Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: author Yura

Bagaimana jika kau di jodohkan dengan seorang anak pembantu? Tentu itu membuatmu terkejut. Seperti seorang pria berusia 35 tahun ini. Jullian Cristopher Alexander harus menerima perjodohan dari ibunya dengan dalih ibunya yang sedang sakit. Padahal pria itu masih betah dengan kesendiriannya. Ibunya khawatir putranya itu tidak akan pernah menikah sepanjang hidupnya. Jadi, dia sengaja menjodohkan putranya itu dengan gadis yang ia pilihkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon author Yura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 33

Linda menatap cermin di ruangannya, merapikan rambutnya yang sudah rapi, tetapi saat ini tidak terasa sempurna di matanya. Dia tahu bahwa posisinya sudah tidak aman, dan itu membuatnya semakin marah.

"Tania… anak pembantu itu," gumamnya, "tidak akan pernah pantas untuk Alex. Dia tidak tahu betapa sulitnya perjuanganku untuk berada di sampingnya."

Linda mengingat kembali semua momen ketika dia berada di dekat Alex, bagaimana dia selalu berusaha menunjukkan bahwa dia adalah pilihan yang tepat. Dia telah berada di samping Alex selama bertahun-tahun, berjuang bersama di setiap langkah karirnya. "Aku yang lebih pantas untuknya," pikirnya dengan tegas. "Aku mencintainya sejak dulu, jauh sebelum dia mengenal Tania."

Linda melanjutkan, "Tania tidak tahu apa-apa tentang kehidupan yang sebenarnya. Dia hanya datang dan mengganggu saja. Aku harus melakukan sesuatu untuk memastikan dia tidak mendapatkan Alex. Tidak mungkin aku membiarkan seorang anak pembantu merebutnya dariku."

Dia mengambil ponselnya dan mulai mencari informasi tentang Tania. "Aku butuh sesuatu yang bisa menjatuhkan reputasi Tania. Jika aku bisa membuat orang-orang melihatnya sebagai anak pembantu yang tidak layak, mungkin mereka akan berpikir dua kali tentang keberadaannya di sisi Alex."

Linda merasa seolah-olah dia berada di jalur yang benar. "Dia akan terkejut saat melihat betapa cepatnya aku bisa mengeluarkannya dari hidup Alex," pikirnya sambil tersenyum sinis. "Tidak ada yang bisa menghalangiku."

Setelah menutup ponselnya, Linda berdiri dan mengeluarkan beberapa dokumen dari laci mejanya. "Aku perlu merencanakan ini dengan baik," ujarnya pada dirinya sendiri. "Satu langkah yang salah, dan semua ini bisa gagal."

Linda mengambil napas dalam-dalam dan melihat ke luar jendela. "Aku akan melindungi apa yang seharusnya menjadi milikku. Tania harus tahu tempatnya. Aku tidak akan membiarkan seorang anak pembantu mengambil posisiku di hati Alex."

Linda mulai mengambil berkas dan membawanya ke ruangan Alex. Dia tidak ingin membiarkan Alex dan Tania terus bersama hari ini.

Linda juga membuka dua kancing bajunya untuk membuat Alex tergoda olehnya. Linda ingin Tania tahu jika dirinya lebih pantas dengan Alex.

Linda menghela nafas sebelum mengetuk pintu ruangan Alex. Namun beberapa kali ketukan tak terdengar suara Alex mempersilahkannya masuk seperti sebelumnya. Bahkan jendela di ruangan itu yang biasanya tembus pandang, kini dalam mode tak terlihat.

Hingga telinganya mendengar suara aneh dari dalam ruangan Alex. Suara Tania bercampur dengan suara Alex yang saling menyahut.

Linda langsung mengepalkan tangannya. "Sial! Anak pembantu itu!" Dengan kesal, Linda langsung pergi dari sana.

Sementara di dalam ruangan Alex. Kedua insan itu kembali meneguk manisnya cinta yang sedang bergelora di antara keduanya.

Tania terlihat lemas, dan Alex langsung menggendongnya menuju ke ruangan khusus di ruangannya dan menyuruh Tania beristirahat.

"Tidurlah, Sayang. Kau pasti sangat lelah karena ku. Maaf karena membuatmu seperti ini," ucap Alex mencium kening Tania.

Tania yang sudah lelah pun langsung tertidur, sementara Alex memutuskan untuk mandi sebelum akhirnya kembali dengan pekerjaannya.

Alex mengatur berkas di meja kerjanya ketika mendengar ketukan di pintu. "Masuk!" serunya. Pintu terbuka, dan Linda melangkah masuk.

"Berikut berkas yang kau minta, Alex," ucap Linda sambil menyerahkan dokumen kepada Alex, berusaha menampilkan senyum terbaiknya meskipun rasa cemburu masih menggerogoti hatinya.

