Indonesia
NovelToon NovelToon
Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Sci-Fi
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: PenaGabut_

Punya nama Samson Perkasa Putra dan postur gagah setinggi 178 cm ternyata jadi beban berat buat Samson. Dituntut Papi jadi cowok macho penerus bengkel, Samson malah lebih paham urusan skincare dan bakat histeris tiap liat kecoa. Kehidupan Samson makin riweh saat dia harus bertahan di antara harapan keluarga yang manly abis, godaan gosip tetangga, hingga urusan asmara yang serba salah. Bisakah Samson membuktikan kalau pria "otot kawat, tulang lunak" juga punya caranya sendiri buat jadi pahlawan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaGabut_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gladi Bersih dan Sabotase Malam

"Krim yang paling ampuh tidak hanya menutupi cacat pada wajah, tetapi juga menguji seberapa bersih niat dari sang pembuatnya."

"Samson! Jangan sampai botol kaca serum utama itu menyenggol alat sterilisasi! Cairan itu investasi masa depan kita!" panggil Papi Joko seraya mengatur suhu oven laboratorium.

Tiga hari menjelang pembukaan Festival Industri Estetika Nasional, ruang laboratorium khusus di bagian belakang Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra beroperasi tanpa henti. Bau harum minyak esensial bunga mawar berpadu dengan aroma herbal alami dari ekstrak Pegagan Emas, menciptakan suasana yang sangat menenangkan di tengah kesibukan yang membara.

Samson berdiri anggun di depan meja timbang digital. Jemari lentiknya begitu cekatan meneteskan cairan konsentrat ke dalam botol-botol kaca steril berwarna ungu elegan.

"Tenang, Papi sayang... Jemari Samson ini sudah dilatih untuk menimbang stabilitas formula sampai ke ukuran mikrogram!" sahut Samson seraya tersenyum tipis.

Di sudut ruangan, Bang Jarot dan Kenanga sibuk mengemas produk-produk sampel yang akan dibagikan kepada para juri festival. Bang Jarot—yang kini sudah mahir membedakan jenis toner dan exfoliator—menempelkan stiker hologram berlogo Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra pada setiap botol dengan ketelitian tinggi.

"Gue kagak menyangka, Sam," ujar Bang Jarot seraya memperhatikan botol serum di tangannya. "Dulu tangan gue cuma tahu caranya memegang rantai besi sama kunci pas. Sekarang malah nempel stiker produk kecantikan super mewah kayak begini."

Kenanga yang sedang memeriksa segel kemasan terkekeh pelan. "Itu namanya perubahan positif, Bang Jarot. Yang penting, produk kita ini aman dan bebas dari bahan kimia berbahaya."

Namun, keharmonisan malam itu mendadak terganggu. Lampu laboratorium berkedip-kedip beberapa kali sebelum akhirnya padam total. Suara berdengung dari mesin pendingin bahan baku mendadak mati, meninggalkan ruangan dalam kegelapan pekat.

"Lho! Kok mati lampu?!" seru Mami dari arah ruang depan.

"Papi! Mesin pendingin racikan utama mati!" jerit Samson panik seraya memeluk tabung reaktor mini berisi cairan serum utama. "Kalau suhunya naik lebih dari lima derajat, formulanya bisa rusak!"

Sebelum Papi Joko sempat memeriksa kotak sekering utama, suara kaca jendela pecah terdengar nyaring dari arah samping laboratorium.

PRANG!

Dua bayangan hitam menerobos masuk melalui jendela yang rusak. Salah satu dari mereka membawa botol penyemprot berisi cairan asam pekat, berniat merusak seluruh persediaan racikan di atas meja kerja Samson. "Serahkan racikan itu atau kami hancurkan tempat ini!" gertak salah satu penyusup dengan suara berat.

Dalam kegelapan yang hanya diterangi cahaya bulan dari balik jendela, Kenanga melompat cepat tanpa ragu. Dengan gerakan refleks pencak silat, ia menyapu kaki penyusup pertama hingga pria itu jatuh tersungkur ke lantai.

BUK!

Sementara itu, penyusup kedua mencoba mengarahkan botol cairan asam ke arah Samson. Bang Jarot yang berdiri di dekat pintu langsung menerjang maju, mengunci kedua lengan pria itu dengan dorongan bahunya yang sangat kuat. "Jangan berani-berani sentuh racikan anak didik gue!" raung Bang Jarot seraya membanting pria itu ke dinding.

Samson yang melihat bahaya mengintai hasil kerja keras keluarganya tidak lagi tinggal diam. Dengan keberanian yang membara, ia mengayunkan tabung pemadam api ringan di dekatnya dan menyemprotkan busa putih tepat ke arah wajah kedua penyusup tersebut.

SZZZZT!

"Aaaargh! Mata gue!" jerit kedua penyusup itu kelabakan seraya mencoba membersihkan busa dari wajah mereka.

