Kenapa harus se sakit ini untuk mempertahankan hubungan kita?
Kali ini ayni merasa sudah pasrah akan hubungan nya bersama digta dia merasa hanya dia yang berusaha bertahan dalam hubungan ini, hingga akhirnya dia harus menelan pil pahit menerima kenyataan bahwa lelaki yang begitu di cintai nya ternyata berkhianat.
Keputus asaan nya membuat dia terjebak dalam pernikahan nya bersama bos nya sendiri yang belum pernah kenal sebelum nya.
Bagaimana kisah nya?
Yuk buruan baca.
Hi semua ini adalah karya pertama ku mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penulisan maupun alur cerita yang kurang menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfasyarifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Malam semakin larut tapi aldo masih belum bisa menyusul sinta ke alam mimpi.
Aldo semakin sesak saat sinta tanpa sadar menindih kan paha nya pada tubuh aldo. Batal yang semula nya tersusun rapi sudah hilang berserakan di lantai karena ulah kaki sinta yang tidak mau diam.
" Kalau posisi kamu kayak gini gimana aku bisa tidur. Gumam aldo pada diri nya sendiri.
Sinta terus menggeserkan tubuh nya sampai memeluk tubuh kekar aldo. Wajah nya berada dalam dekapan dada bidang lelaki yang saat ini sangat menginginkan nya.
Detak jantung aldo sudah seperti orang yang lari marathon puluhan kilo meter.
Lelaki itu mengamati setiap inci wajah wanita yang di cintai itu. Aldo menyelip kan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sinta ke belakang telinga nya.
Dia membelai lembut pipi mulus sinta yang sedikit cubbu itu sambil mengamati kecantikan nya. Bibir wanita itu pun tak luput dari perhatian nya. Sesekali aldo mengusap bibir ranum itu dengan jari nya.
Hingga dia tidak tahan untuk mengulangi ciuman yang pernah dia lakukan dengan sinta beberapa bulan yang lalu.
Aldo pun mendekat kan wajah nya dan perlahan menyatukan bibir nya dengan bibir sinta. Pada mula nya dia hanya ingin mencium nya sekilas tapi bibir itu semakin menjadi candu bagi nya.
Sinta yang mengira itu hanya mimpi indah nya pun membalas ciuman itu. Mereka saling ******** dan *******, bunyi decapan pun tak bisa di elak kan lagi memenuhi kamat hotel tersebut.
Aldo terus memperdalam ciuman nya, dia seperti ingin melakukan hal lebih pada sinta, apalagi sinta juga membalas ciuman panas itu seolah dia juga menginginkan nya.
Lelaki itu sudah menggerayangi sinta sampai pada bukit kembar nya yang kenyal. Aldo menaik kan kaos sinta dan ternyata sinta tidur tanpa memakai dalaman. Dan terpampang lah buah dada sinta yang berukuran lumayan besar itu.
Aldo langsung ******** nya dan sinta tanpa sadar ******** kenikmatan masih sambil memejam kan mata nya. Karena sinta pikir dia hanya mimpi dan berharap mimpi itu tidak segera berakhir.
Tapi pada akhirnya aldo pun segera menahan diri nya saat kejantanan nya sudah semakin mengeras dan ingin menikmati lubang kenikmatan sinta. Dia tidak ingin kehilangan kepercayaan sinta dan malah menjadi boomerang bagi nya.
Aldo pun memutuskan untuk menyudahi aksi gila nya dan merapikan kembali baju yang di kenakan sinta. Kemudian dia mengambil bantal dan merebah kan tubuh nya di sofa.
Dia akan menghabis kan malam nya dengan tidur di sofa karena dia takut akan semakin tidak bisa mengontrol hawa nafsu nya.
Aldo begitu heran dengan diri nya sendiri, karena sebelum nya dia tidak pernah mudah terpancing hawa nafsu nya oleh gadis manapun termasuk tania. Meskipun dulu dia sangat mencintai nya. Tapi entah kenapa bila berdua dengan sinta dia selalu ingin mencumbu nya.