"Terima kasih, Linda," balas Alex sambil melihat sekilas ke arah berkas yang disodorkan.

Linda mengambil kesempatan untuk mengingatkan Alex tentang tujuannya. "Alex, kau ingat tujuanmu, kan? Menjadikan perusahaan ini yang terbaik di negara kita. Bukankah kau pernah mengatakan bahwa kau tidak ingin melibatkan wanita dalam hidupmu? Apakah kau sudah melupakan semua itu?"

Alex menatap Linda, kemudian mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu, Linda?"

"Kau berjuang begitu keras selama bertahun-tahun. Sekarang kau justru terjebak dalam urusan cinta yang tidak perlu. Tania tidak bisa memberikanmu apa yang kau butuhkan. Dia hanyalah seorang anak pembantu, dan kau tahu itu," ucap Linda dengan berani, berharap bisa mengubah pandangan Alex terhadap Tania.

Alex menghela napas. "Tania adalah orang yang berbeda. Dia memberiku rasa tenang dan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku tidak ingin membahasnya lebih jauh, Linda."

Linda mengerutkan kening, merasa tak puas dengan jawaban itu. "Tapi, Alex! Pikirkan tentang tujuanmu! Mengapa kau membiarkan seorang gadis mengalihkan perhatianmu dari apa yang seharusnya menjadi fokusmu? Kau sudah berjanji untuk tidak membiarkan hal-hal pribadi mengganggu kariermu."

Alex berusaha menjaga ketenangannya. "Linda, aku menghargai kekhawatiranmu. Tapi aku sudah membuat keputusan. Dan hidupku bukan urusanmu."

"Lalu bagaimana jika keputusan itu justru membahayakan reputasimu? Bayangkan jika orang-orang di luar sana mulai melihatmu sebagai pria yang lebih mementingkan cinta daripada bisnis. Apalagi identitas Tania yang anak seorang pembantu. Itu akan merusak segalanya, Alex."

"Linda, aku tidak ingin berdebat tentang ini," tegas Alex, merasa frustrasi. "Aku tahu apa yang aku lakukan."

Linda mendekat. "Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Jika kau terus terjebak dengan Tania, kau mungkin kehilangan segalanya. Aku tahu kita bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan kita. Bersama-sama."

"Linda, aku menghargai perhatianmu, tapi kita sudah sepakat untuk memisahkan pekerjaan dari urusan pribadi," jawab Alex dingin.

Linda merasa terdesak, tetapi dia tidak akan menyerah. "Alex, kau berhak mendapatkan yang terbaik. Dan aku bisa membantumu. Tania tidak layak untukmu. Aku lebih memahami perusahaan ini, visi yang kau miliki, dan aku ingin membantumu mencapainya."

Alex hanya diam dengan tatapan dinginnya. Alex tidak ingin Tania mendengar terbangun karena percakapan mereka.

"Bisakah kau keluar dari ruanganku sekarang juga, Linda?" Suara Alex terdengar semakin dingin.

"Maaf, Alex. Aku tidak bermaksud... Aku hanya ingin yang terbaik untukmu."

"Istriku lebih tahu, Linda. Jadi kau tidak perlu repot-repot. Sekarang keluar!"

Linda langsung keluar dengan perasaan kesal. Dia tidak menyangka akan di kalahkan oleh seorang seperti Tania yang levelnya jauh darinya.

***

Tanpa Alex ketahui, Tania mendengar percakapan antara Alex dan Linda. Dia terdiam mencerna apa yang di dengarnya.

"Aku tidak pernah mempermasalahkan statusku sebagai anak pembantu selama ini. Tapi bagaimana jika rekan kerja Alex ada yang tahu? Itu pasti akan mempermalukan Alex," gumam Tania.

Tania mendengar langkah kaki mendekatinya, dia yakin itu adalah Alex. Segera mungkin Tania langsung kembali ke tempat tidur dan berpura-pura masih tertidur.

Alex melihat Tania masih terlelap. Dia tersenyum karena sudah membuat istrinya itu kelelahan.

"Tania, Sayang. Aku akan menemui klien sebentar. Aku janji tidak akan lama," ucap Alex kemudian mengecup kening Tania.

Tania hanya melenguh tanpa menjawab. Hingga Alex pun akhirnya pergi dari sana menemui kliennya.

Melihat Alex yang sudah pergi, Tania langsung terduduk dan menghela nafas panjang. Dia kembali terdiam memikirkan perkataan Linda tadi. Walaupun Alex tidak mempermasalahkannya, tetap saja itu membuat Tania kepikiran.

Namun, lamunannya terhenti ketika Tania mendapatkan pesan dari Lewis yang menyuruhnya untuk datang ke mansionnya malam ini.

'Tania, datanglah malam ini ke mansionku. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu.'

