yang harus Lo takutin. Geovan mukanya aja yang kaya joker tapi hatinya itu hello kitty."
Suara deheman seseorang membuat kedua gadis itu kaget dan langsung menoleh kearah pintu. Nisya hanya tersenyum menampakkan deretan giginya sedangkan Ayleen sudah merasa atmosfer disekelilingnya naik.
"E-eh, Nisya aku ke kamar dulu ya. Bentar ya, Geovan" pamit Ayleen dengan wajah tertekannya.
Nisya hanya tersenyum tipis kearah Ayleen saat melihat raut wajah ketakutan Ayleen. Setelah Ayleen benar-benar sudah masuk ke kamarnya, barulah tawa yang sedari tadi ditahan oleh Nisya pecah tanpa memperdulikan raut wajah kekesalan Geovan.
"Seneng banget ya ngejek gue tadi" Geovan masuk ke kamar Nisya dan duduk disofa sambil melihat Nisya yang sedang memoles wajahnya.
"Loh, kan bener. Kamu mukanya aja yang angker kaya rumah kosong, tapi kan kamu baik kaya hello kitty, pinky-pinky gitu..." ucap Nisya memuji sekaligus mengejek.
"Pala Lo pinky" ketus Geovan
"Mau kemana Lo?" tanya Geovan yang melihat Nisya membawa baju nya kearah walk in closed.
"Mau jjm"
"Jjm?" beo Geovan
"Iya, jalan-jalan malam" balas Nisya yang sudah selesai berganti pakaian dengan baju yang dipilih oleh Ayleen.
"Sama?"
"Kak Aska"
"Mau kemana emangnya kalian?" tanya Geovan yang semakin kepo
"Mau tau aja apa mau tau banget" goda Nisya tersenyum jahil
"Ga-ga, ga mood gue ngomong sama Lo" Geovan beranjak dari kamar Nisya saat melihat Ayleen sudah siap. Mereka berdua langsung berpamitan menuju basecamp.
"Kalo dipikir-pikir mereka cocok juga" gumam Nisya mengetuk-ngetuk pelan dagunya.
"Eh, iya ya Kak Aska udah sampai mana" pekik Nisya yang baru tersadar jika dia juga memiliki janji dengan Langit.
🥰🥰 HAPPY READING 🥰 🥰
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK READER 🤗
Bales dendam kok salah alamat Rhea. Geovan gaada sangkut pautnya sama kamu dan Jo, emang Jo nya aja yg engga suka. Kamu harus terima kenyataan tanpa melibatkan org lain.
kasian Geovan, sini peluk virtual 🫂🫂
Semoga engga deh, takut aku nantinya mereka disuruh nikah lagi, karena salah paham ttg kejadian itu.
please jangan buat geovan ku frustasi kak Author 🥺🥺
aduh pusing aku, lanjut up dong tor aku penasaran banget sama kelanjutan nasib Geovan kena tabok ga ya dia .........
Nisya cepetan balik deh, sepupu mu itu udah ga ngeh lagi😭😭
Si Jo belum tau gimana rasanya jatuh cinta sejatuh' nya. ntar kalo udah ngerasain baru tau. jangan kan dua hari sedetik aja pasti langsung dicari in.
tapi cewek itu siapa ya, penasaran aku, ayo lanjut up kak
btw anak Aterix pada Soleh ya ga anu-anu🤭🤭
Love language mereka itu berantem. ya setidaknya Daddy Lio engga kesepian kalo ada Axton.
Sehat terus Daddy Lio, kasian Nisya kalo Daddy nya sakit dia murung terus untung sekarang dia punya support system. tapi ttp jangan bikin Nisya khawatir juga, ga baik.
Sedih sih, tempat yang paling kita cinta dimana kita mendapatkan kebahagiaan tapi disitu juga kepahitan hidup harus kita dapatkan. tapi syukurlah Nisya ga Sampek drop. aku yakin Nisya itu gadis yang kuat walau agak rada-rada.
ubur-ubur ikan lele
Geovan perjaka ting-ting lee😂.
sengaja nih si Geo biar didenger sama Daddy nya🤣🤣. untung jauh kalo deket udah dikasih bogem, maybe.
Btw btw jadi Alec itu yang obsesi sama Nisya ya, sama kayak bapaknya yg juga obsesi sama Yasmine Mommy nya Nisya. oh woowww
So sweet banget sih kalian, blm sehari aja udh pada kangen'an.
semangat setelah ini duda hot balik🔥🔥, Bu Yasmine suami nya tuk saya aja ya🤣
Ampun deh, ternyata mereka so sweet banget, sebelas duabelas sama Mario dan Alsa. Cuma yang membedakan, kalo Mario emg dari sono nya udah romantis, tapi kalo Langit kan beda. dia aja belajar romantis sama kang google 😁.
Semoga setelah ini ga ada adegan Daddy nya Nisya tiba-tiba drop trs end. aku ga mau tokoh Nisya balik lagi kek dulu pas mommy Yasmine meninggal, yah meskipun sekarang ada Langit sebagai support system nya, tapi ttp sayang aja kan.
Bianca dapat nama baru dari Nisya ' Biawak dangkal'.
kok bisa ya namanya gitu. Nisya ini sukak bgt kasih nama asal ke org-org.
soalnya pas diawal Jo ngasih coklat tuh aku sempet curiga kalo Jo suka sama Ayleen. eh ternyata coklatnya bukan cuma buat Ayleen doang, tapi Kairen juga kebagian ternyata..