Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:76.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhwatiran dan Rasa Penasaran

Sore hari di area kediaman murid luar Sekte Langit Abadi diselimuti oleh keheningan yang tidak biasa. Langkah kaki Ling Yun dan Lu Han yang berjalan santai membelah jalanan tanah memicu reaksi spontan dari setiap murid yang mereka lalui. Tubuh-tubuh berpakaian abu-abu yang biasanya berjalan dengan angkuh kini buru-buru menepi ke pinggir jalan. Mereka menundukkan kepala dalam-dalam dengan pundak yang sedikit bergetar, bahkan tidak berani menatap langsung ke arah sepasang saudara itu.

Pandangan meremehkan, cibiran, dan tawa mengejek yang selama sepuluh tahun ini menjadi makanan sehari-hari Ling Yun sebagai seorang pelayan logistik yang cacat, kini telah lenyap tanpa bekas. Semuanya berganti menjadi rasa ngeri dan segan yang teramat murni. Menumbangkan seorang kepala Aula Pengawas yang berkuasa dan memiliki pengaruh gurita hanya dalam waktu satu pagi adalah prestasi yang terlalu mengerikan untuk dicerna oleh akal sehat seorang murid luar. Di mata mereka sekarang, Ling Yun bukan lagi seekor semut, melainkan seekor naga yang sedang menyamar.

Namun, kejutan bagi kedua saudara itu belum berakhir. Begitu mereka melangkah mendekati mulut gua kediaman mereka yang terisolasi, tampak dua sosok pria tua berjubah megah dengan sulaman spiritual yang rumit sedang berdiri menunggu di sana.

Tetua Liu dari Divisi Alkimia dan Tetua Song dari Divisi Penempaan.

Melihat kedatangan Ling Yun dan Lu Han, wajah kedua tetua yang biasanya dipenuhi wibawa tinggi itu seketika mencair. Sepasang mata mereka memancarkan ekspresi campur aduk antara kelegaan yang luar biasa dan rasa takjub yang mendalam yang sulit disembunyikan.

"Tetua Liu, Tetua Song? Mengapa Anda berdua ada di sini?" Lu Han buru-buru menangkupkan tangannya dengan hormat, merasa sangat terkejut melihat dua tokoh penting sekte dalam mendatangi gubuk mereka. Sementara itu, Ling Yun hanya tersenyum tipis sembari mengangguk sopan dengan pembawaan yang sangat tenang.

Tetua Liu terkekeh rendah, melangkah maju dan menepuk pundak Ling Yun dengan gemas. "Nak, kau benar-benar membuat jantung tua kami ini hampir melompat keluar dari dada! Begitu mendengar ada kegemparan massal di Aula Pengawas, kami berdua langsung menghentikan urusan kami dan bergegas terbang ke sana. Kami tahu Zhao Mo anj*ng tua itu pasti menggunakan cara kotor untuk menjebakmu dengan Misi Wajib setelah insiden kematian keponakannya, Zhao Hu."

"Benar," Tetua Song menimpali dengan gelengan kepala tak percaya, menatap Ling Yun seolah-olah sedang melihat makhluk langka. "Kami awal nya panik dan berniat turun tangan menggunakan otoritas kami di Sekte Dalam untuk membelamu secara terang-terangan jika situasi memburuk. Namun, siapa sangka... begitu kami tiba di pinggiran kerumunan murid luar, kami justru disuguhi pertunjukan yang sangat luar biasa. Kau meledakkan bukti Kristal Perekam Suara Jiwa itu dengan begitu tenang dan tak terbantahkan, hingga menyeret babi tua itu ke Penjara Petir sendirian! Kami langsung mengurungkan niat untuk maju karena menyadari bahwa bantuan kami sama sekali tidak diperlukan lagi. Kau mengatasinya dengan teramat sempurna."

Ling Yun hanya tersenyum tenang menanggapi pujian bertubi-tubi tersebut. ‘Intervensi kalian memang tidak diperlukan, karena sejak awal, badut tua itu sudah melangkah masuk ke dalam skenario kehancurannya sendiri,’ batin Ling Yun tersenyum tipis dalam hatinya.

Tetua Liu mendadak mendekatkan tubuhnya ke arah Ling Yun. Pria tua itu melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada murid luar lain yang menguping, sebelum akhirnya berisik dengan nada suara yang dipenuhi rasa penasaran yang menggebu-gebu.

