Indonesia
NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab³²

Ruang kerja utama Mansion Ardynata kembali dipenuhi ketegangan. Sejak menerima foto Laura dan Lionel, tidak seorang pun benar-benar duduk dengan tenang. Beberapa anggota keamanan keluarga sibuk memeriksa rekaman kamera, sementara Bastian terus berkomunikasi dengan tim yang berada di lapangan.

Naura berdiri di depan layar besar yang menampilkan foto kedua anaknya.

Laura dan Lionel terlihat duduk di sebuah sofa tua. Keduanya tampak ketakutan, tetapi tidak terluka. Melihat itu seharusnya sedikit melegakan, namun bagi seorang ibu, melihat anaknya berada di tempat asing tetap membuat dadanya terasa sesak.

"Aku ingin melihat fotonya lagi."

Alaska yang berdiri di dekat meja segera memperbesar gambar tersebut. "Sudah kulihat berkali-kali, tapi mungkin ada sesuatu yang terlewat."

Naura mendekat, tatapannya menyusuri setiap sudut foto dengan sangat teliti.

"Jangan hanya melihat Laura dan Lionel," katanya pelan. "Lihat seluruh ruangan."

"Ada meja kecil, lemari tua, beberapa kardus..."

"Berhenti! Lihat di sebelah kepala Laura." Naura menunjuk layar.

Alaska memperbesar bagian tersebut, terlihat sebuah kalender lama tergantung di dinding. Sebagian tanggalnya sudah tidak terlihat jelas, tetapi logo di bagian atas masih cukup terbaca.

"Ini logo perusahaan?" tanya Sakti.

"Sepertinya iya...“

Naura mengamati bentuk logo itu, ada simbol seperti dua garis yang saling menyilang dengan tulisan kecil di bawahnya.

"Aku pernah melihatnya."

"Di mana?"

"Di salah satu dokumen lama Ardynata Group. Perusahaan itu pernah menjadi rekanan distribusi sebelum aku bergabung."

"Kalau begitu, aku cari sekarang."

Jari Alaska bergerak cepat di atas keyboard. Beberapa detik kemudian, ia menemukan data yang dicari.

"Namanya PT Surya Kencana Logistik."

Kakek Guntur mengerutkan kening. "Perusahaan itu sudah lama tidak beroperasi."

"Benar, izin operasionalnya berhenti sekitar tujuh tahun lalu. Tapi perusahaan itu masih tercatat memiliki sebuah gudang di kawasan industri lama."

Naura menatap layar. "Alamatnya?"

"Gudang nomor dua belas, kawasan industri Cakrawala."

"Kita pergi kesana sekarang."

Kakek Guntur mengangguk kepada kepala keamanan. "Siapkan kendaraan."

"Tunggu sebentar!" Naura justru mengangkat tangan menghentikan mereka.

Semua mata tertuju padanya.

"Kita belum boleh pergi."

Sakti menatap putrinya dengan tidak sabar. "Naura, kedua anakmu ada di sana."

"Justru karena itu kita tidak boleh gegabah." Naura menunjuk foto di layar. "Pelakunya sengaja mengirim foto ini. Kalau mereka benar-benar ingin menyembunyikan lokasi, mereka tidak akan membiarkan logo perusahaan terlihat begitu jelas."

Alaska mengangguk perlahan. "Kau benar, bisa saja itu sengaja dibuat agar kita menemukan tempat tersebut."

"Jadi mereka ingin kita datang ke gudang itu?"

"Belum tentu, tapi kemungkinan itu cukup besar."

Alaska langsung memeriksa kembali informasi mengenai gudang tersebut. "Tempatnya sudah kosong selama beberapa tahun, tidak ada aktivitas resmi."

"Apakah ada kamera pengawas di sekitar sana?"

"Sedikit, sebagian besar sudah tidak aktif."

Kakek Guntur menghela napas panjang. "Kalau itu jebakan, mereka mungkin sudah menyiapkan sesuatu."

Naura mengepalkan tangannya, ia ingin berteriak, menangis, bahkan pergi sendiri untuk mencari anak-anaknya. Namun ia tahu semua itu tidak akan membuat Laura dan Lionel lebih aman. Ia teringat wajah kedua anaknya ketika mereka berlari memeluknya setiap kali pulang sekolah.

"Baiklah, aku tidak peduli mereka ingin menjebakku atau tidak... yang penting kita harus segera menemukan Laura dan Lionel."

Alaska mendekat, kembali menenangkan wanita itu. "Naura, kita akan menemukan mereka."

...*****...

Di sebuah bangunan kosong yang berbeda dari lokasi pada foto, Davina mulai kehilangan kesabarannya. Laura dan Lionel masih duduk di sofa.

Awalnya Davina mengira membawa mereka akan mudah diatasi. Ia bahkan membayangkan kedua anak itu hanya akan menangis dan menunggu orang dewasa datang menyelamatkan mereka.

Namun ternyata ia salah, Lionel terus bertanya padanya.

"Tante, kenapa kami dibawa ke sini?"

"Sudah, diam."

“Dasar tante jahat!"

