Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-33
Kini Anastasya tinggal di rumah septyan, nampak septyan sangat sedih saat mendengar cerita Anastasya.
"Aku turut prihatin atas apa yang telah menimpamu." Ucap septyan.
"Iya." Jawab Anastasya.
Sebenarnya Septyan sudah mengumpulkan banyak uang untuk mengobati mata Anastasya tapi masalahnya dia belum menemukan pendonor mata untuk Anastasya. Septyan ingin bisa membuat Anastasya kembali melihat lagi, meski sekarang Septyan sudah terkenal dan banyak wanita yang menyukainya tapi di hatinya hanyalah ada Anastasya karena dia wanita pertama yang mau bersamanya di saat dia susah.
"Aku akan menjagamu." Ucap Septyan sambil memeluk Anastasya.
"Terimakasih." Jawab Anastasya sambil membalas pelukan Septyan.
Septyan hanya bisa tersenyum sambil membelai rambut lurus milik Anastasya.
Kini septyan dan Anastasya tengah berada di caffe tempat septyan bernyanyi, tapi bukan caffe milik ayah Anastasya karena caffe itu sudah di jual sebulan setelah ayah Anastasya meninggal.
Nampak banyak wanita yang senan tiasa mendengarkan sambil memandang wajah Septyan. Tapi pandangan septyan hanya berpokus pada Anastasya seorang.
Tak beberapa lama Septyan pun turun dari panggung dan langsung berjalan menuju Anastasya, nampak banyak wanita yang menatap Anastasya tak suka dan juga ada yang mencemoohnya karena dirinya buta.
"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap Septyan.
"Iya gak papah kok." Jawab Anastasya.
"Apa kau lapar?" Tanya Septyan.
"Enggak." Jawabnya.
"Kalau begitu ayo kita pulang aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Ucap Septyan.
Lalu Anastasya pun bangkit dari tempat duduknya dan dia pun berjalan keluar dari caffe tersebut, di bantu oleh Septyan.
Kini motor Septyan melaju ke suatu tempat, dan Anastasya hanya bisa diam karena dia tak tahu Septyan akan membawanya kemana.
Setelah melakukan perjalanan, kini Septyan dan Anastasya sudah berada di sebuah tempat.
"Dimana ini?" Tanya Anastasya.
"Kita berada di Hause Rooftop." Jawab Septyan. Lalu Septyan mengajak Anastasya untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Anastasya.
"Memangnya tak boleh?" Tanya balik Septyan.
"Tentu boleh, maksudku bagaimana jika para fansmu melihat mu membawaku. Apa kata mereka nanti." Ucap Anastasya.
"Aku tak memperdulikan para fans ku itu, lagi pula tanggapan mereka tak penting bagiku." Ucap Septyan.
"Hem." Hanya gumaman yang terdengar dari mulut kecil Anastasya.
Lalu Septyan bersimpuh di hadapan Anastasya sambil memegang tangan Anastasya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Anastasya.
"Anastasya." Panggil Septyan.
"Iya." Jawab Anastasya.
"Dari pertemuan kita yang tidak di sengaja, dan dari sana kita mulai dekat. Dan kau selalu setia mendukung ku dan menemani ku di saat aku sedang dalam keadaan susah. Dan aku sudah lama menyukai mu. Maukah kau menjadi kekasih ku?" Tanya Septyan.
Nampak Anastasya hanya bisa memasang wajah tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Septyan.
"Aku buta, aku cacat. Aku bukan wanita yang sempurna jika di bandingkan dengan semua perempuan yang menyukai mu di luar sana." Ucap Anastasya.
"Cinta itu tak pernah memandang keadaan pasangan Tasya, aku mencintaimu bukan karena fisik atau pun yang lainnya. Aku menyukai mu karena kau wanita yang tulus dan paling sempurna di mataku." Ucap Septyan.
Dan Anastasya hanya bisa menangis, dia tak menyangka setelah semua ini masih ada yang menyayanginya seperti ini.
"A..Ku.. Mau." Ucap Anastasya.
"Ucapkan sekali lagi, aku tak bisa mendengarnya dengan jelas." Ucap Septyan.
"Aku mau menjadi kekasih mu." Jawab Anastasya. Lalu Septyan langsung bangkit dan mengangkat tubuh Anastasya dan langsung memeluknya.
"Terimakasih." Ucap Septyan.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa