Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 1.
"Tolong! tolong aku!!"
Suara Olivia terdengar sangat menyayat hati meminta tolong, sembari menangis kesakitan menyeret tubuhnya yang penuh luka di tanah.
Tubuhnya basah, dan wajahnya terlihat merah oleh noda darah yang keluar dari luka di kepalanya.
"Tolong!!"
Saat ini Olivia berada di dekat tepi sebuah sungai, dan hujan deras yang tidak begitu deras membasahi tanah.
Beberapa orang berdiri tidak jauh dari tubuhnya, memandangnya yang berupaya melarikan diri dengan sekuat tenaga, dengan menyeret tubuhnya di atas tanah yang becek.
Sepasang kaki wanita mengenakan sepatu hak tinggi, melangkah mendekati Olivia yang menangis melolong minta tolong.
Seorang pria mengenakan kacamata hitam memegang payung, melindungi wanita itu dari turunnya hujan.
Pakaian Olivia yang terlihat begitu kotor oleh tanah yang becek.
Olivia menoleh melihat ke arah wanita yang melangkah semakin dekat padanya.
"Jangan!!" mohon Olivia dengan air mata yang mengalir deras di pipinya, memandang ketakutan pada wanita yang tersenyum menyeringai padanya.
Wanita itu, Lydia Aprilia, adik angkat Olivia, yang di adopsi orang tuanya, dengan tatapan penuh kebencian tidak merasa iba sedikit pun melihat keadaannya.
"Jangan! aku mohon!!" Olivia menyeret tubuhnya mundur ke belakang, sembari memandang Lydia menggelengkan kepalanya.
Lydia menginjak tangan Olivia yang terluka dengan kencang, dan suara lolongan kesakitan Olivia pun terdengar menyayat hati di tepi sungai tersebut.
"Aaaaa... !!!"
Lydia semakin menekan sepatunya menginjak tangan Olivia, dan darah semakin keluar dari luka pada tangan Olivia.
Lydia tersenyum senang melihat Olivia yang kesakitan.
"Aku sudah keluar dari keluarga Smith! kenapa kau masih tidak melepaskanku? kau sebenarnya mau apa?!" tanya Olivia menangis dengan perasaan yang sangat sedih dan kesakitan memegang tangannya.
Lydia mengangkat tangannya, menengadahkan telapak tangannya ke arah samping, dan pria yang memegang payung memberikan sebilah belati ke tangan Lydia.
Lydia menggenggam belati itu, lalu memutar belati itu dalam genggamannya sembari tersenyum memandang belati tersebut.
Ia kemudian berjongkok di hadapan Olivia yang tidak mampu lagi untuk menyeret tubuhnya.
Lydia menepukkan belati yang ia pegang ke pipi Olivia, dan membuat Olivia sontak menjadi ketakutan.
"Kak, kamu masih memiliki wajah ini! bagaimana rasanya kalau wajah ini rusak, apakah masih bisa menggoda lelaki lagi?!"
"Aaaaa.... !!!" Olivia menjerit kesakitan, begitu belati itu diayunkan Lydia melukai wajahnya.
Sakitnya luar biasa!
Olivia menangis dengan kencang memegang pipinya.
Plak!!!
Lydia menampar wajah Olivia, dan Olivia merasakan dua kali lipat rasanya sakit pada wajahnya akibat tamparan Lydia.
"Akhhhh!!!"
"Diam!!!" bentak Lydia menjambak rambut bagian tengkuk Olivia dengan kencang, sehingga wajah Olivia menengadah ke atas, "Aku tidak menyuruhmu untuk berteriak!!!"
Olivia terus saja menangis, rasa sakit pada tubuhnya tidak dapat membuatnya untuk tidak berteriak, atau pun berhenti menangis.
"Papa dan Mama begitu sayang samamu! bahkan demimu, mereka mengusirku dari keluarga Smith! kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku?!!"
"Hahahaha! itu karena kau selalu menjadi sumber masalah!!"
Lydia melepaskan cengkraman tangannya pada rambut Olivia dengan kasar, sembari ia berdiri dari berjongkoknya.
"Kau anak kandung mereka, sedangkan aku hanyalah anak angkat! kau pikir kenapa mereka lebih sayang padaku? hahaha.. !!!"
Olivia yang merasa semakin kesakitan mencoba menyeret kembali tubuhnya.
Lydia melangkah mendekatinya kembali, lalu berjongkok di depan Olivia.
Ia memperlihatkan sebuah kalung kepada Olivia, "Karena ini! aku memiliki liontin ini!!"
Sebuah liontin putih terbuat dari Giok terayun-ayun di depan wajah Olivia.
Olivia memandang liontin itu dengan lekat, dan ia meraih Giok itu, tapi dengan cepat ditarik Lydia, sehingga tangan Olivia menangkap angin.
"Kamu tahu tidak? karena liontin ini, suara dalam hatiku bisa di dengar siapa saja! hahahaha.. !!!"
Olivia terpaku mendengar apa yang dikatakan Lydia.
Bersambung.......
..