"Mbak Ken! Bang Jarot! Ikat mereka!" perintah Samson dengan suara lantang yang tegas dan penuh komando.

Hanya dalam waktu dua menit, kedua penyusup suruhan Vektor berhasil diringkas dan diikat kuat dengan tali tambang bengkel. Tak lama kemudian, Papi Joko berhasil menyalakan generator cadangan, membuat lampu laboratorium kembali menyala terang.

Papi Joko memeriksa termometer pada tabung serum utama dengan napas memburu. Setelah meneliti layar indikator selama beberapa detik, Papi menghela napas lega seraya tersenyum lebar. "Suhunya masih stabil! Formula 'Krim Awet Muda' kita selamat!" seru Papi Joko penuh rasa syukur.

Samson mendatangi kedua penyusup yang terkulai di lantai, lalu mengamati wajah mereka dari dekat. Samson mengedip-ngedipkan matanya centil dan polos, berusaha memasang raut muka paling menggemaskan yang ia miliki. "Aduh Mas-Mas sabotase... kasihan banget sih. Udah gajinya cuma seberapa dari Pak Vektor, sekarang mukanya belepotan busa pemadam api lagi," ucap Samson lembut. "Besok pas polisi datang jemput, jangan lupa cuci muka pakai air hangat ya, biar pori-porinya kagak tersumbat busa!"

Kedua penyusup itu hanya bisa menunduk pasrah tanpa sanggup menjawab.

Beberapa saat kemudian, sirene mobil polisi meraung-raung di halaman bengkel. Dua anggota kepolisian melangkah masuk ke dalam laboratorium untuk mengamankan kedua penyusup yang sudah tidak berdaya. Pak Polisi tampak terheran-heran melihat situasi di lokasi kejadian: dua pria berbadan tegap terikat rapi di lantai dengan wajah penuh busa putih, sementara di sekeliling mereka berdiri seorang cowok berotot berbando pita pink, cewek ahli silat, dan pria berkumis tebal yang sedang memegang botol serum.

"Terima kasih atas laporan cepatnya, Pak Joko," ujar Pak Polisi seraya memborgol kedua penyusup tersebut. "Kami akan mendalami pengakuan mereka terkait keterlibatan pihak luar dalam aksi perusakan ini."

"Proses saja sesuai hukum yang berlaku, Pak!" sahut Bang Jarot tegap. "Biar bos mereka di luar sana tahu kalau orang-orang Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra kagak bisa diintimidasi pakai cara-cara kotor!"

Setelah mobil polisi berlalu membawa para pelaku, Mami datang membawa baki berisi secangkir teh manis hangat dan camilan kue tradisional untuk menenangkan suasana. Mami memeluk Samson erat-erat seraya mengelus punggung anak tunggalnya itu dengan penuh kasih sayang. "Kamu hebat banget malam ini, Samson," puji Mami haru. "Mami bangga punya anak yang bukan cuma pandai merawat wajah, tapi juga berani pasang badan membela rumah dan usaha keluarganya."

"Iya, Mami..." bisik Samson seraya tersenyum manis. "Samson cuma kagak mau kerja keras Papi sama bantuan teman-teman hancur gitu aja."

Papi Joko merangkul bahu Samson dan Kenanga secara bersamaan, sementara Bang Jarot menepuk dada bidangnya dengan penuh kebanggaan. Kegelapan dan ancaman sabotase malam itu justru semakin mempererat ikatan kekeluargaan serta solidaritas di antara mereka.

Kenanga menepuk bahu tegap Samson seraya tersenyum bangga. "Pertahanan kita makin solid, Sam. Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk bertanding secara adil di panggung pameran besok."

Dengan semangat yang semakin membara dan produk utama yang berhasil diselamatkan dari ancaman musuh, seluruh tim Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra kini benar-benar siap melangkah dengan kepala tegak menuju ajang penentuan terbesar di panggung internasional!

1
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kedip^ berharap ada yang terpesona ye Son 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Coba Samson majunya pake daster dan bando pink andalan pasti lucu 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Mirip menaranya papi gak tuh Mi 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Daster emng is the best ya Mam 😂😂
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kehangatan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ bang Jarot, jangan sampe menaranya terguncang yeee 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
bener-bener bando unggulan ini 🤣🤣🤣
Siti Choiriyah
cus tak kepoin... gk seru gk tak kasih gif🤗
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwk Kenjiro bakal tersamson-samson ni 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
jangan panggil sayang son, jadi gagal paham kita 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ ye Kenjiro,,, jangan smpe terpesona sma Samson loh 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
yang ada Kenjiro kaboor karna geli samamu Son 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bando andalan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkw 🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bang Jarot 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Ayo buktikan sama si Kenjiro, Son 💪
🍓ADIRA🍓
etdah bang Jarot 🤣🤣 ambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
dengerin noh Son 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
etdah ni bocahh. 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!