Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Gang itu gelap, hanya diterangi satu lampu jalan yang berkedip lemah di ujungnya. Alex berhenti di mulut gang, bersembunyi di balik tumpukan kardus bekas, mengintip ke dalam dengan mata menyipit.

Ferdi mendorong gadis itu ke dinding, tangannya masih mencengkeram erat lengan gadis itu yang berusaha meronta.

"Tenang aja, kita cuma mau bersenang-senang," Ferdi berkata, suaranya dibuat semanis mungkin meski nadanya mengancam. "Gak usah teriak-teriak, nanti malah ribet."

"Lepasin aku!" gadis itu berteriak, suaranya bergetar ketakutan.

Alex melangkah keluar dari persembunyiannya, berjalan santai menuju keduanya seolah tidak ada urgensi sedikit pun dalam langkahnya.

"Well, well, well," Alex berkata, suaranya memecah keheningan gang yang hanya diisi napas terengah gadis itu.

Ferdi menoleh cepat, matanya membelalak begitu mengenali sosok yang baru saja muncul.

"A-Alex?" Ferdi berkata, suaranya campuran antara kaget dan panik. "Ngapain kau di sini?"

"Kebetulan lewat," Alex menjawab santai, matanya menyapu seluruh gang, memastikan tidak ada orang lain yang terlibat.

Ferdi buru-buru melepaskan cengkeramannya dari lengan gadis itu, mencoba memasang senyum yang terlihat sangat dipaksakan.

"I-ini cuma salah paham, Lex," Ferdi berkata cepat, tangannya terangkat seperti menyerah. "Gini aja, kita bisa bagi-bagi. Gadis ini lumayan cantik, kalau kau mau, kita berdua bisa—"

Kalimat Ferdi terputus begitu Alex bergerak secepat kilat, tangannya mencengkeram kerah kemeja Ferdi, mengangkatnya dan membantingnya keras ke dinding gang.

"Akh!" Ferdi mengerang kesakitan, punggungnya membentur beton dengan suara nyaring.

"Kau pikir aku marah karena gadis ini?" Alex bertanya, suaranya rendah dan dingin, jauh berbeda dari nada santainya barusan.

Alex melayangkan satu pukulan telak ke perut Ferdi, membuat pria itu tersungkur menahan sakit.

"Kau ingat berapa kali aku begadang buatin laporan, terus kau yang presentasi seolah itu kerjaanmu sendiri?" Alex bertanya, suaranya semakin dingin. "Kau ingat, waktu aku dituduh menggelapkan uang perusahaan, padahal kau yang minta data itu dariku?"

Ferdi mencoba bangkit, tapi Alex sudah lebih dulu menariknya lagi, meninjunya sekali lagi tepat di rahang.

"Kau tahu apa yang terjadi setelah itu?" Alex melanjutkan, cengkeramannya semakin erat. "Aku kehilangan semuanya. Pekerjaan, nama baik, bahkan pertunanganku dibatalkan gara-gara aku dianggap gak punya masa depan lagi. Dan kau? Kau malah naik jabatan, tersenyum puas di depan direktur yang sama."

"I-itu bukan salahku sepenuhnya," Ferdi mencoba membela diri, suaranya bergetar ketakutan.

"Bukan salahmu?" Alex tertawa pahit, suaranya menggantung dingin di udara gang yang sempit. "Kau yang datang ke mejaku malam itu. Kau yang minta data itu langsung. Dan waktu semuanya terbongkar, kau justru diam, membiarkan aku sendirian menghadapi tuduhan itu."

"A-Alex, tunggu, aku—" Ferdi mencoba bicara, tapi suaranya tercekat oleh rasa sakit dan ketakutan.

"Semua kesempatan yang seharusnya jadi milikku, kau rebut diam-diam," Alex melanjutkan, tangannya masih mencengkeram kerah Ferdi. "Dan sekarang, kau masih aja jadi sampah yang sama, cuma pindah korban ke orang lain yang gak berdaya."

Alex melepaskan cengkeramannya, membiarkan Ferdi merosot ke tanah, terengah-engah, wajahnya sudah lebam di beberapa bagian.

Alex berbalik, berjalan mendekati gadis yang sejak tadi berdiri gemetar di sudut gang, wajahnya masih pucat oleh ketakutan.

"Kau baik-baik saja?" Alex bertanya, nadanya berubah jauh lebih lembut.

Gadis itu mengangguk cepat, air mata masih menggenang di matanya. "T-terima kasih, Pak. Saya... saya gak tahu harus gimana tadi."

"Lain kali, jangan keluar sendirian terlalu malam," Alex berkata pelan. "Kota ini gak seaman yang kau kira."

Gadis itu mengangguk lagi, mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum berlari kecil meninggalkan gang, menghilang ke arah jalan besar yang masih ramai lampu.

Alex berbalik menghadap Ferdi yang masih tergeletak di tanah, mengerang pelan sambil memegangi rahangnya yang bengkak.

Tanpa banyak bicara, Alex menendang kaki Ferdi cukup keras hingga pria itu menjerit kesakitan, meringkuk memegangi kakinya sendiri.

"Sialan... sakit, Lex," Ferdi mengerang, matanya menatap Alex dengan campuran takut dan bingung.

Alex mulai berjalan pergi, tidak menoleh lagi ke arah Ferdi yang masih tergeletak di tanah gang yang gelap.

"Tunggu!" Ferdi berteriak, suaranya serak. "Kenapa kau bisa sekuat ini? Aura kau... beda banget sama dulu. Kau pakai obat apa? Atau kau ikut latihan bela diri rahasia?"

Alex berhenti sejenak, menoleh sedikit ke belakang, senyum sombong yang jarang dia tunjukkan kini terpasang jelas di wajahnya.

"Kekuatan yang gak akan pernah bisa kau bayangkan," Alex menjawab singkat, sebelum melanjutkan langkahnya keluar dari gang, meninggalkan Ferdi yang masih meringkuk kesakitan sendirian dalam gelap.

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!