"Tapi, Nak... ada satu hal yang membuat kami berdua sangat penasaran sejak tadi di Aula Pengawas. Hubungan apa yang sebenarnya kau miliki dengan Nona Muda Shui Xiao Ran? Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bagaimana anak perempuan dari Ketua Sekte yang terkenal sedingin es, penyendiri, dan tidak pernah memedulikan urusan orang lain itu berdiri di depan umum demi memvalidasi integritasmu di hadapan Tetua Tie! Bagaimana bisa kau menggerakkan hatinya untuk turun tangan membelamu?"

Tetua Song ikut mengangguk cepat, sepasang matanya berbinar penuh rasa ingin tahu yang besar. "Benar! Selama bertahun-tahun di Sekte Dalam, Nona Muda Shui tidak pernah melirik murid laki-laki mana pun, apalagi seorang murid luar. Kau harus memberi tahu kami, bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul di saat yang tepat seperti itu?"

Mendengar pertanyaan penasaran dan godaan dari kedua tetua tersebut, Lu Han melirik ke arah adiknya dengan tatapan yang sama penasarannya. Namun, Ling Yun hanya berdeham lalu kemudian berkata, tanpa ada niat sedikit pun untuk memberikan jawaban pasti atau membuka masa lalunya.

"Nona Muda Shui adalah seorang murid sejati yang hanya menegakkan keadilan atas apa yang ia saksikan sendiri di Lembah Tulang Putih, Tetua. Tidak kurang dan tidak lebih," jawab Ling Yun dengan nada santai namun diplomatis.

Melihat Ling Yun yang begitu lihai mengelak dan enggan membuka suara, Tetua Liu dan Tetua Song hanya bisa saling berpandangan lalu menghela napas pasrah. Meski raut tidak percaya dan kecurigaan bahwa ada "sesuatu" di antara mereka masih tercetak jelas di wajah keriput kedua pria tua itu, mereka memilih untuk tidak mendesak lebih jauh.

Raut wajah Tetua Liu kembali berubah serius saat dia menepuk lengan jubahnya. "Baiklah jika kau tidak ingin cerita. Namun, kau harus tetap waspada, Ling Yun. Zhao Mo hanyalah satu dari sekian banyak antek Keluarga Zhao. Dengan menghancurkannya, kau telah memberi tamparan keras pada wajah seluruh faksi Keluarga Zhao di Sekte Dalam. Mereka pasti sedang menyusun rencana untuk membalas dendam."

"Kami tahu kau memiliki bakat yang luar biasa, namun jaringan Keluarga Zhao juga tidak bisa di remehkan, nak. Oleh karena itu, persiapkan dirimu dengan baik," tambah Tetua Song dengan nada memperingatkan.

Setelah memberikan beberapa wejangan serius mengenai politik internal sekte dan memastikan bahwa kondisi fisik Ling Yun serta Lu Han baik-baik saja, kedua tetua itu akhirnya pamit. Tubuh mereka berdua melesat ke angkasa, terbang kembali menuju wilayah Sekte Dalam tepat saat semburat cahaya matahari sore mulai tenggelam di balik cakrawala, meninggalkan atmosfer yang tenang namun penuh antisipasi di depan gua kediaman Ling Yun.

>>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Nusra Perdana
ada dantian, ada Meridian, ada energi, tp tidak ada kejelasan tingkat kekuatannya, ntah seberapa kuat musuhnya, ntah seberapa kuat yg lain..gak jelas
Nusra Perdana
hmmm.. ternyata tidak ada tingkat kekuatan, coba baca 1 bab lagi klw gak ada kabur😄
Nusra Perdana
apakah ada penjelasan tentang kultivasi atau tingkat kekuatan disini
Nusra Perdana
coba dulu😄
Sang M
bosan
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
yyyy
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Kustri
apa sdh diambil tanaman yg dibutuhkan, koq sdh pulang
Kustri
hla... ngapain si gadis di daerah terlarang ini🤔🤔🤔 apa ada misi
Kustri
air susu dibalas dgn madu👍
Kustri
klo pintu tertutup, selama di dlm gua apa gk makan✌🤭
Kustri
oowh... ini yg dicari ling yun dmn tempat u/ menyempurnakan dantian'a, di part brp ya... koq lupa
Kustri
dmn lu han? apa pingsan
Ed Troivan
update thor
Joe Maggot Curvanord
kenapa harta musuh tidak pernah di ambil
Ed Troivan
whushh🔥
Ed Troivan
Semangat thor👍
Duan Iwan
mantaaaaap lanjooootken ceritamu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!