Indonesia
NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.🏆

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

.

Waktu terus berjalan membawa Raditya makin terpuruk dalam pusaran masalah yang tak berujung. Hari yang ditakutkan akhirnya tiba, tenggat waktu pembayaran seluruh hutang yang menumpuk.

Bukan hanya satu atau dua tagihan, melainkan tumpukan kewajiban yang mengancam keberlangsungan hidupnya dan perusahaan yang ia banggakan dulu.

Uang yang dulu ia ambil dengan mudah demi menambal kebocoran keuangan, kini berubah menjadi jerat tali yang makin erat melilit lehernya.

Pagi itu, saat Raditya baru saja tiba di ruang kerjanya dan belum sempat duduk dengan tenang, Darius masuk dengan wajah pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat sambil membawa tumpukan surat teguran dan pemberitahuan jatuh tempo.

"Tuan..." suara Darius keluar hampir tak terdengar, matanya menunduk tak berani menatap tuannya. "Mereka datang. Pihak bank resmi, juga orang-orang dari perusahaan pembiayaan ilegal itu sudah menunggu di lobi. Mereka bilang... hari ini adalah batas akhir. Jika uang tidak cair juga, mereka akan mengambil alih aset perusahaan, gedung ini, bahkan aset pribadi Tuan."

Raditya merasa tanah di bawah kakinya bergoyang hebat. Kakinya lemas, ia bersandar berat di tepian meja kerjanya. Keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya.

"Sudah berapa kali aku bilang? Minta waktu tambahan!" bentak Raditya dengan suara parau, berusaha menutupi rasa takutnya. "Bilang pada mereka... aku butuh waktu lagi! Bilang saja proyek besar akan cair sebentar lagi!"

Darius menggelengkan kepalanya dengan putus asa. "Sudah saya sampaikan berkali-kali, Tuan. Tapi mereka tidak mau tahu. Pihak bank resmi sudah bilang ini peringatan terakhir. Dan yang... yang lain..." Darius menelan ludah susah payah. "Orang-orang itu bilang, kalau kita tidak segera membayarnya, mereka akan membawa alat berat dan merobohkan pagar depan.”

Kalimat terakhir itu membuat nyali Raditya seketika runtuh total. Ia tahu betul siapa mereka. Mereka pasti orang-orang Tuan Bara. Pemilik bank ilegal yang diperkenalkan oleh Rian, kakaknya Anindya. Dan prang bank ilegal biasanya suka main kasar, dan tak segan mengancam nyawa jika uang mereka tidak kembali.

Raditya jatuh terduduk di kursi kebesarannya. Kursi yang dulu melambangkan kekuasaannya, kini terasa seperti kursi hukuman mati. Ia meremas rambutnya dengan kedua tangan, pikirannya berputar kacau.

Uang kas perusahaan kosong melompong. Penjualan anjlok parah. Para pemegang saham sudah lari. Klien-klien lama menolak bekerja sama lagi. Dan satu-satunya orang yang memiliki kekuatan koneksi untuk menyelamatkannya adalah… Anindya. Wanita yang telah ia khianati. Tapi… di mana Anindya?

"Harus ada jalan keluar... pasti ada jalan keluar..." gumam Raditya tidak karuan, matanya menatap kosong ke arah meja kerja yang dulu selalu penuh dengan berkas yang dia tinggal tanda tangan.

"Aku harus menemui Anindya..." bisiknya dengan napas tersengal. "Hanya dia yang bisa menyelamatkanku kali ini. Aku akan berlutut kalau perlu, asalkan dia mau membantuku keluar dari masalah ini."

Raditya bangkit berdiri, lalu melangkah keluar ruangan. Menepis semua rasa malu yang membakar seluruh isi ddadanya, menelan segala harga dirinya yang selama ini ia bangga-banggakan, demi satu-satunya harapan yang tersisa.

Kakinya melangkah cepat menuju ruangan Rosita. Asisten yang selama ini setia mendampingi Anindya itu, kini menjadi satu-satunya jembatan yang bisa menghubungkannya dengan istrinya itu.

