Menceritakan Seorang gadis bernama Adelia atau Adel yang jatuh cinta kepada kakak Kelasnya Gunawan atau Gun Dan dia bertekad untuk mendapatkan hati pujaan hatinya itu,Akankan akhirnya Gunawan membuka hatinya untuk Adelia ???
S2 Bercerita tentang Alvin yang mengejar Septi Kakak Kelasnya.
S3 Bercerita tentang Adi Yang Mengejar Echa Teman masa kecilnya.
Saksikan Keseruan Mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutoharoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Gun
Diam - Diam Septi Menangis sambil berjalan, Septi tidak menyangka Kalau Gun lebih memilih pacarnya Yang Baru Dikenal Dari pada Dirinya Teman masa kecilnya.
Sementara Alvin yang mengikuti Septi Dari belakang Tidak tahu kalau Septi lagi menangis.
" Kak Septi, Kak Septi tunggu Dong ." Kata Alvin Sambil mengejar Septi jalan.
Tapi Septi Diam Enggak Pedulikan Alvin Yang Dari tadi memanggilnya dan Terus saja berjalan.
" Kak Septi ." Kata Alvin
Sambil menarik Tangan Septi.
" Apaan Sih Vin ." Kata Septi Sambil menangis melihat ke Arah Alvin.
" Kok kak Septi menangis ." Kata Alvin yang Enggak tau kalau Septi dari Tadi Memang lagi menangis.
" Kamu pasti mau menertawakan Aku kan Vin, Soalnya Tadi Gun menarik Tangan Aku, Dan Nyuruh Aku minta maaf Sama pacarnya, Kamu Senang kan Vin Kalau Gun Sekarang Bersikap Kasar sama Aku, Gun lebih memilih pacarnya Dari pada aku teman masa kecilnya, padahal aku sekolah Disini Agar bisa Dekat Sama Gun, Tapi Apa Sekarang Gun malah Musuhin Aku Vin ." Kata Septi Yang Nangisnya jadi tambah kencang.
" Aduh Kak Septi Udah Dong jangan menangis, malu kak Septi ini dipinggir jalan, ntar Dikira Aku ngapa-ngapain kak Septi ." Kata Alvin
" Kamu enggak Tau kan Vin Kalau hatiku sekarang Sakit banget ." Kata Septi yang menangisnya semakin menjadi-jadi.
" Aduh Gimana ini, Aku enggak Tahu Caranya menenangkan Cewe yang Sedang Menangis, Soalnya aku Belum pernah pacaran, Masa iya Sekarang Aku harus Menelepon Echa Nanya Caranya menenangkan Cewe yang lagi menangis ." Kata Alvin Dalam Hati.
" Udah Dong Kak Septi nangisnya ." Kata Alvin.
Tapi Septi tidak mendengarkannya malah menangis Semakin kencang.
" Aku Sebenarnya pingin peluk kak Septi sih, tapi takut ntar yang Ada kaki ku di injak lagi kaya kemarin ." Kata Alvin Dalam Hati.
Alvin Semakin Bingung melihat Septi menangis enggak Berhenti-berhenti.
" Kak Septi, Kak Septi ." Kata Alvin
" Apa ." Jawab Septi.
" Akhirnya dijawab Juga ." Kata Alvin dalam hati.
" Ayo Pergi makan Bakso, Biar aku Yang telaktir ." Kata Alvin.
" Kenapa tiba-tiba ngajak Aku makan bakso ." Kata Septi Sambil menangis.
" Biasanya kalau Cewe lagi sedih harus makan yang banyak, biar sedihnya hilang ." Kata Alvin.
" Kamu Sengaja Mau bikin aku jadi gemuk ,Nyuruh Aku makan yang banyak ." Kata Septi.
" Aduh kayaknya Aku salah ngomong nih ." Kata Alvin Dalam hati.
" Bukan Gitu kak Septi, Aduh gimana yah ngomongnya Soalnya Aku belum pernah hibur Cewe yang sedang menangis ." Kata Alvin sambil garuk-garuk kepala.
Melihat Alvin yang kebingungan Akhirnya Septi berhenti Menangis Dan Jadi Tersenyum.
" Kak Septi Tadi tersenyum yah ." Kata Alvin.
" Enggak Siapa yang Tersenyum ." Kata Septi Sambil mengusap Air matanya Dengan Tissu.
" Jadi Sekarang Gimana kak Septi, jadi enggak ." Tanya Alvin.
" Jadi kemana ." Kata Septi.
" Makan Bakso ." Kata Alvin Sambil Ketawa.
" Alviiiiiiinnnnnn ." Kata Septi sambil Teriak.
" Tadi Nangis sekarang Marah, Dasar cewe sifatnya Enggak bisa Ditebak ." Kata Alvin Dalam Hati.
Kemudian Alvin langsung lari mengetahui Septi marah kepadanya.
" Eh Vin jangan lari kamu ." Kata Septi Yang kemudian Ikut Lari mengejar Alvin.
" Ampun kak Septi Ampun ." Kata Alvin sambil terus berlari.
Sementara Septi terus mengejarnya Dari belakang.
Akhirnya mereka berdua main kejar-kejaran dipinggir jalan.
SATU JAM KEMUDIAN.........