"Jangan bicara sembarangan!“ Davina menatap anak kecil itu dengan tajam.

Laura yang sejak tadi diam akhirnya menarik tangan adiknya. "Lionel, jangan bikin Tante Davina marah."

Davina menatap keduanya, setidaknya Laura masih lebih mudah diajak bicara. Namun beberapa menit kemudian, Lionel kembali bicara.

"Aku lapar."

"Tungggu sebentar." Davina mengusap wajahnya kasar.

"Aku juga haus."

"Nanti!"

"Mama pasti sedang mencari kami."

Tiba-tiba ada rasa bersalah muncul di dalam diri Davina saat mendengarnya, ia segera mengusir perasaan tersebut. "Jangan berharap Mama kalian bisa datang!"

"Mama pasti datang." Laura menatapnya tajam.

"Kamu yakin?" Davina menyeringai.

Laura menggenggam tangan Lionel. "Karena Mama selalu bilang kalau kami takut, kami harus menunggu. Mama pasti akan menemukan kami, dimanapun kami berada."

Davina tidak menjawab, keyakinan anak itu justru membuatnya gelisah.

Di Mansion Ardynata, Bastian tiba-tiba mengangkat wajah dari laptop.

"Ada sesuatu."

"Apa?"

"Gudang PT Surya Kencana memang mencurigakan, tetapi ada masalah."

Alaska menunjukkan data satelit dan beberapa laporan keamanan. "Foto yang dikirim kepada kita, kemungkinan diambil di tempat berbeda."

"Kenapa?" Naura mengerutkan kening.

"Kalender itu memang milik perusahaan tersebut. Tapi gudang nomor dua belas sudah direnovasi tiga tahun lalu dan tidak memiliki ruangan seperti dalam foto."

"Jadi logo itu memang sengaja digunakan sebagai petunjuk palsu."

"Sepertinya begitu."

Naura mengembuskan napas panjang. "Berarti mereka tahu kita akan mencari berdasarkan foto."

"Orang ini sangat mengenal cara kerja keluarga kita." Kakek Guntur mengepalkan tangan.

Naura menatap layar dengan tatapan tajam. "Bukan hanya keluarga kita, dia juga tahu jadwal sekolah anak-anak. Tahu siapa yang biasa antar jemput mereka. Dan sekarang, dia tahu bagaimana membuat kita mengejar lokasi yang salah."

Alaska menatap Naura. "Berarti... orang ini kemungkinan sudah mengamati kalian cukup lama."

Naura dan Alaska saling bertukar pandang. Jika penculik bisa mengetahui jadwal anak-anak dan pergerakan mereka sedetail itu, kemungkinan ada seseorang dari keluarga Ardynata yang membocorkan informasi.

Tapi siapa dia?

1
Rohmi Yatun
akhirnya sampai tamat.. makasih Thor.. sukses terus ya👍🙏..
Rere💚: Iya kak, makasih jg♥️
total 1 replies
tenny
makasih Thor, akhirnya tamat juga walaupun nunggu updatenya lama 😄😄
Rere💚: Maaf kak, nuhun ya😘♥️
total 1 replies
Watini Salma
terimakasih kak udah tamat in cerita ini, aku kira tidak diteruskan cerita nya 🙏👍 ditunggu kisah novel selanjutnya, semangat kakak author 👍💪💪💪🙏
Rere💚: Hatur nuhun kk 😘♥️
total 1 replies
Fey mldn
bagus 👍👍👌
tenny
sy kasih vote ya Thor, biar tambah semangat updatenya 😍. sehat sehat yaa
tenny
seru ceritanya
tenny
akhirnya update juga Thor
Ratih Tupperware Denpasar
devina ni bener2 menggali kuburnya sendiri
Watini Salma
aku kira sudah nggak diteruskan LG cerita nya Thor! terimakasih udah up lg👍🙏
Rere💚: Maaf ya kak, aku terkendala sakit kmrn, smpat up karya baru aku hapus malah 🙏
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
secangkir kopi unt kakthor
Ratih Tupperware Denpasar
hore akhirnya kisah naura dan alaska up juga. mks ya kak thor.... semangat ya kak
Rere💚: Maaf ya kak 🙏 makasih kopinya 😍
total 1 replies
Rohmi Yatun
lama banget baru nongol Thor..
Rere💚: Iya kak, banyak rehat biar sembuh. Eh sekalinya nulis agak lupa alurnya 🤭
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
kapan ya kelanjutqn cerita ini?
Ratih Tupperware Denpasar
kak thor kok ga ada lanjutan cerita ini?
Ratih Tupperware Denpasar: ya ditungguin semangat ya kak
total 3 replies
Fey mldn
Naura..........👍👍👍👍👍
Fey mldn
awal ceritanya sungguh menyakitkan dan bikin emosi tapi suka sama karakternya Naura tangguh dan nggak gampang ditindas
aleena
syukurin kamu kalah
🤭🤭
The Way
smga sehat slalu ka
Muft Smoker
ooow berarti bukan salah sakti yg tdk ngurus Tania ,,
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
Nata Abas
cepat sembuh kak... semangat💪💪💪
Rere💚: Nuhun kk🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!