Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.
Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.
Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Alya pun berjalan menuju ke restoran tempat ia bekerja. Langkah kakinya tenang, menikmati hembusan angin pagi yang sejuk.
Ketika ia melintasi sebuah lorong pasar yang agak sepi, telinganya menangkap suara teriakan kasar dan tangisan dia orang perempuan.
Saat di perjalanan, ia melihat tiga orang preman sedang memarahi seorang penjual kue tradisional.
"Bayar! Cepat bayar!" teriak pria itu dengan wajah merah padam, matanya melotot menakutkan.
"Maaf Bang, jualan saya belum laku, saya belum punya duit," kata Ibu itu menangis terisak bersama anak perempuannya yang masih berseragam SMA.
"Ah! Aku tidak peduli, pokoknya beri uang sekarang! Atau jualanmu kami obrak-abrik!" kata pria berkaos levis rompeng itu seraya menghantamkan kepalan tangannya ke atas meja kayu jualan ibu tersebut.
BRAK!
Mangkuk-mangkuk dan nampan berisi kue dagangan melompat, beberapa di antaranya jatuh berserakan di tanah yang kotor.
"Mau gimana lagi Bang, saya benar-benar tidak punya uang sekarang. Kalau nanti jualan saya sudah laku dan punya uang, nanti saya bayar," kata ibu itu ketakutan, badannya gemetar hebat membungkuk memohon kasihan.
Preman bertato naga di lehernya itu tertawa meremehkan. Pandangan matanya yang liar mendadak beralih menatap gadis remaja di belakang ibu tersebut.
"He he he, bagaimana jika anak gadismu temani kami sehari? Dengan begitu, jangankan uang keamanan, kami justru akan memberi uang tambahan," kata Pria itu dengan senyuman menjijikkan.
"Tidak Ibu! Aku tidak mau!" teriak gadis itu histeris, semakin erat meremas dan bersembunyi di balik badan ibunya yang kurus.
"Tolong Bang... jangan ganggu anak saya! Kasihanilah kami..." ratap sang ibu sambil menangis memeluk putrinya rapat-rapat.
"Ayolah Sayang, ke sini, biar Om temani," kata pria itu dengan mata mesumnya yang menatap tubuh gadis tersebut.
Ia mengulurkan tangannya yang kasar, hendak menarik paksa lengan gadis muda itu dari samping ibunya.
Dua preman lainnya di belakang terkekeh-kekeh puas, menikmati ketakutan dua wanita tak berdaya tersebut.
Namun, sebelum jemari kotor itu sempat menyentuh kulit sang gadis...
SREK!
Satu cengkeraman tangan yang begitu kuat tiba-tiba mengcengkam pergelangan tangan pria itu di udara.
Tiba-tiba saja tangan pria itu dipegang oleh Alya.
Suasana di lorong itu mendadak hening seketika. Pria bertato itu terperanjat, lalu menoleh dengan wajah geram karena tindakannya dihentikan secara tiba-tiba.
"Siapa kau?! Berani-beraninya campur tangan urusan kami!" bentak pria itu pada Alya.
Alya tidak bergeming. Ia berdiri tegak, kemeja sederhananya bertiup pelan oleh angin.
Raut wajahnya sangat tenang, tapi tatapannya sangat dingin dan menakutkan, sorot mata sang mantan Ratu Mafia yang tak tersentuh.
"Lepaskan tangannya," kata Alya pelan.
"Hah?! Apa kau bilang?!" preman itu tertawa keras berusaha menghentakkan tangannya untuk melepaskan diri.
Namun, cengkeraman jari Alya yang kuat tak bergeser se-ilimeter pun. "Satu cewek miskin mau jadi pahlawan? Lepaskan tanganku, Wan..."
KLEK!
"AGHHHHH!"
Sebelum kata-katanya selesai, Alya menekan titik saraf di pergelangan tangan pria itu dan memutarnya sedikit ke arah luar.
Preman bertato itu menjerit histeris, tubuh besarnya mendadak merosot dan berlutut di tanah karena rasa sakit luar biasa di persendiannya.
"Bos!" teriak dua preman lainnya panik.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...