"Apa yang ingin Lewis bicarakan? Aku harus minta izin pada Alex dulu." Tania memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaannya tadi.

Setelah selesai, Tania langsung memutuskan untuk ke kantin membeli beberapa camilan untuknya. Perutnya terasa begitu lapar, tapi Tania ingin makan siang bersama Alex nanti, jadi sekarang dia hanya ingin mengganjal perutnya saja.

Tania berjalan melewati lorong kantor. Namun, Tania merasa ada yang aneh. Tania mendengar langkah kaki dari belakang, namun ketika Tania menoleh, tak ada siapapun di sana.

Tania mengerutkan keningnya, kemudian dia mempercepat langkahnya dan langsung memasuki tangga darurat di sebelah kanannya. Tania berhenti sejenak, dia yakin ada seseorang yang mengikutinya. Hingga Tania mendengar suara umpatan seorang pria di luar.

"Sial! Kemana gadis itu? Cepat sekali menghilangnya!"

Tania tersenyum tipis dan langsung membuka pintu tangga darurat itu dengan cepat.

"Kau mencariku?" tanya Tania menyeringai.

Pria itu mengenakan masker dan topi sehingga Tania tak bisa mengenalinya.

"Gadis pintar. Akhirnya kau keluar juga. Kau harus ikut denganku!"

"Kau kira kau siapa, huh? Katakan siapa yang menyuruhmu!" seru Tania menatap tajam pria itu.

"Tidak penting siapa yang menyuruhku. Dia sudah membayarku dan aku bisa melakukan apapun yang ku inginkan padamu. Sekarang ikut aku!" gertak pria itu.

Tak sedikitpun Tania menunjukkan rasa takut. Justru dia begitu senang karena sudah lama tak melakukan pemanasan.

Pria itu maju selangkah, tangannya terulur seolah ingin menariknya. Namun dengan cepat Tania melangkah mundur dan bersiap. Dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban.

"Aku tidak akan ikut denganmu begitu saja," ujar Tania dingin. Tatapannya tajam setajam elang yang siap menerkam.

Pria itu terkejut sejenak, kemudian tertawa. Seolah meremehkan ancaman yang keluar dari mulut Tania.

"Jangan sok berani, Gadis! Kau tidak akan bisa melawanku!" ucapnya sambil mencoba meraih lengan Tania dengan kasar.

Namun, sebelum tangannya berhasil menangkap lengan Tania, Dia merasakan pukulan keras di rahangnya. Tania telah melayangkan tinjunya dengan cepat, membuat pria itu terhubung ke belakang.

"Apa-apaan ini?" desis pria itu, mengusap wajahnya yang terasa sakit.

"Masih mau mencoba?" tantang Tania, siap dengan sikap bertahan.

Pria itu bangkit dengan penuh amarah, kemudian melompat ke arah Tania dengan serangan bertubi-tubi.

Namun, Tania sikap menghindar. Satu persatu serangan pria itu meleset, sementara Tania dengan cerdik menunggu celah untuk menyerang balik.

Ketika pria itu mencoba menyerangnya lagi, Tania memanfaatkan momentum dan menendang lutut pria itu dengan keras.

Pria itu mengerang kesakitan lututnya jatuh ke lantai. Namun Tania baru selesai. Dia dengan cepat memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan ke dagu pria itu, membuatnya langsung tersungkur seketika.

Pria itu tergeletak di lantai, terengah-engah, sementara Tania berdiri di atasnya dengan nafas yang teratur.

"Kau pikir aku gadis lemah yang bisa Kau permainkan?" Tania menatapnya dingin. "Sekarang katakan kepadaku siapa yang menyuruhmu!"

Pria itu hanya terdiam menahan rasa sakit di tubuhnya. Dia jelas tidak siap menghadapi lawan yang sekuat Tania.

Melihat pria itu yang tak berniat bicara, Tania menendang lagi tepat di perutnya, membuatnya melengkung kesakitan.

"Aku tidak akan menanyakan ini lagi," ujar Tania tegas. "Siapa yang menyuruhmu?"

"Pria itu merintih pelan, kemudian akhirnya mengangkat tangan. "Oke oke! Dia adalah Linda. Dia yang menyuruhku. Dia ingin aku menakutimu agar kamu menjauh dari Alex."

Tania mendengus, tak terkejut mendengar nama itu. "Aku sudah menduganya," gumamnya.

Melihat Tania sedikit lengah, pria itu langsung kabur secepatnya dari sana. Tania hanya bisa menghela nafas panjang.

"Ternyata Linda begitu terobsesi dengan suamiku sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya."

Tania mengurungkan niatnya untuk ke kantin kantor. Dia ingin menunggu Alex di depan pintu ruang meeting dan menceritakan yang terjadi.

