Indonesia
NovelToon NovelToon
THE TWIN WEREWOLVES

THE TWIN WEREWOLVES

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Anak Kembar / Vampir / Manusia Serigala / Light Novel
Popularitas:48.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuKuRaitaa

Tsukiyama Ryuuku dan Tsukiyama Ryuuka merupakan sepasang anak kembar hasil perkawinan antara manusia dan werewolf, yang tanpa sengaja terpilih menjadi wadah jiwa werewolf kembar dari masa lalu.

Kekuatan werewolf yang tersegel selama hampir enam belas tahun, rusak akibat kejadian tragis yang menimpa kedua orang tua mereka tepat di depan mata. Anak kembar itu menggila layaknya binatang buas tanpa belas kasih, membantai para makhluk di sekitarnya.

Erol, sahabat sekaligus penjaga jiwa werewolf kembar yang bersemayam di tubuh Ryuuku dan Ryuuka, menyeret mereka berdua ke dalam janji yang terucap 600 tahun lalu. Takdir ‘tak terduga tersebut mengharuskan Ryuuku dan Ryuuka melewati pertarungan, kehilangan, dan pengkhianatan. Akankah mereka mampu bertahan sampai janji itu ditepati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuKuRaitaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. KETAKUTAN

Jam menunjukkan pukul dua belas lewat. Alois tidak sadar kalau dirinya ketiduran di ruang kerja dengan beberapa lembar kertas di tangan. Kacamata yang biasa bertengger di wajah, ‘tak terlihat di mana wujudnya, seolah hilang ditelan kepikunan.

Setelah mendapatkan kembali kacamatanya di atas kepala, Alois pun pergi menuju kamar. Sudah tengah malam, kasihan sang istri tidur sendirian tanpa pelukan. Sekali lagi, benar kata Daniel, Alois harus segera membiasakan diri agar tidak kelelahan dan berakhir ketiduran seperti tadi.

Mendapati sosok Rui memunggungi dirinya, Alois pun tidur menyamping sembari memeluk Rui dari belakang. Namun aneh, pundak Rui malah bergerak, seperti orang yang tengah menangis. Saat Alois membalikkan tubuh Rui untuk memastikan, ternyata air mata sudah membanjiri pipi wanita itu sampai wajahnya terlihat kusut.

“Kau kenapa, Rui?! Apa yang sudah membuatmu menangis, huh? Kau sakit?” Kepanikan seketika melanda Alois. Dirinya paling tidak bisa melihat Rui menangis, apalagi sampai sesenggukan begitu.

“Aku takut, Yoshio …,” ujar Rui dengan suara bergetar. Jujur saja, Rui benar-benar ketakutan sekarang, seolah seluruh rasa takut di dunia sedang menyerbu dirinya secara brutal.

Semua bermula dari rencana perebutan kembali Gardena dan penggulingan Kaisar Edgar yang melibatkan Ryuuku dan Ryuuka. Sebenarnya, Rui tidak setuju sejak dirinya mengandung si kembar, tetapi Alois selalu meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Seakan tidak takut dengan kematian, Alois juga berjanji akan membawa pulang Ryuuku, Ryuuka, dan Erol dengan selamat.

Bukan hanya itu, saat janin di kandungan Rui terpilih menjadi wadah jiwa Aaron dan Abigail, batin Rui amat tersiksa. Rui ingin menolak, tetapi hatinya ‘tak sanggup melakukan itu. Rasa kasihan dan ketakutan membuat hati nurani Rui bimbang. Sebagai luna, Rui ingin membantu para werewolf yang memohon kepadanya, tetapi di sisi lain pun Rui takut kehilangan anak-anaknya.

“Kau tidak perlu takut lagi sekarang. Ada aku di sini.” Alois membawa Rui ke dalam dekapannya. Jemari yang membelai lembut tubuh Rui, turut berusaha menenangkannya.

“Apa tidak ada cara lain, Yoshio …?” Rui bertanya diiringi dengan isak tangis yang sulit berhenti.

Alois tahu ke mana arah pertanyaan Rui. Sangat amat terpaksa, Alois harus menjawab, “Tidak ….”

Tangis Rui semakin deras, menyebabkan Alois kepayahan menahan air mata yang ingin tumpah. Sebagai seorang ayah dan alpha, Alois pun berada di titik tersulit dalam hidupnya. Alois ingin hidup damai bersama keluarga, tetapi bayang-bayang penderitaan warga Gardena yang tertinggal, selalu menjadi beban pikirannya.

“Akan kupastikan mereka baik-baik saja. Aku berjanji,” bisik Alois.