Sesampainya di depan ruangan Rosita, Raditya berhenti untuk menetralkan nafasnya yang memburu sebelum kemudian masuk tanpa mengetuk pintu.

"Rosita..." panggilnya cepat.

Rosita yang sedang memeriksa beberapa berkas, mengangkat wajahnya terkejut dan langsung berdiri dengan sikap hormat.

“Iya, Tuan?” jawabnya sopan meskipun dia benci pada Raditya. Orang yang telah mengkhianati Bu Anindya, bosnya.

"Tolong kamu hubungi Anindya. Katakan padanya, aku sangat ingin bertemu, ada hal sangat penting yang harus aku bicarakan,” pinta Raditya yang mencoba bersikap halus, tak lagi membentak demi mengambil hati Anindya.

Rosita menghela napas pelan, lalu mengangguk. "Baik, Tuan. Saya akan hubungi Ibu Anindya sekarang juga. Tunggu sebentar."

Raditya menahan napas, matanya tak lepas dari pergerakan tangan Rosita saat wanita itu menekan tombol panggil di ponselnya, lalu memperhatikan setiap perubahan dalam wajah Rosita saat bicara dengan ponselnya. Detik demi detik terasa begitu lama, hingga akhirnya Rosita menurunkan ponselnya dan menatap Raditya.

Sedetik itu juga, secercah harapan kembali menyala di mata Raditya yang sebelumnya sudah redup. Jantungnya berdegup kencang menanti jawaban.

“Bu Anindya bersedia bertemu Tuan," ucap Rosita pelan. "Beliau sedang tidak jauh dari sini. Beliau menunggu Tuan di sebuah restoran, tak jauh dari kawasan ini. Alamatnya ini..." Rosita menuliskan nama tempat itu di secarik kertas dan menyodorkannya.

"Terima kasih... Terima kasih banyak, Rosita!" seru Raditya dengan nada lega luar biasa, seolah baru saja dianugerahi nyawa kedua. Tanpa membuang waktu lagi, Raditya berlari keluar dari ruangan itu, begitu terburu-buru seolah takut kesempatan itu akan hilang lagi.

Di dalam mobil, saat ia melaju menuju lokasi yang ditentukan, pikiran Raditya berputar kencang. '”Bagaimana caranya membuatnya luluh. Aku harus membuatnya mau membantuku. Setidaknya jika dia bisa minta pada kakaknya untuk bicara pada Tuan Bara, satu masalahku akan selesai.”

Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah toko bunga cantik yang berada di pinggir jalan. Sebuah ide melintas di kepalanya. '’Ya! Bunga! bukankah wanita suka pada bunga? Aku tak pernah memikirkan itu dulu. Mulai hari ini aku akan selalu memberi dia bunga..Bunga ini pasti akan meluluhkan hatinya. Begitu melihat aku datang membawa bunga dan permintaan maaf...'

Raditya menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu turun dan masuk ke dalam toko itu, meminta buket bunga secara asal, karena dia tidak tahu bunga apa yang disukai oleh istrinya. Tangannya menggenggam buket itu penuh harap, membayangkan wajah Anindya yang akan tersenyum manis, luluh, lalu kembali ke pelukannya seperti dulu.

“Aku hanya perlu sedikit lagi usaha, sedikit bersikap manis, dan dia pasti akan memberiku uang yang kubutuhkan.'’

Dengan langkah bersemangat Raditya kembali masuk ke dalam mobil, dan memacu kendaraannya menuju restoran tempat Anindya menunggunya. Membawa harapan palsu yang ia bangun sendiri.

*

"Sayang?!" seru Raditya begitu ia melihat Anindya yang sudah menunggu di salah satu meja. Pria itu bergegas mendekat dengan langkah lebar menuju tempat wanita yang sudah lama tak ia temui. Begitu sampai di dekatnya, pria itu langsung berniat memeluk Anindya.

Namun, baru saja tubuhnya sedikit membungkuk ke depan, Anindya dengan cepat menggeser kursinya mundur, hingga menimbulkan bunyi berderak yang terdengar kasar, juga mengangkat satu tangannya memberi isyarat tegas agar Raditya berhenti di tempatnya. Matanya menatap datar, dingin, tanpa ada sedikitpun rona senang atau rindu.