*********
" Iya pak ini saya sudah mau otw ke tempat meeting. Ujar aldo sambil membetulkan kancing baju di pergelangan tangan nya sementara ponsel nya di apit kan di pipi dan bahu nya.
" Nanti pukul sepuluh ada satu lagi usahawan yang ingin mengajukan kontrak kerja sama lagi dengan pabrik cabang yang ada di situ. Kamu tolong handle semua nya ya aldo. Ucap rendra di ujung telepon.
" Baik pa nanti saya simak dulu prolosal nya dan saya kirim kan ke email bapak. Iya pak sama sama.
Sementara di dalam kamar mandi sinta masih kepikiran mimpi aneh yang di alami nya semalam. Dia masih menatap wajah nya sendiri di dalam cermin berukuran segi empat itu.
" Kok bisa bisa nya sih gue mimpi basah kaya semalam? Sama pak aldo lagi. Tapi kok seperti nyata gitu ya? Rasa nya aneh tapi juga nagih. Ih apaaan sih gue. Ujar sinta pada diri nya sendiri.
" Sintaaaaaa.... Ngapain di kamar mandi lama banget? Panggil aldo dari luar pintu.
" Iya pak bentar lagi udah kok.
" Cepetan kita udah telat ini.
" Iya iya.
Aldo dan sinta pun pergi ke restoran hotel untuk bertemu klien dan untuk sarapan.
Tak lama setelah mereka menghabis kan sarapan nya pak handoko dan seorang perempuan yang merupakan sekretaris nya datang menghampiri mereka.
" Selamat pagi pak aldo. Maaf sudah menunggu. Sapa pak handoko.
" Pagi pak. Gak apa apa kita juga baru selesai sarapan. Kenal kan ini sinta sekretaris saya. Ucap aldo memperkenalnkan sinta karena ini baru pertama mereka bertemu sementara aldo sudah sering meeting dengan pak handoko.
Aldo memulai meeting itu dan menanyakan progres serta in come dari kerja sama nya. Sinta begitu cekatan mencatat apapun yang di anggap pemting. Untung saja sebelum datang ke sini dia sudah pernah mendampingi aldo saat rendra dan ayni berbulan madu beberapa bulan yang lalu.
Setelah dua jam mereka membahas masalah pekerjaan akhirnya meeting pun berakhir. Pak handoko dan sekretaris nya pun pamit dari tempat itu.
" Kita masih ada satu kali lagi meeting. Jadi tunggu disini aja dulu. Ucap aldo pada sinta yang sudah mengemasi tab nya.
" Oh ya? Kok gak ada di jadwal?
" Iya tadi pagi pak rendra telpon aku.
" Ok.
Setelah menunggu tiga puluh menit orang yang di maksud aldo pun datang. Dan tanpa di duga ternyata perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan rendra adalah milik orang tua nya qeynan laki laki yang pernah mereka temui di pantai dan laki laki itu pula yang membuat aldo jengkel karena dia merasa pria itu ingin mendekati sinta.
" Hai kana kita ketemu lagi. Kayak nya kita emang jodoh deh. Ujar qeynan yang langsung mendapat tatapan tajam dari aldo.
Menyadari hal itu qeynan pun buru buru meminta maaf. " Bercanda pak. Saya masih ingat kok kalau sinta calon istri pak aldo.
" Nan sebenar nya kita tidak punya.....
" Tidak punya banyak waktu untuk berbasa basi karena kita masih ada hal lain yang harus di urus jadi silah kan presentasi kan proposal anda pak qeynan.
Sinta ingin menjelaskan pada qeynan kalau dia dan aldo bukan sepesang kekasih tapi aldo malah memotong ucapan nya.
Akhir nya setelah kurang lebih dua jam mereka menyudahi petemuan itu dan masih belum mendapat kesepakatan karena keputusan apapun itu adalah hak rendra.
