Indonesia
NovelToon NovelToon
Berbaliklah, Lihat Aku!

Berbaliklah, Lihat Aku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hani.Ta

Tidakkah kau melihat besarnya cintaku, apa harus dengan kata-kata agar kau tahu, tapi aku malu. Tolong berbaliklah, lihat ada aku di belakangmu yang mencintaimu dari dulu.
-Hana-

Hana yang mencintai seorang pria playboy tidak mampu menjelaskan dan mengutarakan isi hatinya kepada pria tersebut. Dia hanya mampu melihat dari jauh dan memendam perasaannya sendiri.

Pilihan apa yang akan diambilnya, menghapus cintanya atau mengutarakannya, atau bahkan menggantinya dengan seseorang yang menyukainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hani.Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV Wira - 3

Andini, ya aku memutuskan untuk memanfaatkan dia agar Hana cemburu. Hana pasti akan marah padaku karena menyakiti sahabatnya tetapi untuk menyakinkan Hana pada perasaannya aku harus membuatnya mengakui perasaan itu. Dia tidak bisa mengubur perasaan itu, aku tidak bisa kehilangan dia. Status sahabat tidak membuatku cukup, aku tidak bisa melihat dia dimiliki orang lain termasuk Miftah.

Awalnya aku hanya berencana untuk menggoda dia, karena dia tipe perempuan jutek kalau berurusan denganku maka hal pertama yang aku lakukan adalah mengambil hatinya, setelah dia mulai luluh padaku akan aku ceritakan perasaanku tentang Hana padanya, aku yakin dia akan setuju karena Hana adalah sahabatnya. Namun rencanaku berubah lain setelah membaca chat nya dengan Fiyah, ternyata mereka bermaksud untuk membuat hubunganku dengan Resti berantakan demi Hana. Awalnya rencana mereka hanya menjauhkan Resti dariku, namun aku merasa curiga dengan sikapnya seolah dia senang menarik perhatianku dan itu terbukti saat aku mengantarnya pulang, dia melakukan hal yang diluar dari dugaanku.

"Terima kasih sudang mengantar aku, Wir!" katanya

"Iya, kalau ada apa-apa bilang saja,"

Dia mengangguk dan hendak turun dari motorku, saat turun tiba-tiba dia melayangkan sebuah ciuman di pipi ku dan berkata, "Aku suka sama kamu Wira," kemudian lari masuk ke dalam rumahnya.

Aku heran atas perbuatannya, karena seingat ku rencananya dan Fiyah hanya membuatku jauh dari Resti dan perlakuannya tadi membuatku bingung, sehingga aku memutuskan untuk mengikuti permainannya.

Saat kejadian itu dia mulai intens menghubungiku dan memberikan perhatian padaku dan aku menerimanya dengan senang hati. Sehingga membuatku merubah rencanaku, jika dia menyukai ku dan mengkhianati Hana berarti dia tidak akan membantuku untuk bersatu dengan Hana. Jadi aku memutuskan untuk menjadikan dia sebagai pacarku, dan saat aku memintanya untuk jadi pacarku tanpa ragu dia iya. Awalnya aku berpikir jika dia akan memikirkan hal itu, karen dia adalah sahabat Hana, dan aku yakin dengan pasti jika dia dan Fiyah tahu tentang perasaan Hana padaku, namun yang terjadi di hadapanku sekarang adalah dia mengkhianati Hana.

Kami memutuskan untu menyembunyikan hubungan kami, sebenarnya itu permintaan Andini, "Kita sembunyikan dulu hubungan ita untuk sementara ya, kamu kan juga masih status pacaran sama Resti, dan aku juga tidak mau kalau Hana dan Fiyah kecewa, hanya sampai aku siap untuk mempublikasikan hubungan kita," katanya malam itu. Aku hanya mengiyakannya saja, karena tujuan utamaku memang adalah Hana bukan dia.

