"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH DUA
"Dia bukan Aluna, lanjutkan pencarian karena itu bukan Aluna!" Ujar Arjuna
"Tapi mobil itu milik dokter Samuel"
"Apa kamu tidak mengerti jika saya bilang itu bukan Aluna!" Bentaknya "Lanjutkan pencarian! Temukan Aluna dan bawa kehadapan saya!"
Setelah mengatakan itu, Pria tampan itu berlalu. Arjuna menolak percaya jika mayat itu adalah istrinya, wanita yang ia cintai
"Tidak ada yang bisa mengambil kamu dari saya, bahkan malaikat maut sekalipun" Arjuna mengeluarkan ponselnya lalu melihat potret Aluna yang ia ambil secara diam-diam
Disana wanita cantik itu tersenyum, senyum yang mampu membuat siapa saja jatuh hati. Arjuna menyadari perasaannya jika dirinya memang sangat mencintai wanita ini
Arjuna berbaring, meraih bantal yang biasanya digunakan oleh wanitanya. Aroma manis itu masih ada di sana
"Kamu mencintai saya kan? Lalu kenapa kamu pergi? Harusnya kamu tetap disini" Air mata itu kembali luruh, dadanya sesak akan rasa rindu
Baru sehari, tapi rasanya sudah sangat menyakitkan. Kenapa rasa cinta itu harus ada jika hanya membuat pelakunya sakit hati
Arjuna harus puas dengan hanya memeluk bantal beraroma manis ini, ia merindukan wanitanya, wanita itu tertawa, kesal, marah dan menangis
Aluna yang cengeng, Aluna yang menyayangi semua orang. Bahkan wanita itu bisa berdiri didepan peluru untuk melindungi orang terdekatnya
Arjuna kembali bangun, hari sudah berganti pagi, ia melewatkan makan malam. Kepalanya terasa berdenyut saat ia bangun dari tidurnya
"Ada apa Joseph?" Arjuna terkejut saat membuka pintu, karena sang asisten telah berada didepannya
"Sarapan sudah siap, tuan melewatkan makan malam" Ujar pria tiga puluh tahun itu
"Baiklah"
Arjuna berjalan gontai menuju ruang makan, hatinya kosong seolah ada yang hilang dan tak tau bagaimana mengembalikannya
"Sudah ada kabar tentang Aluna?"
"Belum tuan, namun anak buah kita masih melakukan pencarian " Jawab Joseph dan sang atasan mengangguk
"Temukan dia secepatnya!"
"Baik tuan" Hanya bisa mengiyakan, bagaimana caranya mereka menemukan seseorang yang telah dinyatakan tewas
"Tuan ingin kerumah sakit?"
"Untuk apa?"
"Mayat yang ditemukan itu.."
Semua orang terkejut saat Arjuna menggebrak meja dihadapannya. Joseph menyadari kesalahannya memilih untuk menundukkan kepalanya
"Sudah saya katakan jika itu bukan Aluna! Kita tidak perlu kesana" Emosi dalam diri Arjuna kembali meluap, napasnya memburu dan dadanya naik turun
"Maafkan saya tuan"
Pria tampan itu bangun dari duduknya, sebelum itu ia menoleh pada sang asisten "Hancurkan William dalam waktu dua puluh empat jam!"
"Baik tuan"
Karena majikan telah meninggalkan meja makan, maka Joseph juga mengikutinya, pekerjaannya bertambah dengan menghancurkan William Chandra
***
"Brengsek" Seorang pria paruh baya menghancurkan rumah miliknya sendiri setelah menyaksikan tayangan di televisi
"Berani sekali kamu Arjuna! Berani sekali kamu menghancurkan saya"
William tidak berpikir jika putranya sendiri melakukan semua ini. Segala skandal yang selama ini ia lakukan telah dibeberkan ke publik
Bahkan berita tentang pengusaha ternama William Chandra menjadi berita utama hari ini
William yang dikenal sebagai pengusaha sukses yang suka berdonasi. Bahkan William kerap memberi santunan bagi panti asuhan serta panti jompo di kota ini
Namun yang tengah menghiasi layar televisi adalah William Chandra bersama para wanita muda yang sangat cantik
Skandal perselingkuhan nya terkuak bahkan saat istrinya Rose Bimantara masih hidup. Bahkan media juga memberitakan tentang perselingkuhan William dan menantunya
Mereka bahkan menampilkan foto-foto kebersamaan yang berbeda antara William dan menantunya
Arjuna memang tidak main-main, Semua bukti yang ia miliki selama ini diberikan pada publik, dan kini tengah menjadi berita utama
"Pah, apa ini?" Zoya baru saja melihat berita utama hari ini dan ia terkejut saat melihat bukti perselingkuhan nya terkuak
"Pah jawab aku!" Wanita seksi itu mendesak karena William diam saja
"Apa?" Bentak pria paruh baya itu "Apa yang bisa aku katakan! Arjuna menghancurkan semuanya!"
