Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Pedang

Reinkarnasi Dewa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Di puncak kejayaannya, Ye Xuan — dijuluki Dewa Pedang Sembilan Langit — nyaris mencapai keabadian sejati setelah tiga abad menempa jalan pedang tanpa tanding. Namun pada malam pendakiannya, saudara seperguruan yang paling ia percaya menikamnya dari belakang, bersekongkol dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini bergerak dalam bayangan. Jiwanya tercerai-berai, terlempar melintasi ruang dan waktu selama tiga ratus tahun.
Kini, jiwa itu terbangun di dalam tubuh Lin Mu, putra bungsu Klan Lin yang dianggap sampah — pemuda tujuh belas tahun dengan meridian yang rusak parah, sasaran hinaan seluruh kota kecil di Perbatasan Utara, dan baru saja dipukuli setengah mati oleh tunangannya sendiri dari Klan Zhao di depan umum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 — Sepuluh Menjadi Satu

Dua bulan latihan tim berlalu dengan cepat, dipenuhi keringat, ketegangan, dan—perlahan namun pasti—ikatan persaudaraan yang tumbuh di antara sepuluh murid terpilih.

Xuan Bo dan beberapa tetua lain merancang berbagai latihan simulasi pertempuran kelompok, memaksa kesepuluh murid itu belajar memahami kekuatan dan kelemahan satu sama lain. Han Zhengyu, dengan Jurus Awan Bergulung-nya yang kini disempurnakan setelah kekalahannya dari Lin Mu, berperan sebagai penyerang lini depan. Su Wan, dengan ilusi cahayanya, menjadi ahli kekacauan yang mampu memecah konsentrasi lawan dalam pertempuran kelompok. Sisanya—tujuh murid senior lain dengan spesialisasi masing-masing, dari pengendali elemen api bernama Deng Rui hingga seorang gadis pendiam ahli formasi pertahanan bernama Bai Yu—perlahan menemukan peran mereka dalam dinamika tim yang semakin solid.

Lin Mu sendiri, meski awalnya dianggap sebagai kekuatan individu paling menonjol, ternyata memiliki bakat tak terduga sebagai penghubung strategi—kemampuannya membaca aliran qi lawan dengan presisi membuatnya sering menjadi mata bagi seluruh tim dalam simulasi pertempuran kelompok, mengarahkan rekan-rekannya menyerang titik lemah lawan simulasi sebelum kelemahan itu benar-benar terlihat jelas.

"Kau seperti sudah memimpin pasukan sepanjang hidupmu," Han Zhengyu berkomentar suatu sore, terengah-engah setelah sesi simulasi yang melelahkan namun berhasil mereka selesaikan dengan strategi yang dirancang Lin Mu. "Dari mana kau mempelajari cara berpikir seperti itu?"

"Pengalaman panjang," Lin Mu menjawab dengan senyum tipis, jawaban yang kini sudah menjadi lelucon kecil di antara mereka—Han Zhengyu bahkan mulai menirukan nada jawaban itu setiap kali bercanda tentang misteri masa lalu Lin Mu yang tak pernah benar-benar terjawab.

Malam itu, seorang burung pos tiba di asrama murid dalam, membawa sepucuk surat dari Klan Lin yang jauh, ditujukan langsung padanya. Lin Mu membuka surat itu di kamarnya, mengenali tulisan tangan Lin Wan yang rapi dan familiar.

Lin Mu tersayang,

Sudah tiga bulan sejak kepergianmu, dan aku menulis surat ini sambil berharap kau baik-baik saja di sana. Klan kita perlahan bangkit kembali sejak kemenangan turnamen itu—Ladang Obat Utara kini menghasilkan panen terbaik dalam sepuluh tahun terakhir, dan reputasi Klan Lin di Aliansi Kota mulai dipulihkan.

Namun ada satu hal yang membuatku sedikit gelisah, dan aku merasa kau harus mengetahuinya. Beberapa minggu lalu, salah satu pedagang keliling yang sering mampir ke kota kita menceritakan tentang beberapa desas-desus aneh dari kota-kota tetangga—orang-orang yang menghilang tanpa jejak di malam hari, terutama mereka yang baru saja menunjukkan bakat kultivasi luar biasa. Tetua Qing bilang ini mungkin bukan sekadar kebetulan, dan meminta aku untuk memperingatkanmu agar tetap berhati-hati di mana pun kau berada.