Tania berjalan cepat menuju ruang meeting Alex. Setelah pertemuan yang tidak menyenangkan dengan pria yang mencoba menculiknya, ia merasa perlu segera menceritakan semuanya pada suaminya.

Namun, saat Tania mendekati ruang meeting, langkah kakinya melambat. Pintu ruang meeting sedikit terbuka, dan ia mendengar suara Linda. Dengan ragu, Tania berhenti di depan pintu, jantungnya berdegup kencang. Dia mengintip melalui celah pintu dan melihat Linda berdiri di depan Alex.

"Alex," suara Linda terdengar lembut, "kau sebenarnya tidak mencintai Tania, kan? Dia hanya anak pembantu. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik. Mengapa kau terus bersama gadis itu? Semua orang tahu dia tidak pantas untukmu."

Tania mengerutkan kening. Dadanya mulai sesak mendengar pertanyaan Linda. Tapi yang lebih menyakitkan, adalah jawaban Alex.

"Ya, aku memang tidak menyukai Tania," kata Alex pelan, suaranya terdengar serius.

Tania terkejut. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Air matanya langsung menggenang di sudut matanya. Tak ingin mempercayai apa yang baru saja ia dengar, Tania membungkam mulutnya dengan tangan, menahan isakan yang hampir keluar.

"Bagaimana bisa dia mengatakan itu?" pikir Tania dalam hatinya, perasaannya hancur. Dia merasa seperti orang bodoh yang selama ini percaya bahwa Alex benar-benar mencintainya. Tania tidak bisa mendengarkan lebih lama lagi. Dengan hati yang terluka, dia berbalik, berlari secepat mungkin menjauh dari pintu itu. Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan lagi.

Namun, di dalam ruangan, Alex masih melanjutkan kata-katanya, yang sayangnya tidak didengar oleh Tania.

"Aku memang tidak menyukai Tania...," ulang Alex sambil menatap Linda dengan tatapan tegas, "Tapi itu dulu, sebelum aku mencintainya. Sekarang, aku tak bisa hidup tanpanya. Dia adalah wanita yang telah mengubah hidupku."

Linda terdiam, terkejut mendengar pengakuan Alex yang sangat tulus. Matanya menyipit, marah dan kecewa.

"Alex…," ucap Linda, suaranya sedikit bergetar. "Kau benar-benar memilih dia? Seorang gadis yang berasal dari latar belakang seperti itu? Bukankah kau tahu apa yang akan dipikirkan orang-orang?"

"Aku tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain," jawab Alex tegas. "Tania membuatku bahagia. Dia memberiku kekuatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Dan tidak ada yang bisa menggantikan itu."

Linda berusaha menahan kemarahannya. "Tapi, Alex... Dia tidak sepadan denganmu. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik."

"Linda, cukup!" suara Alex kini semakin dingin. "Sudah cukup aku diam, Linda. Aku tahu kaulah yang menyebarkan rumor tentang hubungan kita di kantor ini. Ku pikir kau sudah berhenti. Aku diam karena kau ku anggap seorang teman. Tapi aku salah, teman seharusnya mendukung, tapi yang kau lakukan malah sebaliknya. Kau sengaja menjelekkan istriku di hadapanku. Dan itu sudah tidak bisa ku maafkan lagi!" tegas Alex.

Linda menggigit bibirnya, menahan rasa marah dan kecewa. "Tapi aku melakukannya karena aku memiliki alasannya, Alex. Aku... Aku mencintaimu, Alex. Aku yang sudah lebih dulu mencintaimu. Dan aku tidak rela jika anak pembantu itu yang mendapatkan hatimu."

"Tutup mulutmu, Linda! Sekali lagi kau menyebut istriku anak pembantu, aku akan memecatmu!" ancam Alex.

Linda langsung terdiam. Tak percaya Alex membentaknya. "Kau tega memecatku hanya karena wanita itu, Alex?"

"Ya," jawab Alex dingin.

Linda tertunduk dia benar-benar kecewa dan patah hati.

"Aku masih berbaik hati memperkerjakanmu di kantorku, Linda. Tapi mulai sekarang, kita sudah tidak berteman lagi." Alex langsung melangkah meninggalkan Linda yang masih tertunduk di tempatnya.

"Kau sungguh tega, Alex. Aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau malah lebih memilih gadis kampungan itu?"

Linda lalu teringat dengan pria yang ia suruh untuk menculik Tania. Dia mengusap air matanya dan tersenyum. Linda yakin jika pria itu sudah berhasil menculik Tania.

"Jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka tidak juga dengannya," gumamnya.

1
mince
kok belum update kak
mince
lanjut kak, buat cemburu aja tuh suamimu tania
mince
lanjut kak
mince
lanjut kak cetitanya bagus
mince
tania putri bangsawan
zunaidah jitar
terbaik jalan ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!