" Bang, Baksonya satu mangkok lagi yah ." kata Septi Sambil terus memakan Baksonya.
Alvin yang Duduk didepannya, Sampe bengong melihat cara Septi memakan Bakso.
" perasaan Tadi Ada yang Bilang Enggak mau makan bakso takut Jadi gendut, Kenapa Sekarang malah Nambah Dua mangkok ." kata Alvin.
" Eh Vin, ini Semua Juga gara-gara kamu ." Kata Septi.
" kok Gara-gara Aku Sih, kan Yang Bikin Kak Septi Nangis kak Gun Bukan Aku ." kata Alvin.
" Gara-gara Tadi aku ngejar-ngejar kamu makanya Sekarang Jadi lapar ." kata Septi Sambil terus memakan Baksonya.
" Kak Septi, Kalau Setahu Aku Sehabis kejar-kejaran Itu haus Bukan Lapar ." kata Alvin.
" Eh Vin, tapi Bener kan Ini kamu yang telaktir ." kata Septi.
" Bener dong ." Jawab Alvin.
" Berarti aku Boleh dong Nanti Nambah dua mangkok lagi ." kata Septi Sambil Ketawa.
" Akhirnya Aku Bisa lihat Kamu ketawa lagi Kak Septi ." kata Alvin Dalam Hati Sambil lihatin Septi yang lagi makan bakso.
Sementara Itu Didepan Rumah Adel Terlihat Adel Dan Gun sedang Mengobrol.
" kak Gun, Aku Masuk Dulu yah Terima kasih Udah Antarin Aku Pulang ." kata Adel.
" Tunggu Del ." kata Gun.
" kenapa Kak Gun, Masih enggak mau Berpisah sama Aku ." kata Adel sambil senyum-senyum.
" Tadi Aku Sudah Bilang Sama Septi Supaya Dia minta maaf Sama kamu, Tapi malah Septi Enggak Mau Minta maaf." Kata Gun.
" Udah Enggak Apa-Apa Kak Gun, Lagian Bukan Semuanya Salah Septi kok, Aku Juga Salah ." Kata Adel.
" ini Semua Salah Aku Del, Aku Terlalu Memanjakan Septi waktu Masih kecil, Jadi Sekarang Septi Jadi ketergantungan Sama Aku ." Kata Gun.
" Maksud Kak Gun apa ." Kata Adel.
" Sewaktu Septi Masih kecil Dia enggak Punya Teman Bermain, Sedangkan Orang Tuanya Sibuk Bekerja, Sehingga Oleh Orang Tuanya Septi Dititipkan Kepada Mamahku, Mereka Berharap Aku Bisa Menjaga Septi Dan Menjadi Temannya, Aku Menyetujui permintaan Orang Tua Septi. Aku Selalu Menjaga Septi Menuruti Semua Keinginan Septi Dan selalu Bikin Septi Senang, Tapi Aku Enggak Pernah Menyangka Semua Kebaikanku Malah Bikin Septi Mulai Menyukaiku, Padahal Aku melakukan Semua Itu karena permintaan Orang tua Septi ." kata Gun.
" Terus sekarang Apa yang Mau kak Gun lakukan ke Septi ." kata Adel.
" Aku Sendiri tidak Tahu, Tapi Aku Berharap Septi Menemukan Pria yang Benar-benar menyayanginya, Sehingga Aku tidak Perlu Menjaganya lagi Menuruti permintaan Orang tuanya ." kata Gun.
" Apa Selama Ini Septi Tau, Kalau Kak Gun Baik kepadanya Karena permintaan Orang tua Septi ." kata Adel.
Gun kemudian Menggelengkan Kepalanya.
" Tapi Menurutku Sekarang Septi Udah kelewatan, Sekarang Dia Rela Melakukan Apa Aja Untuk mendapatkan Aku, Termasuk Untuk menghancurkan Hubungan Kita ." kata Gun
" Terus sekarang Rencana Kak Gun apa ." Kata Adel.
" Kayaknya Sekarang Aku harus Bilang Sama Septi, Kalau Selama Ini aku Baik kepadanya Cuma karena Permintaan Orang Tuanya ." kata Gun.
" kalau Menurutku mending kak Gun jangan Ngomong Ke Septi, kalau Selama ini Kak Gun baik padanya Hanya karena perintah orang tuanya, Takutnya Hati Septi terluka ." kata Adel.
" Aku Takutnya kamu Salah paham Dan Berantem Sama Septi kaya kemarin ." Kata Gun.
" Sekarang Aku sudah Tahu Cerita yang Sebenarnya, Sekarang Aku enggak Kesal Lagi Sama kak Septi, malah Sekarang Aku kasian Dan Pengin Berteman Dengan Kak Septi ." kata Adel.
" Syukurlah Kalau kamu Berfikirnya Seperti itu Aku jadi lega ." kata Gun Sambil Tersenyum
" Apa Kita Jodohkan Aja Kak Septi Sama Alvin, Biar kak Septi enggak Ngejar-ngejar kak Gun lagi Dan Biar Alvin Enggak Ngejar-ngejar Aku juga ." kata Adel Sambil ketawa.
" Boleh Juga Idenya ." kata Gun yang kemudian Ikutan Tertawa.
Star hadir kakak dari The Class B