HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Sore hari terlihat sebuah mobil mercedes maybach yang di kemudikan oleh Velo melaju pelan di jalanan pusat kota, karna kebetulan bersamaan dengan waktu jam pulang kerja, jadi jalanan di pusat kota di penuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Mereka pulang dari sekolah agak telat, karna Velo harus latihan basket untuk pertandingan minggu depan.
''Vel, gimana keadaan Hana?'' tanya Helen yang duduk di jok samping.
''Aku gak tahu'' sahut Velo menoleh sejenak pada Helen, lalu kembali fokus ke depan, karna di depan di belakang maupun di samping kanan dan kiri, sama sama penuhi dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, jadi Velo lebih fokus karna takut menyenggol.
''Kok gak tahu?, emangnya kamu gak jenguk dia sama sekali?'' tanya Helen menatap Velo.
Velo menggelengkan kepalanya.
''Enggak, tapi tadi asisten Papa bilang, kalau Mama sudah usir Hana sama Ibunya'' ucapnya.
''Apa!!'' pekik Helen kaget.
''Bi Mira sama Hana di usir?, kok bisa?'' tanya Helen kaget.
Velo mengedikkan bahunya. ''Mungkin kesabaran Mama sudah habis'' tukasnya.
''Terus lo gimana?'' tanya Helen.
''Gimana maksudnya?'' Velo balik bertanya.
''Ya biasanya lo kan selalu jadi garda terdepan buat Hana, apa lo gak mau bantu dia sama Ibunya'' sahut Helen.
Velo menggelengkan kepalanya. '' Aku tidak mau jadi bodoh lagi, bantu orang yang sudah berniat jahat sama calon istriku'' ucapnya.
Helen mengulum senyum. ''Baru sadar lo'' cibir Helen.
Velo terkekeh. '' Maaf ya, selama ini aku udah sering ngecewain kamu'' ucap Velo expresinya berubah serius.
Helen hanya diam saja, namun diam diam dalam hatinya dia tersenyum bahagia, karna akhrinya Velo sadar atas apa yang di lakukannya selama ini padanya.
Mobil yang di kemudikan oleh Velo baru sampai di kediaman Atmajaya saat hari sudah hampir gelap, Velo langsung keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Helen.
''Silahkan, Nona'' ucap Velo tersenyum.
''Apaan sih'' cetus Helen mengulum senyum, sembai turun dari mobil milik Velo, setelah itu Velo langsung menutup kembali pintu mobilnya.
''Ayo masuk dulu'' ajak Helen.
''Baik Nona'' timpal Velo tersenyum.
Helen hanya menggelengkan kepalanya, lalu berjalan masuk ke dalam rumah, dan Velo mengikutinya di belakang.
''Hel, aku boleh numpang mandi?'' tanya Velo.
''Boleh, tuh pakai kamar mandi di ruang tamu'' jawab Helen menunjuk kamar tamu yang terletak di bawah tangga.
Velo mengangguk, lalu balik badan dan hendak pergi, namun Helen langsung menahannya.
''Lo mau kemana?'' tanya Helen.
''Ke mobil, ambil baju ganti'' jawab Velo.
''Oh, ya sudah sana'' tukas Helen.
Velo langsung bergegas keluar untuk mengambil baju ganti di mobilnya, sedangkan Helen dia bergegas naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Makan malam pun tiba, sebelum Velo pulang Helen mengajak Velo untuk makan malam bersamanya, kini Velo sudah tidak kaget lagi saat para pelayan di kediaman Atmajaya ikut makan satu meja dengan Helen.
Setelah selesai makan malam, Velo berpamitan pulang, dan kini Helen berdiri di teras untuk mengantarkan Velo.
''Hati hati'' ucap Helen.
''Pasti'' sahut Velo.
Lalu Velo masuk ke dalam mobil, dan menghidupkan mesin mobilnya, sebelum menjalankan mobilnya Velo menurunkan kaca jendelanya.
''Aku pulang dulu ya, selama malam'' ucap Velo sembari tersenyum, lalu menaikkan kembali jendela kaca mobilnya, dan menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Atmajaya.
Setelah melihat mobil Velo keluar dari gerbang, Helen langsung masuk ke dalam, dan pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua.
Satu minggu telah berlalu, sampai hari ini Hana belum juga masuk sekolah, sedangkan berita tentang Ibunya Hana yang di pecat dari kediaman Aditama, sudah tersebar di seluruh penjuru murid di HSI, bahkan dua hari ini forum HSI di penuhi unggahan unggahan para murid yang penasar penyebab Ibu Hana di pecat dari kediaman Aditama, padahal Ibu Hana bekerja di Aditama sudah belasan tahun.