Zhao Yan juga mengunjungiku sesekali sejak insiden itu. Aku pikir kau akan senang mendengar bahwa ia dan keluarganya perlahan mulai berubah sejak kejadian dengan Mo Yin—meski aku tidak tahu detail apa yang sebenarnya terjadi malam itu. Zhao Kang bahkan mengirim permintaan maaf resmi pada Ayah beberapa minggu lalu, meski aku curiga ada alasan lain di balik itu selain sekadar penyesalan tulus.

Kami semua menunggu kepulanganmu, kapan pun itu terjadi. Jaga dirimu baik-baik, Adikku.

— Lin Wan

Lin Mu membaca surat itu berulang kali, perasaannya campur aduk antara kehangatan mendengar kabar baik keluarganya dan kewaspadaan baru yang muncul dari cerita tentang orang-orang yang menghilang. Ia mengingat kembali percakapan yang tak sengaja terdengar oleh mata-mata Aula Bayangan beberapa minggu lalu—mulai kirim kabar pada Tujuh Bayangan lainnya. Jika benar ada pola penghilangan orang-orang berbakat kultivasi di berbagai kota, kemungkinan besar itu bukan kebetulan semata.

Ia menyimpan surat itu dengan hati-hati, memutuskan untuk membicarakannya dengan Xuan Bo atau Yun Zhi keesokan harinya, sebelum akhirnya beranjak ke jendela kamarnya, menatap bulan yang tergantung tinggi di langit malam Pegunungan Awan Putih.

Keesokan paginya, ia menemui Xuan Bo lebih awal dari biasanya, menceritakan isi surat Lin Wan tanpa mengungkap terlalu banyak detail tentang identitas aslinya.

Xuan Bo mendengarkan dengan seksama, wajahnya menegang seiring cerita itu berlanjut. "Aku juga mendengar rumor serupa dari beberapa jaringan informan sekte," katanya akhirnya, mengelus janggutnya yang mulai memutih. "Beberapa murid berbakat dari sekte-sekte kecil di wilayah timur dilaporkan hilang tanpa jejak dalam beberapa bulan terakhir. Awalnya kami menduga itu ulah bandit atau organisasi budak ilegal biasa, tapi jika benar terkait dengan kekuatan yang lebih besar dan terorganisir..."

Ia menatap Lin Mu dengan tatapan yang jauh lebih serius dari biasanya. "Berhati-hatilah selama Pertemuan Tiga Sekte, Lin Mu. Acara sebesar itu, yang mengumpulkan bakat-bakat terbaik dari tiga sekte sekaligus di satu tempat yang sama... jika benar ada dalang di balik penghilangan orang-orang berbakat, kesempatan seperti itu mungkin terlalu menggiurkan untuk mereka lewatkan."

1
Ilham Yono
mulai ada titik terang
semngat thor/Determined/
Ilham Yono
hem ...cukup menegangkan/Determined/
Ilham Yono
👍👍👍👍👍 good
Ilham Yono
langkah cerdik🤯
Ilham Yono
alur cerita bagus ..laut cerita yang runtut, tidaknyerlalu cepat dan tidak lambat juga..nice story
Ilham Yono
nice ude, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Aisyah Suyuti
seru
Ilham Yono
di tunggu Thor lanjutannya
Ilham Yono
ada ancaman tersembunyi
Ilham Yono
fightings
Ilham Yono
good battle
Ilham Yono
finely
Ilham Yono
musuh yang bergerak dibalik bayangan/Grimace//Joyful/
Ilham Yono
hem...aula bayangan... Shadow recruit
Ilham Yono
aula bayangan muncull assassin's mo yin
Ilham Yono
feeling good
Ilham Yono
bahaya mengintai
Ilham Yono
good feeling
Ilham Yono
hem/Facepalm//Determined/
Ilham Yono
hem.....musuh bergerak dalam bayangn/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!