"Jika ada yang ingin kamu bicarakan, katakan saja," ucap Anindya dengan nada datar dan datar, sama sekali tidak terbawa suasana. "Aku tidak punya banyak waktu.”

Di dalam dada Raditya, amarah mulai bergejolak naik. Ia merasa semakin lama, sikap istrinya ini semakin tidak menghargainya sebagai seorang suami. Dulu wanita ini selalu menyambut kedatangannya dengan senyum bahagia. Tapi sekarang? Bahkan disentuh pun tidak boleh. Namun, karena sadar posisinya sedang butuh bantuan, ia berusaha menahan kesabaran.

Dengan napas yang ditahan, Raditya mengurungkan niatnya untuk memeluk. Ia menarik kursi di hadapan Anindya dan duduk perlahan. Wajahnya berubah menjadi sedih dan memelas, lalu dengan penuh harap ia mengulurkan buket bunga mawar merah besar yang tadi ia beli dengan harga mahal itu ke arah Anindya.

"Sayang... ini buat kamu.”

Namun…

1
Henny Rahmawattyy
makanya tinggal di indonesia aja kan arv gratis dr pemerintah 😄
мєσωzα
ceritanya seruuu.. tokoh utamanya jg keren, tegas, cerdas, tau apa yg harus dilakukan 👏🏻👏🏻👏🏻
мєσωzα
lagian datengnya pas hari-H banget sih? gak dari kemaren" gituuu.. kan terima kabar pernikahannya dah seminggu yg lalu 😅
kompiang sari
rasakan
kompiang sari
Mampir Thor
мєσωzα
aaah si adrian dipaksa pulang buat dijodohin toooh.. untung dia dah ngumpulin bukti kalau keluarga calonnya orang jahat.. mending sama anin aja, keluarganya baik-baik, konglo jg 🤭
мєσωzα
beberapa bab kebelakang banjir air mata mulu 😭😭😭
Tressye Nona Wawolangi
seruuuu lanjut Thor, biasa saya kalau baca novel cuman lewat2 GK serius baca tapi ini sudah 2 x saya baca dan TDK pernah lewat lagi tegang ini
мєσωzα
kalau tanya gugel, hasil paternity test paling cepet itu 24 - 48 jam thor.. rasanya kalau 4-6 jam itu sedikit gak make sense deh 😅
tapi yaaa ini dunia halu sih ya 🤭
мєσωzα
pengobatan ARV gratis ko dit
мєσωzα
beneran keluarga pengkhianat.. bapak ibu anak sama aja 🤮
мєσωzα
klo ada wanita lain sebelum sama sofia, berarti radit ini dah lama sering selingkuh diluar ya.. emang dah jadi habit selingkuh ini mah 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
emang udah gila si radit ini 🤦🏻‍♀️
Evi Anggorowati
yah emang bodoh km Raditya mknya jadi org tu byk2 bersyukur uda punya istri baik dan setia mlh selingkuh alasan pengen punya anak pdhal istri nya kan ga mandul, sekalinya selingkuh eh ternyata dibohongi ma pelakor skrng mlh kena HIV jatuh miskin pula...
Evi Anggorowati
knp Raditya mlh pengen punya anak dr wanita lain ya pdhal kan bs punya anak dr anin istri nya sendiri, berarti emang Raditya uda g cinta ma anin krn kl cinta g mungkin selingkuh dan aku ga kasian sama sekali ma Raditya
Nek Arrirafa
👍👍👍👍👍👍👍👍
мєσωzα
bapak anak doyan selingkuh, emak main judol.. gak ada yg bener ini 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
perusahaan yg baru ini apa nggak ikut masuk harta gono gini ya? kan meskipun belum pembukaan, tapi perusahaannya udah ada dari sebelum cerai🤔
мєσωzα
sebenarnya masalah pajak ini agak aneh sih.. biasanya kan perpajakan diurus sama bagian finance. tapi yaudahlah gpp, biar radit kelabakan hehe
мєσωzα
hmm, rasanya petugas pajak kalau nagih pembayaran yg nunggak gak begini deh 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!