“Berbicara memang mudah, menepatinya yang sulit, Yoshio.” Rui meremas kaus yang membalut tubuh Alois. Geram dan sedih bercampur menjadi satu, membuat dadanya terasa sesak. “Bagaimana kalau kematian memaksamu untuk ingkar?”

Alois terdiam sembari tetap membelai Rui. Meyakinkan sang istri di saat seperti ini memang sulit. Diam dan menunggu sampai Rui tenang merupakan cara terakhir, jikalau kata-kata sudah tidak mempan melunakkan hatinya.

Setelah tangisnya mereda dan termenung beberapa saat, Rui pun berujar, “Selama sembilan bulan, kematian selalu membayangi diriku. Aku sudah susah payah berusaha agar anak-anak kita bisa lahir dengan selamat. Aku sangat tidak rela, jika mereka meninggalkanku terlalu cepat, Yoshio. Aku bisa gila!”

“Aku mengerti perasaanmu, Rui. Aku pun tidak rela kalau mereka meninggalkanku.” Alois mengeratkan pelukannya, berharap Rui dapat merasakan kesedihan yang sama. “Tetapi aku harus percaya pada anak-anak kita, pada para werewolf Gardena, pada para anggota aliansi, dan juga pada diriku sendiri bahwa kami bisa meraih tujuan yang selama ini kami impikan.”

Wajah Rui terangkat dengan salah satu tangan Alois menyeka air matanya. Bersama nada suara yang lembut, Alois berkata, “Ketakutan dan keresahanmu itu wajar, sebab kau seorang ibu. Namun, aku juga ingin kau percaya pada mereka sebagai luna, Rui.”

Sayang, Rui tidak sanggup menatap Alois. Hatinya justru semakin sakit dan takut kehilangan. Bibir Rui kaku, sulit sekali untuk terbuka.

“‘Tak apa, Rui. Semua akan baik-baik saja.” Alois kembali mendekap Rui seraya mengecup puncak kepalanya. “Untuk saat ini, kau istirahatlah dulu. Aku tidak ingin kau kekurangan tidur dan jatuh sakit.”

“Yoshio,” panggil Rui, setelah mengumpulkan segenap kekuatan, yang kemudian direspons Alois dengan gumaman. Rui lalu melanjutkan,“Aku akan percaya, tetapi … kalau kau sampai mati, aku akan ikut bersamamu.”

Bukan kata “tidak” yang ingin Rui dengar, Alois tahu itu. Seusai mengeluarkan napas seberat beban hidupnya, Alois pun menjawab, “Ya, lakukanlah, jika kau menginginkannya.”

...***...

Keesokan hari, selepas makan malam.

Ini pertama kalinya aku akan bertemu Arata setelah menolaknya tempo hari, batin Ryuuka. Di hadapan gadis itu, terpantul sosok cantik dirinya yang tengah menyisir rambut. Helaian tebal berwarna hitam tersebut, sukses membuat otak Ryuuka berpikir keras, harus diapakan rambutnya sekarang?

Berbagai macam aksesori sudah Ryuuka coba, tetapi selalu saja terlihat berlebihan atau tidak cocok. Berbagai macam gaya rambut pun juga sudah dicoba, tetapi Ryuuka masih belum puas. Padahal dulu, sebelum Erol menyatakan perasaannya, Ryuuka tidak pernah sebingung sekarang ketika hendak bertemu dengan temannya itu.

“Ah, sudahlah, begini saja!” ujar Ryuuka, kesal sekaligus pasrah. Pada akhirnya, rambut hitam sepinggang itu dibiarkan tergerai bebas dengan poni menutupi dahi.

Malam ini, Erol akan menginap di rumah keluarga Tsukiyama agar esok hari dirinya bisa berangkat bersama Ryuuka dan Ryuuku ke SMA Hoshiro untuk mengikuti kamp pelatihan musim panas. Sudah cukup lama Erol tidak menginap. Terakhir, dia tidur di kamar Ryuuku saat malam pengungkapan perasaannya secara tidak langsung kepada Ryuuka.

Ryuuka tahu, perasaannya sudah tidak sama lagi kepada Erol, tetapi Ryuuka berusaha untuk tidak gugup, yang nantinya malah akan membuat kakaknya curiga. Ryuuka mengerti, menyembunyikan sesuatu dari Ryuuku itu salah, tetapi untuk yang satu ini … Ryuuka perlu memendamnya sampai waktu yang tidak ditentukan.