Esok harinya aku memutuskan Resti di aula olahraga tempat ku dulu menyatakan cinta padanya, aku tahu akan sakit untuknya dan memang pasti kejam, namun karena dia sudah menyakiti hati Hana dengan memintanya untuk menjauhi ku maka sedikit pelajaran untuknya.

Dan tibalah saat itu, saat dimana aku mengatakan isi hatiku sebenarnya. Awalnya aku ingin dengan cara yang romantis, tapi karena situasi yang tidak memungkinkan dan aku sudah tidak mampu untuk menyakitinya terlebih jauh. dan saat pertengkaran Andini dan resti di parkiran, aku terpaksa mengakuinya saat itu juga.

Ya, dan sekarang disinilah kami, di ruangan kemahasiswaan. Melihatnya terisak seperti sekarang ini dengan sudut bibir yang luka dan lebam aku semakin tidak tega, ku beranikan untuk mengusap air matanya, tapi dia menepis tanganku.

"Hana please, aku hanya ingin melihat luka mu," kata ku

"Tidak usah mengkhawatirkan ku," jawabnya

Dia membuang muka dariku, rasanya sangat sakit. Aku kira setalah dia tahu isi hatiku dan mengetahui jika perasaannya terbalas dia akan bahagia, nyatanya aku malah melihat kekecewaan di matanya.

"Sebenarnya apa mau kamu, aku tidak mengerti dengan kamu yang sekarang, Wira yang aku kenal tidak akan menyakiti orang yang dia sayang," tutur Hana kecewa

"Karena aku putus asa Hana, kamu punya perasaan padaku tapi kami lebih memilih menyembunyikannya, aku kecewa harusnya disini aku juga tersakiti bukan hanya kamu,"

"Aku hanya tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena perasaanku. Aku tidak tahu kamu juga memiliki perasaan untukku, makanya aku lebih memilih menyembunyikannya,"

"Asal kamu tahu, karena kekecewaan itu aku menjadi egois. Aku menyatakan cinta ke banyak perempuan agar kamu cemburu sehingga mengakui perasaan mu, namun sayang bahkan dengan berpacaran dengan sahabat mu pun kamu tetap tidak mengakuinya," papar Wira

"Apa kalian pikir hanya kalian yang tersakiti, apa kalian tidak mau tahu dengan perasaanku?" sela Andini

"Siapa suruh berani main api, katanya mau jadi jembatan cinta ini malah menikung teman sendiri, dan sekarang merasa jadi yang tersakiti, siti waras?" sindir Fiyah, yang kemudian bahunya disenggol pelan oleh Miftah agar dia tidak ikut campur.

"Aku melakukan itu karena aku tidak tahu perasaan Wira pada Hana, jadi aku..."

"Jadi kamu menusuk Hana dari belakang," Wira memotong ucapan Andini.

"Ini semua juga karena kamu, kamu yang mendekati akuuuu..." Andini menjerit dia sudah tidak bisa menguasai hatinya, rasa sakit dan benci karena diperlakukan seperti ini pada Wira

"Maaf, aku tahu ini keterlaluan, tapi aku hanya ingin agar Hana berani dengan perasaannya bukan bersembunyi seperti ini," kata Wira

"Tapi ini menyakitkan Wir, aku juga sayang sama kamu tolong jangan hanya lihat Hana, aku juga ada di hadapan kamu?" Andini memelas mencoba meraih tangan Wira namun Wira mengambil langkah ke belakang dan hal itu membuat Andini semakin kecewa dan sakit hati.

"Apa tidak bisa ada aku di hati kamu seperti Hana?" lanjutnya

"Maaf, tapi hanya Hana yang dari awal ada di sini tidak pernah ada orang lain," Wira menunjuk ke hatinya

Mendengar itu Andini hanya menangis dan meluruhkan tubuhnya ke kursi dan menangis sejadi-jadinya.