Jika proposal qeynan di terima maka keputusan kerja sama akan di beri tahu oleh pihak perusahaan melalui via telepon.
Aldo cepat cepat menarik tangan sinta agar tidak bisa lama lama mengobrol dengan pria itu.
" Ngapain sih pak aldo narik narik tangan aku? Protes sinta saat mereka sudah berada di dalam mobil untuk mengunjungi pabrik tekstil yang letak nya tidak jauh dari hotel tersebut.
" Kita udah telat mau ke pabrik.
" Alasan. Bilang aja kalau pak aldo gak suka sama qeynan.
Setelah tiga puluh menit perjalanan mereka sampai di pabrik milik keluarga biantara. Pabrik yang lumayam besar dan mewah itu mempunyai seribu lebih karyawan.
Aldo dan sinta menyapa karyawan yang di tugas kan mengontrol di setiap bagian. Pak Irwan adalah kepala staf di pabrik itu. Pria paruh baya itu sudah dua puluh tahun mengabdi pada keluarga biantara dan ikut membantu mengelola usaha pabrik tekstil itu.
Mereka bertiga berjalan mengelilingi pabrik sambil mengecek bahan yang di produksi oleh supplier yang baru bekerja sama dengan pabrik itu.
Setelah puas meninjau dan menanyakan hal hal yang berurusan dengan pekerjaan pada pak irwan aldo dan sinta mengajak irwan untuk makan siang yang sudah hampir terlambat karena jam sudah menunjuk kan pukul 2 siang.
Selesai makan siang aldo pamit pada pak irwan untuk pulang. Aldo memutus kan untuk langsung kembali ke hotel.
Sesampai di hotel hanya sinta saja yang dia suruh kembali ke kamar sementara aldo kembali mengendarai mobil nya tanpa pamit pada sinta mau pergi kemana.
********
Senja sudah menjelang sinta baru saja bangun dari tidur nya. Setelah tadi siang dia kelelahan bekerja sinta mengistirahat kan tubuh nya. Sementara aldo masih belum juga kembali.
Tiba tiba pintu kamar nya di ketuk. Sinta bangkit dari tempat tidur nya guna membuka pintu.
" Dengan mbak sinta? Tanya seorang lelaki yang merupakan pelayan hotel.
" Iya saya. Jawab sinta bingung.
" Ini ada titipan buat mbak.
" Dari siapa mas? Tanya sinta makin bingung.
" Wah saya kurang tahu mbak dia hanya memerintah kan saya untuk ngasih ini pada mbak. Jawab lelaki ber name tag firman itu.
" Oiya makasih ya mas. Ujar sinta.
" Iya mbak sama sama. Kalau gitu saya permisi.
Sinta mengangguknkan kepala nya dan kembali menutup pintu.
Karena sinta begitu penasaran dia pun membuka kotak berwarna pink yang di hiasi dengan pita berwarna senada.
Sebuah gaun cantik berwarna biru pastel terpampang di dalam kotak itu lengkap dengan heels berwarna putih dan juga sebuah note.
Sinta membaca note itu dan membelalak kan mata nya tidak percaya.
" Ini beneran pak aldo yang ngirim? Ucap sinta tak percaya.
" Pakai gaun dan heels ini nanti malam jam tujuh. Nanti akan ada supir yang akan mengantar kamu. Jangan sampai telat. Aldo. Sinta mengulangi lagi membaca note iti karena masih tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
. Kira kira apa yang akan di lakukan aldo ya? 🤔
Bab sinta dan aldo masih berlanjut di part berikut nya ya. Ayno dan Rendra kita pending dulu😅
.
.
.
.
.
Hai semua terima kasih sudah mampir jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya.
Thank you all
Love you😍
mau pakai alasan apapun jg , mau pelukan perpisahan dll ya gak boleh lha main peluk wanita lain apalagi mantan terindah
jaga perasaan istri dong
coba kalau ayni yg lakuin pasti mencak2
tp overall good story
msh aktif kah kak ?
novel yg 1 nya baru 6 episode