Velo yang hampir tidak pernah nimbrung di forum, akhirnya membuat unggahan klarifikasi untuk menjawab semua rasa penasaran orang orang di forum, dan unggahan Velo berhasil membuat orang orang forum HSI maupun di real heboh bukan main, mereka tidak menyangka kalau Hana yang mereka tahu selalu bersikap lembut, ternyata bisa sekejam itu, yah walaupun akhirnya karma langsung datang dengan cepat.
''Hel, Hana sudah di usir dari kediaman Aditama, apa lo gak mau cabut beasiswanya juga?, biar dia kapok sekalian'' tanya Exel.
Saat ini Helen, Rania, Velo dan kedua sahabatnya sedang berada di restoran milik Ayah Maxim, sepulang sekolah mereka langsung pergi ke restoran itu untuk mengerjakan tugas sekolah, kebetulan restoran milik Ayah Maxim memiliki ruang VIP dengan pemandangan yang sangat indah, jadi menurut Helen tempat itu cocok untuk mengerjakan tugas sekolah sekalian bersantai, dan Velo yang mereservasi tempat itu untuk teman temannya.
''Enggak'' jawab Helen.
''Kenapa?'' tanya Exel.
''Gue gak mau mencampur adukkan masalah pribadi dengan sekolah, lagian gue yakin dia gak akan mau pergi ke sekolah dengan keadaan wajahnya yang seperti itu'' sahut Helen, membuat Exel dan yang lainnya terdiam.
Sedangkan di sebuah kontrakan kecil yang terletak di pinggiran kota, terlihat Hana berdiri di depan meja makan yang berdampingan dengan kompor dengan expresi muram, saat melihat sarapan yang di sajikan ibunya di atas meja hanya tempe dan tahu.
''Ibu, ini makanan apa?, Hana gak mau'' ketus Hana.
''Hana, untuk sementara ini kita harus irit, sebelum Ibu menemukan pekerjaan baru'' sahut Mira sembari mencuci piring kotor.
''Ya makanya Ibu cepat cari kerja dong, Hana juga butuh biaya operasi plastik untuk wajah Hana, biar Hana gak malu kalau ke sekolah'' cetus Hana.
Mira mengangguk. ''Ibu akan usahakan'' lirihnya dengan mata memerah menahan tangis, namun Hana tidak perduli sama sekali, dia malah melenggang pergi begitu saja, tanpa menyentuh sarapan yang sudah di buat oleh Mira.
''Hana, sarapan dulu!'' seru Mira sembari mengusap air matanya yang sempat menetes.
''Gak mau, Hana mau gofood saja'' sahut Hana sembari masuk ke dalam kamarnya.
Mira mengelus dadanya.
''Kenapa Hana jadi berubah seperti ini'' lirih Mira, dirinya seperti tidak mengenali putrinya lagi.
Lima belas menit kemudian, saat Mira sedang menyapu teras, dia melihat kurir datang membawa makanan pesanan Hana, yang jumlahnya ada beberapa bungkus.
''Berapa totalnya?'' tanya Mira.
''Totalnya dua ratus ribu, Bu'' jawab kurir itu dengan tersenyum ramah.
Sedangka Mira mengangguk dengan tersenyum meringis, lalu dia masuk ke dalam untuk mengambil uang dua ratus ribu, setelah itu dia keluar lagi untuk membayar pesanan Hana pada kurir itu.
''Terimakasih Bu'' ucap Kurir itu.
''Sama sama'' balas Mira dengan tersenyum miris, karna uang pesangon yang di berikan oleh Diana yang jumlahnya sepuluh juta, kini hanya tinggal satu juta, dan barusan di gunakan untuk membayar pesanan Hana jadi tinggal delapan ratus ribu, untung uang kontrakan sudah ia lunasi untuk tiga bulan kedepan, setidaknya Mira dan Hana masih bisa tenang untuk tinggal selama tiga bulan kedepan.
Setelah melihat kurir itu pergi, Mira langsung masuk ke dalam dengan membawa pesanan Hana, tapi yang tidak Mira sadari, kalau sejak tadi ada yang mengawasi kontrakannya dari dalam mobil yang terparkir tak jauh dari sana.
''Akhirnya aku menemukannya'' gumam orang itu dengan seringai di sudut bibirnya.
plinplan
Hellen dan om Anton
pasti kuat menghadapi cobaan
ulet bulu
stiap orang ganteng kamu suka
apalagi jika tau om Anton lebih tajir
punya dua perusahaan
kirain kamu sudah melahirkan
karna di p rks 🤔🤔
cintamu diterimah💪💪