"Apa ini yang kamu rasakan Hana, saat tahu orang yang kamu cintai mencintai sahabatmu sendiri," tanya Andini tanpa menatap Hana dia masih dengan tangisnya yang sangat menyayat hati.

"Lebih dari itu, aku juga dikhianati oleh sahabatku sendiri yang padahal dia tahu kenyataan hatiku. Lebih sakit dari itu Din," Hana kembali berlinang air mata.

Fiyah yang melihat Hana terpuruk saat itu hendak beranjak dari duduknya untuk merangkul Hana, namun dicegah oleh Miftah. "Biarkan mereka merasakan sakitnya sendiri agar mereka tahu cara mengobatinya sendiri, kamu tidak bisa mencampuri perasaan orang lain karena yang bisa menyembuhkan luka di hati hanya kita sendiri," tutur Miftah.

"Apa Kak Miftah sedang menasehati diri sendiri?" Fiyah menyindir, dia tahu perasaan Miftah pada Hana bagaimana, dan sekarang saat mengetahui orang yang dicintai memiliki perasaan pada orang lain pasti sangat menyakitkan. Miftah yang tersindir hanya menghela napas dan mengangguk pelan.

"Kak Miftah betul, sakit hati hanya kita yang bisa mengobati, meski pun sulit tapi bukan hal yang mustahil," tambah Resti

"Sepertinya aku salah duduk diantara orang galau dan belum move on seperti kalian," kaya Fiyah

Dalam hati Fiyah membenarkan perkataan mereka, namun harus ada yang berkorban dari hubungan ini, dan dia berharap untuk kali ini Hana tidak melakukan hal bodoh yang bisa melukai hatinya sendiri.

1
Ayesha Hanani
bagus
Ayesha Hanani
mungkinkah sila pelakunya Thor?
ERIKA WIDAHARDINI
sila kali pelakux ya
Taufik Arrahman
ada tulisan yg a
salah d bagian pinta padahal pintu kali yaaa
Harmaya_Tahir: yang bagian mana kakak, kalau setelah dialog itu memang pinta kata lain dari minta
total 1 replies
Lia
kok aq ikut salting ya.... 😊😊😊😊
Harmaya_Tahir
semoga bisa menarik pembaca lebih banyak lagi., aamiinn
Lia
semangat wira untuk memperjuangkan Hana, lelaki sejati yg dipegang itu kata katanya, tunjukkan pada Hana klu dia adalah wanita satu satunya dihatimu.

buat Miftah, kamu keren, gak selamanya cinta harus memiliki...
mungkin bisa mencari cinta yg lain, Fiya bisa dijadikan kandidat tu...
Lia
untuk novel perdana ini keren thor....
lanjutkan dan tetap semangat....
Harmaya_Tahir: terima kasih, dtunggu bab selanjutnya yaa
total 1 replies
Lia
kereeeen....
Haura Maqil
tambah lagi dong up thor
Haura Maqil
tissue manaaa
Haura Maqil
bgmn bisa mupon klo wira nya bgitu
Haura Maqil
semangat, meskipun sepi jgn nyerahin thor
Haura Maqil
akhirnya up juga
Haura Maqil
salam kenal juga thor, aku baru mulai baca jgn gantung ya up nyaa
Haura Maqil
ceritanya ringan, sejauh ini bagus. semoga authornya tdk malas2an ye
Haura Maqil
Di wirwir kok kurang peka yaa jadi cowok?
Haura Maqil
wahh hebat hebat, stay tune
✿ O T A K U ✿ᴳᴵᴿᴸ࿐
Asik banget bisa nemuin karya yang apik seperti ini.
Harmaya_Tahir: terima kasih, sdh mampir yaa
total 1 replies
Scar
Aku gak pernah kepikiran bakal suka banget sama genre ini, tapi berkat cerita ini aku jadi doyan!
Harmaya_Tahir: terima kasih, jadi semangat UP
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!