William duduk diatas sofa sambil memegangi kepalanya, pemilihan kepala daerah tinggal satu bulan lagi dan sekarang masalahnya malah seperti ini
"Bagaimana bisa Arjuna melakukan ini? Jadi selama ini dia punya bukti" Zoya benar-benar menyesal, jika begini maka bisa dipastikan jika dirinya akan hidup sengsara bersama William karena pria ini jelas akan kehilangan semuanya
"Terus sekarang apa yang akan Papa lakukan? Aku gak mau hidup miskin"
William mengepalkan tangannya, amarahnya memuncak mendengar ocehan menantunya itu
"Diam lah Zoya!" Bentaknya "Kamu pikir saya mau hidup miskin? Lebih baik kamu bantu aku untuk bicara dengan Arjuna"
"Ya, hanya Arjuna yang bisa menyelamatkan Papa saat ini" Zoya pun setuju dengan ucapan ayah mertuanya itu
Inilah akibat yang harus mereka terima karena setelah berurusan dengan pria seperti Arjuna
Arjuna tidak hanya diam, pria itu memang tengah menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan siapa saja yang mengusik nya
Ditempat berbeda, yaitu rumah sakit kota, seorang wanita paruh baya tengah menangis penuh penyesalan
Diah baru saja mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa buah hatinya. Aluna telah menjadi korban kecelakaan yang mobilnya masuk jurang
Wajah wanita hamil itu memang sudah tidak dapat dikenali, namun barang yang bersamanya menunjukkan siapa wanita yang wajahnya telah hancur terbakar itu
Disana ada tas berisi barang wanita, sebuah dompet bewarna merah muda berisi beberapa lembar uang dan kartu tanda pengenal yang masih bisa dibaca dengan jelas
Kartu itu memang milik Aluna putrinya, bahkan mereka telah melakukan tes yang semakin meyakinkan mereka jika mayat itu benar Aluna
"Maafkan ibu Aluna" Diah menangis dalam pelukan putri bungsunya "Harusnya semalam ibu biarkan kamu masuk, bukannya malah mengusir kamu karena malu"
Diah menyesal, andai ia membiarkan Aluna masuk, mengizinkannya bicara, mungkin putrinya itu masih hidup sampai saat ini
Harusnya ia tidak memikirkan ucapan tetangga, tidak mengatakan jika anak yang dikandung Aluna adalah anak haram
Dirinya adalah ibu yang buruk, putrinya rela menjual harga dirinya demi membuatnya tetap hidup, tapi ia malah membuat putrinya menjemput maut diusia yang masih sangat muda
"Ibu harus sabar, biar kakak tenang disisinya" Azzura juga menangis, Aluna adalah kakak yang paling ia sayangi
Kakaknya yang selalu mengalah hanya agar ia mendapatkan apa yang ia mau, Aluna bahkan rela dimarahi oleh ibu mereka demi melindunginya
"Ibu yang sudah membuat kakakmu seperti ini, dia datang dan ingin memeluk ibu, tapi bukannya menyambutnya, ibu malah mengusir nya"
Diah terisak, ia peluk semua barang putrinya di dadanya. Sekarang ia benar-benar merasa menjadi ibu yang tidak berguna
"Ayo kita pulang Bu! Kita siapkan pemakaman untuk kak Aluna" Azzura membantu sang ibu untuk berdiri
Bagaimanapun jenazah itu harus ia bawa. Lalu memberikan peristirahatan terakhir yang indah bagi putri kesayangannya itu