Setelah mencium bau mulut dan ketiaknya, Ryuuka mengatur napas sejenak agar lebih tenang. Karena semua sudah sempurna, Ryuuka pun siap menuju kamar sang kakak. Namun, bukan Ryuuku namanya kalau sehari saja tidak menjahili Ryuuka. Kali ini, Ryuuka berhasil dibuat menjerit ketakutan saat membuka pintu kamar Ryuuku. Bagaimana tidak menjerit? Pasalnya, terdapat dua makhluk tinggi bertudung hitam yang memakai topeng seram dan berteriak ke arah gadis itu, sehingga membuatnya terperanjat.

Suara tawa terbahak-bahak dari balik topeng pun terdengar puas. Sembari membuka penutup wajah itu, Ryuuku tergelak sampai lututnya lemas tatkala melihat ekspresi sang adik. Seorang kawan yang turut membantu Ryuuku juga membuka topengnya. Erol hanya tersenyum, tidak berani tertawa.

“Kakak?! Arata?!” Raut Ryuuka yang semula terkejut, langsung berubah menjadi marah seraya memukul Ryuuku sebagai gantinya. Erol selaku rekan yang hanya menuruti kemauan Ryuuku juga terkena imbasnya.

“Sudah … sudah cukup, Ryuuka.” Ryuuku meminta ampun sembari tertawa, tetapi Ryuuka menulikan pendengarannya. Dia terlalu marah sekarang. Namun, panggilan alam sudah tidak bisa Ryuuku tahan lagi. Laki-laki itu lantas kabur, meninggalkan Erol yang menjadi sasaran Ryuuka selanjutnya.

“Tu-tunggu, Ryuuka!” Erol mundur beberapa langkah, sebelum telapak tangan Ryuuka membekas di kulitnya. “A-aku membawa sesuatu untukmu.”

Bukannya senang, Ryuuka malah semakin marah dan berujar, “Kau pikir, aku bisa disogok menggunakan sesuatu yang kau bawa, huh?! Sini, berikan kepalamu!”

Tidak ingin kepalanya menjadi korban, Erol pun langsung mengambil kotak berisi choux au craquelin yang dia buat sendiri di rumah. “Ka-kau suka ini, ‘kan?”

Mata Ryuuka seolah memancarkan bintang-bintang kecil saat kudapan itu memanggil dirinya untuk dimakan. Liur Ryuuka mendadak sulit terbendung saking inginnya melahap kue yang akhir-akhir ini ingin Ryuuka buat, tetapi tidak kunjung terealisasi.

“Baiklah, kali ini aku maafkan,” ucap Ryuuka.

Napas lega Erol embuskan setelah pancingannya berhasil meredam amarah gadis itu. Kakinya lalu membuntuti langkah Ryuuka menuju meja kecil yang berada di tengah kamar Ryuuku. Syukurlah, kepala Erol selamat dari hantaman tangan Ryuuka sekarang.

Kue sus dengan lapisan renyah berwarna merah di atasnya, serta rasa lembut, manis dan asam dari krim dan selai stroberi di dalamnya, membuat Ryuuka tidak mampu berkomentar. Mulut Ryuuka terbungkam dengan kelezatan kue buatan Erol tersebut, sampai dirinya pun tidak sadar kalau ada krim yang menempel di samping bibirnya.

“Ryuuka,” panggil Erol. Refleks, Ryuuka mengangkat wajah dan menatap laki-laki di hadapannya. Perlahan, ibu jari Erol mendekat, lalu menghapus krim yang menodai wajah cantik gadis itu. Lidah Erol pun turut membantu membersihkan sisa krim di ibu jarinya. Rasanya masih manis, sama seperti saat menjadi isian kue.

Entah Erol sadar atau tidak, tindakannya tersebut berhasil membuat Ryuuka kaku dengan mata membelalak. Kue dan krim yang tercampur di dalam mulut Ryuuka pun tidak dapat dikunyah. Wajahnya telah matang, merah sekali seperti kepiting rebus.

E-eh …?! A-apa yang baru saja Arata lakukan, huh?! batin Ryuuka, yang sudah malu bukan main.

Menyadari ada yang aneh dari Ryuuka, sebab tiba-tiba terdiam dengan pipi menggembung sebelah, Erol tidak langsung bertanya. Otaknya dipergunakan sejenak untuk berpikir, sampai akhirnya semburat kemerahan muncul di pipinya.

Si-sial, aku kelepasan! Bodoh! Bodoh! Kau bodoh sekali, Erol! Laki-laki berkacamata itu lantas mengutuk dirinya di dalam batin. Memutar kembali memori barusan, sukses membuat Erol menutup wajah yang rasanya ingin dia buang ke jalan sekarang juga.

