Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegiatan baru
honeymoonnya batal karena freya sedang palang merah, padahal arka tak masalah melajutkan liburannya yang sudah disiapkan.
Freya bilang untuk mengatur waktu ulang dan memilih ikut ke suaminya ke kota perkebunan buah berada.
Mendengar kabar bahwa besok akan ada panen raya, freya semakin bersemangat untuk mengganti bulan madunya dengan menambah cuan
"wah aku mau mas yang mateng di pohon!" freya menunjuk buah besar yang ada dipohon dekatnya
"walaupun paling besar belum tentu matang sayang" arka mengajak freya untuk memilih buah yang tua dan matang pohon
"faris ambilkan itu" arka melihat ada buah yang tergantung ditali dan sudah terlepas dari pohonnya
"aku ambil sendiri" freya penasaran untuk mengambil buah yang menjadi favoritnya langsung dari pohonnya
"aw!"
"lepasin tanganmu berdarah dek!" arka mengambil durian dari tangan freya dan menjatuhkannya ke tanah
Lalu meraih tangan istrinya "ayo kembali ke gubuk!"
Luka nya tak parah tapi freya sampai menangis karena bukan hanya sakit tapi nyeri tertusuk duri.
"masih mau makan durennya?" melihat antusias freya membuat arka tak tega mencegahnya makan duren dan kembali ke kebun. Memang paling nikmat makan buah langsung dibawah pohonnya
"mau tapi tanganku!" freya menunjukan tangannya diperban
"kamu cukup buka mulut saja, ayo mas carikan pohon yang paling enak disini" tak mau terulang membuat istrinya terluka, arka memakaikan freya helm dan juga sepatu safety untuk ke kebun
"sayang, muka ku aneh pakai ini" freya menolak mengenakan helm pelindung kepalanya
"apa?" arka ingin freya mengulangi ucapanya "tadi bilang apa dek?" arka masih menunggu
"apanya? Muka ku aneh pakai ini mas!" freya sudah mengulang lagi
"bukan, sebelum itu!" masih tak puas mencoba mengingatkan lagi pada freya
"apa sih, ayo makan durennya udah ngiler aku" freya menarik tangan arka karena sudah tak sabar.
"mas malu dilihat orang!" freya melepaskan pelukan tangan arka yang melilit tubuhnya
"mas buruan lepasin!" freya masih berusaha tapi arka memeluknya semakin kuat
"ehem!" seseorang lewat dan melihat pengantin baru sedang mesra-mesraan
"biarkan, mereka juga punya istri masing-masing, katakan dulu yang tadi kamu ucapkan. Kamu panggil mas aap tadi?"
"apaan sih? Mas ga jelas banget. Memangnya aku manggil mas apa tadi....?"
"oh, sayang! Mas mau dipanggil sayang lagi?" melihat disekitar sepi freya kini berbalik menggoda arka
"cukup, sekali aja!" arka melepaskan pelukan pada freya. Imannya terlalu lemah dihadapan wanita yang dicintainya itu
" sayang, ayo ambilkan durennya aku udah ngga tahan mau makan" ucap freya dengan manja pada arka
"freya cukup ya, oke... Oke ayo makan duren sepuasnya" arka berjalan lebih dulu meninggalkan freya yang menang telak pada suaminya
"sayang tunggu sayang!" freya semakin menggila karena tahu kelemahan arka. Siapa suruh menjahilinya
"dek!" arka memberikan kode agar freya berhenti memanggilnya didepan banyak pekerja kebunnya
"iya suamiku, yang mana duren paling enak disini" ucap freya sambil mendekat ke telinga arka
"faris ajak teman lainya makan siang dulu, maaf belum bisa buat acara untuk disini" arka merasa salah tingkah karena istrinya yang terus manja dan menggelayut padanya sejak tadi
Bukan risih tapi belum pernah sama sekali sebelumnya selama tiga puluh lima tahun ini.
"baik mas, ayo bapak-bapak kita makan siang dulu" faris mengajak teman pekerjanya untuk meninggalkan pasangan pengantin baru
"kamu sengaja mau menggodaku kan?" arka memberikan tatapan menerkam membuat freya merinding
"mas menakutkan!" freya berlari mengejar para pekerja untuk ikut gabung makan siang bersama
"menu hari ini spesial dari nyonya baru kita, mba freya yang sudah menjadi istri mas arka. Mari bapak-bapak kita berdoa untuk pasangan baru kita dan makan bersama" faris mewakili arka dan freya memberikan sedikit sambutan
Menu hari ini ada beberapa yang di masak emak, dan juga beberapa menu freya bawa dari kotanya
"wah banyak sekali makanannya, boleh ambil semua bu?" salah satu pekerja yang selera dsngan hidangan hari ini
"ambil sepuasnya asal dihabiskan, nanti ada yang dibawa pulang sudah disiapakan" ucap freya yang ikut senang dengan ekpresi bahagia orang-orang yang makan
"mas mau makan juga" freya tanpa sadar menjadi sangat manja pada arka, jika biasanya mila yang telaten mengasuhnya kini arka harus siap juga dengan hal yang tak pernah diketahui sebelumnya bahwa dibalik tegas dan berwibawa saat memimpin perusahaan.
Freya adalah sosok bayi besar yang harus dilayani oleh asistennya
"yakin mau makan disini?" arka meyakinkan freya
"hm, kenapa? Kalau mas ngga mau suapi aku biar aku ngga makan aja sekalian"
"eh, iya sebentar mas ambilkan!" arka belum terbiasa dan sepertinya ada kebiasaan baru yang harus dilakukan setelah menikah
"hm ini enak, apa namanya mas?" freya menemukan makanan baru lagi yang dimasak emak
" ini pepes ikan, mau lagi?" arka menyuapi freya dan dilihat oleh para pekerjannya
"kalau ngga ada kerjaan duren masih nunggu diangkut!" ucap arka merasa diperhatikan
"mas biarkan bapak-bapak istirahat jangan jadi bos kejam" freya membela pekerjaanya
"bapak-bapak, istirahat satu jam boleh baru kerja lagi. Mas ikannya yang banyak nasi nya dikit" freya sudah menjadi nyonya yang bisa memerintah bos diperkebunan
Tak ada yang mengejek tapi justru senang karena arka selama ini hanya menghabiskan waktunya untuk berkebun dan berbisnis saja