Di tengah dua makhluk yang tengah menahan malu, Ryuuku pun muncul dari toilet dengan raut kesal tatkala mendapati sosok adiknya dan Erol berada di kamarnya. “Sejak kapan kau di sini, Ryuuka?!”

Ryuuka terlonjak. Rasa malu dan takut mampu melumpuhkan lidahnya sampai sulit menjawab. Dasarnya Ryuuku tidak sabaran, dia kembali membentak dengan pertanyaan yang sama.

“Se-sejak kau buang air,” jawab Ryuuka terbata-bata.

Geram, Ryuuku pun menyahut, “Seharusnya kau jangan menunggu di sini kalau aku tidak ada! Aku tidak suka—”

Kalimat Ryuuku terputus ketika Erol menyodorkan sekotak choux au craquelin stroberi yang masih tersisa lima. “Ka-kau dari tadi ingin mencoba ini, ‘kan?”

Memang sejatinya anak kembar ada saja kesamaannya, meskipun mereka bukan kembar identik. Kemarahan Ryuuku dapat mereda setelah indra perasanya bersentuhan dengan adonan dan isian kue sus tersebut. Sembari mengunyah, Ryuuku berkata, “Lain kali, jangan berduaan begitu. Aku tidak suka, tahu.”

Akhirnya, Erol dapat mengembuskan napas lega kembali. Dia harus banyak-banyak berterima kasih kepada dirinya sendiri karena sudah membuat kudapan enak yang dapat meredam amarah dua anak kembar. Kalau saja Erol tidak membawa jinjingan apa pun, entah akan jadi apa dirinya dan seisi kamar ini.

...***...

1
Cha_Cha
UPLOAD NGGK THOR!!! sumpah penasaran bgt sama maksud ayaka yg ngomong gitu ke ryuuku
KuKu: mohon ditunggu ya kak, masih diketik nih
total 1 replies
fleummoxed
cerita sebagus ini harus rame /Angry/
KuKu: iya, kamu juga ya~
total 3 replies
Ros
haii kak, makasih sudah up
KuKu: sama2, makasih udah mau baca ❤️
total 1 replies
Ros
aduuh~ Ryuuka, kekasih mu cemburu tuh kamu suka Ayres/Chuckle/
Ros
aa makasih udah up Thor...
KuKu: Makasih juga udah setia buat baca ❤️😭
total 1 replies
Ros
semangat trus kak, lanjut~
KuKu: makasih semangatnya~
makasih juga udah ngikutin cerita si kembar nyampe sejauh ini ❤️
total 1 replies
Ros
lanjut~
Ros
syukurlah, sekarang Ryuukasadar
KuKu: iya, akhirnya setelah sekian bab ter-upload, dia bisa bangun 🤧
total 1 replies
Agis_Mcan
tegang...
KuKu: iyaaa, makasih semangatnya ❤️ aku bakal jaga kesehatan juga, kebetulan baru habis sakit huhu~
selamat menunggu ✨
total 3 replies
SoftMambo
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
KuKu: Waaah, makasih udah baca cerita aku yg receh ini 🤧 makasih juga buat komen yg bikin mood aku juga bagus ❤️
total 1 replies
TickleStar
Ah seneng banget liat author update! Mangat thor!
KuKu: waaaa makasih semangatnya~
makasih juga udah mampir ❤️
total 1 replies
Mister Y
aku suka alurnya
KuKu: aw, thank u~
total 1 replies
Tiana
aku suka cerita yang kayak begini 🤩
KuKu: Aaaaa makasih buat penilaian, like, dan komennya, ya ❤️
Makasih juga udah suka sama cerita recehan ini, hiks aku terhura 🤧
total 1 replies
Tiana
Semangatt
Agis_Mcan
syukurlah Erol
Agis_Mcan: mangat terus Thor bikin nya, sama jaga kesehatan juga. berjuang sampai tamat..
total 2 replies
Agis_Mcan
lanjut
Agis_Mcan
sangat seru dan menarik. tokoh Erol jadi favoritku, ceritanya juga bagus sampai membuat air mata keluar di salah satu chap nya...... semangat terus, jaga kesehatan, jangan memaksakan diri. sekian terima kasih, sudah menulis cerita ini.
Agis_Mcan: iya, ditunggu kelanjutannya
total 2 replies
Cheonma
semangat thorr updatenya....
KuKu: terima kasih buat semangat dan komentar pertamanya huhu aku senang sekali...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!